Pelakor itu Babysitterku

Pelakor itu Babysitterku
Fitnah


__ADS_3

Malisa masih belum bisa menghentikan isak tangis dan juga ia belum bisa begitu saja melupakan semua kejadian buruk dalam kehidupannya. Yang di mana ia tahu betul bahwa itu adalah hal yang bersumber dari suaminya sendiri.


Memang sering kali iya berpikir mungkin saja suaminya memiliki masa lalu yang kelam dan juga buruk sehingga melampiaskan semuanya terhadap dirinya tetapi tetap saja ia tidak ingin ketika ia dipukuli sampai mati yang menjadi pengganti dirinya adalah Katy, putri kecilnya.


Dokter Dimas masih terus menepuk pelan punggung belakang milik wanita di hadapannya kata iya tahu bahwa perempuan itu saat ini benar-benar memerlukan tempat untuk menguatkan dirinya. Karena dokter Dimas adalah seorang dokter yang paham bagaimana wanita seperti Malisa adalah wanita kuat yang selalu mengatakan bahwa ia baik-baik saja tetapi sekarang dirinya tahu bahwa Malisa selama ini tidak baik-baik saja dan semua yang dilihat oleh mata telanjang miliknya adalah hal yang begitu sangat nyata dari bagaimana dirinya mendengar, banyak pikiran-pikiran yang sekarang terbukti dengan semua ucapan yang keluar dari mulut wanita itu sendiri.


Saat ini, dokter Dimas tahu bahwa memang benar Malisa adalah korban dari KDRT yang telah dilakukan oleh Doni pria brengsek yang sama sekali tidak pernah bisa untuk menghargai seorang wanita hal seperti itu membuat, dokter Dimas tentu tidak akan bisa berdiam diri tetapi ya juga tidak tahu harus melakukan apa karena bahkan Malisa mengatakan bahwa ini semua adalah hal yang wajar dilakukan oleh seorang suami terlebih Dimas mendengar sendiri bagaimana Malisa mengatakan bahwa ia berhutang banyak pada pria itu.


Sedangkan dilain tempat, di saat doni sedang mencari keberadaan sang istri ia tidak menemukan tubuh dari wanita tersebut. Doni kembali diliputi amarah dan kemudian membanting semua barang di dalam rumah. Itu bukanlah hal yang baru di rumah itu bahkan yang membersihkan semua pecahan dan kepingan-kepingan barang itu adalah Malisa sendiri setiap harinya dan pecahan dan kepingan itu sama seperti bagaimana hati Malisa setiap harinya. Malisa remuk dan hancur tetapi tidak ada yang tahu bahkan suaminya sendiri. Dia hidup dengan bergantung pada kebahagiaan putri kecilnya yang terus menyedot semua dari dirinya hingga dia menjadi sangat kurus dan sampai masuk rumah sakit.


Bahkan dari dia sudah masuk rumah sakit sang suami belum juga datang menjenguk nya dan malah membanting semua barang di rumah dan mengatakan bahwa Malisa adalah perempuan tidak tahu malu dan juga perempuan yang hanya bisa membuat kehidupan pria itu menjadi sangat berantakan. Doni masih penuh akan amarah indah tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dan muncullah sosok perempuan yang selalu menjadi berdetak dalam rumah tangga doni dan juga Malisa.


"Mas Doni, Mas Doni kenapa?"


Dengan raut wajah yang pura-pura peduli Mona kemudian langsung menggandeng dengan pria itu dan menunjukkannya di atas sofa ruang tamu setelah itu ia kemudian menatap wajah pria itu dengan penuh arti dan kemudian mengeluarkan suara.


"Wanita itu tadi sedang pergi bersama dokter Dimas entah ke mana. Aku tidak menyangka dia bisa berselingkuh dengan dokter dari anaknya sendiri.”


Doni yang mendengar hal tersebut tentu saja sangat begitu marah dan tidak bisa memendam semua amarah yang ada dalam dirinya. Doni kemudian segera bangkit dari duduknya dan dengan wajah yang sudah memerah dan juga kepada tangan iya kemudian berkata.

__ADS_1


"Dimana mereka?!"


"Ayo, ikut aku.


Setelah naik ke atas mobil hitam milik Doni dan melewati jalanan beraspal yang penuh akan lalu lalang kendaraan, keduanya kemudian segera mendarat kan keempat ban mobil tersebut di sebuah rumah sakit. Sedangkan Doni yang saat itu sudah sangat tidak bisa menahan semua amarah segera berjalan dengan cepat ke dalam sembari menanyai semua perawat yang berharga lalang di situ ia kemudian, dihentikan oleh tangan Mona.


"Ikut aku, Mas!”


Setelah mengantar Doni ke sebuah ruangan Mona kemudian, pergi begitu saja ia tidak ingin ada di tempat itu dan melihat semuanya rasanya membayangkan bagaimana Malisa akan diperlakukan kasar di sana sudah membuat hati perempuan itu merasa bahagia dan senang karena melihat perempuan itu menderita.


Mona sama sekali tidak pernah berpikir sebagai sesama perempuan bahkan, ia begitu sengaja membuat rumah tangga antara Doni dan juga Malisa semakin hancur berantakan padahal ia jelas tahu bahwa Malisa pingsan dan kemudian langsung dibawa oleh dokter Dimas ke rumah sakit. Tetapi, yang dipikirkan oleh Mona malah ia semakin ingin membuat semuanya semakin bermasalah.


Mona tidak ingin melihat banyak hal lagi yang hanya bisa membuat dia semakin bersemangat dan senang perempuan licik itu segera berjalan keluar koridor dan kemudian segera menutup sebuah taksi dan meninggalkan rumah sakit itu.


Sedangkan dalam ruangan yang diisi oleh tiga orang dewasa dengan satu balita itu hanya bisa saling memandang satu sama lain. Sedangkan Doni merasa ia tidak bersalah telah menampar pipi dari Malisa.


Dengan suara angkuh dan juga melihat ke arah Malisa ia berkata


"Dasar perempuan tidak tahu malu! Beraninya kamu membawa Katy saat kamu bermain dengan selingkuhanmu itu! Berikan Katy!"

__ADS_1


"Jangan membuat keributan di sini! Ini rumah sakit!" ucap Dokter Dimas tidak kalah sengit


"Jangan ikut campur! Ini masalah rumah tangga kami!"


"Saya berhak ikut campur! Malisa adalah pasien saya dan saya tidak akan membiarkan siapa pun mengancam keselamatan dirinya tanpa terkecuali biarpun itu suaminya sendiri!"


"Berikan Katy!" ucap Doni keras dengan nada tinggi.


Malisa tentu tidak bisa memberikan putri kecilnya itu begitu saja pada pria di hadapannya iya tahu motor bagaimana sikap dan juga sifat dari Doni, karena dibuat menangis seharian di rumah bahkan dibuat kesakitan sehingga Malisa masih mempertahankan sang anak dalam dekapannya tetapi, tiba-tiba saja Doni merampas dan menarik keras Katy dari dekapan sang ibu.


"Anakku!" raung Malisa


"Jangan harap kalian bisa bertemu!"


Kepergian Doni beserta dengan Katy itu sangat membuat Malisa tidak bisa menahan air matanya ya terus berteriak iya ingin lari ke arah suami dan juga putri kecilnya tetapi dirinya seperti begitu lemah bahkan ia sampai terjatuh ke bawah kasur tempat tidur rumah sakit itu.


Infus terlepas dari tubuh Malisa sedangkan dokter Dimas masih terus menenangkan Malisa dan mengatakan bahwa Katy akan baik-baik saja dan tenang doni tidak akan bisa berani melakukan apapun atau sampai memukuli darah dagingnya sendiri tetapi memiliki atau betul bagaimana sifat dari suaminya bahkan suaminya pernah mengancam akan membunuh putri mereka dan mengatakan bahwa Katy bukanlah darah dagingnya.


Malisa bisa mengingat dengan jelas bagaimana Doni pernah mengatakan bahwa Katy bukanlah anak kandungnya sendiri dan mengatakan bahwa Malisa sudah berselingkuh dengan orang lain dan sekarang Doni menangkap basah iya bersama dokter Dimas bagaimana jika Doni melakukan hal jahat pada putri kecilnya.

__ADS_1


Malisa terus menangis bahkan ia tidak peduli dengan darah yang sudah berceceran di lantai akibat jarum infus yang sudah terlepas darah mengucur begitu sangat deras.


__ADS_2