Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 119


__ADS_3

Jeddeerr!!


Terdengar suara petir menggelegar disusul gemuruh berikutnya. Langit yang awalnya cerah benderang tiba-tiba saja mendung dan perlahan menitikkan hujan. Perlahan buliran kristal yang saat itu sudah memenuhi bagian pelupuk mata indah Maya kini mulai jatuh membasahi mengalir di pipinya. Maya kini terduduk dilantai. Kedua telapak tangan nya kini mulai menutupi wajahnya menutupi air mata yang mengalir deras dari matanya.


Kata-kata Rafka yang sama sekali tak menginginkan lagi untuk bertemu dengan nya sungguh menyakiti hatinya. Ia menangis sesengukkan meratapi nasib nya. Yang sama sekali tak terbayangkan sebelumnya. Maksud hati iangin


mendapatkan kembali kekasih hati yang telah pergi. Namun, kini kekasih hati tersebut malah membuat dinding tinggi yang sama sekali tak mungkin ia gapai.


Melihat itu tentu saja membuat Annisa merasa sedih. Meskipun Maya telah dengan sengaja menyakiti nya dan secara terang-terangan ingin merebut suaminya darinya. Namun, hati Annisa sungguh tak tega melihat kondisi Maya yang seperti ini. Sungguh sangat menyedihkan.


Annisa kemudian melangkah menuju kearah Maya. Perlahan ia membungkukan badan nya dan mengulurkan tangan nya meraih pundak Maya. Di peluk nya tubuh itu berharap bisa menenangkan. Namu apa yang dia dapat, ketulusan dibalas dengan kejahatan.


“ Menjauh kau dariku! Aku sama sekali tak butuh belas kasihan darimu!” Pekik nya.


Maya malah mendorong tubuh Annisa kebelakang. Hingga membuatnya jatuh terduduk dilantai. Sontak saja Rafka yang saat ini ada disana seketika lari kearah Annisa dan membantunya untuk segera berdiri.


“ Sayang kamu tidak apa-apa kan?” Raut wajah Rafka terlihat begitu khawatir.


“ Tidak apa-apa Bang.” Sahut Annisa.


Sedangkan disana terlihat Maya yang perlahan tampak sedang menyeka air matanya.


Rafka memicingkan mata menatap kearahnya. Seraya mengepalkan tangan dan ingin membalas perbuatan Maya terhadap Annisa. Namun, saat tubuhnya ingin beranjak dari sana. Annisa menahan nya seraya berkata.


“ Sudahlah Bang, jangan di balas. Nisa juga nggak kenapa-napa kan.” Ucap nya.


“ Tapi Nis, dia sudah sangat keterlaluan. Bisa-bisanya dia bersikap kasar kepadamu seperti itu didepanku. Aku sungguh tidak tahan melihat nya.” Wajah Rafka terlihat memerah menahan amarah nya.


“ Biarkan saja. Lagipula bukankah Maya seorang wanita jadi tidak pantas bagi Abang jika bersikap terlalu kasar kepadanya. Dan juga suasana hatinya sedang sangat buruk saat ini.” Ucap nya.


“ Sekali lagi aku katakan aku tidak butuh belas kasihan darimu!” Bentak Maya.


Rafka semakin memanas. Dengan lembut ia memindahkan tangan Annisa dan beranjak pergi kearah Maya.


“ Bang.” Panggil Annisa.


Rafka menoleh dan melihat Annisa menggelengkan kepalanya pelan. Yang mengisyaratkan jika ia tidak boleh bertindak kasar saat ini. Lalu setelah itu Rafka pun kembali meneruskan langkah nya menghampiri Maya.

__ADS_1


“ Mas.” Maya menatap Rafka dengan kesedihan nya. Masih berharap ada sedikit harapan disana.


“ Keluar sekarang juga!” Tegas nya dengan tatapan mematikan seraya menunjuk kearah pintu keluar.


“ Tapi Mas, aku..”


“ Apa kalimat ku belum jelas? Atau kamu ingin aku sendiri yang menyeretmu untuk segera keluar dari sini dan langsung melempar mu kedalam jeruji besi!”


Mendengar kalimat serta tatapan Rafka bak singa yang ingin menerkam mangsanya membuat nyali menciut. Ia takut dan dengan segera berhambur pergi dari sana.


“ Maya tunggu!” Panggil Rafka kembali.


Seketika Maya menghentikan langkah nya dan menoleh kearah Rafka.


Apa Mas Rafka berubah pikiran. Mungkinkah pikiran nya kembali waras dan ingin kembali kepadaku.


Harap  Maya.


Namun sepertinya harapan nya sia-sia. Karena maksud Rafka


“ Ingat kata-kataku. Jangan pernah menampakkan dirimu lagi


di hadapanku! Atau kamu akan menyesal!” Ucap Rafka.


Mendengar kalimat terakhir yang disampaikan oleh Rafka


sungguh membuat lutut Maya gemetar. Ia sangat takut karena ekspresi yang


ditunjukkan Rafka begitu mengerikan. Sehingga membuat nya tak ingin tinggal


lagi disana. Kini ia pun benar-benar pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah


begitu ketakutan.


Ternyata aku yang tidak waras berharap Mas Rafka untuk merubah pikiran nya dan kembali lagi bersamaku


Gumam nya.

__ADS_1


Sementara itu Rafka tampak menghembuskan nafasnya dengan lega menyaksikan kepergian Maya dari sana.


***


Jeddeerr!!


Suara petir terdengar kian menggelegar saat ini. Terpaan angin kian berhembus hingga menusuk kedalam tulang Maya. Ditengah deras nya hujan ia berjalan keluar dari halaman restoran Rafka. Di jalan trotoar ia melangkah perlahan dengan terpaan hujan yang membasahi pakaian nya.


Terlihat dari kejauhan beberapa orang tampak menatap kearahnya yang bermain hujan ditengah kilatan petir yang menggelegar. Air mata terus membanjiri wajahnya, namun semua itu tak terlihat karena air hujan yang turut membasahi wajahnya.


“ Kenapa! Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini!” Pekiknya ditengah deru hujan yang kian menerjang. “ Aku hanya ingin Rafka kembali kepadaku tidak lebih!” Pekiknya lagi. Namun karena hujan yang terus menderu membuat suara nya teredam hingga tak terdengar oleh orang lain.


Maya menangis sesenggukan tubuh yang sudah basah kuyup kini perlahan mulai kedinginan. Dipeluk tubuhnya sendiri dengan melipat kedua tangan nya. Berharap itu bisa menghangatkan.


“ Ya Tuhan.. Apa kah aku terlalu serakah! Aku tau apa yang ku buat itu salah! Tapi semua itu kulakukan agar Rafka kembali kepadaku!” Jeritan Maya kian menjadi. “ Tapi sekarang semua itu sia-sia. Rafka sudah sangat membenciku dan ini semua karena Annisa!” Maya kini mulai terduduk di tanah. “ Aku benci kamu Annisa! Aku benci kamu! Aku benci!” Teriaknya sekuat tenaga hingga akhirnya tanpa disadari tubuhnya kian melemas dan jatuh pingsan hingga tak sadarkan diri.


Sementara itu disana diujung jalan. Terlihat seorang lelaki tampan tampak berlari ke pinggir jalan. Laki-laki tersebut ternyata berlari menuju kearah Maya, dan setibanya disana ia langsung mengangkat tubuh Maya, menggendong nya dan membawanya menuju kearah mobilnya.


Diletakkan nya tubuh Maya secara perlahan di jok belakang sembari menyelimutinya dengan jas yang sengaja dilepaskan nya sebelum menembus hujan untuk menghampiri Maya. Lalu setelah itu lelaki tersebut kini beralih untuk duduk di kursi kemudinya, menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu pergi dari sana.


BERSAMBUNG


Siapa ya kira-kira lelaki tampan yang rela menembus derasnya terpaan hujan yang menderu demia menyelamatkan Maya? Penasarankan, Ra juga sih^^ Maka dari itu Jangan lupa Vote, Like dan juga tinggalkan komentar kalian di bawah ya. Untuk selalu mendukung karya Ra agar lebih maju lagi kedepan nya^^


Oya,  Ra mau iklan lagi nih^^ Sebuah karya yang menurut recomended banget. Ceritanya beda dari yang lain.


Sambil nunggu ceritanya Rafka dan Annisa up. Yuk kita berpetualang di bersama👇



Dan juga bercinta penuh romansa bersama Vael dan Misha. Silahkan pilih yang mana kalian suka. Keduanya sama-sama menarik loh😍😍



Jangan lupa mampir ya teman2.❤❤


Selamat menjalankan aktivitas, semoga hari kalian berjalan dengan lancar dan juga apa yang kalian inginkan di hari ini bisa tercapai. Amin^^ Salam hangat dari Ra untuk kalian semua..

__ADS_1


__ADS_2