Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 17


__ADS_3

Annisa yang berjalan di belakamg. Bergegas menuju kearah mobil. Namun seketika langkahnya terhenti saat melihat ada sosok perempuan yang memeluk erat tubuh suaminya dari belakang.


"Deg . .


Jantung nya berdetak kencang. Ia terpatung di tempatnya tanpa melanjutkan langkah nya.


"Siapa dia? Kenapa dia memeluk suamiku.


Gumam nya. Annisa masih berdiri disana melihat drama yang saat ini sedang terjadi di depan matanya.


"Mas, ada apa dengan mu?" Ucap Maya yang merasa bingung dengan sikap Rafka yang tiba-tiba saja berubah dingin terhadapnya.


"Ada denganku? Kamu masih berani bertanya ada apa denganku?" Rafka mengerutkan dahinya dan berbalik kearah Maya yang kini sedang merasa bingung dengan sikapnya.


Sebenarnya sebelum menikahi Annisa. Rafka tidak pernah memutuskan hubungannya secara langsung dengan Maya. Ia memilih menghilang tanpa kabar karena ingin meninggalkan bekas jejak sakit hati yang teramat dalam untu Maya karena telah berkhianat kepadanya.


"Aku tidak tahu Mas. Yang kutahu adalah selama ini kamu menghilang. Aku telfon tak diangkat, Sms ataupun Watshapp nggak pernah kamu balas. Padahal jelas-jelas kamu sudah membukanya." Ujar Maya sembari menatap tajam kearah Rafka.


"Ternyata dia kekasih yang dikatakan Abang kepadaku. Ya Allah . . sakit sekali hatiku saat melihat kedekatan mereka. Baru sejenak aku melupakan kesedihan ku karena harus pisah ranjang dari suamiku sendiri, dan sekarang aku harus melihat suamiku di peluk oleh perempuan lain dan itu adalah kekasih nya.


Gumam Annisa.


Air matanya jatuh berderai saat mengetahui sosok perempuan tersebut adalah Maya kekasih suaminya. Ia tak dapat membendung kesedihan nya sehingga ia memilih pergi dari sana dan tak ingin melihat adegan selanjutnya yang mungkin akan lebih membuatnya sakit hati.


"Aku sengaja tidak mengangkat ataupun membalas setiap pesanmu. Karena aku sudah tidak ingin lagi berhubungan denganmu." Ujar Rafka dengan tatapan dingin


"Apa salahku? Kenapa kamu meninggalkan ku Mas?" Air mata jatuh bercucuran membasahi pipi cantik Maya saat mendengar kalimat Rafka yang tak ingin lagi berhubungan dengannya.


"Kamu masih menanyakan apa salahmu? Kamu fikir sendiri." Ketus Rafka.


"Mas, aku tidak tahu, jika saja aku tahu maka aku akan meminta maaf padamu." Timpal Maya dengan tatapan nanar.


"Tidak perlu. Karena meskipun kamu meminta maaf, itu tidak akan pernah mengubah keputusanku." Ujar Rafka seraya melangkah kedepan.


"Tapi Mas, aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kamu meninggalkan ku. Atau setidaknya, katakan apa salah ku sehingga aku bisa memperbaiki nya." Ujar Maya yang masih tak mengetahui apa salah nya.


"Tapi sayang nya, meskipun kamu memperbaiki nya itu tidak akan membuat hubungan kita kembali lagi seperti semula." Ucap Rafka.


"Setidak nya beritahu aku Mas. Agar aku tahu apa salahku." Maya kini meraih tangan Rafka dari belakang. Berharap Rafka menjelaskan semuanya.


Rafka kemudian menarik nafasnya dalam-dalam.


"Hmm, kamu ingat terakhir kali aku menelponmu dan menanyakan kamu sedang berada dimana? Waktu itu kamu jawab apa?." Ujar Rafka sembari menatap tajam kearah Maya.


Maya yang mendengarkan kemudian berusaha mengingat-ingat kejadian saat itu.


"Waktu itu aku sedang dirumah tanteku karena sedang ada acara keluarga." Ujarnya mencoba menutupi kebohongannya.


"Bohong.!! Waktu itu kamu tidak sedang dirumah Tantemu melainkan sedang asyik bermesraan di sebuah cafe bersama kekasih gelapmu." Timpal Rafka mengungkap kebohongan yang diciptakan Maya. Sehingga membuat nya tertegun dihadapan Rafka.

__ADS_1


"Apa? Dia tahu aku jalan sama Reno. Tapi tahu darimana.


Gumam Maya.


"Kamu tahu darimana Mas. Aku memang lagi dirumah Tante Ningsih hari itu." Kelit nya.


"Tak usah menutupi kebohongan dengan kebohonganmu yang lainnya. Aku melihat semua dengan mata kepalaku. Karena aku ada disana waktu itu, di Cafe yang sama saat kamu bermesraan dengan pria itu. Kamu tahu May, waktu itu aku sengaja menelfonmu hanya untuk mengetes seberapa jujurnya kamu terhadapku, dan ternyata kamu adalah seorang pembohong besar." Ujar Rafka panjang lebar menjelaskan.


"Deg . .


Jantung Maya berdebar kencang saat menyadari kebodohan nya. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Karena semua yang dikatakan oleh Rafka memang benar.


"Sekarang, kamu sudah tau kan apa kesalahanmu. Pergilah jauh-jauh dariku karena aku tak ingin melihat mu lagi." Ucap Rafka dengan nada tinggi.


Ia kemudian memasuki mobilnya. Menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan tempat itu. Sedangkan Maya, ia masih berdiri disana dengan kebodohannya.


Air matanya kembali tumpah saat meratapi kebodohan nya yang berani bermain api dengan Reno di belakang Rafka. Jujur, sebenar nya di dalam hati Maya, Rafka lah satu-satunya pria yang amat sangat di cintai nya. Namun belakangan ini Rafka terlalu sibuk dengan bisnisnya. Sehingga belakangan ini Rafka tak punya waktu untuk jalan dengannya. Bersamaan dengan itu, Reno memberikan perhatian lebih kepadanya serta menyatakan cinta kepada Maya yang langsung diterima olehnya tanpa pikir panjang.


Meskipun menerima cinta Reno. Hati Maya tetaplah untuk Rafka. Ia hanya mengisi hari-harinya yang kosong bersama Reno, sehingga tak terbayangkan sebelumnya jika Rafka akan mengetahui tentang perselingkuhan nya.


Sementara itu di dalam mobil. Rafka melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.


"Aah.!!" Rafka menghempaskan sebelah tangan nya di setir kemudi nya. Wajah nya memerah akibat menahan amarahnya.


"Maya.!! Kenapa aku bisa bertemu denganmu sih.!!" Bentaknya didalam mobil.


"Astagfirullah. . Annisa . .


Gumam Rafka.


Ia kemudian memutar balik laju kendaraan nya menuju kearah restorannya. Namun saat ia sampai disana, tak ada sosok Annisa. Yang ada hanyalah Maya yang masih berdiri disana meratapi kebodohannya.


"Hah, ternyata dia masih disitu. Tapi kemana Annisa? Apa jangan-jangan dia pergi karena melihatku dengan Maya tadi.


Gumam nya sembari mengerutkan dahinya.


Ia kemudian memutuskan pergi dari tempat itu dan berharap Annisa sudah sampai dengan selamat dirumahnya.


"Semoga aja Nisa langsung pulang kerumah.


Gumamnya lagi sembari terus melajukan kendaraannya menuju kearah rumahnya. Sehingga tak lama kemudian sampailah ia di depan rumahnya.


Pak Tarno selaku penjaga rumah, kemudian membuka pintu gerbang saat melihat mobil Tuannya.


"Pak, apa Nisa udah pulang?" Ucap Rafka dari dalam mobil dengan membuka jendela kaca samping.


"Udah Den." Jawab Pak Tarno


"Alhamdulillah ia sudah pulang. Jadi aku tak perlu bersusah payah mencarinya.

__ADS_1


Rafka kemudian memarkirkan mobilnya dan segera turun dari sana. Ia kemudian bergegas masuk kedalam rumah untuk segera melihat Annisa.


"Nis, kamu kapan pulang?" Ucap Rafka saat mendapati sosok Annisa sedang duduk dengan santainya.


Annisa menoleh saat mendengar suara Rafka.


"Abang sudah pulang?" Ujar nya sembari memakan snack yang ada di tangannya.


Yang tadi di belinya saat mampir ke supermarket.


Flashback Off.


Annisa tertegun saat melihat seorang wanita cantik memegang tangan suami nya. Bahkan wanita tersebut dengan santai nya memeluk tubuh itu yang bahkan dia sendiri tak pernah menyentuh nya.


Ia berpaling dan memilih berlalu pergi tanpa mau melihat ataupun mendengar lagi apa yang mereka bicarakan.


Air mata jatuh tak terbendung dari pelupuk mata nya, dada nya sesak hingga ia hampir tak bisa bernafas.


Annisa berlari kecil meninggalkan tempat itu, hati nya sakit melihat kemesraan Rafka dengan kekasihnya.


"Hatiku sakit sekali melihatmu dengan nya Bang. Sebegitu akrabnya kalian sehingga dia dengan bebas bisa memelukmu seperti itu. Sedangkan aku yang telah sah menjadi istrimu hanya bisa menatap dan menyentuh.


Gumam Annisa.


Ia tak mengerti kenapa hati nya bisa sesakit itu. Meskipun ia tau tentang hubungan mereka yang terjalin jauh sebelum ia mengenal Rafka. Namun ia tetap tak bisa menahan semuanya. Ia tak tau apakah rasa cinta telah tumbuh dihatinya, atau ia merasa tak dihargai sebagai seorang istri.


Entahlah. .


yang pasti saat ini hati nya sakit, sakit sekali.


Di persimpangan jalan. Annisa melihat taksi dari kejauhan. Lalu ia melambaikan tangannya memanggil taksi tersebut.


"Taksi.!!" Panggil nya dengan nada keras.


Taksi kemudian berhenti tepat di depannya. Lalu Annisa melangkah masuk kedalam taksi tersebut.


"Jalan Pak." Perintah nya kepada sang supir taksi.


Mendengar perintah dari sang pelanggan. Pak supir taksi kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sebelum pulang kerumah. Annisa menyempatkan singgah terlebih dahulu ke salah satu supermarket yang ada di kota itu untuk berbelanja beberapa kebutuhan dapurnya, dan setelah dari sana. Ia pun memilih pulang kerumah


Flashback On


"Ya, baru saja." Jawab Rafka.


Rafka melirik kearah tangan Annisa yang saat ini sedang memegang snack di tangannya.


"Itu apa?" Tanya nya seraya menunjuk kearah bungkusan yang ada di tangan Annisa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2