Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 40


__ADS_3

Annisa kini sudah keluar dari kamar mandi. ia berjalan perlahan mendekati meja makan, ia melihat disana sudah ada rafka yang tengah duduk di kursi nya begitu juga sang bunda yang kini sedang menatap nya dengan senyum.


seperti biasa nya saat di meja makan kini annisa melakukan tugas nya sebagai seorang istri, ya.. meskipun hati nya sakit saat ini namun ia tak ingin tugas nya sebagai seorang istri terabaikan.


annisa kini mulai melakukan tugas nya. ia mengambl piring serta mengisi nya dengan nasi dan lauk pauk yang di inginkan rafka. tampak sekali ia begitu telaten melakukan nya seperti biasa sehingga membuat sang mertua tersenyum menatap ke arah nya.


" nisa, bunda suka suka sekali saat melihat mu seperti ini mengurusi suami mu. telaten sekali nak, rafka sungguh beruntung bisa menikahi istri seperti mu." puji sang mertua.


nisa hanya tersenyum lembut saat mendengar pujian dari mertua nya, ia tak langsung menjawab nya malah kini mata nya menatap tajam ke arah rafka suami nya. dan ternyata sang bunda memperhatikan nya.


" rafka, benar kan yang bunda katakan?" tanya bunda kepada rafka yang mulai memakan makanan nya.


" i..iya bunda," jawab nya seraya tersenyum tipis. sejujur nya rafka merasa sedikit terkejut saat bunda menanyakan hal itu kepada nya, bukan tanpa alasan itu semua karena ia yang selama ini tak pernah menganggap kehadiran nisa di kehidupan nya.


" nisa, kamu cepetan hamil ya. bunda ingin sekali segera menimang cucu dari kalian." ucap bunda mengutarakan isi hati nya kepada annisa yang sedang menyantap nasi nya.


annisa tertegun saat mendengar apa yang di ucapkan sang mertua kepada nya, bagaimana mungkin ia bisa hamil sedangkan anak nya saja tidak pernah mencintai nya apalagi menyentuh nya begitu pikir nya.


" insya allah bunda, doakan saja ya bun agar allah mengabulkan keinginan bunda." ujar annisa lembut

__ADS_1


" loh, kok keinginan bunda saja sih? memang nya kalian tidak ingin segera punya bayi." bunda mengerutkan dahi nya.


" nisa mau bunda, tapi itu semua kan allah yang menentukan." ucap nya lembut seraya tersenyum sedangkan rafka seolah tak peduli dengan pembahasan di meja makan sekarang ia terus melanjutkan makan nya tanpa menghiraukan apa yang sedang bunda serta istri nya bicarakan.


" iya bunda tau dan kita juga sebagai umat nya harus terus berusaha agar bisa mewujudkan nya." ucap bunda menerangkan


" iya bunda.." annisa tersenyum ke arah bunda.


jika saja bunda tau kalau sebenar nya hubungan nisa dan abang tak se harmonis yang bunda lihat. jangan kan memiliki bayi menyentuh ku saja abang tidak pernah.


gumam nya. annisa pintar sekali dalam menyembunyikan perasaan nya yang sesungguhnya. ia masih tetap tersenyum serta berbicara dengan lembut di hadapan sang mertua seolah ia sangat bahagia sekarang namun kenyataan yang sebenar nya sangat kontras dengan apa yang di tunjukkan nya sekarang.


matahari mulai menanjak, rafka belum bersiap pergi ke restoran nya hari itu. ia masih mengenakan pakaian santai nya sembari duduk di halaman belakang rumah, meneguk teh hangat buatan annisa seraya membaca koran yang ada di tangan nya.


tap tap tap


suara kaki seseorang terdengar dari belakang. bunda berjalan melangkah perlahan mendekati rafka yang duduk di halaman belakang dengan pakaian rapi serta tas yang kini ada di tangan nya.


" kamu nggak ke restoran raf?" tanya bunda yang melihat rafka masih dengan pakaian santai nya.

__ADS_1


" enggak bunda, rafka masih ingin disini." ucap nya lembut


" oh," ucap bunda


" raf bunda pamit pulang dulu ya," ucap nya lagi


" loh, kok cepat sekali sih bun?" ucap nya seraya meletakkan koran di atas meja kecil yang ada di samping nya.


" kasihan abi mu jika bunda meninggalkan nya terlalu lama, kamu tau sendiri kan abi mu kalau nggak ada bunda pasti dia gelagapan sendiri di rumah." ucap bunda menjelaskan dengan lembut.


" iya sih bun, ya sudah kalau gitu biar rafka yang ngantarin bunda ya." ujar rafka.


" nggak usah, bunda udah di jemput kok sama pak dirman. orang nya lagi nunggu di luar tuh." ujar bunda memberitahukan bahwa supir nya sudah datang menjemput nya.


" bunda udah kasih tau nisa kalau bunda mau pulang kan?" tanya rafka


" sudah kok, nisa juga lagi di depan sekarang bicara sama pak dirman," ucap bunda.


nisa memang sudah lebih dulu berada di depan rumah. karena saat ia melihat pak dirman datang untuk menjemput sang mertua, annisa kemudian langsung membuatkan nya teh hangat serta membawakan sedikit camilan untuk ia sajikan kepada sopir pribadi keluarga rafka tanpa di minta.

__ADS_1


annisa adalah pribadi yang sangat hormat terlebih itu terhadap orang tua. ia sekarang duduk bersama pak dirman di depan teras rumah seraya sedikit bercengkrama dengan nya.


__ADS_2