Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 86


__ADS_3

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih dan sayang yang kuat serta ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuk nya.


Dalam konteks filosofi.


Cinta merupakan sifat baik yang di warisi kebaikan perasaan belas kasih dan sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi. Atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain yang berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikutu, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek lain. Ya, itulah cinta yang saat ini tengah dirasakan oleh Annisa.


Kini dengan perasaan gugup tak karuan ia mencoba meraih gagang pintu kamar mandi. Tangan nya sedikit gemetar, karena merasa malu serta tak percaya diri dengan penampilan nya saat ini. Pakaian yang dikenakan nya akhirnya ia timpa dengan jubah handuk yang menggantung di gantungan samping pintu.


Ceklek


Dengan debaran jantung yang cukup kuat akhirnya Annisa berhasil membuka pintunya.


"Bismillah, jangan gugup Nisa ini semua demi Rafka suami mu


Perlahan Annisa mengangkat langkah nya memasuki area kamar. Disana diatas ranjang terlihat Rafka telah menunggunya diatas ranjang. Saat ini Rafka telah bertelanjang dada sehingga menunjukkan semua otot-otot kekar nya. Serta kulit putih bersih miliknya. Sungguh itu membuat jantung Annisa semakin berdegup kencang.


Rafka menyambut kedatangan Annisa dengan senyuman. Namun sesaat kemudian ia mengerutkan dahinya, saat menyadari Annisa datang dengan memakai jubah mandi bukan mengenakan pakaian yang diinginkan nya.


Meskipun saat ini Annisa merasa sangat gugup. Namun ia tetap memantapkan langkah nya hingga akhirnya tiba di tepi ranjang. Annisa masih menunduk malu saat ini.


" Sayang " Panggil Rafka.


" Ya," Sahut Annisa


" Kenapa kamu memakai jubah itu? Terus pakaian yang kuberikan tadi untukmu dimana?" Tanya Rafka dengan nada yang terdengar sedikit kecewa.


" A-ada Bang," Suara Annisa terdengar terbata-bata.


" Dimana?" Rafka kembali bertanya.

__ADS_1


Dengan semakin menunduk kan wajah nya Annisa menjawab.


" Didalam jubah ini, Nisa menimpa nya." Sahut nya polos.


"Ehm, Kenapa kamu lucu begitu sih Nis. Memakai lingerie tapi masih di timpa dengan jubah handuk. Sebegitu polos nya kah dirimu hingga bisa berfikir bodoh seperti ini. Haha


Rafka tersenyum. Hatinya tak dapat menahan tawa saat mengetahui Annisa yang ternyata menimpa pakaian malam yang sengaja dipersiapkan nya semenjak berada di kota dengan jubah handuk yang dipakai nya sekarang.


" Kenapa kamu harus menimpa nya? Bukankah lebih bagus jika kamu melepas nya." Ucap Rafka.


Yang benar saja. Persiapan yang sudah ia persiapkan dari jauh-jauh hari tersebut harus gagal hanya karena sebuah jubah handuk. Rafka sengaja membelinya karena ia sangat ingin melihat bagaimana penampilan Annisa jika memakainya. Karena selama ini meskipun sedang berduaan dengan nya. Annisa selalu memakai pakaian yang serba tertutup hingga ujung kaki.


Meskipun belakangan ini ia sudah melihat bagaiman bentuk tubuh Annisa. Namun sebagai lelaki normal pada umum nya. Rafka juga ingin melihat bagaimana keindahan istrinya saat memakai pakaian tersebut di depan nya. Ingat ya, hanya didepan nya.


" Kenapa kamu diam?" Tanya Rafka, " Apa kamu masih malu kepadaku?" Tambah nya lagi.


" Bukan begitu, Nisa hanya . ."


Annisa semakin malu saat mendengar ucapan Rafka seperti itu. Kini wajahnya terlihat merah padam.


" Tapi Bang,"


" Tidak ada tapi-tapian, sekarang aku ingin kamu segera melepaskan jubah mandi mu dan berdiri dihadapan ku!" Suara Rafka terdengar tegas.


Annisa masih tak bereaksi. Ia masih saja mengatup kan kedua tangan nya dipinggang. Berusaha menahan jubah tersebut agar tidak terbuka.


" Ya sudah, jika kamu tak ingin buka biar aku saja yang buka!" Seru Rafka seraya memegang jubah mandi nya. Namun Annisa menolak.


" Jang-jangan! Biar Nisa saja,"

__ADS_1


Annisa mundur beberapa langkah ke belakang. Lalu dengan tangan sedikit gemetar ia membuka jubah mandi nya dan menanggalkan di lantai. Kini ia menundukkan pandangan nya dari Rafka. Sedangkan tangan nya terlihat bergerak kesana kemari berusaha menutupi bagian terbuka miliknya.


"Ya tuhan . . malu sekali rasanya jika harus berpenampilan seperti ini. Meskipun itu dihadapan suamiku sendiri, tapi sungguh aku tak bisa menyangkal nya jika saat ini aku sangatlah malu


Rafka tertegun seketika saat mendapati pemandangan indah dihadapan nya. Baginya setiap lekuk tubuh Annisa terasa semakin sempurna saat ia mengenakan lingerie nya. Ditambah lagi rambut panjang lurus nya yang di biarkan tergerai begitu saja. Sehingga semakin menambah nilai plus dalam penampilan nya.


"Kenapa aku begitu bodoh, baru menyadari jika selama ini aku mempunyai seorang istri yang bisa di kategori kan begitu sempurna sepertinya


Sesaat Rafka tersadar. Ia lalu bangkit dari ranjang dan berjalan kearah Annisa.


"Nisa, apa kamu tau, sikap mu yang tampak malu-malu seperti ini sungguh menggemaskan bagiku. Sehingga membuatku tak bisa menahan diriku sendiri jika tak menyentuh mu.


Kini Rafka sudah berdiri tepat dihadapan Annisa. Ia menatap dengan jelas istrinya itu dari atas hingga kebawah. Sungguh menggemaskan baginya.


" Sayang," Bisiknya lembut seraya mendekatkan bibirnya di telinga Annisa. Sehingga membuat Annisa merinding merasakan hembusan nafasnya.


" Kamu sudah siap kan?" Bisiknya lagi yang setelah itu mengecup lembut daun telinga Annisa dan menyelipkan rambut nya di belakang daun telinga nya sehingga membuat Annisa semakin gemetar. Kini ia juga memejam kan matanya tak berani menatap Rafka. " Mari kita mulai kembali bulan madu kita," Ucapnya lagi seraya memeluk Annisa.


Annisa lalu mengangguk pelan. Ia tak mampu mengeluarkan kata, karena saat ini mulutnya seperti terkatup dan merasa berat saat ia mengangkat bibir nya. Kini ia hanya bisa pasrah mulai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Rafka suaminya.


Melihat respon yang begitu positif dari Annisa. Tanpa menunggu lama lagi Rafka kemudian mengecup bibir Annisa, ******* nya dengan penuh gairah hingga beberapa saat. Lalu setelah melepaskan ciuman nya ia menggendong tubuh Annisa dan merebahkan nya diatas ranjang.


Hari ini untuk kesekian kalinya Rafka kembali bercumbu dengan Annisa. Menuntaskan segala gairah yang ada didalam dirinya.


Ini bukan sebuah akhiran, melainkan baru secuil permulaan dari kisah cinta mereka. Karena percaya atau tidak saat ini Rafka merasa sudah terlalu terikat dengan Annisa.


Saat ini perasaan nya begitu dalam terhadap Annisa. Perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya dengan Maya. Sehingga kini tak mungkin lagi baginya untuk bisa lepas dari gadis tersebut.


Annisa . .

__ADS_1


Gadis cantik dan lembut sudah berhasil memikat hatinya. Sungguh ironis jika mengingat diawal pernikahan ia selalu saja tak memperdulikan nya. Namun sekarang semua berbanding terbalik, karena kini ia sudah terlalu merasa terikat dengan gadis tersebut.


BERSAMBUNG


__ADS_2