
"Apa?" tanya Artha untuk memastikan pendengarannya tidak salah.
"Pradha sekarang sedang mengandung, Pak. Artinya Bapak akan menjadi Kakek,” ucap Abi antusias.
Artha terdiam sejenak. Tak lama kemudian lelaki itu beranjak dari sofa dan mengitari tubuh Abi. Dia berhenti tepat di belakang Abi, lalu memegang bahu sang menantu.
"Sepertinya ada kesalahpahaman di sini."
"Apa maksud Bapak?" Abi mengerutkan dahi karena mendengar ucapan sang ayah mertua.
"Aku tidak akan pernah memiliki cucu dari perempuan bernama Pradha itu." Artha tersenyum miring.
"Jadi, Bapak tidak akan mengakui cucu kandung Bapak sendiri?" Abi mengepalkan jemari menahan gejolak marah yang kini memenuhi hati.
"Sepertinya kamu salah paham. Apa Pradha tidak menceritakan semuanya kepadamu?"
Artha melepaskan lengannya dari bahu Abi, kemudian melipat lengan di depan dada. Abi pun kini beranjak dari sofa dan berdiri berhadapan dengan sang mertua. Keduanya saling melemparkan tatapan tajam.
"Kenapa, Pak? Salah paham apa?"
"Maaf sudah membuatmu kecewa. Tapi, sayangnya aku tidak peduli Pradha hamil atau tidak. Karena mau dipaksakan seperti apa pun, dia bukanlah darah dagingku! Pradha bukanlah putriku!"
Abi seakan disambar petir, lelaki itu membatu seketika. Dia menatap Artha tak percaya. Abi tersenyum miring lalu menatap sang ayah mertua.
"Bapak sedang bercanda, 'kan?"
"Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda?" Artha menatap tajam Abi dengan rahang mengeras.
"Memangnya, apa alasanku mengizinkan Pradha menikah denganmu? Oke, aku memang merestuimu menikah dengan Praba karena aku menyayanginya. Dia adalah putri kandungku. Tapi, untuk Pradha ...." Ucapan Artha menggantung di udara, sebuah senyum miring terukir di bibir lelaki paruh baya itu.
"Aku menikahkan Pradha denganmu karena ingin membuangnya dari silsilah keluargaku!"
Abi terbelalak. Detik itu juga, lelaki tersebut menyesal karena telah menikahi Pradha. Dia merutuki diri karena sudah menyetujui pernikahan tersebut. Jika saja dia tahu kalau Pradha bukanlah putri kandung Artha, maka Abi akan menghentikan sandiwara itu, dan memilih menikahi kekasihnya.
"Sepertinya kamu sangat kecewa. Tapi, aku tidak kurang-kurang mencukupi kebutuhan Pradha selama ini. Bahkan aku sudah membelikan kalian berdua rumah sebagai tanda perpisahanku untuk Pradha. Bukankah aku ayah sambung yang baik?" Artha terkekeh seraya menatap tajam sang menantu.
__ADS_1
"Pergilah! Aku muak melihatmu! Kamu sebenarnya lelaki busuk yang mengatas namakan cinta demi harta! Rasaanya perutmu mual sekali melihat wajahmu itu!"
Abi menatap tajam sang ayah mertua. Rahangnya mengeras seketika. Dadanya kembang kempis karena tak sanggup lagi menahan emosi. Dia merasa dipermainkan oleh Artha.
Akhirnya, Abi memutuskan untuk meninggalkan gedung hotel tersebut dengan rasa kesal. Dia pun langsung melajukan mobil menuju sebuah toko oleh-oleh yang ada di kawasan Kuta. Lelaki tampan itu hendak menemui sang pemilik toko.
Abi duduk di sebuah kursi yang ada di sudut toko seraya menatap jalanan. Dia mengirimkan pesan kepada sang pemilik toko, untuk memberitahukan bahwa dirinya ada di tempat tersebut.
"Sayang!" sapa seorang perempuan dengan tubuh mungil.
Abi menoleh. Kekesalannya terhadap takdir seketika menguap ke udara, ketika melihat Astika berjalan ke arahnya. Abi beranjak dari kursi lalu merentangkan tangan. Astika pun menghambur ke pelukan Abi.
"Kamu ini jarang sekali ke toko!" Astika mencebikkan bibir seraya menatap kesal Abi.
"Maaf, Sayang. Aku tidak memiliki kesempatan untuk membawa wisatawan ke sini trayek wisataku kebanyakan ada di Nusa Lembongan."
"Mau minum apa?"
"Tidak usah." Abi melepaskan pelukan kemudian menatap lembut sang kekasih.
"Duduklah lagi. Aku akan membawakan beberapa pai susu dan segelas kopi."
"Minumlah!" Astika menyodorkan gelas berisi cairan hitam itu kepada Abi.
"Terima kasih, Sayang."
Astika bertopang dagu di atas meja, menatap intens Abi yang sedang menyesap kopi. "Enak?"
"Kopi buatanmu memang yang terbaik!" seru Abi seraya mengacungkan kedua jempolnya.
"Sayang, kenapa mukamu ditekuk begitu? Benar-benar tak sedap dipandang!" Astika melipat lengan di depan dada sambil menatap tajam sang kekasih.
"Aku baik-baik saja, kok.” Abi memaksakan senyum.
“Kamu tidak bisa mengelabuhiku, Sayang,” ucap Astika.
__ADS_1
“Ada kabar tak mengenakkan." Abi mengusap kasar wajahnya, lalu menyadarkan punggung pada kepala kursi.
"Kabar apa?"
"Pradha ternyata bukan putri kandung Paman Artha."
"Apa?" Astika terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Abi.
Setahu Astika, Artha memperlakukan Pradha layaknya putri kandung. Dia selalu menyayangi Praba dan Pradha dengan segenap kasih sayang. Tidak terlihat bahwa Pradha bukan putri kandung sang paman. Untuk itulah, dia selalu iri terhadap kehidupan sepupunya itu.
Sejak lahir Astika tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua. Dia terlahir tanpa tahu siapa ayah kandungnya, yang lebih mengenaskan lagi ibunya memiliki keterbelakangan mental.
Hal itulah yang membuat Astika ingin merampas kebahagiaan Praba serta Pradha. Dia ingin memiliki apa yang dimiliki oleh mereka berdua.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita sudah tidak memiliki alat untuk menguras harta Pak Artha." Abi menyugar rambut frustrasi.
Sebuah ide licik pun muncul di kepala Astika. Tiba-tiba muncul rencana jahat lain demi memuaskan hasrat untuk memiliki banyak harta tanpa harus bersusah payah bekerja 5keras. Dia mencondongkan tubuh ke arah Abi.
"Kita masih memiliki satu kartu AS!" Astika menaikkan satu alisnya.
Abi mengerutkan dahi berusaha memahami siapa orang yang dimaksud oleh Astika. Seakan ada telepati yang terhubung di antara keduanya, Abi pun tersenyum lebar. Kini dia paham dengan maksud dari Astika.
"Kita masih memiliki Pradha untuk dijadikan inang!" seru Abi sambil tersenyum licik.
"Ah, pacarku yang satu ini memang sangat pintar!" Astika mencubit gemas pipi Abi.
Keduanya pun tertawa lepas. Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepasang mata serta telinga yang telah melihat dan mendengar percakapan keduanya sejak tadi.
...----------------...
Nikah Dadakan Dengan Musuh
Blurb:
__ADS_1
Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?
Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh.