Pemandu Hati Pengganti

Pemandu Hati Pengganti
Bab 15. Cinta yang Harus Kembali Terpisah


__ADS_3

"Aku harus bagaimana?" Pradha mengusap wajah kasar, lalu merebahkan tubuh ke atas ranjang.


Dia menatap layar ponsel yang terpasang fotonya dengan Rama ketika pemotretan di Pantai Nyang-Nyang. Ditatapnya wajah tampan dengan senyum lebar itu. Meski hanya melalui foto, pancaran penuh cinta jelas terlihat pada manik mata lelaki tersebut.


Cinta yang sepertinya tidak pernah surut untuk Pradha. Perempuan cantik itu kembali menghela napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Dia menggeser layar ke atas dan mencari nomor ponsel Rama.


Pradha berniat untuk mengakhiri hubungannya kali ini. Dia tahu ini mungkin akan menjadi kesalahan fatal dalam hidupnya. Pasti Rama mengira cintanya kepada sang kekasih ternyata selemah itu. Akan tetapi, dia ingin kembali meniti kariernya.


"Kak," sapa Pradha melalui sambungan telepon.


"Hm? Kenapa, Dha? Apa kamu membutuhkan sesuatu?"


"Kak, sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini." Suara Pradha bergetar karena menahan tangis agar tidak pecah.


Ini adalah salah satu keputusan terberat yang harus dipilih oleh Pradha. Dia harus merelakan cintanya kepada Rama kembali gugur, demi mempertahankan karier baru yang dia miliki.


"Dha, kamu ada masalah apa? Cerita sama aku," bujuk Rama.


"Tolong jangan temui aku lagi, Kak."


"Dha! Apa aku melakukan kesalahan? Katakan apa salahku! Jangan seperti ini!"


"Maaf, Kak. Aku mohon, tunggu aku sampai berpisah dengan Abi. Maka setelahnya mari kita bertemu lagi dan membicarakan semuanya."


"Dha, kamu sudah gila?"


"Tolong, jangan temui aku lagi!" Pradha mematikan sambungan telepon.


Seakan ada batu besar yang menghalangi tenggorokannya. Dadanya terasa begitu nyeri. Sesak sekali harus mengatakan perpisahan kepada cinta lama yang baru saja kembali.


"Sebentar saja, Dha. Cuma sebentar! Kamu pasti kuat!"


Tiba-tiba Pradha tertegun. Terlintas pikiran buruk mengenai Rama. Dia takut jika hal itu terjadi setelah dia resmi bercerai dengan Abi.


"Tapi, bagaimana jika ternyata Kak Rama sudah tidak mau bersamaku saat hari itu tiba?" Pradha menggigit kuku seraya memeluk tubuhnya sendiri.


Kegalauan Pradha berhenti sejenak ketika mendengar denting bel rumah berbunyi. Dia keluar dari kamar, lalu mengintip siapa yang datang dari balik jendela. Perempuan cantik itu menautkan kedua alis ketika mengetahui siapa yang datang.


"Ibu?" Pradha bergegas memutar anak kunci, dan membuka pintu.


Kini Laksmi berdiri dengan mata basah. Wajah perempuan paruh baya itu juga terlihat merah karena sisa tangis. Pradha langsung merengkuh tubuh sang ibu dan mengajaknya masuk.


"Bu, kenapa?" tanya Pradha sambil menggenggam kedua tangan sang ibu.

__ADS_1


"Bapakmu ...." Baru satu kata keluar dari mulut sang ibu, tangisnya kembali pecah.


Pradha langsung memeluk lagi tubuh sang ibu. Dia menepuk punggung ibunya perlahan. Sambil terus mengucapkan kalimat penenang. Akhirnya Pradha memutuskan untuk membuatkan coklat dingin untuk sang ibu.


Setelah selesai, Pradha langsung menyodorkan segelas coklat itu untuk ibunya. Laksmi pun meneguknya perlahan. Seiring dengan coklat yang mulai membasahi kerongkongan, perempuan itu sedikit lebih tenang.


"Kenapa ibu bisa jadi begini?"


"Bapakmu sering memukul ibu akhir-akhir ini. Ibu sudah nggak kuat, rasanya ingin bercerai saja," ucap Laksmi di antara isak tangisnya.


Mendengar pengakuan sang ibu, membuat darah Pradha seakan mendidih. Perempuan cantik itu langsung bangkit dari sofa dan melangkah ke arah pintu. Dadanya seperti terbakar melihat ada beberapa bekas luka lebam pada wajah serta tubuh sang ibu.


"Dha, kamu mau ke mana?"


"Ibu di rumah saja. Pradha mau datangi bapak dan minta pertanggungjawabannya!" Pradha tak lagi mendengarkan teriakan sang ibu.


Dia langsung masuk ke mobil dan melajukannya sekencang mungkin untuk mendatangi hotel milik sang ayah. Suara klakson mobil yang saling bersahutan membuat hati dan pikiran Pradha semakin terasa kacau.


Istri Abi tersebut ikut meramaikan keruwetan jalanan dengan turut serta menekan klakson penuh emosi. Kepalanya seakan meledak ketika teringat aduan dari sang ibu. Setelah berhasil melewati lautan kendaraan di depannya, Pradha pun sampai di hotel sang ayah.


Dia langsung berjalan ke arah lift, dan menekan tombol berukir angka 10 tempat di mana kantor manajemen hotel berada. Terdengar suara denting yang menandakan kalau dia sudah sampai di lantai yang dituju.


"Aku akan memberi bapak pelajaran!" geram Pradha.


Sandalnya kini beradu dengan lantai, sehingga menimbulkan suara dalam lorong sepi di sana. Begitu sampai di ruangan sang ayah, Pradha langsung menendang daun pintunya, dan pemandangan mengejutkan pun menyambut mata Pradha.


"Ah, Daddy! Tolong aku!" rengek gadis itu.


"Daddy, daddy! Dasar sundal! Perusak rumah tangga orang! Ngapain kamu nggak pakai baju di sini? Bukankah ruangan ini terlalu dingin untuk pakaian terbuka begini?" Pradha terus mencengkeram rambut gadis itu sambil mengeluarkan kata-kata pedasnya.


"Ayo, kuantar ke pinggir pantai! Pakaian ini lebih cocok buat berjemur!"


Pradha langsung menarik gadis itu ke arah pintu, berniat untuk membawanya keluar dari ruangan dalam keadaan hampir telanjang. Barulah ketika Pradha hendak memutar tuas pintu, Artha mencegahnya.


"Lepaskan dia!"


"Lepaskan dia? Orang yang sudah membuat Bapak menyiksa ibu? Nggak akan!" Pradha tidak mau mendengar ucapan sang ayah.


Dia nekat membuka pintu ruangan itu, lalu mendorong tubuh langsing gadis tersebut hingga tersungkur ke atas lantai. Pradha segera membanting pintu dan menguncinya. Dia tidak lagi memedulikan gedoran selingkuhan ayahnya yang merengek meminta baju.


"Bapak tega mengasari ibu hanya karena perempuan itu? Perempuan yang seharusnya menjadi putri Bapak? Apa Bapak tidak malu?" cecar Pradha.


Artha melipat lengan di depan dada, membuang muka, seraya tersenyum miring. Sesaat kemudian dia kembali menatap sang putri.

__ADS_1


"Ini bukan sepenuhnya salahku! Ibumu itu tidak sebaik yang kamu kira!"


"Apa maksud Bapak?"


"Dia sudah selingkuh dan memiliki seorang anak dari hasil perselingkuhannya!"


"Nggak mungkin!" teriak Pradha.


"Nggak mungkin? Memang apa alasanku untuk menikahkanmu dengan pria rendahan seperti Abi?" Artha tersenyum miring.


"Jika kamu putri kandungku, memangnya aku rela melepasmu dengan lelaki tak berkasta itu?"


"Lalu apa Praba juga bukan putri Bapak? Bapak mengizinkannya untuk menikah dengan Abi, bukan?"


"Aku mengizinkan Praba menjalin hubungan dengan Abi karena terpaksa! Aku sangat menyayanginya, karena hanya dia putri kandungku! Sial sekali aku baru mengetahui fakta ini beberapa bulan lalu! Jika saja aku mengetahui sebelum ada Praba, pasti aku sudah menceraikan ibumu dan membuang kalian ke jalanan!"


"Ah, jadi ini alasan Bapak kenapa dulu melarangku berhubungan dengan Kak Rama saat belum tahu kalau aku bukanlah putrimu?"


"Cerdas!" seru Artha.


"Kalau begitu, ceraikan ibu! Biar beliau tinggal bersamaku!"


"Nggak! Aku ingin menghukumnya! Dia tidak akan mendapatkan kebahagiaan di sisa hidupnya! Aku akan memberinya luka berkali-kali lipat dari apa yang sudah aku rasakan sekarang!" Rahang Artha mengeras seketika mengingat pengkhianatan dari sang istri.


"Bapak memang kejam! Ingat, Pak! Karma akan terus berputar dan mengiringi hidup kita!" Pradha menuding wajah sang ayah penuh kebencian.


Pradha pun kembali berjalan ke arah pintu. Dia masih melihat gadis tadi di luar ruangan sambil memeluk tubuhnya sendiri.


"Aku ingatkan, ya! Kamu akan menyesal jika terus berhubungan dengan lelaki kejam seperti bapak!"


...----------------...


SaGa Antara Cinta Dan Ego


Author: eveliniq


Kisah seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang lelaki bermata elang.


Keduanya berasal dari strata yang berbeda tetapi dengan kekuatan cinta tulus yang ia miliki Sasha berhasil menaklukkan Galaxy cowok bermata elang yang terkenal dingin dan penyendiri.


Galaxy lelaki yang punya trauma masa kecil dengan keluarganya. Selama ini hanya belajar merasakan cinta dan kesetiaan dari seekor anjing kesayangannya berjenis Husky.


Husky bermata biru inilah yang akhirnya bisa mengobati trauma masa lalu Galaxy dan menemukan cinta sejatinya.

__ADS_1


Ikuti kisah Sasha dan Galaxy dalam menemukan cinta sejati mereka bersama anjing kesayangan mereka "Grey" Husky bermata biru.



__ADS_2