
"Aku tidak benar-benar melakukannya," ungkap Betrice. Ia dituduh memiliki halusinasi yang berlebih.
"Anak itu sudah mati bahkan sebelum kami sempat membawanya ke rumah sakit..." Betrice menahan sesak di dadanya. "....aku dan Jenneth hanya terlambat menyelamatkannya."
Dara menunduk. Kematian tak disengaja itu bukanlah kejahatan. Tapi ia tahu bahwa pihak jaksa pasti menuntut akan kelalaian Betrice sebagai pengelola tempat itu. Hal itu menjadi alasan kuat mengapa ia sampai dipenjara sekarang.
"Tidak apa-apa, Betrice. Aku percaya padamu, kau pasti juga tak menginginkan itu terjadi." Dara mencoba menenangkan Betrice yang saat ini mulai berlinang air mata.
"Oh ya, Dara... Pria itu—"
Dara memfokuskan pandangannya pada Betrice. Pria mana yang ia maksud.
"Sudah seberapa jauh hubunganmu dengannya? Aku tahu dia bukan ayahnya Noah," ucap Betrice.
Pria yang ia maksud adalah Jay. Dara mengusap perutnya yang mulai sedikit membuncit. Usia kandungannya sudah dua bulan saat ini.
Dara tersenyum menunjukkan bahwa ada kabar baik yang akan diungkapkannya. "Kami sudah menikah," jawab Dara.
"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Betrice.
"Ya... Perkenalan kami memang terasa begitu singkat—"
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu siapa dia?" potong Betrice. Dara menggeleng, raut penasaran terlihat jelas di wajahnya saat ini. Memangnya dia siapa?
"Jenneth waktu itu menyuruhku untuk memastikannya, dan itu benar. Dia pemilik Won Company!" jawab Betrice.
Detik itu juga hati Dara terasa hancur. Dadanya merasakan nyeri yang luar biasa. Bahkan mulutnya tak bisa merespon saat ini. Kerongkongannya seperti mengatup, ia tak bisa mengeluarkan suaranya saat itu juga. Hanya air mata yang pelan-pelang mengalir membasahi pipinya yang kini memanas.
"Belum terlambat untuk menjauhinya, Dara. Orang-orang yang terlibat dengannya pasti akan mendapatkan masalah," ucap Betrice.
Dara hanya menatapnya kosong, ia menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa," ucapnya lirih.
"Kenapa?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dara mendatangi galeri Won Company setelah kunjungannya di penjara atas rekomendasi Betrice. Perusahaan itu memang mendirikan sebuah tempat yang diperuntukkan sebagai store, di mana di sana menjual semua produk Won Company.
Selain itu, di sana juga terdapat sejenis museum kecil yang berisikan segala hal berkaitan dengan sejarah pendirian perusahaan itu. Potret Jay terpampang di sana, bernamakan Cho Jin Ryuk sebagai pemilik sekaligus pendiri perusahaan miras terbesar di Amerika itu. Sosok itu nampak lain ketika mengenakan jas rapi dengan rambut yang ditata.
Sosok Cho Jin Ryuk nampak eksentrik, berbeda dengan Jay yang selama ini Dara kenal sebagai sosok sederhana yang tak mementingkan penampilan. Mereka seperti dua sisi mata koin, terlihat berbeda namun sebenarnya sama.
Dara menyesal ia tak pernah mengunjungi tempat itu karena terlalu jauh dari Asia Town. Ia bahkan tak tahu jika Won Company memiliki galeri yang bisa dikunjungi oleh berbagai kalangan.
__ADS_1
Jika sejak awal ia mengetahui tempat ini, ia tak akan sampai pada titik di mana ia benar-benar takut kehilangan Jay. Mungkin juga ia tak akan pernah jatuh cinta pada pria itu. Atau bahkan ia mungkin tak akan kehilangan Noah.
Apakah ini adalah segelintir masalah yang dimaksud oleh Betrice? Apakah semua kesialan Dara adalah berasal dari Jay? Wanita itu kembali menitikkan air mata. Namun, ia mengusapnya cepat.
Tak ada yang lebih sakit di dunia ini dibanding dengan dibohongi. Seberapa banyak kebohongan Jay sampai sekarang? Mengapa Dara tak menyadarinya? Apakah cinta telah membutakannya?
Tidak. Ia sudah beberapa kali diingatkan. Bahkan fakta yang diketahuinya tak dapat mematahkan perasaan pekatnya pada Jay.
Hari ini ia kembali mengingat perkataan Jay. Tak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa dipercaya. Mungkin Jay juga memperingatkan Dara untuk tak mempercayainya waktu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Perkenalkan, Dara. Ini pamanku, mmmm...paman angkat, asli Spanyol. Namanya Chris..." Jay memperkenalkan Chris pada Dara.
Wanita itu masih mengingat wajah Chris yang kini berpakaian sederhana. Apakah ini upaya Jay untuk membohongi Dara lagi? Padahal sebelumnya Jay bilang bahwa pamannya yang diceritakan selama ini adalah paman kandung yang merupakan orang Asia juga. Rupanya yang datang adalah seseorang yang tak benar-benar memiliki ikatan darah dengan Jay.
Ya, anggap saja wanita itu bodoh. Dan Jay terlalu meremehkan Dara yang sudah tahu semuanya.
Wanita itu tersenyum, meski matanya terlihat sendu. Ia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Chris. "Namaku Alexandra Meggie," Jawabnya.
Ya... Dara akan berpura-pura bodoh seperti apa yang diinginkan oleh Jay.
__ADS_1