
"Malisa... Lanjutkan apa lagi yang di lakukan Doni? Apa saja Malisa, katakan pada saya"
Dokter Dimas bukan ingin mencari kesempatan tetapi ia hanya ingin membantu wanita di hadapannya. karena, ia tahu betul bagaimana perasaan dari wanita tersebut ia tahu bagaimana hati dan juga perasaan yang dirasakan oleh wanita di hadapannya.
Terlebih, dokter Dimas tahu bahwa perlakuan kasar yang dilakukan Doni terhadap Malisa sudah berlangsung begitu lama dan dokter Dimas sebenarnya ingin membantu wanita itu tetapi ia masih berpikir panjang apakah Malisa akan menerima uluran tangan miliknya atau malah Malisa akan menjauh malah berpikir bahwa dokter Dimas terlalu mau ikut campur akan masalah rumah tangganya.
Kemudian Malisa menarik nafas panjang dia sebenarnya berpikir bahwa semua ini adalah aib suaminya dan ia tidak berhak menceritakan semuanya dan mengakui semua perlakuan kasar dan juga tindakan brutal milik suaminya. Tetapi, apa daya iya ingin segera bebas dari pria seperti itu pria yang selalu memukulinya tambah sebab dan Doni seri mengatakan kata kasar padanya hanya karena ia berhutang kepada Doni. Malisa sadar bahwa dia tidak bisa menggantungkan hidupnya pada dokter di hadapannya. Walaupun, dokter Dimas begitu baik padanya tetap saja Malisa cukup tahu diri dia tidak mungkin berharap pada dokter. pada pria hadapannya ini Malisa tahu diri dan juga ia tahu bahwa ia hanyalah akan menjadi beban.
Namun karena ucapan dokter Dimas yang terus-menerus membuat manusia merasa nyaman dan juga berangsur menceritakan semuanya membuat Malisa kemudian kembali mengeluarkan suara
"Mas Doni, selalu memaksa saya mengurus semuanya bahkan dia pernah memukul saya dok dan mengatakan saya perempuan tidak berguna dan perempuan pembawa sial. Saya tahu, saya banyak memberi beban pada Mas Doni dia sudah banyak membantu keluarga saya tetapi saya tentu tidak bisa terus seperti ini. Jika saya di pukuli hingga mati olehnya lantas siapa yang akan menjaga Katy? Saya tidak ingin hal ini terjadi pada Katy karena saya tahu betul bagaimana brutal mas Doni. Memang tidak ada ayah yang tega memukul anaknya tetapi saya sangat takut hal itu terjadi di masa depan dok, saya takut... Makanya itu saya ingin pulang saja dokter, jika sampai mas Doni yang datang kesini saya bisa kena hukuman lagi dok. Saya sudah tidak tahan dengan sikapnya tetapi saya juga tidak bisa melawan karena ada Katy yang masih terlalu kecil untuk melihat semuanya. Biarkan saya merasakan semua ini Dok, saya pantas.”
__ADS_1
Isak tangis dari Malisa terdengar memenuhi ruangan itu bahkan ia tidak bisa membendung semua air mata dari kedua mitra miliknya bahkan dokter Dimas yang berada di hadapannya masih terus menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang sungguh merasa iba bagaimana bisa wanita sebaik Malisa masih diperlakukan seperti itu.
Dokter Dimas sebenarnya tidak ingin melihat Malisa diperlakukan seperti ini terlihat bagaimana raut wajah dokter Dimas juga seperti menahan emosi terhadap pria brengsek itu. Tetapi, ia juga tidak bisa begitu saja pergi ke rumah dan kemudian memukuli pria yang telah membuat wanita ini sampai sakit seperti ini bahkan ketika melihat tubuh fisik dari Malisa kembali menyayat hati dokter Dimas.
Dokter Dimas sangat merasa bersalah mengapa ia baru bertemu dengan Malisa sekarang dan mengapa dia bertemu dengan wanita ini saat ia masih menjadi gadis biasa yang belum memiliki anak dan juga suami pasti iya bisa menjadi suami yang baik. Dokter Dimas kemudian mengangkat tangannya dan menepuk pelan belakang punggung milik perempuan itu dan seraya berkata.
"Kamu yang tenang Malisa, saya akan bantu mengurus perceraian dengan Doni dan kamu serta Katy akan hidup bahagia."
Dengan isak tangis yang masih terdengar Malisa kemudian mengangkat kepalanya kemudian ia menatap penuh wajah dokter di hadapannya dan kembali mengeluarkan suara lagi
Sekarang dokter Dimas tahu mengapa Malisa masih harus bertahan bersama pria brutal juga sadis seperti itu karena pasti doni banyak membantu keluarga wanita ini dan dokter Dimas tahu betul bagaimana sifat dan juga sikap dari Malisa ia pasti menganggap bahwa doni adalah penyelamat dan juga merasa pantas diberlakukan seperti itu padahal pada kenyataannya seberapa banyak pun hutang yang ada ia tidak pantas diberlakukan seperti binatang oleh pria yang nyatanya adalah suaminya sendiri.
__ADS_1
Tetapi pada kenyataannya, Malisa mempercayai bahwa jika iya terus menerus menjadi istri yang baik di depan suaminya ia yakin suatu hari pria itu bisa berubah baik padanya Malisa juga berkata bahwa ia yakin suatu hari ia akan di perlakukan baik oleh Doni dan pria itu akan meminta maaf atas semua perlakuan buruk yang ia lakukan pada dirinya.
Dokter Dimas benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa karena wanita di hadapannya ini benar-benar kuat dan ketika mengatakan akan mengurus perceraian dan membantu hal itu Malisa malah mengatakan bahwa ia tidak bisa bercerai begitu saja karena ia memiliki hutang yang belum lunas bahkan hutang itu tidak akan pernah bisa dibayangkan Malisa sampai ia mati.
Malisa mengingat bagaimana dulu suaminya telah membantu biaya pengobatan ibunya dan ia tidak sampai hati meninggalkan pria yang telah membantu untuk biaya rumah sakit ibunya. Semua kesakitan ini bisa ia tahan perlahan-lahan dan Malisa yakin bahwa suaminya pasti bisa berubah mendengar penuturan itu membuat hati dokter Dimas kembali merasa bahwa wanita ini begitu sangat kuat.
Dia berbeda jauh dengan wanita-wanita lain di luar sana yang jika dipukul satu kali saja mungkin sudah akan melayangkan surat gugatan cerai tetapi bagi Malisa ia masih berpikir bantuan yang seharusnya dikatakan sebagai keharusan malah dikira sebagai hutang yang harus segera dilunasi jika tidak maka Malisa merasa sangat bersalah. Mendengar semua itu dokter Dimas tidak bisa berbuat banyak bahkan ia tidak bisa ikut campur dalam rumah tangga orang lain karena ia yakin seratus persen bahwa itu juga bukanlah hak dirinya untuk ikut campur di dalamnya.
Walaupun ia tahu begitu banyak kesakitan yang dirasakan oleh perempuan di hadapannya tetapi baginya itu masih urusan rumah tangga orang lain.
Walaupun pernah terbersit suatu pikiran untuk melarikan Malisa beserta anaknya itu ke suatu tempat tetapi mendengar penuturan Malisa dokter Dimas bisa menyimpulkan bahwa Malisa tidak akan pernah bisa meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Malisa seperti yakin bahwa Doni bisa berubah dan Malisa yakin bahwa Doni bisa menyayangi dia dan juga anaknya. Dokter Dimas hanya bisa mendengar semua penuturan yang dikeluarkan oleh Malisa walaupun ia bisa melihat bagaimana Malisa terus saja menangis dan meluapkan semua apa yang telah ia rasakan dan ia masih dengan begitu sangat nyaman menggendong anaknya yang terbaring di dalam pangkuannya.
Putri kecil itu masih tertidur dengan nyenyak tanpa mengetahui masalah yang sedang terjadi sekarang.