Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Khawatir


__ADS_3

Setelah semua yang terjadi akhirnya Malisa sadar bahwa dirinya kini berada di sebuah ruang rawat inap di sebuah rumah sakit. Perempuan yang seharusnya sudah dibawa beberapa hari yang lalu karena terlalu banyak menyusui anaknya itu kini, masih berbaring dengan begitu sangat lemah.


Dia tidak menyangka bahwa dia akan drop seperti ini padahal yang dia lakukan hanyalah menyusui sang buah hati.


Perempuan dengan paras yang cukup cantik itu belum juga sadar bahkan dia masih termenung dan berpikir tentang apa yang ia pikirkan tetapi sayup-sayup pendengarannya dia mendengar seseorang berkata banyak hal.


Malisa kemudian berusaha untuk membuka kedua kelopak matanya dan berharap ia bisa segera pulang dari tempat ini karena sungguh aroma rumah sakit begitu sangat tidak ia sukai. Terlebih, bagaimana dengan anaknya di rumah dan bagaimana kondisi anaknya kelak jika ia masih di sini.


Dengan susah payah Malisa berusaha untuk membuka kedua kelopak matanya dan berusaha untuk menguatkan netra miliknya namun, nihil yang dia rasakan adalah pusing yang begitu sangat tidak bisa ia hilangkan begitu saja. Sayup-sayup ia mendengar suara seseorang dari hadapan dirinya dan dengan tubuh yang masih berbaring di atas sebuah kasur rumah sakit berwarna putih Malisa berusaha untuk menyadarkan dirinya saat itu juga. Dan saat itulah ketika kedua mata miliknya terbuka dilihatnya seorang pria yang sangat tidak terpikirkan olehnya yaitu pria yang tidak pernah iya bayangkan akan berada di sini.


Malisa takut suaminya tiba-tiba muncul dan kemudian melaporkan keduanya apalagi saat ini di dalam ruangan ini hanya ada dirinya dan juga dokter Dimas tentu Malisa tidak ingin membuat kekacauan dalam pernikahan dan juga rumah tangganya apalagi iya tahu bagaimana sifat dari suaminya.


Malisa berusaha untuk bangkit dari pembaringan dan berusaha untuk ingin segera pergi dari rumah sakit tapi, aliran infus yang mengalir ke dalam urat nadi miliknya membuat dirinya begitu merasa kesakitan. Malisa tidak bisa pergi saat ini dan dokter Dimas yang berada tepat di hadapannya juga kemudian melarang diri perempuan itu untuk bangkit dan lebih menganjurkan agar perempuan itu bisa berbaring setidaknya satu atau dua minggu lamanya. Malisa tahu bahwa dokter di hadapannya itu hanya ingin agar dia sehat kembali apalagi Malisa sadar karena ia terlalu sering memberikan asi pada sang buah hati akhirnya ia tidak bisa mengurus dirinya bahkan karena tekanan dari Doni serta suasana dan kondisi rumah tangganya membuat ia tidak bisa bahagia bahkan sedikit pun.


Malisa hidup dalam ketakutan karena ulah suaminya bahkan pria bernama Doni yang telah mempersunting dirinya itu tidak memperhatikan kondisi istrinya sendiri. Bahkan dia sampai hati bermain tangan pada tubuh istrinya sendiri. Dia sampai hati melakukan hal itu bahkan didepan sang putri. Oleh karena itu, Malisa hanya ingin pulang ia tidak ingin ada masalah baru lagi yang terjadi terlebih sekarang iya hanya berdua saja dengan dokter hadapannya ini.

__ADS_1


Apalagi ia sadar betul bagaimana suaminya begitu cemburu melihat ia berdekatan dengan dokter ini padahal sudah berulang kali ia menjelaskan bahwa hubungan antara dia dan juga dokter Dimas hanyalah antara dokter dan juga pasien karena berkat dokter Dimas Katy bisa sembuh dari sakit demam berdarah waktu itu.


Sekarang yang ada dalam pikiran perempuan itu hanyalah anak perempuannya yang bahkan belum mengerti apa yang terjadi di rumah dan apa yang telah ayahnya lakukan pada sang ibu. Sembari berkata lirih Malisa berbalik menatap dokter di hadapannya itu.


"Maaf Dok, atas semua masalah ini. Saya akan membalas semuanya dan mohon maaf telah merepotkan dokter sejauh ini"


Tentu laki-laki yang mendapatkan perkataan seperti itu yang masih duduk dengan tenang di hadapan perempuan sumber anak satu itu hanya bisa diam dan kemudian menarik nafas sedikit panjang bagaimana bisa perempuan yang sudah disakiti berulang kali seperti ini masih bisa memikirkan bahwa dirinya adalah beban dan juga masalah bagi orang lain.


Ketika saat dokter Dimas melihat kantung mata dan juga wajah pucat milik perempuan itu ia begitu merasa kasihan mengapa bukan dia yang menjadi pria yang menjaga perempuan seperti ini dan mengapa ada pria yang begitu sangat brengsek mempermainkan wanita seperti ini.


Dokter Dimas merasa begitu sangat emosi melihat bagaimana kondisi dari wanita di hadapannya karena dia tahu betul bahwa Malisa adalah perempuan baik-baik yang benar-benar tidak akan membalas apapun yang terjadi padanya. Saat Malisa berusaha untuk mengambil segelas air di samping meja dan lengan dari baju rumah sakit wanita itu sedikit terangkat. Dokter Dimas bisa melihat ada banyak lebam di daerah tangan bagian dalam milik wanita itu.


"Di mana Katy dok? Dimana anak saya?!"


"Kamu tenang ya, Katy sedang ada di tempat tidur sebelah. Dia sedang tidur, sebaiknya kamu juga istirahatlah Malisa tubuh kamu benar-benar lemah"

__ADS_1


"Tidak dok, anak saya pasti kelaparan. Saya harus menyusui dia dok, mana anak saya? Katy! Katy! Nak!"


Malisa kemudian berteriak memanggil nama anaknya dan dokter Dimas berusaha untuk menenangkan wanita yang ada di hadapannya karena selang infus begitu ditarik sangat kencang dan hampir saja terlepas dari nadi milik wanita itu. Dokter Dimas berusaha untuk menenangkan wanita di hadapannya dan juga mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja dan dirinya saat ini tidak bisa menyusui sang buah hati karena diri wanita itu masih belum begitu pulih.


"Sebentar, saya bawa Katy ya Malisa"


Sebenarnya dokter Dimas ingin sedikit membiarkan Malisa beristirahat tanpa harus menggendong anaknya tetapi karna ia kasihan melihat perempuan itu terus menangis dan mempertanyakan di manakah keadaan sang putri, akhirnya pria berbaju kemeja dengan jas putih kemudian berjalan ke arah tempat pembaringan di samping dan menggendong Katy.


Malisa senang melihat anaknya sedang berada dalam gendongan sang dokter begitu sangat merindukan putri kecilnya itu. Pikiran yang tadi hanya tertuju pada keberadaan dokter Dimas yang seruangan dengan dirinya kini sudah berubah dan berganti kepada putrinya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?"


Dokter Dimas segera menepis tangan milik Malisa yang ingin mengangkat bajunya dan dokter tersebut tahu bahwa pasti Malisa ingin menyusui sang putri.


"Dia pasti haus dok, saya tidak tega melihatnya"

__ADS_1


"Cukup Malisa, cukup! Kamu harus pulih dulu sepenuhnya. Kamu sudah sekurus ini, kamu bisa mati Malisa!"


Mendengar perkataan dari sang dokter membuat perempuan itu kemudian, tersadar kembali jika ia mati siapa yang bisa mengurus putrinya bahkan jika membayangkan perlakuan suaminya. Malisa tidak akan pernah bisa merelakan anaknya tinggal bersama sang ayah. Malisa sudah merasakan kenangan pahit bersama pria yang kasar itu lantas, bagaimana jika sampai putrinya hidup bersama pria itu tentu Malisa tidak akan pernah rela.


__ADS_2