Penantian Terakhir

Penantian Terakhir
Gadis penolong


__ADS_3

"Dok bagaimana keadaan ibu itu?"


Flo berjalan mendekati Dokter yang baru saja keluar dari dalam kamar pasien.


"Dia baik baik saja,hanya saja mungkin Dia sudah tidak makan beberapa hari,menyebabkan dia dehidrasi seperti itu,dan beliau punya riwayat maag akut." Sang Dokter menjelaskan pada Flo,


dua anak kecil itu hanya menatap mereka,tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Kak,apa kami bisa melihat ibu?" Tanya anak laki laki itu.


"Tentu saja." Dokter itu tersenyum tulus.


Kedua anak kecil itu,memasuki ruangan kecil yang di tutupi kain gorden tersebut.


"Mari duduk" Dokter itu mempersilahkan Flo duduk,karna sedari tadi dia hanya berdiri saja.


Mereka duduk berhadap hadapan.


"Apa kamu mengenal mereka?" Dokter itu bertanya pada Flo sambil melepaskan kacamatanya.


"Tidak."Flo menggeleng kecil.


"Lalu bagaimana bisa kamu membawa mereka kemari?"


"Tadi saya tidak sengaja melihat kerumunan banyak orang didepan toko pojok sana." Flo menunjuk kearah luar.


"Saya penasaran. Saya mendekat. Pemandangan yang sangat menyayat hati,mereka mengikat anak laki laki itu dan  hampir memukulinya. Mungkin sudah dipukul,karna saya lihat wajahnya sudah memar."


"Apa penyebabnya dia diperlakukan seperti itu?" Dokter itu semakin penasaran.


"Karna dia mengambil satu bungkus roti kecil,yang terakhir saya tau itu untuk ibunya yang sedang sakit,karna saya mengikutinya sampai kerumahnya."


Dokter itu,menggelengkan kepalanya dan mengerutkan dahinya.


"Saya tidak percaya,hanya karna satu bungkus roti kecil mereka memperlakukan anak sekecil dia seperti binatang?"


Flo tersenyum sinis.


"Itulah manusia Dok,baru punya jabatan kecil" Flo melirik perawat itu,yang dilirik hanya menunduk malu.


"Uang yang hanya segenggam,sudah semena mena dengan orang orang rendah." Lanjut Flo,yang kemudian bersandar pada badan Sofa.


"Dan Dok,saran saya carilah perawat yang benar benar baik,sebelum klinik anda tutup nantinya."


Dokter itu tersenyum mendengar ucapan Flo.


"Saya akan mengurusnya nanti."


Flo menghela nafas,


"Terimakasih Dokter sudah datang tepat waktu untuk menolong ibu itu. Dan masalah biayanya tidak perlu khawatir,saya yang akan membayarnya."


Kembali Dokter itu tersenyum.


"Masalah biaya tidak perlu khawatir. Sebagai permintaan maaf  atas perlakuan perawat saya,biaya pengobatan ibu itu akan saya gratiskan. Mendengar penuturan ibu tadi,hati saya tersentuh,sudah tiga kali dia datang kemari  dan selalu diusir serta diperlakukan tidak baik oleh perawat disini." Dokter itu menggerakkan tubuhnya.


"Wah,Dokter baik sekali. Terimakasih Dokter...??

__ADS_1


Flo menggantungkan ucapannya karna tidak tau nama Dokter itu.


"Reza..." Ucap sang dokter yang mengerti dengan ucapan Flo.


"Dan,jangan berterimakasih pada saya. Berterimakasihlah pada sahabat saya,karna dia yang memanggil saya."


Mendengar ucapan Dokter Reza,Flo mengernyit.


"Sahabat? Maksud Dokter?"


"Iya sahabat saya. Tadi dia berdiri disana." Dokter Reza menunjuk ke arah luar klinik. "Ehh,dia kemana?" Katanya kemudian yang tidak melihat siapa siapa disana.


"Tadi dia berdiri diluar. Dia tidak mau masuk. Saya tidak tau kenapa."


Flo memicingkan matanya. Dia terlihat curiga.


"Apa pria menyebalkan itu...?" Tanyanya dalam hati.


"Ciri cirinya seperti apa Dok?" Tanya Flo kemudian.


"Tingginya seperti saya. Pakai kacamata,celana bahan warna hitam dan kemeja biru muda garis garis." Ucap Dokter Reza dengan santai.


"Pria garis garis itu!!"  Pekik Flo.


Mendengar ucapan Flo,Dokter Reza mengernyit. Dia kebingungan.


"Pria garis garis? Bukan,namanya Kevin."


"Tidak salah lagi." bisik Flo dalam hati.


"Iya,saya menyebutnya Pria garis garis. Karna setiap kali saya bertemu dengannya,dia selalu memakai kemeja garis garis.


"Kamu ada ada saja.o iya,nama kamu siapa?"


"Flora,panggil saya Flo."


Dokter itu mengangguk pelan.


Pandangan mereka beralih pada tiga orang yang keluar dari dalam kamar yang tertutup gorden itu.


"Loh,loh ibu mau kemana?" Tanya Flo pada ibu dan kedua anaknya itu.


"Ibu belum sehat. Ibu harus istirahat." Ucap Dokter Reza,yang kemudian berdiri.


"Tidak Dok,saya sudah merasa lebih baik. Saya harus mencari uang,untuk membayar pengobatan saya dan memberi makan anak anak saya." Ucap ibu itu,dengan suara yang masih lemah.


"Tidak,tidak. Ibu jangan pikirkan biaya pengobatannya. Ibu tidak perlu membayarnya."


"Iya bu," ucap Flo kemudian melanjutkan perkataan Dokter Reza.


"Jangan dipikirkan masalah biayanya. Dan anak anak ibu,biar ikut dengan saya,saya akan membelikan mereka makanan. Mereka akan bersama dengan saya,sampai Ibu sudah benar benar sehat." tangan Flo terulur mengusap pucuk kepala gadis kecil yang berdiri di sebelahnya.


Mendengar ucapan mereka,ibu itu hanya menangis.


"Terimakasih,Dokter. Terimakasih Nak. Saya tidak tau harus berkata apa. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan kalian."


Flo dan Dokter Reza tersenyum tulus mendengar ucapan ibu itu.

__ADS_1


"Sudah,sudah. Mari ibu harus istirahat. Biar cepat sembuh." Dokter Reza membuka tirai dan mempersilahkan ibu itu masuk.


Flo duduk berjongkok di hadapan kedua anak kecil itu.


"Kalian lapar?" Tanya Flo yang kemudian tersenyum melihat kedua anak itu menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu,kalian ikut kakak,kita makan."


"Tapi ibu kak?" Tanya anak laki laki itu.


"Jangan khawatir,ibumu baik baik saja disini." Dokter Reza datang mendekati mereka.


"Ya udah Dok,saya permisi pulang dulu." Flo memegang tangan kedua anak itu,


"Kamu pulang kemana Flo?" Tanya Dokter Reza.


"Apartemen depan Dok."


"Oh,kamu tinggal disana?"


Flo menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ya sudah,kalian hati hati." Ucap Dokter Reza yang kemudian mengikuti mereka sampai kepintu keluar klinik.


Flo dengan senang hati membawa kedua anak itu ke apartemennya. Yang terakhir dia ketahui bernama Adi dan Tasya.


Dia membawa kedua anak itu ke toko pakaian,membeli pakaian baru untuk mereka.


Kemudian membawa kedua anak itu makan direstaurant dekat dengan apartemennya.


Dua hari lamanya kedua anak itu tinggal bersamanya diapartemen.


Dan sekarang ibu mereka sudah sehat.


Dengan senang hati Flo mengantarkan kedua anak itu kepada ibunya.


"Terimakasih nak,sudah banyak menolong ibu. Semoga Tuhan yang membalas kebaikanmu."ucap ibu itu kepada Flo.


"Tidak apa apa bu. Kita sesama manusia harus saling tolong menolongkan?"Flo tersenyum tulus.


"Terimakasih kakak cantik." ucap kedua anak itu bersamaan.


Flo mengusap kepala kedua anak itu.


"Sama sama. Nanti kalau kalian ingin ketemu kaka,datang saja ketempat kakak ya. Kalian sudah tau kan?" tanya Flo yang kemudian tersenyum melihat kedua anak itu menganggukkan kepala.


"Ya sudah kalau begitu,saya permisi bu."Flo pamit,dan kemudian berjalan keluar klinik.


Menyebrangi jalan,dan masuk menuju apartemen.


Inilah Flora,gadis yang benar benar tulus menolong orang orang yang membutuhkan bantuannya.


Sekilas orang akan melihatnya dan menilainya seorang yang kuat dan tegar,namun tidak ada yang tau serapuh apa dirinya.


••••••••••••••


 

__ADS_1


 


__ADS_2