
Sementara itu di kediaman Reno.
Hari ini Reno terlihat rapi seperti biasanya. Kemeja tangan panjang dipakainya dengan kancing yang di biarkan terbuka dibagian atas. Rambut nya yang agak sedikit gondrong tampak tersisir rapi dengan belahan di tengah
nya. Sungguh amat sangat memikat hati saat di pandang.
Reno kini mulai melangkah keluar dari rumah nya. Dengan langkah yang cukup tergesa-gesa ia berjalan menuju kearah mobilnya, membuka pintunya lalu masuk kedalam nya. Hingga tak lama kemudian ia pun akhirnya pergi
meninggalkan kediaman nya.
Hari ini Reno berencana untuk bertemu dengan Fery sepupunya Maya di sebuah Cafe yang ada di pusat kota. Ya, sebelumnya ia sudah membuat janji dengan Fery yang diatur lansung oleh orang suruhan nya. Awalnya Fery
menolak, namun saat Reno menyebutkan tentang Maya. Maka tanpa banyak bertanya lagi Fery langsung menyetujui pertemuan itu.
Tak lama kemudian setelah menempuh waktu selama setengah jam di perjalanan. Kini Reno pun akhirnya tiba didepan Café, tempat nya dan Fery membuat janji. Reno kemudian memarkirkan mobilnya dan setelah itu ia pun dengan segera melangkah keluar dari sana.
Dengan langkah yang terbilang cukup cepat. Reno melangkah masuk kedalam Cafe tersebut. Menuju kearah meja yang dipesannya karena Fery sudah menunggunya disana. Tak sampai lima menit, kini Reno pun telah tiba di
meja pesanan nya. Itu semua karena Reno sudah terbiasa dengan tempat itu, maka dari itu tak butuh waktu lama baginya untuk tiba di meja pesanan nya.
Dilihatnya disana Fery sudah duduk dengaan air yang sudah habis setengah gelas. Membuat Reno yang melihatnya seketika tersenum.
Dia pasti sudah cukup lama disini.
Gumam nya.
__ADS_1
Lalu setelah itu Reno pun kini mulai menyapa.
“ Hai, apa kau sudah lama menunggu?” Tanya Reno setibanya disana.
“ Lumayan, sudah lebih lima menit.” Jawab Fery sembari melirik kearah jam tangan mewahnya.
Reno menganggukkan kepala.
“ Sebelumnya, kita kenalan dulu. Halo aku Reno, dan kamu Fery kan?” Reno mengulurkan tangan nya.
Fery pun membalas uluran tangan Reno dengan menjabat nya.
“ Ya, kau benar. Aku adalah Fery.” Katanya.
Reno menyunggingkan senyuman nya kepada Fery.
“ Duduklah.” Kata Reno.
Fery menatap serius kearah Reno. Lalu ia pun kembali duduk di kursinya tak ingin berdebat, karena ingin segera tahu dimana keberadaan Maya sekarang.
Kini, Reno pun mulai menceritakan satu persatu tentang Maya. Tentang apa kesalahan yang telah dilakukan nya dan juga tentang apa yang telah terjadi kepadanya. Dari kejadian saat berada di pulau, keinginan serta hasrat
nya yang sangat ingin memiliki Rafka sehingga rela melakukan cara kotor untuk menyakiti Annisa.
Serta kejadian kemarin dimana ia menangis histeris setelah perdebatannya dengan Rafka karena Rafka telah mengetahui niat kotor nya. Semua di ceritakan Reno satu persatu dengan sangat rinci, bahkan ia menyerahkan
__ADS_1
bukti-bukti berupa foto serta video yang didapat nya dari orang yang selama ini sengaja dia utus untuk mengikuti Maya.
Ya, selama ini ternyata Reno membayar seseorang untuk selalu mengawasi pergerakan Maya secara diam-diam. Semua ini ia lakukan karena Maya yang dengan sangat tiba-tiba memutuskan hubungan mereka. Reno sama sekali tak terima, maka dari itu ia mengutus seseorang untuk mengikuti Maya, mencari tahu tentang penyebabnya.
Awalnya Reno merasa marah, benci sekaligus murka dengan apa yang telah di ketahuinya. Namun, perasaan cinta yang teramat dalam dihati nya. Mampu membuat rasa kebencian nya itu perlahan pudar bahkan kalah dengan besar nya rasa cinta kepada Maya. Reno berusaha menerima, bahkan ia berusaha sekuat tenaga agar bisa kembali kepada Maya. Meskipun berulang kali juga di tolak olehnya.
Tanpa sungkan Reno menceritakan perihal itu semua kepada Fery. Serta kini ia mulai mengutarakan niatnya yang ingin menikahi Maya dalam waktu dekat ini dan juga dengan hormat meminta agar Fery mau menjadi wali dari Maya dan mau menikahkan mereka.
Jujur saja awalnya Fery dengan tegas menolak. Namun, setelah ia berpikir dengan cukup lama, akhirnya Fery menyetujui permintaan Reno yang ingin segera menikahi Maya. Bukan tanpa alasan Fery menyetujui hal besar itu,
setelah ia melihat bagaimana bukti-bukti itu serta menimbang bagaimana kesungguhan serta ketulusan yang ditunjukkan Reno kepada Maya. Membuatnya yakin untuk menyetujui pernikahan tersebut.
“ Baiklah, aku menyetujuinya. Tapi dengan satu syarat.” Kata Fery.
“ Syarat? Silahkan utarakan apa syaratnya.” Balas Reno.
“ Pertemukan aku dengan nya, agar aku yakin jika keadaan nya saat ini sungguh baik-baik saja.” Jelas Fery
“ Okey, aku setuju. Sekarang juga aku akan membawamu kerumahku untuk bertemu dengan sepupumu itu.” Kata Reno.
Fery pun setuju. Kini mereka pun segera pergi darisana, menuju kerumah Reno untuk bertemu dengan Maya.
BERSAMBUNG
__ADS_1