Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 21


__ADS_3

"Tapi Mas, tidakkah kamu menginginkan hubungan kita seperti dulu lagi? Jujur saja, aku masih sangat mencintaimu." Ucap Maya seraya menatap lekat-lekat kearah Rafka.


Namun sayang nya Rafka kini memalingkan wajah nya.


"Mas, bukankah kamu masih mencintaiku?" Tanya Maya berusaha agar Rafka mengingat akan kisah cinta mereka dahulu.


"Itu dulu, sekarang rasa itu telah hilang seiring pengkhianatan mu." Ucap Rafka.


Ia masih tak ingin menatap kearah Maya. Karena baginya saat ini wajah Maya begitu mengesalkan hatinya.


Maya tak patah arang. Ia terus bersemangat berusaha agar Rafka bisa kembali seperti dulu kepadanya.


"Kita mulai dari awal lagi. Aku yakin jika kita bisa." Ujar Maya.


Rafka kemudian membalikkan badan.


"Jika kamu kesini hanya untuk membicarakan hal itu denganku. Maka sana pergilah, karena aku tak ingin mendengar nya." Ketus Rafka.


"Deg .


Sebegitu benci nya kah dirimu kepadaku Mas, sehingga kini dengan kasarnya kamu menyuruh ku keluar dari sini. Tidak! Aku tidak akan pergi dengan semudah itu, jika aku belum bisa menjalin hubungan kembali dengan mu meskipun aku harus memulai semuanya dari nol.


Gumam Maya.


Kini ia berusaha memasang muka sesedih mungkin agar bisa mendapatkan sedikit simpati dari Rafka.


"Meskipun kamu bersikap kasar seperti ini kepadaku Mas, namun itu tidak akan mengurangi sama sekali rasa cintaku kepadamu." Ucap Maya dengan nada sendu.


Kini tubuh mereka berdiri dengan saling berhadap-hadapan. Sehingga Rafka dengan jelas melihat raut kesedihan yang dibuat Maya. Dengan ujung matanya Rafka kemudian menelisik kearah Maya dan mendapati jika saat ini tatapan Maya mulai nanar. Sehingga pelupuk matanya tak sanggup membendung air kesedihan nya.


Rafka terlihat gusar, ketika harus menyaksikan pemandangan sosok gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu menangis didepan nya. Meskipun saat ini perasaan benci menyelimuti hatinya. Namun ia masih tidak bisa menampik jika saat ini rasa cinta itu masih ada.

__ADS_1


"Jujur saja, sekarang ini aku masih sangat mencintaimu May. Namun rasa benci ku akibat pengkhianatan mu hampir menutupi seluruh cintaku.


Gumam Rafka.


Rafka kemudian membalikkan badannya. Kini ia mulai melangkah karena ingin meninggalkan tempat itu. Namun langkah nya terhenti saat Maya menarik tangan nya dari belakang.


"Mas, kamu mau kemana? Tidakkah kita selesaikan dulu permasalahan kita?" Ucap Maya dengan tatapan berkaca-kaca.


Sungguh, ia tak tega melihat pemandangan itu. Sehingga kini hati Rafka perlahan mulai melunak.


"Sudahlah May, jangan bahas lagi permasalahan ini. Karena walau bagaimanapun hubungan kita tidak akan bisa seperti dulu lagi. Aku sudah menikah dan ku harap kamu mengerti itu." Ujar Rafka. Namun kali ini nada suaranya sudah mulai merendah meskipun raut mukanya masih terlihat dingin.


"Aku tidak mempermasalahkan tentang status mu itu. Yang terpenting bagiku adalah aku bisa kembali bersama mu dan juga aku rela jika harus menjadi yang kedua. Asalkan itu bersama mu." Ucap Maya.


Melihat Rafka yang mulai melunak. Ia kemudian kembali meluncurkan rayuan nya. Berharap Rafka bisa terbujuk olehnya.


Kini ia pun mulai menggenggam lembut tangan Rafka. Berusaha sekuat tenaga agar Rafka bisa kembali menerima dirinya.


Ia mencoba menekan kan kepada Maya dan juga dirinya. Meskipun saat ini ia membuka hatinya untuk memafkan Maya. Namun bukan berarti itu semua akan membuat hubungan mereka kembali seperti dulu lagi.


***


Di kediaman Rafka.


Sebuah taksi sudah datang menunggu di depan pagar. Itu karena sang penghuni rumah Annisa yang memesan nya via online dari ponselnya. Hari ini ia berencana keluar rumah untuk berbelanja beberapa bahan makanan yang mulai menipis di dapur.


Annisa sudah selesai bersiap-siap untuk segera keluar dari rumah. Setelan gamis berwarna hijau muda dengan kombinasi creme bagian tengah dan juga samping ia kenakan. Ia juga memadu padankan gamis nya dengan sehelai pashmina miliknya yang berwarna hitam. Sehingga kini terlihat semakin cantik dengan hijab nya.


Annisa kemudian berjalan keluar dengan langkah santai nya. Dilirik nya kearah depan dan ternyata taksi yang di pesan nya sudah datang menunggu nya.


Annisa semakin memantapkan langkah nya. Sehingga kini ia sudah berada tepat didepan taksi tersebut. Tak ingin berlama-lama, ia pun kemudian segera masuk kesana dan menyuruh sang sopir untuk segera mengantarkan nya ketempat yang ia tuju.

__ADS_1


Setelah mendengar aba-aba dari penumpang nya. Sopir taksi tersebut kini mulai melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang.


Siang ini . . jalanan diluar sangatlah ramai. Riuh rendah kendaraan terdengar disana-sini. Itu semua dikarenakan saat ini adalah jam makan siang. Sehingga sebagian para karyawan kantor tampak berkeliaran mencari cafe untuk makan siang mereka.


Setelah bergelut dengan teriknya matahari serta keramaian kota. Kini tibalah Annisa ditempat tujuan nya. Yaitu adalah salah satu Supermarket terbesar di kota nya. Ia kemudian membuka pintu taksi, lalu dengan segera turun dari sana.


"Tunggu sebentar ya pak. Saya ingin berbelanja beberapa bahan makanan dulu di dalam." Ucapnya kepada sang sopir taksi.


"Baik Non." Sahut Sopir tersebut.


Annisa kemudian segera pergi dari sana. Ia berjalan kearah pintu masuk Supermarket tersebut. Namun tiba-tiba saja langkah nya terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.


"Annisa!!" Seseorang berteriak memanggil nama nya.


Ia kemudian menoleh kearah tersebut. Lalu melihat seorang pria berjalan dengan agak tergesa-gesa mendekat kearah nya.


"Siapa dia? Apa dia yang memanggil ku?


Gumam nya seraya menatap serius kearah pria tersebut.


Ia berdiri mematung di tempat nya. Menunggu datang nya sosok itu. Sehingga tak lama kemudian pria itu kini sudah berada tepat di hadapan nya. Kini, mata mereka saling bertatapan sehingga membuat Annisa seperti pernah melihat wajah itu, tapi dimana ya?


" Wajah nya seperti tidak asing bagiku. Aku seperti pernah melihat nya, tapi dimana ya?


Gumam Annisa yang mulai bertanya-tanya didalam hatinya sendiri.


Annisa berfikir keras berusaha mengingat semua nya. Hingga tak lama kemudian ia pun mendapat apa yang diinginkan.


"Kak Dedi." Ucap nya dengan sedikit ragu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2