Pengacara Dan Bos Miras

Pengacara Dan Bos Miras
Terpaksa


__ADS_3

Jay terdiam sesaat setelah Archi melayangkan kecupan itu. Gadis itu tersenyum, keinginannya untuk menjamah bibir Jay akhirnya tercapai.


Hal itu membuat Jay merasakan de javu. Entah mengapa apa yang dilakukan Archi barusan mengingatkannya pada Dara.


Sebuah kilas waktu kejadian itu menggelayuti otak Jay. Bibir wanita terasa sama saja baginya, tapi hatinya menanggapi itu lain.


Jay merasa berdosa meski sebelumnya ia sering bermesraan dengan banyak wanita. Inikah yang disebut dengan kekuatan pernikahan?


Bahkan meski tak ada cincin yang melingkar di jari manisnya begitupun jari manis Dara. Pernikahan itu konyol, terjadi pun bukan karna Jay menginginkannya. Kecelakaan menabur sari kehidupan lah yang membawanya dalam ikatan suci itu.


Tapi, entah mengapa Jay mulai takut. Ia takut dikhianati oleh Dara nantinya. Meski sebenarnya dialah yang berpotensi meninggalkan wanita itu.


Perlahan Archi mulai mendekatkan lagi wajahnya pada wajah Jay, dengan pelan Jay mendorong Archi. Pria itu beranjak turun dari ranjang.


"Hentikan itu. Kali ini aku akan mencoba baik dan menganggap hal barusan tak pernah terjadi," ucap Jay.


Archi tersenyum kecut. Kecewanya sudah memuncak. Meski sudah menjatuhkan harga dirinya dan mencoba memulai momen romantis, ia tetap diabaikan oleh Jay.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meski tidur sekamar, Jay tak pernah sedikit pun menjamah Archi. Pria itu memilih tidur di sofa dan menjaga keteguhannya.


Ia takut akan karma.

__ADS_1


Selama beberapa hari di sana, mereka memang menghabiskan momen bersama. Walaupun Jay tak benar-benar menikmatinya.


Mereka berkeliling untuk berwisata dan berbelanja. Tapi Jay tak akan membiarkan tangannya bersentuhan sedikit saja dengan Archi.


Suatu malam, hujan turun dengan lebat. Archi yang pamit keluar mencari makanan ringan tak kunjung kembali. Hal ini membuat Jay merasa cemas.


Pria itu meminta pihak hotel untuk mengantarnya mencari Archi.


"Harusnya, dia bisa minta tolong pihak hotel untuk mencarikan makanan ringan. Bukan malah pergi sendiri," gumam Jay.


Sang supir menanggapi. "Maafkan kami, mónsieur. Kami teledor karna membiarkan tunangan anda pergi sendiri."


Jay berdecak, ia benci dengan sebutan itu. "Dia bukan tunanganku."


"Tunggu!" Jay mengamati jalanan luar yang sepi. "Di sebalah sana!" ucapnya ketika mendapati Archi sedang berteduh di depan mini market. Mobil itu segera menuju ke sana.


"Apa yang kau lakukan di situ?" tanya Jay kesal, ia hanya membuka pintu mobil tanpa mau turun menghampiri Archi.


"Aku berteduh," jawab gadis itu.


"Cepat masuk!" pinta Jay.


Gadis itu masuk membawa sekantung penuh belanjaan, tubuhnya basah oleh guyuran hujan. Mobil itu kemudian membawa mereka kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, Archi segera mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


"Hatchiiihhh...." Gadis itu terbersin. Sepertinya ia terkena flu.


"Kenapa nekat pergi sendiri? Kau kan bisa meminta pelayanan hotel untuk mencari makanan di luar," omel Jay.


"Aku mencari makanan yang kuinginkan, kalau aku menyuruh pegawai hotel aku bingung mereka harus membeli makanan yang mana," jawab Archi.


Tubuhnya kini gemetar, gadis itu masih kedinginan. Karna khawatir, Jay kemudian mengecek suhu dahi Archi. Gadis itu rupanya demam.


"Kenapa kau selalu mudah sakit?" gerutu Jay. Ia hafal betul dengan hal itu.


Itulah mengapa Bill Parker selalu memperlakukan Archi seperti tuan putri. Gadis itu gampang sakit.


"Kau harus beristirahat. Mau kuambilkan obat?" tanya Jay.


Archi mengangguk, menerima kebaikan Jay. Lebih tepatnya perhatian seorang pria yang ia inginkan sejak lama.


Jay kemudian bergegas mencari kotak P3K. Ia mengambil obat penurun panas dan membawanya untuk Archi. Tak lupa, Jay juga mengambilkannya segelas air.


"Beristirahatlah, hari di sini masih panjang." Jay hendak beranjak, tapi Archi menahan tangan pria itu.


"Jangan pergi," rengeknya.


Jay mau tak mau pun harus menemani Archi duduk di atas ranjangnya. Gadis itu tak melepas tangan Jay sama sekali, seolah telah mengunci pria itu agar tak pergi jauh darinya.

__ADS_1


Jay akhirnya tertidur di sana dan membiarkan Archi memeluknya sepanjang malam.


__ADS_2