Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 138


__ADS_3

“ Ani, ini tolong kamu bagikan kepada seluruh karyawan kita ya.” Kata Annisa.


“ Baik Nona.” Sahut Ani.


Ia lalu mengambil bungkusan yang ada disana.


“ Terimakasih Nona, segera akan saya bagikan makanan ini kepada para karyawan kita.” Kata Ani.


Annisa pun mengangguk seraya tersenyum kepada Ani. Lalu setelah itu Ani pun melangkah keluar dari ruangan itu.


Diluar.


Ani yang membawa bungkusan kini langsung menghampiri teman-teman seperjuangan nya yang lainnya. Kebetulan


saat ini pengunjung mulai berkurang, sehingga kini dengan segera Ani dapat membagikan makanan yang dibawa Rafka.


Satu-persatu kotak makanan ia bagikan kepada teman-teman nya. Sehingga kini tinggalah giliran Aya untuk diberikan nya.


“ Aya, ini ada makanan.” Ani mengulurkan satu kotak makanan kepada Aya.


“ Makanan? Emang nya siapa yang sedang selametan?” Tanya Aya santai.


“ Itu makanan dari Tuan Rafka suaminya Nona Annisa. Makanan itu ia bawa langsung dari restoran nya loh.” Kata Ani.


“ Apa! Ini makanan dari pangeran tampan tadi? Hmm, pasti enak.” Kata Aya.


“ Huss! Kamu itu ngomong apa sih!” Tegur Anisa yang merasa kurng suka dengan ucapan Aya yang menyebutkan


nama pangeran untuk suami dari Bos nya itu.


“ Iya-iya Cuma becanda.” Sahut Aya.


Aya pun kini menerima kotak makanan itu, lalu dibawanya pergi bersamanya.


Disana tepatnya di dapur toko, Aya membuka isi kotak makanan yang di bagikan Ani tadi. Dilihatnya isinya memastikaN bagaimaa jelmaan makanan yang di bawa Rafka.


Lalu setelah Aya membuka.

__ADS_1


“ Hmm, kelihatan nya enak.” Ucap Aya. “ Suami Nona Annisa sungguh lelaki idaman. Sudah tampan, gagah, kaya


dan baik hati pula.” Kata Aya.


Lalu dari arah belakang.


“ Woy! Dimakan tuh makanan jangan jadi mikirin laki orang!” Seru Ani yang kini sudah berada di samping Aya.


Entah sejak kapan gadis itu muncul, Aya pun tak mengetahuinya.


“ Apaan sih Ni! Bikin kaget saja.” Kata Aya.


“ Makanya makan tuh makanan, jangan mikirin laki orang terus! Ntar aku aduin sama Bu Bos baru tahu rasa kamu.” Kata Ani.


Pandangan mata nya juga mulai menatap sinis kearah Aya yang kini berada di samping nya.


“ Iya-iya, aku makan nih.” Kata Aya yang tak ingin memperpanjang perdebatan diantara mereka.


Gangguin orang saja sih dari tadi si Ani ini. Memang nya kenapa kalau aku mikirin laki orang, kan nggak ada hubungan nya juga sama dia.


Gumam Aya sembari menyantap makanan nya.


“ Sayang, kamu kok makan nya gitu sih!” Ucap Rafka yang kini tengah melirik kearah Annisa.


“ Gitu gimana Bang?” Annisa sungguh tak paham dengan apa yang diucapkan suaminya.


“ Tuh, nasi nya belepotan gitu di samping bibir kamu.” Kata Rafka.


Kini Rafka pun mulai mengulurkan tangan nya mengarah ke bibir Annisa.


Disapunya sisa-sisa nasi yang ada disana dengan lembut. Lalu di pandang nya wajah istrinya itu lekat-lekat.


Abang kenapa memandangku seperti itu?


Gumam Annisa.


“ Sayang, dua hari lagi kita bulan madu ya.” Kata Rafka.

__ADS_1


“ Hah!” Annisa tercengang.


“ Kenapa sih, kok kamu jadi terkejut gitu?” Tanya Rafka yang kini mengulas senyumnya dengan dahi yang ikut mengeryit begitu saja.


“ Bukankah kita baru saja pulang dari pulau beberapa waktu yang lalu?” Tanya Annisa dengan tatapan polosnya.


Setelah menghabiskan makanan nya, Rafka pun lalu mencuci tangan nya dengan air kobokan yang tadi di bawakan karyawan Annisa disana. Rafka lalu menarik beberapa tissue kering untuk mengelap sisa air yang menempel di tangan nya dan juga meraih beberapa lembar lagi untuk menyapu sisa-sisa makanan yang ada di mulut nya.


“ Itu kan kemarin, dan ini sekarang.” Ujar Rafka enteng.


“ Memang nya ada bulan madu sampai dua kali?” Lagi-lagi Annisa dengan polosnya bertanya.


“ Tentu saja ada, bahkan hingga sepuluh kalli pun ada.” Kata Rafka.


Annisa kembali tercengang dibuatnya.


Sepuluh kali? Apa iya?


Gumam nya.


“ Jika kita belum bisa mendapatkan bayi, maka kita akan selalu berbulan madu.” Ucap Rafka.


“ Terus, jika kita sudah memiliki bayi. Abang tidak akan mengajak Nisa bepergian lagi?” Lagi-lagi ucapan itu terlontar begitu saja tanpa terpikirkan lebih dulu oleh nya.


“ Tentu saja tidak, jika kita sudah memiliki anak. Maka setiap akhir pekan ataupun hari libur lainnya, aku akan tetap mengajakmu dan anak kita kelak nanti. Menikmati indahnya negri kita ini.” Ujar Rafka.


Mendengar kalimat itu, membuat Annisa tersenyum.


“ Kenapa kamu jadi senyum?” Tanya Rafka.


“ Nisa senang aja lihat Abang yang seperti ini. Tidak kemana-mana pun Nisa nggak masalah, yang penting ada Abang disini sudah cukup, sudah bisa buat hati Nisa senang.” Ujar Annisa.


“ Hmm, manis sekali mulutmu ya.” Ujar Rafka sembari mendekatkan diri kearah Annisa.” Sungguh sayang jika harus dilewatkan.” Ucap nya lagi sembari mendaratkan kecupan lembut di bibir nya Annisa.


BERSAMBUNG


 Assalamu'alaikum, hi guys.. kita berjumpa ladi nih! Jangan pernah bosan ya dengan Ra, dan juga jangan pernah lupa untuk ninggalin Like dan Vote nya. Serta berikan kritik/saran kalian dibawah kolom komentar ini. Oya, sembari nunggu Annisa dan Rafka up, yuk mampir kecerita di bawah ini. Dijamin seru serta bikin penasaran loh^^

__ADS_1



__ADS_2