Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
TERJERAT HASRAT CEO AROGAN!


__ADS_3

...Spoiler BAB 1...


“Sssshh . . . mmmhhh . . .”


Desauan itu terdengar. Ketika sebuah tangan berhasil menyelinap masuk ke dalam piyama yang dikenakan Layla. Jari jemarinya menari-nari di atas permukaan putih lembut itu, bergerak perlahan mengitari setiap inci tubuh putih bersih yang masih berbalut piyama.


Tidak puas sampai di sana. Kali ini pemilik jemari itu mulai menyingkap kain katun yang menutupi permukaan kulit putih bersih itu. Hingga terpampanglah perut Layla, yang membuat sang pemilik tangan meneguk ludahnya kasar.


“Indah.” Satu kata yang pria itu gumamkan saat melihat pusar Layla. Bulat, dengan ukuran pas, serta tidak terlalu dalam. Pria itu menyukainya.


Lalu ia mendekatkan wajahnya menuju perut Layla. Mengendus aroma khas dari area pusar tersebut, kemudian meniupnya pelan. “Fuuuhhhh . . . .”


Tubuh gadis itu menggeliat, meliuk-liuk, membentuk gerakan erotis. Membuat sang pria yang saat ini masih berada di atas perutnya, kembali meneguk ludahnya kasar.


“Tidak aku sangka. Ternyata kau begitu seksi, Adik.” gumam pria tersebut.


Layla Zavira, 20 tahun. Gadis cantik bertubuh semampai itu saat ini sedang terlelap dalam tidurnya. Ia tidak tahu jika saat ini seorang pria sedang bermain-main di atas perutnya. Fisiknya yang lelah setelah hampir sembilan jam bekerja, ditambah deretan tumpukan pekerjaan rumah yang harus ia kerjakan setelah pulang bekerja. Membuat tidur gadis itu seperti orang mati.


Bagaimana tidak. Tenaganya diperah selama tujuh belas jam. Mulai dari subuh, hingga malam. Hampir sembilan jam di pabrik, sisanya di rumah. Setiap hari setelah menunaikan ibadah subuh. Layla harus berkutat di dapur menyiapkan makanan untuk sarapan seluruh penghuni rumah. Setelahnya ia harus membersihkan se-isi rumah dari kotoran debu yang menempel di lantai, serta di atas permukaan benda lainnya.


Layla juga harus mencuci piring yang digunakan setiap orang rumah untuk sarapan. Membersihkan dapur, memastikan rapi dan berkilat sebelum ia tinggalkan. Baru setelahnya gadis itu berkemas untuk melangsungkan pekerjaannya di pabrik. Dan, sepulangnya dari pabrik segudang pekerjaan rumah kembali menantinya.

__ADS_1


Hanya ketika menunaikan ibadah salat gadis itu mengistirahatkan tubuhnya. Hingga akhirnya raga itu terlelap usai menuntaskan segala pekerjaan rumah. Pukul setengah sepuluh malam.


Malam ini seperti mimpi. Layla merasa tubuhnya dijamah oleh sebuah tangan yang ia sendiri tidak tau siapa. Gadis berkulit putih itu kembali menggeliatkan badannya, usai jemari yang terbilang cukup kasar itu menggelitiki perutnya.


“Mmmmmhhh . . . .” Layla bersuara. Lebih terdengar seperti gumaman *******. Membuat algoritma pernapasan lelaki itu semakin tak beraturan.


Ini mimpi. Layla tau itu. Merasa tubuhnya seperti disetrum saat jemari itu kian gencar bermain di atas perutnya. Napas Layla sempat tertahan saat si pemilik tangan mengembuskan napas hangatnya ke telinga Layla. Membuat gadis itu menggeliatkan kepalanya ke arah yang berlawanan.


“Tonight you’ll be mine, baby.” desis pria itu di telinga Layla.


Jemarinya kian merajalela. Bukan hanya mengincar perut. Namun, kali ini mulai menggerayangi seluruh tubuh Layla. Membelai dari ujung jari kaki, bergerak naik menelusuri kain katun yang masih membungkus kedua kaki Adik sepupunya itu. Menelusuri pinggang. Kemudian berhenti di leher jenjang Layla, bermain sebentar di sana.


Pria itu belum menyentuh dada Layla. Sengaja melompatkan jari tangannya dari pinggang, langsung ke leher. Sengaja menyisakan bagian-bagian ter-sensitif itu untuk sebagai tujuan terakhir.


Seperti suara yang tak asing di telinga. Samar-samar Layla bisa merasakannya. Bahkan saat kedua tangan pria itu menyentuh kepalanya. Menggerakkan, menghadapkan iras cantik tak bercela itu ke arah samping. Gadis itu semakin merasakan jika ini nyata!


Layla bergulat dengan batinnya. Berusaha menampik segala kantuk yang saat ini mendera. Pelan-pelan ia menggerakkan kelopak mata. Berusaha terjaga dari kantuk. Ingin segera memastikan ilusi fantasi yang merayapi mimpinya, memang benar hanya sebuah delusi.


Pria itu mendekatkan wajahnya. Ingin menyentuh bibir Layla. Merasai permukaan bibir belum terjamah itu. Mereguk manis serta hangatnya bibir ranum yang saat ini ada dihadapannya. Tangannya sudah mencekal kepala Layla. Meremas tumpukan rambut tebal hitam pekat itu yang masih terikat dengan ikat rambut rumbai berwarna cokelat.


Sungguh menakjubkan. Akhirnya, setelah sekian lama ia menanti. Hari ini datang juga. Hahahahah . . . . pria itu tertawa dalam hatinya.

__ADS_1


“B-bang Ke-kevin?” Layla terbata. Setengah bergumam saat manik coklat terangnya menangkap sosok wajah Kevin, Abang sepupunya. Meski dalam gelap. Namun, ia yakin betul jika lelaki yang merayapi tubuhnya itu adalah Kevin?


Kevin Sanjaya, 26 tahun. Pria dengan tinggi 173cm itu baru saja pulang merayakan party yang di-adakan oleh salah satu sahabatnya di sebuah club ternama yang ada di pusat kota Medan. Ia berjalan sedikit sempoyongan sambil memegangi dinding menyusuri ruangan yang ada di dalam rumahnya, menuju kamarnya. Namun, langkahnya terhenti saat maniknya tertuju ke arah lorong belakang menuju dapur.


Ia kemudian memutar badan, serta langkahnya menuju ke arah dapur. Berhenti tepat di depan sebuah pintu kamar, memegangi gagang pintu. Ceklek! Bunyi itu terdengar saat Kevin menekan ke bawah gagang pintu kamar tersebut.


Ternyata pintu kamar tersebut tidak terkunci. Dan entah mengapa Kevin senang mengetahui itu. Parasnya mengukir senyum, pelan-pelan Kevin mengendap masuk ke dalam. Niatnya cuma satu. Ingin melihat bagaimana cantiknya wajah Adik sepupunya itu saat sedang lelap.


Alih-alih hanya melihat. Nyatanya sebersit niat jahat terbersit di hatinya. Kekagumannya akan wajah Adik sepupunya itu membawa hasrat kelelakian seorang Kevin bergejolak. Niatan awal yang hanya ingin melihat. Berubah menjadi hasrat terlarang ingin memiliki. Apalagi ketika tangannya berhasil menyingkap piyama lengan panjang berbahan katun yang Layla kenakan. Memperlihatkan pusar indah gadis itu. Semakin memancing naluri kelelakian Kevin untuk bisa segera memiliki tubuh gadis yang dilahirkan dari Bibinya itu.


“J-jangan!” Reflek. Tangan kanan Layla mendorong wajah Kevin hingga terpeletak ke belakang. Membuat leher pria itu ngilu, hampir terkilir.


Keterkejutan saat melihat wujud Abang sepupunya dari jarak dekatlah penyebabnya. Membuat tangan kanan Layla yang memiliki insting kuat yang tersambung dengan otaknya spontan mendorong kepala Kevin.


“Sialan!” Lelaki itu memaki sambil memegangi lehernya yang terasa nyeri. Mengurut sebentar. Kemudian bangkit duduk ingin merengkuh Layla. Namun, tangannya kalah cepat dengan gerakan tangan Layla yang segera melempar bantal guling ke wajahnya. Bergegas bangkit dari tidur, meninggalkan ranjang yang masih ditempati Abang sepupunya itu.


Hal itu membuat Kevin semakin meradang. Ia yang separuh jiwanya sudah dipengaruhi oleh alkohol , membuang jauh guling yang barusan dilemparkan Layla. Bergerak turun dari ranjang sempit berukuran empat kaki itu.


Malam ini aku harus mendapatkannya. Ia harus jadi milikku!


TBC.

__ADS_1


Lanjutannya bisa baca di F I Z Z O ya gratiss. Akan ada Giveaway juga di sana untuk 5 orang pemenang. Masing-masing mendapatkan hadiah 20k pulsa. Dipilih dari komentar menarik disetiap bab nyan. Sekarang sudah up sampai BAB 39. Dan pemilihan pemenang akan di umumkan di bab 60. Masih ada banyak kesempatan buat kalian yang mau ikutan. Maka dari itu, kuy melipir ke sana dan jangan lupa beri ulasan semenarik mungkin juga komentar disetiap bab nya!



__ADS_2