
Dengan tergesa gesa Flora merapikan semua barang yang ingin dia bawa.
Karna hari ini dia terlambat bangun.
Dia memeriksa isi tasnya kembali.
"Ok,selesai."
Saat dia ingin berjalan keluar pintu sesaat dia menghentikan langkahnya.
"Kayanya ada yang lupa. Tapi apa ya?"
Dia mengetuk ngetukkan jarinya pada dagunya. Lalu dia meraba giginya dengan lidahnya.
"Behel gua!!!..."
Dia memekik sendiri,dan berlari menuju kamarnya memasuki kamar mandi.
Dengan segera dia memakaikan behelnya.
Setelah selesai dia menatap dirinya didepan cermin.
"Behel udah,rambut juga udah."
Flora tersenyum pada dirinya sendiri didepan cermin.
Tiba tiba handphonenya berbunyi.
Nomor tanpa nama.
Sesaat dia mengernyit,lalu menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya
"Ha...
Belum sempat mengatakan halo orang diseberang sana sudah marah marah setengah berteriak.
"Heh!!! Lu dimana!gua udah lama nunggu lu dibawah! Lu pikir lu putri raja yang harus ditungguin! Lima menit lagi lu ga turun gua tinggalin lu!!"
Tut..tut..tut..
Itu Axel.
Tak ada tanda tanya dalam setiap kalimat yang diucapkan Axel.
Mata Flora melebar.
Setelah sadar sambungannya diputuskan,Flora berlari dengan cepat menuju lift.
Untungnya lift itu berada tepat dilantai apartemennya,jadi dia langsung masuk dan tak perlu menunggu.
"Terimakasih Tuhan."
Ucapnya saat lift sudah berjalan turun.
Tepat dilantai 15 liftnya berhenti.
"Aduh siapa lagi sih ini. Ga tau orang lagi buru buru apa!!"
Dia menggerutu kesal.
Dan wajahnya berubah menjadi merah padam saat melihat siapa yang memasuki lift.
Pintu lift tertutup dan berjalan turun.
"Lu lagi!Lu bisakan naik lift yang lain. Buat gua lama aja tau ga!"
Flora kesal melihat pria itu.
Pria itu adalah pria yang bertemu dengannya didalam lift tadi malam.
Pria itu bingung melihat gadis aneh yang dihadapannya ini.
Marah marah tak jelas seperti itu padanya.
"Urusan kita tadi malam belom selesai. Dan kalau gua ditinggalin karna lu, gua akan hajar lu nanti!!. Hari ini lu beruntung. Karna gua lagi buru buru."
Tiap kata yang diucapkannya bernada kesal,pria itu semakin bingung.
Lift tiba dilantai dasar dan pintu terbuka. Dengan cepat Flora keluar dari dalam lift,dia sedikit berlari.
"Urusan kita belom selesai!"
Dia mengucapkan kalimatnya itu dengan terus berlari kecil meninggalkan pria itu tanpa menoleh kebelakang.
Pria itu masih tetap bingung. Dia berjalan keluar lift.
"Urusan tadi malam?"
Dia bertanya pada dirinya sendiri. Lalu matanya melebar.
"Jadi dia cewek stress tadi malam? Sepertinya dia benar benar stres,marah marah tidak jelas seperti itu."
Raut wajahnya benar benar bingung.
"Tapi kenapa tampilannya berubah menjadi seperti itu?"
Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia berdecak dan menggelengkan kepalanya. Lalu pergi menaiki taksi.
Flora tergesa gesa memasuki mobil yang terparkir dipinggir jalan.
Nafasnya tersengal sengal. Dia duduk disebelah Axel.
Wajah Axel memerah. Tangannya mengepal.
"Gua nunggu lu lama tau ga!!"
Suara Axel setengah membentak Flora.
Flora memejamkan matanya.
"Arrgghh dasar cewek sialan!!"
Dia memukul setir mobil hingga mengeluarkan suara klakson.
Dengan cepat dia menyalakan mesin dan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.
Dengan rasa takut Flora membuka matanya dan menatap Axel.
"Ma... Maaf..."
Flora tergugup.
"Maaf. Maaf lu bilang! Gua nunggu lu lima belas menit. Lu pikir lu itu putri raja yang harus ditunggu tunggu!"
Tidak ada tanda tanya dalam setiap ucapannya,semua menggunakan tanda seru.
"Lah,lima belas menit doang. Gua kira ada satu jam."
Flora bergumam dalam hati.
__ADS_1
"Ini pertama dan terakhir kali gua jemput lu. Jangan berharap lebih!"
Mendengar ucapan Axel,Flora hanya menatap wajah Axel yang datar sekilas. Lalu melihat keluar jendela.
Tidak ada yang mengeluarkan suara.
Hingga dua puluh menit kemudian Axel menghentikan mobilnya diperempatan jalan.
Flora bingung. Pandangannya mengelilingi sekitarnya dari dalam mobil.
"Kok berhenti? Udah sampai ya? Tapi kampusnya kok ga ada?"
"Lu bisa diam ga!"
Axel memelototi Flora.
"Sekarang lu turun."
Flora membelalak.
"Hah,kok turun? Tapi disini ga ada kampus."
"Lu punya kakikan. Lu bisa jalankan. Lu ga lumpuhkan. Sekarang lu turun!"
Axel mengucapkan perkataannya dengan nada kesal.
"Ta.. Tapi.....
"Buruan lu turun atau gua seret lu keluar!"
Mendengar itu Flora melepaskan seat belt nya,membuka pintu mobil.
Saat sebelah kakinya sudah diatas aspal,dia menghentikan gerakannya ketika Axel mengeluarkan suara.
"Tunggu."
Flora tersenyum dalam hati.
"Semoga dia berubah pikiran." batinnya berbicara.
Dia menoleh kearah Axel.
"Kalau lu udah sampai kampus jangan pernah bilang pada siapapun kalau gua tunangan lu. Kalau sampai ada yang tau lu bakal nyesel!"
Tidak seperti yang diharapkan Flora. Dia menatap Axel tanpa ekspresi.
"Buruan turun!"
Flora tersentak mendengar ucapan Axel. Dia turun dari mobil dan menutup pintunya.
Dengan cepat Axel melajukan mobilnya. Meninggalkan Flora dipinggir jalan.
Flora menatap bingung sekelilingnya. Hanya ada sebuah minimarket dan beberapa toko toko kecil. Dan pepohonan disepanjang jalan.
Pandangannya terhenti pada seorang Bapak Bapak setengah baya yang sedang menyapu jalanan.
Flora berjalan menghampiri Bapak Bapak itu.
"Permisi. Maaf mengganggu pak,saya mau numpang tanya kalau Universitas Kusumajaya masih jauh ga pak?"
Bapak bapak tersebut menghentikan aktivitasnya,dan menoleh pada Flora.
"Oh UNKUJA. Ada didepan neng. Tidak terlalu jauh. Kalau jalan kaki lima belas menit sampai.''
Ucap siBapak menunjuk kearah depannya dengan jari jempolnya.
"Sama sama neng." Bapak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Flora berjalan ke arah depan. Dia berhenti sejenak dan menatap minimarket. Lalu dia menyebrangi jalan menuju minimarket.
Dia memasuki minimarket dan dengan segera mengambil satu botol Air mineral dan membayarnya pada kasir.
Setelah itu dia berjalan keluar minimarket.
Dia berhenti didepan minimarket. Melihat seorang gadis seusianya berjalan di tepi jalan dengan tangan yang meraba raba isi tasnya,gadis itu tidak memperhatikan jalannya.
Lalu Flora melihat kearah belakang gadis itu,ada seorang pria berpakaian seperti preman dengan gerak gerik mencurigakan mengikuti langkah gadis itu.
Flora memicingkan matanya.
Flora berjalan kearah gadis itu. Sebelum Flora sampai pada gadis itu,pria yang dibelakang gadis itu sudah terlebih dahulu menghampiri dan menarik tas gadis itu dengan gerakan kilat.sesaat kemudian gadis itu berteriak.
"Jambreettttttt tolong...tolong....'
Dengan cepat Flora berlari mengejar preman itu,dia berhenti dan melemparkan botol air mineral yang ia beli tadi ke arah preman itu tepat mengenai lekukan lutut belakangnya. Lalu preman itu jatuh dengan kaki yang ditekuk.
Flora berlari menghampiri preman itu dan menendang punggungnya dari belakang hingga preman itu tersungkur diatas aspal.
Flora merampas tas yang digenggam oleh preman itu.
Merasa orang orang sekitar mulai berdatangan pria itu langsung berdiri dan berlari secepatnya meninggalkan Flora yang menatapnya dari belakang.
Flora menghampiri gadis itu,dan memberikan tas miliknya.
"Ini,lain kali hati hati ya."
"Makasih,makasih banyak ya."Gadis itu mengambil tasnya dan tersenyum tulus.
"Sama sama. Ya udah gua duluan ya,gua takut telat."
Flora melangkah dengan tergesa gesa. Tapi langkah nya terhenti saat gadis itu menarik tangannya.
"Tunggu. Lu mau kemana?"
Flora memutar badannya menghadap gadis itu.
"Gua mau ke kampus."
Gadis itu mengernyit mendengar ucapan Flora.
"Lu mau ke Universitas Kusumajaya?"
Flora hanya menganggukkan kepalanya.
Dan kemudian gadis itu tersenyum.
"Kalau gitu kita bareng aja. Gua juga mau kekampus. Mobil gua disana. Ayo."
Mata Flora mengikuti arah yang ditunjuk oleh gadis itu.kemudian Dia tersenyum. Dan kembali menatap gadis itu.
"Ga usah. Makasih sebelumnya. Gua jalan kaki aja,lagi pula ga terlalu jauhkan?"
"Iya. Butuh waktu lima belas menit jalan kaki kesana. Dan lu pasti akan telat karna lima menit lagi udah masuk. Lu taukan peraturan kampus sangat ketat."
Mendengar itu mata Flora melebar.
"Udah. Jangan kebanyakan mikir. Ayo."
Gadis itu menarik tangan Flora dan membawanya ke arah mobil miliknya.
__ADS_1
Gadis itu membukakan pintu untuk Flora.
"Ga usah. Gua bisa sendiri kok." Flora merasa tidak enak.
"Ga papa. Udah cepat masuk."
Setelah Flora duduk di kursi depan gadis itu menutup pintu kemudian berjalan mengitari mobil dan membuka pintu,dia masuk dan duduk dikursi kemudi.
Dia menyalakan mesin mobil.
Memutar setir kekiri dan melajukan mobilnya kearah kampus.
"Nama lu siapa? "Gadis itu membuka suara.
"Nama gua Flora. Panggil Flo aja.'
"Gua Nelaretha Agata. Biasa di panggil Nela."
Flora hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Btw lu mahasiswi baru ya?, gua blom pernah lihat lu sebelumnya."
"Iya."
"Jurusan apa? Semester berapa?"
"Akuntansi. Semester tujuh."
Nela terkejut.
"Hah. Semester tujuh? Kok......." perkataan Nela menggantung. Dia kelihatan bingung dan heran.
"Tapi ya udah lah. Kalau lu jurusan Akuntansi semester tujuh,berarti kita sekelas dong."
Wajah Nela terlihat bahagia dan tersenyum.
"Yang bener?"
"Iya Flo,kita satu kelas."
Flora tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Eh bye the way makasih ya,udah ngasih gua tumpangan."
"Ck,apaan sih. Seharusnya gua yang ngucapin makasih sama lu,karna lu udah nyelamatin tas gua dari jambret tadi. Kalau ga ada lu gua ga tau mau gimana lagi. Semua barang barang gua ada di dalam tas."
"Hehehe,biasa aja ah."
"Ini ga biasa aja Flo. Lu itu penyelamat gua. Dan nanti gua akan kenalin lu sama sahabat sahabat gua. Mereka harus tau kalau gua punya temen baru yang hebat."
Nela mengucapkannya dengan serius.
"Hahaha,lu berlebihan Nela."
"Biarin aja." Ucap Nela tak acuh.
Mobil Nela memasuki komplek kampus dan memarkirkan mobilnya.
"Kita udah sampai,yuk."
Nela turun dari mobil dan disusul oleh Flora.
Pandangan Flora mengitari tiap sudut kampus.
"Waww keren," gumamnya dalam hati.
Taman dan kolam ikan yang ada ditengah tengah kampus menambah keindahan tempat itu. Dan di sekelilingnya banyak mahasiswa dan mahasiswi duduk dengan berbagai aktivitas.
"Heyy lu kok bengong sih? Ayo."
Sentuhan tangan Nela diatas pundak Flora membuat dia tersentak kaget.
"Ehh sorry..sorry. Mmm Ne,lu bisa nganter gua ke ruangan Dekan ga?''
Nela menepuk jidatnya.
"O iya,gua lupa lu mahasiswa baru ya. Ya udah yuk gua anter."
Nela menggandeng lengan Flora. Dia terlihat bingung melihat tangan Nela yang melingkar di lengannya.
Mereka sampai didepan sebuah ruangan.
"Ini ruangannya. Ya udah gua tunggu lu dikelas ya. Bye."
Nela melepaskan gandengannya dan melambaikan tangan pada Flora. Lalu dia pergi meninggalkan Flora sendiri.
Dan hanya dibalas anggukan kepala dari Flora.
Tok...tok..tok...
Flora mengetuk pintu.
"Masuk."
Terdengar suara seorang wanita dari dalam ruangan.
Flora membuka pintu. Dan memasuki ruangan tersebut.
"Maaf bu ,mengganggu."
Flora mengucapkannya dengan sopan.
Terlihat sebuah papan nama kecil diatas meja yang bertuliskan "SHERIL GUNAWAN,SE.MM"
Wanita separuh baya itu tersenyum pada Flora.
"Silahkan duduk."
Flora duduk dihadapan wanita itu.
"Terimakasih Bu."
"Kamu Flora Chatarina bukan?"
"Iya,benar Bu."
Seperti mengerti sesuatu Bu Sheril menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua sama sama memberikan senyuman yang tulus.
•••••••••••••••••
__ADS_1