
Keesokan harinya.
Mentari terlihat begitu terang menyinari bumi. Setelah membersihkan dirinya, kini Rafka mulai bersiap memakai pakaian nya. Hari ini, Rafka berencana kembali datang megunjungi restoran pusatnya. Karena sudah beberapa waktu ini semenjak kepergiannya berbulan madu bersama Annisa. Semua tanggung jawabnya diambil alih oleh Dedi sahabat nya.
Tentu saja itu sangat merepotkan sekali bagi Dedi. Mengingat begitu banyak cabang yang harus dia urus saat ini. Ditambah lagi restoran pusat juga harus ia kelola semenjak kepergia Rafka. Hari ini Rafka akan kembali mengemban pekerjaan yang ia pikulkan kepada Dedi. Maka dari itu, ia bersiap lebih awal untuk segera pergi bekerja.
“ Abang jadi ke resto hari ini?” Annisa tampak berjalan menghampiri Rafka yang saat ini tengah mengancingkan kemeja nya.
“ Ya, kasian Dedi jika di biarkan terlalu lama mengembantugasku.” Ujar Rafka.
“ Iya, Abang benar.”
Annisa kini berjalan menuju kearah Rafka. Ia lalu mulai meraih tangan Rafka yang kemudian ia pindahkan. Lalu kini Annisa mengganti tangan Rafka untuk mengancingkan kemejanya.
“ Kamu nggak pergi ke toko hari ini?” Tanya Rafka sembari memperhatikan Annisa yang saat ini tengah mengancingkan kemeja miliknya.
“ Rencananya sih siang ini Nisa ingin mengunjungi toko Nisa yang ada didekat kampus. Kalau toko yang lainnya, ada Fatimah yang menghandle nya.” Ujar Annisa.
“ Ooo.” Rafka menganggukkan kepalanya. “ Kalau begitu ntar sebelum kamu kesana, mampir ke resto ku dulu ya. Aku mau kita makan siang bersama.” Ucapnya.
“ Emm, tumben nih ngajak Nisa makan siang bareng. Biasanya juga nggak pernah!” Seru Annisa manja.
“ Maka dari itu, aku ingin memperbaiki kesalahan ku yang dulu. Jadi mulai sekarang aku tak ingin melewatkan apapun darimu. Makan siang, makan malam kita akan selalu menghabiskan nya berdua.” Ujar Rafka. “ Oya, apa kamu masih ingat dengan janji yang pernah kuucapkan kepadamu?” Tanya Rafka.
“ Janji?”
__ADS_1
“ Ya.”
“ Hmm, Nisa ingat. Tapi Nisa tidak ingin banyak menuntut. Bisa dicintai oleh Abang saja sudah membuat Nisa bahagia.” Ujarnya.
“ Benarkah?” Rafka terlihat mulai menatap tajam kearah Annisa.
“ Ya.” Annisa mengangguk pelan.
“ Tapi, aku akan tetap menepati janjiku. Karena mulai saat ini kebahagiaan mu adalah prioritasku.” Ucap Rafka.
Jujur saja, mendengar akan ucapan yang baru saja diucapkan Rafka membuat jantung Annisa kembali berpacu cepat. Ia sangat senang sekaligus terharu atas apa yang baru saja didengar olehnya. Hingga kini, tanpa terasa buliran air bening layaknya Kristal secara perlahan mulai mengalir membasahi wajah cantiknya.
“ Sayang, kamu nangis?”
“ Kamu kenapa nangis? Apa ada perkataanku yang salah sehingga melukai hatimu?” Tanya Rafka. Kini, ia juga mulai meraih dagu Annisa dan mengangkat wajahnya agar ia bisa melihat dengan jelas kenapa istrinya bisa menitikkan air mata seperti itu.
“ A-abang ti-tidak salah.” Suara Annisa terdengar gagap.
“ Jika memang benar aku tidak salah. Terus kenapa kamu bisa menangis seperti in?” Rafka kian mendekatkan wajahnya.
“ Ni-nisa hanya terharu..” Annisa menundukkan pandangannya tak berani lagi menatap wajah suaminya.” Ni-nisa terharu sekaligus bersyukur, karena Allah akhirnya mengabulkan do’a Nisa yang meminta agar pintu hati Abang
terbuka untuk bisa mencintai Nisa.” Tambah nya lagi.
“ Karena do’amu sekarang sudah terkabul. Maka aku akan selalu membuatmu bahagia.”
__ADS_1
Rafka kemudian memeluk tubuh Annisa. Dikecup nya kening istrinya, lembut sekali. Rafka juga membelai mesra punggung Annisa. Dan pagi itu mereka pun larut dalam rasa suka cita bersama.
Waktu menunjukkan pukul 09:17 Wib. Maya mendapat kiriman pesan dari Rafka yang mengatakan jika saat ini Rafka ingin bertemu dengan Maya direstoran nya.
Jelas saja mendapatkan pesan seperti itu dari Rafka membuat Maya begitu bersemangat. Maya yang tadinya masih bermalas-malasan diatas tempat tidur kemudian segera bangkit dari ranjang nya dan berhambur pergi menuju kearah kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi. Maya kemudian bergegas mengambil pakaian nya. Ia memilih pakaian dengan warna yang sangat disukai Rafka yaitu biru. Ya, Rafka memang suka sekali warna
biru bahkan koleksi kemeja nya lebih banyak yang mengarah ke warna biru kesukaan nya.
Setelah selesai memakai pakaian nya. Kini tiba saatnya Maya merias wajahnya, lagi-lagi ia memikirkan tentang Rafka yang tak suka dengan riasan yang terlalu menyolok. Maka kini, seperti biasanya saat ia akan pergi
berkencan dengan Rafka. Maya memakai riasan make-up yang natural dan juga lipstick yang berwarna merah muda sehingga kini wajahnya terlihat sangat fresh dan cantik.
“ Hmm, sempurna!” Ucap Maya sembari berdiri didepan cermin.
Dengan dress yang berwarna kombinasi biru muda dan juga creame serta riasan make-up yang tak terlalu menyolok. Maya menggerai rambut panjangnya sehingga menambah aura kecantikan nya. Ya, saat ini Maya terlihat begitu cantik dengan penampilannya. Sehingga kini ia semakin percaya diri dan bersemangat untuk segera menemui Rafka direstoran nya.
Maya kini melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menyusuri setiap lorong rumahnya. Tadi malam iya memilih tidur dirumahnya karena ada Fery yang setia berjaga untuk menggantikannya menemani Ibunya. Kini
Maya telah tiba didepan teras, taksi yang ia pesan sebelumnya melalui aplikasi online kini telah tiba didepan rumahnya. Menunggu kedatangan dirinya.
Maya, kemudian melangkah dengan pasti menuju kearah taksi tersebut. Dan lagi-lagi Maya tersenyum dengan sendirinya membayangkan bagaimana nantinya ia akan berkencan dengan Rafka. Ya, Maya menganggap pesan yang di kirimkan Rafka untuknya agar datang ke restoran nya dan menemuinya disana. Adalah sebagai pesan yang sengaja ia tujukan untuk berkencan dengan nya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1