Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 117


__ADS_3

Hari ini untuk yang pertama kalinya Rafka mengajak Annisa untuk makan siang di restoran nya. Sehingga hari ini Annisa berdandan lebih cantik dari biasanya. Karena sudah beberapa bulan mereka tinggal dalam satu atap dalam ikatan suci pernikahan. Membuat Annisa dapat melihat kebiasaan dan juga kesukaan dari Rafka.


Ya, entah mengapa hari ini ia ingin sekali mengenakan gamisnya yang berwarna biru langit berkombinasi dengan putih. Warna yang sangat mirip dengan yang dikenakan Maya hari ini. Annisa mengenakan gamisnya yang berwarna seperti itu dengan balutan hijab senada. Sungguh aura kecantikan nya semakin terpampang nyata.


Setelah merasa siap dengan setelan nya dan juga hijab yang sudah ia rapikan. Kini Annisa sudah mantap untuk melangkahkan kakinya keluar dari sana. Dengan langkah yang sangat terburu-buru Annisa berhambur keluar rumah.


Untung saja taksi yang tadi dipesannya secara online telah tiba didepan rumah nya dan saat ini sedang menunggu didepan pintu gerbang. Sehingga membuat Annisa tak perlu lagi menunggunya.


Kini karena taksi sudah ada disana. Annisa pun tak lagi mengulur waktunya. Setelah berpamitan dengan Pak Sofyan, Annisa kemudian langsung masuk kedalam taksi dan menyuruh sopir taksi untuk menuju ke tempat yang diinginkannya.


Sama seperti Maya, Annisa juga mengelami kemacetan disepanjang jalan. Karena sebuah truk yang mogok dijalan. Namun, setelah menunggu selama lima belas menit. Akhirnya secara perlahan jalanan kembali lancar, dan pak sopir pun mulai melajukan kembali kendaraan nya.


Annisa lalu tampak melirik kearah jam tangan miliknya. Dan disana ia melihat waktu telah menunjukkan pukul 11:30 Wib. Yang berarti akan segera tiba waktunya makan siang. Annisa kemudian merogoh tas nya dan mengambil hp nya. Ia lalu mengetik sebuah pesan disana dan mengirimkan nya kepada Rafka. Memberitahukan jika mungkin saja ia akan sedikit terlambat tiba di resto.


Ting!


Pesan pun terkirim. Setelah itu ia pun kemudian kembali menaruh ponselnya kedalam tas berukuran sedang miliknya. Dan kini ia lebih memfokuskan mata untuk menyaksikan pemandangan sekitar kota.


Hingga tanpa terasa beberapa menit kemudian sang sopir taksi menghentikan laju kendaraan nya tepat didepan resto Rafka.


Annisa pun kemudian turun dari sana setelah membayar ongkos taksinya. Setelah itu ia pun mulai melangkahkan menelusuri halaman restoran dan berjalan kearah pintu masuk restoran. Kini tibalah ia didalam resto, dan berjalan menulusuri resto. Diujung sana tak jauh dari tempatnya berdiri. Annisa melihat ada tempat resepsionis yang biasa menerima para tamu.


Annisa pun kini berjalan menuju kearah sana untuk menemui sang resepsionis yang sedang bekerja disana. Maklum saja, ini kali kedua baginya datang kesana. Namun, kali ini Rafka yang memintanya. Tapi, Annisa tidak tahu sama sekali dimana letak ruang kerja Rafka karena memang sebelumnya sewaktu ia mampir kesana dengan Adiknya Winda. Mereka hanya makan dan sesudah itu pulang.


“ Permisi Mas.” Sapanya kepada seorang pria yang berpakaian rapi dengan model rambut klimis. Pria itu adalah resepsionis di restoran itu.


“ Iya Mba, ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?” Ucapnya sopan.


“ Saya mau tanya ruang nya Pak Rafka ada disebelah mana ya?”

__ADS_1


“ Maaf sebelumnya, anda siapa ya?” Tanya pria tersebut sopan.


“ Saya..”


“ Dia istri Bos restoran ini, nona Annisa.” Sambung seorang pria dari arah belakang yang suaranya sama sekali tak asing di telinga Annisa.


Annisa pun menoleh.


“ Kak Dedi!”


Sementara itu pria yang bergaya klimis itu kini tampak menunduk sopan setelah melihat sosok Dedi yang berdiri dihadapan nya.


“ Eko, ini nona Annisa istri sah nya Tuan Rafka direktur restoran kita.” Ujar Dedi seraya memperkenalkan Annisa kepada resepsionis yang bernama Eko.


“ Maafkan saya Nona. Karena sudah tidak mengenali anda.” Eko menunduk sopan.


“ Ehm, oya Nis, tumben nih kamu kesini nyari Rafka ada apa?” Tanya Dedi yang dirundung rasa penasaran.


“ Oh iya, hampir saja Nisa lupa dengan niat awal Nisa kesini, hehehe.” Annisa tertawa kecil. “ Siang ini Abang ngajak Nisa makan siang bersama. Maka dari itu Nisa datang kesini, tapi Nisa nggak tahu dimana ruangan nya Abang.” Ujarnya memberitahukan alasan utamanya datang kesana.


“ Oh, itu.. kenapa kamu nggak telfon dia aja langsung untuk jemput kamu kesini?” Tanya Dedi.


“ Eh, itu Nisa nggak kepikiran sih.”


Dedi menggelengkan kepalanya


“ Hmm, yasudah! Karena kamu juga udah sampai disini maka mari aku antar kamu kesana.” Ajaknya seraya meraih tangan Annisa.


Namun, sayang nya Annisa tanpa sengaja reflek mengalihkan tangan nya sehingga Dedi tak dapat menggapainya. Membuat Dedi memandang kearah Annisa, yang dibalas tatapan polos darinya.

__ADS_1


“ Kaka tau dimana ruangan Abang?” Tanya nya polos.


“ Ya taulah, makanya aku mau ngantar kamu kesana.” Ujar nya seraya tersenyum. “ Yuk ikuti aku.” Ajak nya seraya mengatupkan tangan nya. Mengurungkan niatnya yang ingin menggapai tangan Annisa.


Kini Dedi pun berjalan didepan menuntun arah jalan yang diikuti Annisa dari belakang.


Tak berapa lama kemudian kini Dedi pun akhirnya tiba didepan ruangan Rafka bersama Annisa.


“ Nisa, ini ruangan suami kamu, silahkan masuk.” Ujar nya sembari kembali melemparkan senyum nya kepada Annisa yang dibalas kembali dengan senyum lembut Annisa.


“ Makasih Kak Dedi. Untung saja ada Kakak, jika tidak mungkin entah berapa lama lagi Nisa harus menunggu diluar seraya menjelaskan kepada resepsionis yang bergaya klimis itu.” Ujar nya.


“ Ya, sama-sama.” Balas Dedi. “ Kalau gitu aku kembali kedepan dulu ya. Melanjutkan pekerjaan ku agar bisa segera menyusl dan menganggu makan siang kalian. Hahaha!”


“ Ih, Kak Dedi bisa aja! Mau gabung juga nggak apa-apa kok, Nisa sama Abang nggak pernah ngerasa terganggu tau dengan kehadiran Kakak.”


“ Kamu memang merasa tidak, tapi suamimu pasti akan marah besar jika aku ikut makan siang bersama kalian.” Dedi tersenyum. “ Yasudah, selamat menikmati waktumu berdua dengan Rafka. Aku pamit kembali menyelesaikan pekerjaanku.”


Dedi pun kemudian membalikkan badan nya dan berhambur pergi dari sana. Sedangkan Annisa yang kini sudah berdiri didepan ruangan Rafka tampak tersenyum kearah Dedi.


Setelah kepergian Dedi. Kini ia pun perlahan mendekati daun pintu yang ada didepan nya. Lalu secara perlahan membuka pintu tersebut. Namun saat pintu ruangan mulai sedikit terbuka, betapa terkejutnya dia saat mendengar sepasang suara sedang berteriak disana.


“ Maya!” Annisa terpaku ditempatnya.


BERSAMBUNG


Bagaimana reaksi nya Annisa ya saat melihat Rafka dan Maya ada disana. Apakah akan ada kesalahpahaman lagi?


Jangan lupa Vote, Like dan komentar nya ya^^

__ADS_1


__ADS_2