
"Apa kau tidak ingin menolongnya?"
Hyunjin terkejut, tiba-tiba saja suara perempuan muncul dari belakang telinganya. Suara perempuan yang begitu dingin namun terkesan seksi. Terlebih lagi ada hebusan nafas yang menjalar di leher Hyunjin, membuat Hyunjin merinding seketika.
Hyunjin menatap ke belakang, tampak seorang wanita bertopi dan bergaun serbah hitam sedang tersenyum padanya. Dilihat dari usianya, gadis itu berumur sekitaran 13 atau 14 tahun. Dia sangat cantik, tapi anehnya dia melayang di udara. Kakinya tidak menyentuh lantai. Mungkin dia memakai teknik jurus melayang di udara pikir Hyunjin.
"Apa maksudmu?" tanya Hyunjin.
Gadis mendekati Hyunjin dan tersenyum.
"Aku Mirabela, putri dari Benteng Kincir Angin." Gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Aku tidak menyuruhmu memperkenalkan diri!" seru Hyunjin.
"Hahaha ... baiklah. Maafkan aku, tapi yang penting sekarang, apa kau tidak ingin membantunya? Tidak lama lagi dia akan dikuasai, akan sangat sulit melawannya jika sudah dikuasai." Mirabela menunjuk Clarisa yang masih meraung bahkan berjalan seperti seekor singa.
Terlihat dari jendela, Clarisa sendang melompat dari pohon ke pohon, bahkan ke tembok untuk menghindari serangan dari Tang Zhou dan pendekar lain.
"Aku tidak bisa membantu apapun, aku yakin Kaisar Tang bisa melawannya. Kalaupun aku membantu, aku yakin aku hanya merepotkan mereka," gumam Hyunjin.
Mirabela tersenyum lagi melihat wajah tampan Hyunjin yang lumayan dekat. Mereka berdua berdiri bersampingan. "Aku tidak yakin Kaisar Tang bisa melawannya? Setahuku hanya Daimont dan Biksu Tong yang bisa menjinakkan hewan itu."
Sontak Hyunjin menoleh ke samping dan melihat Mirabela bingung. Maksud Mirabela menyebut Daimont apa? Pikir Hyunjin.
"Kau pasti bertanya kenapa aku menyebut nama Daimont? Itu karena Daimont yang menyegel hewan itu di tubuh Clarisa untuk percobaannya kloningnya."
Mirabela menceritakan semua tentang Haci secara singkat dan jelas. Hyunjin yang mendengar, awalnya tidak percaya. Namun melihat kondisi Clarisa saat ini, memaksanya harus percaya dengan cerita Mirabela.
"Kau tahu aku tertarik dengan mata indahmu, karena tidak semua orang bisa melihatku seperti kau melihatku sekarang," ujar Mirabela sambil tersenyum manis pada Hyunjin.
Hyunjin mengerutkan kening namun tidak bertanya maksud dari ucapan gadis itu. Yang terpenting sekarang ialah Hyunjin harus bisa menemukan kelemahan Clarisa agar bisa menundukkannya.
"Tapi aku juga tidak yakin kau bisa melawannya. Akan mudah mengalahkanya jika kau bisa bertemu langsung dengan hewan di dalam tubuhnya."
Mirabela membuat Hyunjin semakin tidak konsentrasi, apalagi Mirabela terus mengoceh tentang ini dan itu, membuat Hyunjin susah untuk berpikir.
"Jika kau tidak bisa diam, akan kujahit mulut!" Hyunjin membentak Mirabela bahkan menatap Mirabela melotot. Sebegitu marahnya Hyunjin? Akhir-akhir ini emosi Hyunjin tidak stabil. Padahal di usia muda kurangi emosi untuk kebaikan tubuh dan otak.
"Yaya ... semangat berpikir. Aku pamit pergi! Tapi saranku kau harus cepat bertindak, jika tidak bencana besar akan terjadi."
__ADS_1
Mirabela langsung menghilang dari hadapan Hyunjin membuat Hyunjin terkejut, bahkan dia berpikir bahwa Mirabela itu hantu. Tapi anehnya, baru kali ini Hyunjin melihat hantu di dunia Fantasi. Apalagi hantu itu cantik, tidak seram seperti di film-film yang pernah Hyunjin tonton.
*****
Kaisar Tang terus melawan Haci dengan sekuat kemampuannya. Tapi percuma, ekor milik Clarisa seperti menyedot semua serang yang mereka luncurkan. Membuat beberapa pendekar sudah kehabisan tenaga untuk menyerang.
Kaisar Tang mengeluarkan kertas berwarna merah yang bertulis kata bahasa kuno. Dengan kecepatan penuh Kaisar Tang menempelkan 2 kertas itu pada 2 ekor Clarisa.
2 ekor spontan berhenti bergerak setelah 2 kertas itu menempel. Clarisa meraung lagi, dan melompati Kaisar Tang seperti singa ganas nan liar yang kelaparan.
Kaisar Tang salto mundur beberapa kali, berusaha menghidari Clarisa. Namun pada lompatan terakhir, Clarisa berhasil memukul perut Kaisar Tang dengan kuat. Membuat Kaisar Tang terpental 50 meter ke belakang.
Ekor baru keluar lagi, membuat aurah penyelimut Clarisa sempurna. Ekor itu juga melepas 2 kertas dari ekor lainnya.
"Aarrggg!!!"
Raungan yang lebih besar menggema hingga ke langit, membuat bangunan di sekitarnya bergetar. Bahkan hewan-hewan di hutan berlari tak tentu arah. Burung-burung berterbangan keluar hutan, seolah raungan tadi memberi mereka peringatan untuk menjauh sejauh mungkin.
"Uhuk ... uhuk." Kaisar Tang terbatuk darah dari mulutnya. Sebagian organ tubuh rusak parah, 5 tulang rusuknya juga patah. Pukulan Clarisa tadi sangat kuat dari 1000 pukulan pendekar tingkat kelas 1.
Kaisar Tang keluar dari rubuhan bangunan yang menimbunnya. Walaupun sudah terluka parah, Kaisar Tang masih bisa melakukan beberapa jurus.
Terlihat Clarisa tengah mencakar-cakar tubuh prajurit dan mengoyaknya hingga tak bentuk lagi. Satu persatu Clarisa memisahkan tangan dari tubuh prajurit itu dan melahap perlahan tangannya. Seakan Clarisa ingin menikmati rasa santapannya. Setelah ke dua tangan, sekarang kakinya lagi. Clarisa menarik kaki prajurit itu hingga lepas, dan langsung memakannya begitu rakus.
Singa itu terlihat sangat kelaparan!
Kaisar Tang mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya. Ini adalah kotak penyegel terakhir yang Kaisar Tang miliki. Kotak penyengel ini milik tetua Chao dari perguruan Puncak Awan. Ini bukan kotak penyegel biasa, bila sudah tersegel jangan harap bisa keluar lagi. Selamanya akan terkurung di dalam kotak penyegel itu.
Sebenarnya ini adalah pilihan berat, namun tidak ada pilihan lain lagi. Jika dibiarkan saja, Clarisa akan menjadi bentuk Haci yang sempurna, dan akan mengacau seisi dunia. Kaisar Tang tak habis pikir, dari mana Daimont bisa menemukan hewan seliar Haci. Terlebih Haci memiliki kekuatan yang besar, seperti siluman tingkat suci atau Dewa.
*****
"Haci! Tunggu apalagi! Habisi mereka semua!" Jing Kun datang ke ruang dimensi pengurung Haci.
Raung hampa berwarna merah. Hanya ada penjara besar dan 10 lantai. 5 rantai mengikat 5 ekor Haci, dan 4 rantai lain mengikat ke dua kaki serta tangan Haci. 1 rantai paling besar mengikat leher Haci.
Hewan itu menatap marah kepada Jing Kun yang terus mendesaknya dengan segel di dahinya. Andai saja Haci tidak terbelit rantai itu, sudaj pasti dia sudah memakan Jing Kun saat itu juga.
Jing Kun menatap kesal pada Haci yang hanya diam tak menuruti perintahnya. "Baiklah! Kau yang memaksaku Haci!"
__ADS_1
Jing Kun menggerakkan tangannya tidak jelas, mulutnya komat-kamit membaca mantra yang berbeda dari sebelumnya. Tak lama setelah membaca mantra itu, Haci meraung keras, sangat keras. Membuat penjara pengurungnya terbuka.
Bahkan raungan besar itu membuat Jing Kun termundur 5 meter. Jing Kun semakin memperkuat segelnya, membuat Haci semakin meraung kesakitan. Segel di dahi Haci bersinar terang, semakin bersinar semakin Haci meraung.
1 rantai pembelit ekor Haci putus karena Haci merontah-rontah tidak jelas.
"Bagus Haci! Lakukan terus! Biarlah kekuatanmu bebas!"
Jing Kun menyeringai melihat 1 rantai emas yang mengikat ekor Haci putus, itu tandanya Haci akan bebas. Tinggal 9 rantai lagi maka Haci akan bebas secara sempurna.
"Aaarggg!!!"
Haci terus meraung kesakitan. Segel di dahinya terus memaksa Haci untuk meraung dan membuatnya gila. Segel itu terasa sangat panas, ditambah lagi seperti ada ribuan pedang menancap di seluruh tubuh Haci yang besar. Haci memang memiliki ukuran yang sangat besar, jika Haci keluar dari tubuh Clarisa, maka tubuh besarnya akan menindih seluruh bangunan Kekaisaran Tang.
Di atas Haci, ada 1 roh yang melayang. Dia adalah roh Clarisa yang tidak sadarkan diri. Karena Haci sudah berhasil menguasahi seluruh tubuh Clarisa, tapi tinggal hati Clarisa yang belum digerogoti Haci.
Di roh Clarisa ada sebuah tali kehidupan dalam berwarna biru yang berbetuk seperti tali pusar anak bayi. Tali itu menempel pada pusat Clarisa dan pusat Haci yang saling menghubungkan. Jika tali itu putus maka Clarisa akan terkuasahi secara penuh dan Clarisa akan mati karena rohnya akan terserap secara penuh ke dalam jiwa Haci.
Namun tali itu tidak bisa putus dengan apapun, terkecuali Haci sudah bebas dari segel rantainya. Itu 'pun jika Haci hilang kendali, Haci tidak akan pernah memakan Clarisa karena sudah menganggap Clarisa sebagai sahabatnya.
"Aarrggg!!!"
1 rantai pengikat ekor Haci putus, membuat Jing Kun semakin bersemangat dan tidak sabar melihat kebebasan Haci. Perlahan juga mata Haci mulai memerah, pertanda aurah jahat segel Jing Kun mulai merasuki Haci. Namun Haci memberontak melawan aurah jahat itu.
Jing Kun semakin kesal melihat ada penolakan dari Haci, sangat jelas Haci tidak ingin dikendalikan oleh Jing Kun. Kali ini Jing Kun mengeluarkan jurus lain, tangan Jing Kun mengelurakan tombak hitam yang amat panjang dan besar.
"Haci! Kau tahukan ini apa? Jika kau tidak menurut maka tombak ini akan menancap di tubuhmu!"
"Aku tidak menyangkah ada mahluk yang lebih licik dan jahat dari Daimont di dunia ini!" ucap Haci lemah. Suaranya terdengar berat seperti suara pria.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1