Pengacara Dan Bos Miras

Pengacara Dan Bos Miras
Sebuah Surat


__ADS_3

Sebuah surat datang. Chris menyodorkan surat itu pada Jay. Pria itu memiringkan kepala, siapakah gerangan yang mengirimkan surat kepadanya.


Teruntuk Jay Parker, Won Company


Alexandra Meggie.


Jay membulatkan mata. Bagaimana bisa Dara mengalamatkan Won Company untuk memberikan surat pada Jay.


Chris juga mungkin sudah membaca nama pengirim surat itu. Wajah laki-laki separuh baya itu seperti dipenuhi dengan pertanyaan.


Ah, masa bodoh!


Jay tak menghiraukan Chris. Ia kemudian membuka surat itu untuk dibaca. Tulisan rapi yang sangat khas itu dapat diingat oleh Jay, ya, benar itu tulisan Dara.


Jay bahkan sempat mengagumi goresan dari tangan wanitanya karena sangat rapi. Berbeda dengan tulisan tangan Jay yang seadanya, asal bisa dibaca.


Aku dengar dari salah seorang pengungsi yang mengatakan bahwa kau bekerja di Won Company. Oleh sebab itu aku mengirimkan surat ini untuk memastikan apakah kau benar-benar ada di sana. Jika tidak, mungkin surat ini hanya akan berakhir di tempat sampah tanpa pernah dibaca, tapi itu tak masalah bagiku. Aku percaya padamu, Jay. Aku yakin kau tak akan pernah membohongiku. Tapi sejujurnya aku begitu penasaran padamu. Meski kita sudah menikah, aku tak pernah mengetahui siapa sebenarnya dirimu. Bahkan aku tak pernah tahu siapa nama pamanmu yang juga adalah satu-satunya keluargamu yang tersisa. Terkadang aku merasa bahwa aku tak mengenalmu ketika kau tak di sini. Tapi ketika kau pulang dengan melemparkan senyuman itu padaku, aku benar-benar merasa dicintai. Aku tak tahu mengapa perasaanku begitu sensitif padamu, meski apa yang terjadi pada kita berlangsung begitu cepat. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu. Tolong hentikan kecemasan yang terus-terusan menghantuiku.

__ADS_1


September 1980.


Jay tak dapat berkata apapun setelah membaca surat itu. Ia hanya merasakan sesak menyerang di dadanya secara tiba-tiba.


Apakah pada akhirnya ia hanya akan mengecewakan Dara? Bagaimana jika wanita itu tahu bahwa selama ini Jay membohonginya?


Jay memang licik. Dan naas, ia tak pernah menyangka bahwa kejadiannya akan seperti ini.


"Tuan Jay, jujur saya penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi antara anda dan nona Alexandra Meggie?" tanya Chris setelah memberanikan diri untuk bertanya pada Jay.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebuah bouquet bunga ada di genggaman Jay. Beberapa hari setelah kiriman surat itu, Jay akhirnya pulang ke Asia Town.


Para warga korban kebakaran saat ini tinggal di sebuah tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah.


"Untukmu," ucap Jay sambil menyodorkan bunga itu pada Dara.

__ADS_1


Wanita yang mendapat sodoran bunga kini tersenyum. Ia menatap sang suami dengan raut lelahnya. Jay mungkin begitu sibuk dan hanya memiliki waktu istirahat yang sedikit. Belum lagi, ia harus kembali ke Asia Town satu minggu sekali untuk bertemu dengan Dara.


"Bagaimana pekerjaanmu, lancar?" tanya Dara.


Jay mengangguk, ia mulai menceritakan apa saja yang dilakukannya di tempat kerja. Tentu saja Jay hanya berbohong dan mengarangnya. Tapi sepertinya Dara benar-benar percaya. Mendengar Jay yang sama sekali tak menyangkut soal kiriman surat itu, Dara pun menyimpulkan bahwa Jay tidak bekerja di Won Company.


Seorang wanita dengan seragam suster berkeliling di tempat pengungsian itu, ia sibuk membagikan obat-obatan dan makanan yang disediakan untuk para pengungsi.


"Hai, nona Dara. Ini bagianmu," ucapnya sambil menyodorkan satu porsi makanan yang diletakkan dalam sebuah box.


Merasa tak asing dengan suara itu, Jay kemudian menatapnya. Jantungnya seakan akan melompat dari dadanya.


"Ini siapa? Suamimu yang kau ceritakan kemarin?" tanya suster cantik itu.


Dara mengangguk membenarkan. "Iya, dia akhirnya pulang juga." Dara cekikikan, begitupun suster itu. Keduanya nampak sangat akrab.


Ia tersenyum menatap Jay dan kemudian berpamitan. Di saat itu Jay hanya bisa membeku, ia benar-benar tak percaya bahwa gadis berpakaian suster itu adalah Archi.

__ADS_1


__ADS_2