Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 115


__ADS_3

Hari ini matahari terlihat begitu memancarkan sinarnya.


Cahaya panasnya begitu terang menyinari alam. Disana disudut kota, asap-asap kendaraan terlihat betebaran disana-sini. Membuat Maya terlihat sedikit sesak menahan nafasnya.


“ Uhuk-uhuk!”


Terlihat Maya mulai tak nyaman disana.


Jujur saja ini kali pertama baginya berjalan kaki di tengah keramaian kota dengan menggunakan sepatu hak tinggi. Sehingga membuat langkahnya terlihat gontai dalam menapaki tepi jalan raya.


Bulir-bulir keringat yang hampir menyerupai biji jagung terlihat begitu jelas di dahinya. Perlahan bulir itupun jatuh menelusuri wajah cantiknya. Sehingga membuat Maya kemudian mengeluarkan sebuah tisu kering yang diambilnya dari tas kecil miliknya. Disekanya keringat itu yang kini hampir membasahi seluruh wajahnya secara perlahan. Maya takut, jika keringatnya itu melunturkan make-up yang membaluri wajahnya. Bisa-bisa kecantikan paripurna yang sudah ia persiapkan untuk sang pujaaan hati lunturlah sudah. Sungguh Maya tak menginginkan hal itu.


Kini tanpa terasa setelah perjalan yang amat sangat cukup melelahkan itu. Akhirnya Maya bisa tiba didepan restoran Rafka. Ia kemudian tersenyum merasa senang karena kini ia bisa tiba disana. Maya kemudian kian memantapkan langkah nya menapaki lantai restoran dan masuk kedalamnya. Namun, sebelum memasuki ruangan Rafka. Maya terlebih dahulu pergi memasuki toilet untuk memperbaiki riasan nya. Setelah merasa cukup, Maya kemudian bergegas kembali menuju kearah ruangan Rafka.


Setibanya disana, Maya kemudian tampak melirik kearah jam tangan miliknya. Dilihatnya, sekarang jarum jam sudah menunjukkan angka 11:20. Itu berarti sebentar lagi akan tiba waktunya makan siang. Maya kembali mengulas senyumnya. Ia berharap siang ini ia akan menghabiskan waktunya bersama Rafka. Menikmati makan siang di tengah hiruk pikuk pemandangan kota seperti sebelumnya, saat mereka masih bersama dulu.


“ Hmm, semoga saja siang ini aku dan Mas Rafka bisa makan siang bersama.” Ucap Maya.


Ia lalu kini kembali memastikan penampilannya. Setelah merasa cukup rapi kini Maya mulai meraih gagang pintu ruangan Rafka. Lalu dengan percaya diri ia mulai membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


 Ceklek!


Pintu ruangan terbuka. Maya kemudian masuk kedalam ruangan milik Rafka dengan perasaan yang teramat senang. Namun, setibanya disana. Ia melihat ada beberapa pria asing yang sama sekali tak dikenalnya sedang duduk di sofa bersama dengan Rafka.


Sementara itu. Rafka yang tengah membicarakan tentang kerjasama dengan klien nya itu, seketika mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pintu tebuka. Rafka melihat kedatangan Maya. Seketika itu juga ia menatapnya dengan tatapan tak senang dan juga seoalh mengisyaratkan agar Maya segera keluar dari sana.


Melihat tatapan Rafka yang begitu dingin terhadapnya.Membuat Maya takut, ia seolah mengerti dengan maksud  dari tatapan itu. Sehingga kini Maya memilih mundur dan keluar dari sana. Kemudian ia memilih duduk menunggu Rafka di sebuah sofa yang tak jauh dari ruangan nya. Ia kemudian tampak mengeluarkan ponselnya dan memainkan nya.

__ADS_1


Sehingga kini tanpa terasa 10 menit pun telah berlalu. Dan para lelaki asing yang tadinya terlihat duduk bersama Rafka mulai keluar dari sana. Melihat kepergian para lelaki itu, tentu saja membuat Maya seketika bangkit dari duduknya. Dengan cepat ia kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam tas kecil miliknya, dan setelah itu dengan tergesa-gesa Maya segera melangkah masuk kedalam ruangan Rafka.


“ Mas.” Panggilnya begitu memasuki ruangan Rafka.


Disana terlihat Rafka tengah duduk dikursi kebanggaan nya. Wajahnya terlihat datar dan juga tatapan nya terlihat begitu dingin saat melihat kedatangan Maya.


“ Mas, maafkan aku. Tadi itu aku nggak tahu jika kamu sedang berbicara dengan klien disini.”Ucapnya sembari terus melangkah menuju kearah Rafka.


“ Duduklah disana.” Ucap Rafka dengan tatapan dingin.


“ Mas, kamu masih marah?” Suara Maya terdengar begitu rendah sembari terus melangkahkan kakinya mendekati meja Rafka.


“ Duduk disan!.” Tegas Rafka sembari memperkuat tatapan dinginnya.


“ Tapi Mas, aku..”


“ Apa kamu tidak mengerti bahasa Indonesia?”


“ Mas, maafkan aku. Tadi itu aku tidak tahu kalau..”


Belum lagi sempat Maya menyelesaikan kalimatnya. Kini Rafka kembali memotong nya.


“ Aku sama sekali tak ingin mendengar apapun penjelasan mu.” Ucapnya dingin.


Mendengar hal itu membuat Maya seketika mengunci rapat mulutnya.


Sabar May.. Sabar..

__ADS_1


Batinnya.


Sementara itu.


Rafka yang awalnya duduk kini secara perlahan mulai bangkit dari kursinya. Ia lalu tampak berjalan kearah televisi yang terletak di sebelah kanan meja kerjanya. Diambil nya salah satu kaset yang ada disana. Lalu dimasukkan nya kedalam sebuah dvd yang berada dekat dengannya.


Ah, Mas Rafka memutar film? Film apa? Mungkinkah ia ingin menonton film romantis denganku disini ?


Maya mulai tersenyum-senyum sendiri saat memperhatikan gerak-gerik Rafka yang saat ini tampak sedang memutar sebuah film disana.


“ Mas! Film apa yang ingin kamu perlihatkan kepadaku? Apakah itu film romantis terbaru?”


Tanya nya seraya tersenyum kegirangan.


Namun Rafka sama sekali tak menjawabnya. Setelah selesai memasang kaset kedalam sebuah dvd yang ada disana. Rafka kemudian kembali berjalan menuju kearah kursi kebanggaan nya dengan membawa sebuah remote


ditangan nya.


“ Mas, kok kamu duduk disana? Bukankah seharusnya kamu duduk disini denganku.” Ujarnya sembari menatap kearah Rafka.


“ Untuk apa aku duduk disana!” Jawabnya sinis.


“ Bukankah kamu ingin memutar film romantis? Jadi sudah seharusnya kita duduk bersama disini kan!” Maya terlihat sangat percaya diri dengan apa yang baru saja diucapkannya.


“ Apa aku pernah bilang seperti itu?”


BERSAMBUNG

__ADS_1


Hi guys . .


Hari ini Ra cuma bisa up satu BAB aja. Maaf jika ini membuat kalian kecewa^^ Doain aja Ra sehat selalu dan juga segala urusan didunia nyata bisa berjalan dengan baik. Amin... Untuk kelanjutannya insya Allah akan Ra up besok ya. Terima kasih^^ Happy Reading^_^


__ADS_2