Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Kebahagiaan


__ADS_3

Di Sepanjang perjalanan Malisa merasa nyaman. Entah perasaan apa yang ada dalam hatinya itu. Ia takut hanya perasaan sesaat saja.


Sampai di rumah Dimas, Antoni pun segera menurunkan Malisa. "Besok biar aku yang jemput."


"Nggak usah, Antoni. Aku bisa berangkat sendiri kok," jawab Malisa.


"Tak apa. Aku …" Ucapan Antoni pun terhenti karena Malisa menyela.


"Aku akan berangkat sendiri, ya? Aku harap kamu mengerti!" sela Malisa.


Antoni pun menganggukkan kepala nya. Ia segera meninggalkan Malisa di sana.


Keesokan harinya Malisa sudah sampai di ruang kerja Antoni lagi. Ia mengamati data yang diberikan oleh Antoni. Malisa agak sedikit curiga dengan laporan tersebut karena ada keanehan di dalamnya. Yaitu data berbeda dari seharusnya. Dan jumlah nya juga sangat jauh berbeda. Malisa pun mencoba membuat laporan ulang selama beberapa tahun itu.


Antoni pun seharian tak menampakkan batang hidungnya sampai Malisa pun selesai bekerja. Tetapi Malisa hendak menunggu Antoni untuk memberitahukan tentang laporan itu.


"Malisa, kamu nggak pulang," tanya Bu Mirna.


"Aku masih harus menunggu Antoni, Ma. Aku mau memberikan laporan ini," jawab Malisa.


"Oh, ya sudah kalau gitu ya? Mama ada acara keluar. Kamu hati-hati di rumah, ya?" sahut Bu Mirna kemudian pergi meninggalkan Malisa sendiri di sana.

__ADS_1


Setelah menunggu dua jam akhirnya Antoni pun pulang. Ia melihat Malisa ada di ruang tamu. Tapi ia tak hendak untuk menyapa.


"Antoni," panggil Malisa. "Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu." Ia kemudian memberikan laporan yang sejak tadi ia pegang.


"Taruh saja di situ nanti aku lihat," sahut Antoni kemudian masuk ke dalam rumah.


Malisa menurut saja. Ia berharap kalau Antoni bisa segera membaca laporan yang telah ia buat.


Setelah Malisa meninggalkan rumah itu, Antoni segera mengambil laporan dari Malisa. Ia sangat terkejut melihat itu karena Malisa telah membuat laporan kalau pernah ada tindakan mega korupsi. Tetapi selama ini tak pernah disadari oleh keluarganya. Selama ini juga dirinya dan papanya tak tahu.


Setelah Pak Hans pulang, Antoni segera membicarakan hal itu pada papanya.


"Malisa," jawab Antoni.


"Hebat sekali. Selama ini kita tak pernah tahu kalau ternyata Om kamu yang melakukan korupsi. Papa sangat kecewa. Kita harus buat perhitungan dengan Om mu itu," sahut Pak Hans. Ia tak menyangka kalau adik kandungnya yang selama ini menjabat sebagai direktur keuangan telah korupsi dan bisa menyembunyikan kebusukan nya itu dengan sangat mulus.


Antoni dan Pak Hans kemudian menyusun rencana untuk memenjarakan Om nya Antoni dan juga Kevin.


Bu Mirna juga tak menyangka kalau Malisa bisa mengaudit laporan lama. Itu artinya selama ini tim audit juga telah dibayar oleh Omnya Kevin untuk tutup mulut.


Kevin tahu akan hal itu. Ia sangat bangga pada kehebatan Malisa. Kemampuan Malisa memang tak diragukan lagi. Selain cantik juga cerdas. Tak salah ia memilih Malisa untuk menjadi pasangan hidupnya.

__ADS_1


Hari pernikahan Dimas dan Malisa pun makin dekat. Mereka sudah berangkat ke kampung halaman Malisa untuk ke makam orang tua Malisa. Di sana mereka juga bertemu dengan tetangga yang telah menolong Malisa dan memberitahukan kalau Malisa akan menikah. Mereka pun senang tapi tak bisa datang karena kondisi nya yang tak memungkinkan.


Malisa diberikan hadiah berupa rumah dari Pak Hans karena telah menguak masalah mega korupsi yang dilakukan oleh adiknya Pak Hans sendiri.


"Tak perlu repot, Pa. Ini juga hanya sebagai pekerjaan saja," ucap Malisa. Ia memang tak menginginkan hadiah. Ia murni hanya ingin kerja saja.


"Tak masalah, Malisa. Anggap saja ini adalah jadian pernikahan. Kan kalian besok akan menikah," sahut Pak Hans.


Keesokan harinya, Malisa dan Dimas pun digelar dengan cukup meriah. Dilakukan di hotel bintang lima juga banyak sekali tamu undangan. Malisa yang menjadi putri saat itu menjadi pusat perhatian karena ia juga tak menyangka menjadi istri lagi.


"Malisa, terima kasih karena kamu mau menjadi istriku," ucap Dimas.


"Sama-sama. Aku harap ini adalah pernikahan terakhir ku. Kamu adalah pengisi hatiku terakhir," sahut Malisa.


Tamu undangan juga begitu meriah melihat kemesraan Malisa dan Dimas di atas pelaminan.


Antoni yang selama ini juga menyimpan perasaan pada Malisa turut senang. Ia juga menyampaikan kalau Dimas sampai menyakiti Malisa maka ia sendiri yang akan menolong Malisa dan mengambil alih Malisa.


Dimas terkekeh karena hal itu tak akan pernah terjadi. Ia sudah berjanji akan menjaga Malisa sampai akhir hayat nya. Tapi Antoni yang tak bisa menyembunyikan perasaannya juga tak bisa begitu saja percaya pada Dimas. Ia juga berjanji kalau akan melindungi Malisa kalau Dimas sedang tak ada.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2