Penguasa Dejavu

Penguasa Dejavu
11. Penyelamatan Putri Yun Shu


__ADS_3

Siang itu Clarisa menjelaskan rencananya pada Hyunjin dan Hao. Mendengar rencana Clarisa, awalnya membuat Hyunjin khawatir, karena Clarisa akan menjadi umpan penyusupan untuk mengalihkan. Tapi mau tidak mau Hyunjin harus menerima rencana itu. Karena menurut Clarisa itu adalah rencana yang sangat bagus dan jauh dari kata kegagalan.


Selesai merencanakan Clarisa izin pergi sebentar keluar perbatasan kota. Dia yakin hari ini pasti kiriman dari pusat kota Ling-Ling akan datang berkunjung ke keluarga Yin. Keluarga Yin dan pusat kota melakukan transaksi keuangan yang sangat besar, tak jarang banyak kelaparan besar-besaran di kota Melodi karena rencana mereka. Alasan mereka pada rakyat adalah kota Melodi banyak berhutang pada pusat kota, tapi tidak ada yang tahu hutang apa.


Setiap seminggu sekali akan ada prajurit Alpa kiriman pasukan baru Yin dan pusat kota untuk menagih uang pajak, warga harus membayar 5 keping emas. Jika tidak terpaksa barang berharga mereka akan di sita, atau anak mereka yang akan dijadikan budak. Banyak warga yang mengeluh, mereka tak tahu hutang apa kota melodi lakukan hingga perminggu harus membayar 5 keping emas. Lagi itu banyak warga yang ingin pindah tapi tidak bisa, jika ada yang pindah maka mereka dianggap pengkhianat dan harus dihukum mati. Sedangkan kota dan dusun lain sengaja diperangi prajurit Alpa supaya mereka pindah ke kota Melodi dan membayar pajak walau mereka tidak keterlibatan apapun.


Di jalan luar kota melodi, Clarisa melihat 2 orang berpakaian jirah menunggang kuda. Mereka adalah Yuanxhi wanita pendekar muda dan Ying Lan pendekar pria muda. Mereka baru 2 tahun menjadi pendekar di pusat kota dan ditugaskan untuk mengambil uang pajak di kediaman Yin.


Clarisa melempar 1 batu krikil pada Ying Lan, tidak sempat dihindari krikil itu mengenai dahi Ying Lan hingga tewas. Yuanxhi yang terkejut melihat temannya tewas segera waspada.


Kini Clarisa keluar dari persembunyiannya, dia tidak perlu khawatir untuk menyerang Yuanxhi secara terang-terangan. Sebenarnya dia bisa saja membunuh Yuanxhi dari jarak jauh, tapi dia butuh informasi dari Yuanxhi. Yuanxhi menatap Clarisa waspada, dia yakin wanita di depannya ini adalah pendekar tingkat tinggi.


"Siapa kau!? Kenapa kau menyerang temanku!?" Yuanxhi turun dari kudanya seraya mengarahkan senjata pedangnya pada Clarisa.


Clarisa tertawa menakutkan, matanya menatap tajam pada Yuanxhi. "Aku? Aku adalah dewi kematianmu! Tugasku harus melenyapkan pasukan Alpa yang dibentuk bangsawan Yin dan pusat kota," jawab Clarisa.


Yuanxhi mengerutkan dahinya. "Dari mana kau tahu tentang pasukan Alpa?"


"Kau tidak perlu tahu aku tahu dari mana? Yang jelas aku mungkin membebaskanmu tapi dengan syarat berikan aku informasi tentang pusat kota dan apa yang kalian rencanakan dengan bangsawan Yin."


"Ck! Sampai matipun tidak akan kuberitahu! Bahkan kau belum pernah melawanku lalu mengapa kau harus mengaku sebagai malaikat mautku? Bukankah aku malaikat mautmu!?"


Ekspresi Clarisa yang tadinya tersenyum kini beruba datar dan menakutkan, dia tidak perlu menggunakan Shiki untuk menghabisi wanita di depannya.


"Apa kau tahu tentang dewi kematian yang sempat dikucilkan raja Zero? Apa kau tahu dia sekarang sudah bebas berkeliaran tanpa sepengetahuan raja. Hhmm ... anggap saja kau adalah korban kedua dari dewi kematian saat ini."


Seketika Yuanxhi bergetar hebat, pedang yang digenggamnya terjatuh dari tangannya. Lututnya tak kuasa untuk kokoh berdiri, ada sesuatu yang menekan kedua bahunya. Clarisa berjalan pelan menghampiri Yuanxhi yang bergetar ketakutan.


"De-dewi tolong jangan bunuh aku, aku masih punya adik kecil yang harus dijaga. Aku dan adikku adalah yatim piatu, apa kau tegah meregut nyawa anak yatim piatu?" Yuanxhi semakin bergetar saat Clarisa mengambil pedangnya yang terjatuh lalu meletakkan di leher Yuanxhi.

__ADS_1


"Kasihan? Lalu bagaimana denganmu? Pasukan kalian hampir setiap hari memerangi dusun lemah dan harus menyruh mereka migrasi ke kota Melodi. Di sana kalian malah memeras keuangan mereka yang memang sudah sangat susah, bahkan tak segan kalian memenggal kepala mereka atau menggambil anak mereka untuk dijual dijadikan budak! Lalu kau bertanya tetang kasihan? Lihat berapa banyak anak yang harus menjadi yatim piatu? Berapa banyak gadis yang harus kehilangan kehormatan? Berapa banyak pemuda yang menjadi budak?" Clarisa membalikkan keadaan.


Yuanxhi terdiam seribu bahasa, dia tidak tahu harus membalas apa lagi. "Aku mungkin akan berbaik hati membebaskanmu jika kau membocorkan semua rencana pusat kota dengan kota Melodi?" ujar Clarisa semakin menekan pedang di genggamannya hingga leher belakang Yuanxhi perlahan mulai berdarah.


Akhirnya Yuanxhi menceritakan semua kebusukan pusat kota dan wali kota Melodi yang dipimpin oleh Feng Yin selaku ketua dalam bangsawan Yin. Mendengar semua yang Yuanxhi ucapkan membuat Clarisa geram.


"Dewi aku sudah membocorkan semua, bisakah aku pergi sekarang?"


Mata iris merah Clarisa membulat, ada naluri membunuh yang hebat mengalir di darahnya saat ini. "Aku bilang tadi mungkin? Tapi setelah mendengar semua, membebaskanmu hanya akan menambah masalah jadi lebih baik kau mati saja!"


"Ta-tapi dewi aku dan adikku seo-"


Belum sempat Yuanxhi menyelesaikan ucapannya kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya. Jika saja ada Hyunjin di sini, mungkin saja dia tidak akan jadi membunuh karena dicegat Hyunjin. Menurut Clarisa, jika berbahaya maka harus dilenyapkan sebelum menjadi masalah besar.


"Yuanxhi aku juga anak yatim, ibuku sudah meninggal! Aku juga tidak tahu apa ibuku senang aku seperti ini apa tidak?" Clarisa menatap kepala Yuanxhi yang tergeletak di tanah.


Sorenya mereka bergegas berjalan menuju kediaman Yin. Sepanjang jalan banyak yang menatap aneh pada mereka, dikarenakan mereka menutup wajah mereka dengan jubah, terlebih ada serigala di dekat mereka. Banyak orang mengira mereka adalah para kesatria Ling-Ling yang bertugas memeriksa keadaan kota Melodi.


Sesuai dengan rencana mereka, Clarisa pergi ke gerbang di rumah kediaman bangsawan Yin. Ada 4 pengawal berbadan besar yang menjaga, Clarisa melihatkan logo perjanjian sebagai bukti bahwa dia adalah kesatria kiriman pusat kota Ling-Ling untuk bertemu dengan keluarga bangsawan Yin. Setelah diizinkan masuk, Clarisa di bawa menuju ruang percakapan pribadi di kediaman Yin.


Hyunjin dan Hao mulai menyusup dari tembok belakang. Tak lupa pedang Pasai Naga Hyunjin bawa untuk berjaga-jaga, tapi Hyunjin pastikan dia akan memakai pedang itu saat sangat darurat. Karena Hyunjin belum yakin apa dia mampu memakai pedang itu apa tidak?


Di meja panjang berwarna merah, Clarisa dipersilakan duduk. Hampir seluru keluarga Yin ada dalam ruangan itu, Clarisa tersenyum kecil semua rencananya akan berhasil. Feng Yin selaku penguasa asli keluarga Yin menyambut Clarisa dengan suka cita.


"Apakah anda nona Yuanxhi? Kiriman dari pusat kota Ling-Ling."


"Iya ketua Feng Yun, saya Yuanxhi diperintahkan menanyakan kabar pajak." Clarisa yang menyamar menjadi Yuanxhi menunduk, untuk saat ini dia mau menutupi identitas aslinya. Clarisa tahu bahwa keluarga Yin sangat mengenal kerajaan Zero terutama dirinya.


Feng Yin terkekeh, diletakkannya tangannya di meja untuk menopang dagunya. "Kota Melodi sudah sangat sesuai dengan apa yang kita harapkan. Uang pajak sudah banyak, gadis-gadis untuk dijual juga ada, kau boleh membawa mereka. Uang pajaknya sudah aku siapkan dalam 5 peti untuk pusat kota, sesuai perjanjian kita semua hasil dibagi rata," jelas Feng Yin.

__ADS_1


Clarisa manggut-manggut paham. "Tapi ketua Feng Yin, bukannya aku akan diburu prampok jika membawa uang sebanyak itu?"


"Akan kupastikan tidak akan ada perampok yang akan mengikutimu nona Yuanxhi."


Yin Xeiyu memperhatikan Yuanxhi secara detail, postur tubuh Yuanxhi seperti tidak asing baginya. Begitu juga Cheng Yin, Yin Lu, dan Xiao Yin saudara dan saudari Yin Xieyu. Mereka tetap waspada pada Yuanxhi yang tak lain Clarisa.


"Jika seperti itu baiklah. Tapi ketua Feng Yin ada yang saya ingin sampaikan, ini berkaitan dengan kutukan yang baru saja beredar." Clarisa mengangkat sedikit wajahnya, kali ini dia berani menatap Feng Yin sangat tajam.


"Kutukan?" Cheng Yin selaku anak tertua dari Feng Yin angkat bicara.


"Kutukan apa yang kau maksud nona Yuanxhi? Baru kali ini aku mendengarnya." Feng Yin tertarik dengan kutukan yang dibahas Yuanxhi.


Yuanxhi menarik senyum dingin, matanya masih tidak lepas menatap Feng Yin. Feng Yin merasakan ada tatapan ingin membunuh dari Yuanxhi.


"Begini ketua, akhir-akhir ini aku mendengar salah seorang warga mengatakan bahwa organisasi kita akan musnah! Bahkan mereka mengatakan bangsawan Yin akan lenyap dari dunia dan pemerintah pusat kota akan di hukum atas tindakan ini, Bukankah kita harus waspada?"


Yin Xieyu bersama kakak tertuanya tertawa lantang. Sedangakan Feng Yin hanya terkekeh merasa lucu dengan cerita Yuanxhi.


"Nona Yuanxhi, aku tidak pikir nona ternyata terlalu bodoh," Yin Lu anak ke 2 dari Fang Yin merendahkan Yuanxhi.


Yuanxhi hanya menggeleng pelan. "Putru Yin Lu, justru dirimulah yang terlalu bodoh! Bukannya kalian akan dilenyapkan, kenapa malah tertawa?" Yuanxhi membalas Yin Lu seraya melempar pandangan tajam.


Gubrak ....


Xiao Yin anak ke 3 Feng Yin memukul meja dengan keras membuat semua terkejut tapi tidak dengan Yuanxhi. Tatapan Xiao Yin sangat marah pada Yuanxhi, dia tidak akan tinggal diam jika keluarganya dihina, apalagi mereka adalah keturunan bangsawan.


"Nona Yuanxhi jangan asal bicara, apa anda tidak tahu sedang berbicara dengan siapa?" Chen Yin memperingati Yuanxhi agar berhati-hati dengan ucapannya.


Kali ini Yuanxhi yang tertawa lantang memenuhi ruangan, mereka semua menatap bingung dan marah pada Yuanxhi. "Kalian juga harus berhati-hati dengan siapa kalian berbicara saat ini?"

__ADS_1


__ADS_2