Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 139


__ADS_3

Annisa terlihat duduk di sebuah kursi yang berada di balkon kamar nya. Dengan di temani secangkir kopi dan juga


sepiring kecil biscuit. Pemandangan alam yang indah di pagi hari serta udara yang menyegarkan membuat ia terlihat begitu nyaman duduk disana.


“ Hai sayang!” Seru seseorang yang tak lain adalah Rafka.


Dari arah kamar ia terlihat berjalan menghampiri Annisa yang kini sedang duduk sendiri. Rafka lalu duduk di sebuah kursi yang ada disana tepatnya disamping Annisa.


“ Kamu ngopi?” Tatapan Rafka tertuju kearah cangkir kopi yang ada disana.


“ Iya Bang.” Jawab Annisa.


“ Sejak kapan?” Tanya Rafka sembari memperhatikan wajah Annisa.


“ Sejak dulu.” Jawab Annisa.


“ Iyakah? Tapi kenapa aku baru hari ini melihatnya?” Tanya nya lagi.


Annisa pun tersenyum di buatnya.


“ Mungkin Abang kurang perhatian.” Katanya sembari menyeruput kembali kopi nya.


Rafka lalu termenung sejenak mengingat akan dirinya sendiri.


Annisa benar, selama ini aku memang kurang perhatian dengan nya.


Gumam Rafka.


Baru saja duduk kini Rafka terlihat kembali berdiri. Lalu melangkah dan kini menghadap Annisa.


“ Sayang.” Ucap nya.


Annisa kemudian mengadahkan kepalanya menatap kearah Rafka.


“ Ada apa Bang?” Annisa kini mengernyitkan dahinya.


Sementara itu Rafka kini mulai berlutut didepan nya sembari meraih tangan nya.


“ Maafkan aku, karena selama ini sudah banyak mengabaikan mu. Bahkan hal kecil mengenai apa kesukaanmu pun aku tak tahu.” Kata Rafka.


Annisa pun tersenyum.


“ Iya Bang nggak apa-apa. Di cintai serta di sayangi oleh Abang saja sudah membuat Nisa bahagia.” Ujar Annisa.


“ Apa itu benar?” Tanya nya.


Annisa menganggukkan kepalanya. Yang disusul senyum bahagia dari raut wajah Rafka. Dicium nya tangan istrinya itu, lalu di peluknya dengan erat.


“ Aku sungguh beruntung mempunyai istri sepertimu. Yang tak pernah menuntut apa-apa dari suamimu.” Ujar Rafka. “ Mulai sekarang aku berjanji akan selalu memperhatikan apapun yang menyangkut tentang dirimu.” Tambah nya lagi.

__ADS_1


“ Bang lepas!” Seru Annisa.


“ Kenapa? Apa kamu merasa tidak senang ku peluk seperti ini?” Rafka mengerutkan dahinya merasa tak senang.


“ Bukan itu, Nisa sulit bernafas jika Abang meluk Nisa terlalu erat seperti ini.” Kata nya sembari berusaha mencari sedikit ruang agar bisa bernafas.


Sontak saja mendengar hal itu membuat Rafka seketika melepaskan dekapan nya. Sehingga kini terlihat jelas Annisa merasa lega mengatus nafas nya.


“ Maaf sayang, tadi itu aku terlalu bahagia jadi nggak sadar telah mendekapmu begitu erat.” Ujar nya.


“ Iya nggak apa-apa.” Annisa tersenyum tipis sembari mengelus dadanya.


Sementara itu Rafka tersenyum sendiri melihat kearah istrinya.


Kenapa aku jadi seperti ini, bisa-bisanya aku memeluk nya hingga tak dapat bernafas seperti itu? Apakah tadi aku memakai tenaga dalam ku saat memeluknya. Kasihan Annisa hingga sampai seperti itu.


Gumam nya.


Lalu kini ia kembali mengingat tujuan utamanya datang kesana.


Di masukkan-nya tangan nya kedalam saku celananya. Lalu kini ia terlihat mengeluarkan sesuatu dari sana, sebuah kotak yang berukulan kecil.


“ Sayang.” Pangil nya.


“ Iya Bang.” Annisa menoleh.


“ Hmm?” Terlihat ekspresi bingung dari wajah Annisa.


Sementara Rafka kini mulai kembali meraih tangan Annisa.


Abang mau apa?


Gumam nya.


Di buka nya kotak kecil yang ada di tangan nya. Sehingga kini tampak jelas sebuah cincin dengan batu permata


yang berkilau indah di mata Annisa.


Hah, cincin? Indah sekali.


Terlihat keharuan di wajah Annisa.


Sementara itu Rafka kini mulai memakaikan-nya di jari manis Annisa.


“ Semoga kamu suka ya.” Kata nya sembari tersenyum manis.


Annisa menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya. Rasa bahagia tampak tergambar dari raut wajah nya, sungguh ia tak menyangka akan di perlakukan seperti ini oleh suaminya. Dipakaikan sebuah cincin di jari manis nya dengn tangan suaminya sendiri.


Annisa sungguh tak dapat berkata apa-apa. Seketika ia menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Rafka, memeluk dada bidang milik nya, tersenyum sembari menutup kedua matanya.

__ADS_1


“ Apa kamu suka?” Tanya Rafka sembari membalas pelukan itu.


“ Hmm-hmm, suka.” Di anggukkan-nya kepalanya secara perlahan.


“ Baguslah kalau begitu.” Kata Rafka.


“ Cincin ini sangat berkilau, sungguh indah.” Ujar Annisa yang kini masih memeluk Rafka.


“ Tentu saja, aku memesan nya khusus untukmu.” Kata Rafka.


“ Benarkah? Pasti mahal ya?” Tanya Annisa sembari menengadah keatas melihat wajah suaminya.


“ Enggak kok Cuma 1 Milyar.” Kata Rafka.


Seketika Annisa terkejut.


“ Hah! Apa!” Seru Annisa.


Dilihat nya lagi kearah cincin yang baru di pakai-kan Rafka kepadanya. Tidak terlalu besar, namun terbilang sangat cantik dengan batu bermata putih yang berkilau indah.


Apa Abang tidak salah membeliku cincin dengan harga selangit seperti ini?


Diliriknya lagi kearah suaminya.


“ Apa Abang tidak merasa sayang menghabiskan banyak uang hanya untuk sebuah cincin?” Tanya Annisa yang kini kembali menengadah keatas menatap wajah suaminya.


“ Tidak ada kata sayang, selagi itu untukmu. Meskipun itu seharga dengan diriku, tetap akan aku beri asalkan kamu bahagia.” Ujar Rafka.


Di peluk nya lagi tubuh kekar milik Rafka itu oleh Annisa. Dengan posisi menyenderkan kepalanya disana.


“ Sungguh Nisa nggak bisa bilang apa-apa lagi dan juga tidak bisa membalas atas hadiah yang Abang berikan hari


ini. Semua ini sungguh sangat diluar ekspetasi Nisa.” Kata Annia. “ Di cintai oleh Abang saja sudah membuat Nisa merasa senang, di tambah lagi cincin yang Abang berikan ini.” Ujar nya lagi.


“ Jika kamu mau berterima kasih kepadaku, sini aku bisikkan.” Ujar Rafka.


Ia lantas mendekatkan bibirnya kearah telinga Annisa.


“ Cium aku, maka aku akan merasa sangat senang dengan itu.” Ucapnya setengah berbisik.


Entah mengapa, seketika sontak Annisa lompat kearah Rafka, meraih pundaknya lalu mencium pipinya dengan mesra.



BERSAMBUNG


Assalamu'alaikum semua.


Hari ini kita berjumpa lagi dengan pasangan Rafka dan Annisa.🤗 Berhubung banyak yang meminta visual nya mereka berdua. Maka pada kesempatan kali ini Ra menyertakan gambarnya. Seperti yang kalian lihat diatas👆 begitulah kira-kira gambaran Annisa dan Rafka dalam bayangan Ra. Jika kalian bagaimana? Adakah yang sama gambaran nya seperti Ra?😁 Semoga kalian semua tidak pernah bosan dengan cerita Ra ya. Happy reading 💓💓

__ADS_1


__ADS_2