
Hari sabtu seperti ini biasanya Flo akan tidur sepuasnya,memanfaatkan hari libur.
Terlihat dia sedang menendang nendang selimut yang ia pakai.
"Eugghhh.....hoam..."
Flo meregangkan otot otot tubuhnya karena terasa kaku. Dia duduk diatas kasur. Matanya masih merem melek.
Kesadarannya belum seutuhnya. Dia menggaruk lehernya yang terasa gatal. Dia melirik jam dinding yang tergantung tepat diatas pintu,terlihat jarum panjang menunjuk ke angka sembilan dan jarum pendek ke angka delapan.
Dia bangkit dari tempat tidurnya dan segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Empat puluh lima menit kemudian
Flo keluar dari kamarnya dengan memakai celana jogger yang bertuliskan Adidas dibagian pinggir pahanya dan kaos berbahan sintetis berwarna biru muda. Rambutnya yang digelung asal asalan.
Flo berjalan menuju dapur membuka lemari es,mengambil air putih yang selalu di masukkannya ke dalam botol air minumnya.
Dia berjalan menuju pantry dengan air dingin yang ditangannya lalu duduk dikursi.
"Gua mau ngapain ya??" tanyanya dalam hati dengan wajah yang tampak berfikir.
"Gua bersih bersih dulu aja dah"! Ucapnya dalam hati.
Hal yang belum kalian ketahui Flo adalah orang yang sangat perfeksionis dan sangat benci dengan namanya debu dan tempat yang berantakan.
Flo bangkit dari duduknya,mengambil sapu dan menyapu seluruh ruangan,mulai dari kamar kamar,ruang tamu,ruang santai,dapur.
Kemudian dia berdiri tepat didepan sebuah kamar yang terkunci rapat. Selama dia tinggal di apartemen ini belum pernah ia membuka ruangan itu.
Dengan perlahan dia memutar knop pintu.
"Oh,ternyata gudang?" ucapnya pada dirinya sendiri.
Ya,ruangan itu adalah gudang,terlihat dari barang barang yang tidak terpakai tertata rapi di dalam sana.
Perlahan Flo memasukinya.
Pandangannya mengitari tiap sudut ruangan.
Ada kursi,kardus kardus besar,dan sebuah lemari yang berdiri disisi sebelah kiri pintu.
Lemari kayu yang sudah terlihat usang namun masih kokoh.
Matanya tertuju pada bagian atas lemari,seketika wajahnya berbinar melihat benda yang ada disana.
Sebuah gitar berwarna hitam tersimpan rapi disana.
Flo berjalan mendekati lemari itu.
Dia berjinjit untuk menggapai gagang gitar,taulah derita orang pendek seperti apa.
Sesekali dia mendengus kesal.
"Mamah kenapa sih putrimu ini pendek? Padahal Ayah dan Mamah tinggi." ucapnya dengan wajah yang sangat kesal.
Untuk sekian kalinya dia berjinjit menggapai gitar itu,dan berhasil.
"Yesssssss" pekiknya.
Dia menarik perlahan gitar itu,tapi terasa berat,merasa jengkel,Flo menghentakkan gitar itu,dan kemudian menariknya dengan kuat.
Brrrraaaakkkk
Semua benda yang ada diatas lemari terjatuh keatas lantai.untung saja gitar itu tidak rusak atau lecet.
"Akhhh sialan!!" gumamnya.
Gitar yang sudah berhasil di ambil tadi dia letakkan di sebelah lemari.
Flo berjongkok di depan map map yang terjatuh dari atas lemari tadi.
__ADS_1
Merapikannya.
Tapi gerakannya terhenti ketika melihat kotak kecil berwarna hitam.
Flo meletakkan map map yang ditangannya keatas lantai.
Lalu menggapai kotak itu,ditiupnya bagian atas kotak itu karna penuh dengan debu.
"Uhuukk..uhuukk.." Flo terbatuk batuk karna terlalu banyak debu yang berterbangan akibat tiupannya tadi.
Perlahan Flo membuka kotak itu,dan kemudian keningnya berkerut melihat isi dalam kotak itu.
Beberapa amplop berwarna merah dan hitam.
Flo mengambil amplop itu,membalik balikkan amplop tersebut.
"Kaya pernah lihat. Tapi dimana?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Seketika matanya melotot lebar,sepertinya dia mengingat dimana dia melihat amplop itu.
"Inikan sama seperti amplop yang gua temuin diloker itu."
Flo segera membuka isi amplop itu,terdapat kertas putih yang terlipat rapi.
"Surat????"
Flo membaca surat itu.
Semuanya akan dimulai!!!! Tunggu saja!!
Hanya itu yang tertulis didalam kertas beramplop warna merah itu.
Flo membuka amplop yang lain. Yang berwarna hitam.
Kembali dia menemukan kertas putih dan tulisan
Siapkan air matamu Ambar!!
Akan kurenggut kebahagiaan
Mu!!!
Flo membuka amplop berwarna merah
Matilah kau Robert!!!!!
Flo terkejut membaca isi surat itu. Lalu membuka surat yang lain.
Ajalmu akan segera tiba!!!
"Apa apaan ini? " tanya Flo pada dirinya sendiri.
Amplop berwarna merah. Flo membukanya.
Hari ini,hari terakhirmu melihat suami dan anak anakmu. Puaskanlah untuk melihat mereka selama mereka masih bernafas. Besok kau akan melihat mereka tak bernafas lagi.
Selamat menikmati penderitaanmu Ambar!!.
Rasanya biji mata Flo ingin keluar saja saat membaca isi surat itu.
Mulutnya menganga lebar. Jantungnya berdetak kencang.
"Apa maksud semua ini?"
Amplop terakhir berwarna hitam. Dengan cepat Flo membukanya.
Ternyata nafas putramu yang satu itu masih panjang ya,ooo baiklah,kuberikan kau waktu untuk bersama dengan putramu itu. Tapi berhati hatilah,tanpa kau ketahui nanti aku akan kembali,akan kuhabisi nyawa putra tersayangmu AXEL FRINANDRA KUSUMA,kau hanya tinggal menunggu!!! Tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya lagi!!!!
Flo tertunduk lemas. Tangannya meremas kertas itu dengan sangat kuat.
"Axel dalam bahaya." bisiknya dalam hati.
__ADS_1
Dia menegakkan kepalanya. Dan mengumpulkan semua surat dan amplop amplop itu,dia berlari kecil menuju kamarnya.
Dia membuka laci di bawah meja rias,mengambil amplop berwarna hitam dan kemudian dia duduk diatas lantai.
Dia letakkan surat surat itu dihadapannya.
Menjejerkannya dengan rapi.
"Tulisannya sama??" Flo membandingkan tulisan yang ada dikertas itu satu persatu.
Raut wajahnya tidak bisa diartikan lagi. Antara,terkejut,bingung,takut,khawatir,marah dan sedih.
Matanya melotot menyadari satu hal yang tidak ia perhatikan sedari tadi.
Di bagian bawah tiap surat ada tulisan ralat bukan tulisan tapi huruf,hanya satu huruf di setiap surat.
Flo membariskan tiap helai kertas.
Surat pertama P
Surat kedua A
Surat ketiga Y
Surat keempat R
Surat kelima G
Surat keenam O
Surat ketujuh O
Surat kedelapan B ( surat yang ia temukan di dalam loker tempo
Flo bingung tidak tau apa maksud dari tulisan itu. Dia tidak tau urutan pertama dari surat itu. Karna tadi dia membukanya secara random.
Flo berdiri,dan berjalan mondar mandir,dia terlihat gelisah.
Tangannya yang dilipat didepan dada,kadang keningnya berkerut seperti orang yang sedang berfikir keras. Sesekali dia mengusap tengkuknya.
Flo berjalan kearah kasur,dan duduk dipinggir kasur,dengan kaki yang terjuntai kelantai.
"Tulisannya sama. Berarti yang mengirimnya adalah orang yang sama!" Flo berbicara sendiri,jarinya mengetuk ngetuk keningnya.
"Ini teror. Ditujukan untuk keluarga tante Ambar.berarti kematian om Robert disengaja???
Mata Flo melebar.
"Disengaja??" Flo mengulangi ucapannya.
"Berarti Om Robert dibunuh?" setelah mengucapkan itu,Flo berdiri tiba tiba.
"Ya Tuhan. Pembunuhan?? Dan...dan..Axel target selanjutnya??"
Flo berjalan kesana kemari.
"Ga...ga!!! Ini ga boleh terjadi!! Aku harus menyelidiki ini. Aku harus cari tau siapa dalang dari semua ini."
Flo berhenti. Dan mengepalkan tangannya.
"Ya,aku harus cari tau kebenaran yang sebenarnya!! Aku harus melindungi Axel dan tante Ambar. Harus!!"
Flo mengumpulkan semua surat itu dan menyimpannya di;dalam lemari.
Tidak ada yang tau apa yang akan di hadapinya dihari depan. Dia membuat dirinya dalam bahaya.
••••••••••
__ADS_1