Pemandu Hati Pengganti

Pemandu Hati Pengganti
Bab 23. Manajer Baru


__ADS_3

"Maaf, Kak. Tapi aku sudah dipecat sama Kak Abi. Sekarang aku sudah jadi manajer artis lain. Maaf, ya?" Suara Desi terdengar lesu dan sedih.


"Apa! Bagaimana bisa? Memangnya dia punya hak apa ngatur-ngatur siapa yang bisa jadi manajerku? Awas, aku bakalan buat perhitungan sama dia!" seru Pradha penuh amarah.


"Sekali lagi aku minta maaf, Kak. Sebenarnya aku betah kerja sama Kak Pradha. Betah banget malah! Tapi, memang ini permintaan Kak Abi. Aku nggak bisa berbuat apa-apa."


"Iya, nggak apa-apa. Bukan salahmu, kok."


Setelah Desi menjelaskan kronologi ketika dia diminta mengundurkan diri, sambungan telepon pun berakhir. Begitu selesai, Pradha langsung menghubungi Abi. Akan tetapi, dia tidak mendapat jawaban.


"Sialan! Ke mana kamu, Bi!" gerutu Pradha.


Setelah mencoba menelepon Abi berulang kali tapi gagal, akhirnya Pradha memutuskan untuk mencari Abi ke tempat kerjanya. Dia menuju ke kantor agen pariwisata tempat Abi bekerja dengan menggunakan jasa taksi online.


Hanya membutuhkan waktu selama dua puluh menit untuk sampai di tempat kerja Abi. Pradha langsung masuk ke kantor itu dan menanyakan keberadaan Abi. Akan tetapi, ternyata suaminya itu tidak ada di sana.


"Loh, Abi kan sudah mengundurkan diri sejak kemarin lisa, Dha. Katanya mau fokus jagain kamu."


Pernyataan teman kerja Abi itu membuat Pradha tersenyum kecut. Dia benar-benar tak habis pikir dengan sifat sang suami yang pandai bersilat lidah. pradha pun akhirnya berpamitan kepada teman kerja Abi tersebut.


"Pasti kamu ada sama Astika!"


Pradha langsung mendatangi toko baru Astika. Namun, di sana mereka berdua juga tidak ada. Pegawai Astika mengatakan bahwa keduanya pergi berdua sejak tadi, dan belum kembali. Akhirnya Pradha memutuskan untuk pulang ke rumah dan menunggu Abi datang dengan sendirinya.


Jam menunjukkan pukul 22:00 ketika terdengar suara pintu dibuka. Abi melangkah masuk ke ruang tamu dengan cahaya temaram dari lampu di sudut ruangan tersebut. Ketika hendak meraih sakelar lampu, dia dikejutkan dengan kemunculan Pradha yang sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Astaga, Dha! Hampir copot jantungku!" Abi mengusap dada berulang kali berharap irama jantungnya kembali normal.


"Dari mana?"


"Kerjalah! Dari mana lagi?" kilah Abi sambil membuang pandangan dari Pradha.


"Kerja, kerja! Mana ada? Temanmu bilang kamu sudah mengundurkan diri sejak kemarin lusa!" seru Pradha sambil menunjuk wajah Abi penuh emosi.

__ADS_1


"Kamu pergi ke mana sama Astika?" Kini Pradha melipat lengan di depan dada seraya tersenyum miring.


"Eh, tumben kamu mau tahu urusanku? Kenapa mau ikut campur?" Abi tersenyum miring seraya menyipitkan mata.


"Jangan terlalu percaya diri! Aku mencarimu bukan karena ingin mengetahui urusanmu! Tapi, aku mencarimu karena ingin meminta sebuah penjelasan!"


Pradha menatap tajam ke arah Abi. Rahang perempuan itu mengeras, dan jemarinya mengepal erat di samping badan. Sedangkan Abi terlihat menelan ludah kasar.


"Kenapa kamu meminta Desi untuk mengundurkan diri?"


"Memangnya aku pernah begitu?" Abi terus berkilah hingga membuat Pradha merasa begitu muak.


"Halah! Nggak usah banyak bohong! Aku lebih mempercayai Desi daripada kamu, Bi! Dasar pembual!"


"Aku sudah menemukan manajer baru buat kamu. Dia jauh lebih baik daripada Desi!"


Pradha melotot. Lagi-lagi dia dibuat kesal oleh lelaki di hadapannya itu. Dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Abi.


"Aku nggak butuh manajer baru!"


"Dasar lelaki licik!" teriak Pradha penuh emosi.


Tubuh perempuan itu sampai bergetar hebat karena melihat tingkah Abi. Dia tidak bisa berpikir jernih saat ini. Jemarinya sudah mengepal, bersiap untuk memukul Abi, tetapi diurungkan.


"Aku memang mencintai pekerjaanku. Tapi kamu sudah keterlaluan, Bi! Aku tidak peduli lagi dengan semuanya!"


"Tapi sayangnya aku sudah menyetujui sebuah tawaran besar dari Kak Gita! Kamu diminta untuk bermain sebuah film lagi!"


"Brengsek kamu, Bi!" teriak Pradha kesal.


Perempuan itu pun akhirnya tidak bisa berkutik. Dia terpaksa mengikuti keinginan Abi. Jika Pradha membatalkan kontrak secara sepihak, maka dia akan dikenakan denda yang sangat besar. Selain itu, Pradha akan dimasukkan daftar hitam milik Gita.


Akhirnya Pradha masuk lagi ke kamar dengan membawa kedongkolan hatinya. Perempuan itu benar-benar tertekan dengan sikap Abi saat ini. Dia tak menyangka lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu memiliki sifat yang sangat kejam dan licik.

__ADS_1


Padahal setahunya ketika SMA, Abi merupakan pria baik dan sopan. Tidak pernah membuat masalah di lingkungan sekolah. Bahkan, Abi sering berlomba dengannya untuk mendapatkan gelar juara umum. Entah apa yang membuat Abi berubah begitu drastis.


***


Keesokan harinya, Pradha yang diantar oleh Abi ke lokasi pengambilan gambar hanya bisa diam. Dia memilih bungkam dan bergelut dengan dunianya sendiri. Kini dia tidak peduli dengan apa yang suaminya itu lakukan. Jika sudah menyelesaikan pekerjaan kali ini, maka dia akan mencari cara untuk mengambil bukti perselingkuhan Abi dengan Astika.


Sesampainya di lokasi pengambilan gambar, Pradha langsung menemui Gita. Gita pun menyambutnya dengan senyum lebar, karena dia benar-benar menginginkan Pradha yang memerankan tokohnya kali ini.


"Dha, gimana kondisimu? Baik-baik saja, 'kan?" tanya Gita dengan nada khawatir.


"Baik, Kak. Kak Gita apa kabar?"


"Baik juga. Selamat, ya? Kamu hamil ternyata! Aku ikut senang mendapatkan kabar ini dari suamimu." Gita melirik Abi yang kini mengusap bagian belakang kepalanya.


Pradha terus mengumpat dalam hati. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah Abi yang sangat munafik itu. Dia terpaksa harus berakting juga di dunia nyata, agar kehidupannya dan Abi terlihat baik-baik saja.


Akhirnya proses shooting kali ini berjalan dengan baik. Kehamilan Pradha tidak menyulitkannya untuk melakukan pekerjaan. Bahkan dia merasa sangat segar ketika sedang beradu akting dengan lawan mainnya.


Kali ini Pradha memerankan protagonis wanita yang melarikan diri karena cintanya terhalang restu oleh ayah sang kekasih. Tanpa disadari perempuan itu ternyata hamil karena sebelum berpisah, mereka melakukan hubungan terlarang.


"Cut!" teriak Gita setelah skene yang sedang dimainkan Pradha selesai.


Abi mendekati sang istri kemudian menyodorkan sebotol air mineral. Pradha pun meraihnya dan mengucapkan terima kasih. Tak lama berselang, Gita pun menghampiri perempuan itu seraya tersenyum lebar.


"Akting kalian berdua luar biasa!" seru Gita seraya menatap Pradha serta lawan mainnya secara bergantian.


"Terima kasih, Kak." Dua pemain andalan Gita itu pun menjawabnya serempak.


"Oh ya, untuk second male lead, dia akan ikut bergabung mulai besok. Aku dengar dia adalah kerabat dekat kalian." Kini Gita menatap Pradha dan Abi secara bergantian.


Ada satu nama yang kini tiba-tiba muncul di kepala Pradha. Siapa lagi kalau bukan Rama. Lelaki itu selalu saja begini. Tiba-tiba muncul di saat yang tak terduga. Keyakinan Pradha semakin kuat ketika Gita menyebut bahwa lelaki itu pernah menjadi partner kerjanya ketika pemotretan di sebuah butik.


...----------------...

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti kisah rumit ini. Mampir juga yuk, ke karya salah satu sahabat Chika.



__ADS_2