
Hyunjin terus mundur menghindari 5 pendekar di hadapannya. Otak Hyunjin berpikir keras untuk menghadapi 5 pendekar di hadapannya.
"Guzou! Kau tidak berhak memiliki anak itu!" Jhu menentang pemikiran Guzou. Walaupun sekarang pedang Jhu sudah patah, Jhu masih bisa menggunakan pedang musuhnya yang telah tewas.
"Kekaisaran pun juga sama! Aku tahu anak itu bukan rakyat Kekaisaran Tang," balas Guzou.
Jhu berusaha menahan tombak Guzou tapi percuma, kualitas pedang anggota Rantai Neraka kualitas tidak terlalu bagus, mungkin 2 atau 3 kali membunuh maka pedangnya akan tumpul.
Berbeda dengan senjata Guzou yang merupakan senjata pusaka angin. Tentunya senjata yang digunakan Jhu tidak bisa bertahan lama, terlebih Guzou menggunakan jurus Angin Pelindung pada tombaknya.
Prang ....
Pedang pertahanan Jhu patah, Jhu sedikit terkejut karena pemikirannya pedang ini akan bisa menahan beberapa menit dan ternyata belum semenit pedangnnya sudah patah. Segera Jhu melompat ke belakang dan mendarat sedikit buncang karena tenaga dalamnya sudah tidak banyak, apa lagi banyaknya luka di sekujur tubuh Jhu dan organ dalam Jhu juga mulai rusak.
"Hahaha!!!" Guzou tertawa lantang melihat Jhu mulai panik, Guzou tahu Jhu tidak akan bisa bertahan lama lagi, mungkin beberapa menit Jhu akan tumbang dengan sendirinya karena Jhu sudah terluka parah. Kembali lagi Guzou menyerang dengan cepat agar ia lekas menghabisi Jhu.
Tidak ada pilihan lain, Jhu segera mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dan langsung menelannya, walau ini pilihan berat Jhu sudah tidak ada pilihan lain lagi. Jhu dengan cepat mengambil pedang lain yang tergeletak dan juga maju menyerang.
'Tidak masalah aku mati di sini, tapi paling tidak anak kecil itu bisa membawa gulungan rahasia ini ke Kekaisaran.'
Traang ...
Triiing ...
Suarah senjata saling bergesekan. Mata Guzou membulat, ada sesuatu yang aneh pada Jhu. Jhu menjadi semakin kuat dan Guzou tidak tahu karena apa.
'Apa-apaan dengan Jhu? Kenapa dia semakin kuat?"
Guzou melompat mundur, nafasnya tersegal-segal karena beradu gerakan cepat dengan Jhu. Tentunya Guzou kalah cepat dengan Jhu karena kaki kirinya sedang tidak dalam kondisi prima.
Samar-samar hingga jelas muncul garis merah yang membentuk garis panjang yang mulai memenuhi sebagian wajah hingga tubuh bagian kiri Jhu. Ada perubahan dari Jhu setelah memakan pil merah tadi.
"Tidak salah lagi! Dia memakan pil Mawar Api. Pil kutukan yang pernah Kaisar Tang konsumsi." Guzou meningkatkan kewaspadaannya, jika tidak hati-hati Guzou sendiri yang akan terbunuh. Guzou tahu pil Mawar Api ada salah satu dari 5 pil terkuat di dunia.
Pandangan Jhu mulai menggelap terang, pil Mawar Api berusaha mengambil kuasa pada dirinya. Pil Mawar Api bukanlah pil sembarangan yang bisa dikonsumsi semua orang, pil ini memiliki cara khusus untuk mengonsumsinya, jika tidak memiliki kekuatan dalam yang besar untuk mengendalikannya maka pil ini akan mengambil alih tubuh yang memakannya.
Pil Mawar Merah adalah pil ciptaan Biksu Tong, biksu yang paling terkenal dalam membuat pil. Tidak jarang kuil Sakura banyak memiliki murid yang menganut pengajarannya. Biksu Tong berhasil menciptakan 5 pil terkuat yang menjadi incaran semua para pendekar licik. Tapi walaupun seperti itu, belum pernah ada yang berani makan pil Mawar Api setelah kejadiaan Kaisar Tang yang mencobanya.
Kaisar Tang pernah hampir kehilangan kendali saat mencoba pil Mawar Api, bahkan Kaisar Tang berhasil menghancurkan 2 bukit dengan kekuatan pil Mawar Api. Tapi karena Kaisar Tang memiliki kekuatan yang banyak, jadi Kaisar Tang bisa mengendalikannya setengah sadar. Dan Jhu adalah orang kedua yang mencoba pil Mawar Api.
'Pil ini!? Dia berusaha mengambil alih tubuhku!'
Jhu menggelengkan kepalanya seraya memukul-mukul kepalanya dengan sebelah tangannya. Jhu berusaha mengendalikan dirinya agar pil Mawar Api tidak menguasainya.
'Paling tidak aku harus bisa bertahan sampai bisa melenyapkan Guzou.'
*****
Kaki Hyunjin meninjak sejata pedang milik pendekar Rantai Neraka. Dengan cepat Hyunjin meninjak gagang pedang itu dan pedang itupun melayang ke udara lalu jatuh di tangan Hyunjin.
"Anak ini bisa belah diri?" 5 pendekar yang hendak menangkap Hyunjin menghentikan langkah kakinya.
"Aku saja belum mahir melakukan gerakan tadi!" sahut pendekar yang lain.
__ADS_1
Hyunjin berdecak kesal, walaupun dia bisa melakukan gerakan tadi belum tentu dia mahir menggunakan pedang ini dengan gesit terlebih tubunya yang kurus kerempengan, bisa-bisa tubuhnya malah melayang sejadi-jadinya tak tentu arah.
"Tidak ada pilihan lain, kita juga harus memakai kekerasan." Pendekar yang lain menimpali Hyunjin. 5 pendekar ini tahu walaupun Hyunjin bisa melakukan gerakan tadi belum tentu dia bisa gesit dalam bermain pedang.
'Paling tidak aku pernah diajarkan Xaochi beberapa jurus paling mudah dalam samurai. Aku bisa menggunakannya untuk saat ini. Walau kemungkinan kecil bisa memenangkannya!'
Mata Hyunjin mengintimidasi 5 musuh di depannya. Tangannya sudah siap dalam posisi kuda-kuda samurai. Walau Hyunjin kerempeng paling tidak dia masih bisa menggunakan beberapa jurus.
"Kuda-kuda samurai? Apa anak ini dari Gunung Elang Samurai? Kuda-kudanya lumayan juga." Salah satu pendekar berdecak kagum melihat posisi kuda-kuda Hyunjin lumayan sempurna.
"Anak kerempeng! Kau tidak akan bisa melawan kami berlima, menyerahlah."
"Kuda-kudamu masih buruk!"
'Kenapa mereka banyak sekali berkomentar? Mereka Pendekar apa Netijen?' Hyunjin kesal pada 5 pendekar karena terus mengomen posisi kuda-kudanya.
Hyunjin paham posisinya sekarang memang belum dikatakan posisi aman. Tapi Hyunjin bisa membunuh 1 atau 2 pendekar di hadapannya dengan sekali tusukan. Tubuhnya yang kurus bukan berarti membuat gerakannya menjadi lamba.
"Majulah! Tidak perlu banyak bicara! Aku tidak akan segan membunuh kalian." Hyunjin berseru berusaha menakuti 5 pendekar di hadapannya.
*****
'Sialan! Jhu semakin kuat dalam tiap menit!'
Guzou mulai kelelahan, nafasnya semakin tersegal-segal, bahkan tubuhnya sudah banyak menerima luka pedang dari Jhu.
Jhu melempar pedangnya kelantai dan mengganti pedang lain lagi karena pedangnya sudah tumpul, mungkin sekali bentrokan dengan tombak Guzou pedang itu akan patah. Jhu mulai terlihat tenang, Jhu berhasil mengendalikan sebagian tubuhnya.
Jhu berlari secepat kilat pada Guzou, kali ini Jhu menggunakan seluruh kekuatan tenaga dalamnya untuk menghabisi Guzou dalam sekali tebasan. Guzou meludah kesal, segera dia mengambil posisi pertahan untuk menangkis pukulan pedang Jhu.
Jhu dan Guzou saling bertahan. Mereka saling beradu kuat dalam pertahanan senjata. Lagi-lagi Jhu menggelengkan kepalanya, pil Mawar Api masih berusaha mengambil alih tubuhnya. Perlahan mata kiri Jhu berubah warna menjadi merah pekat tidak ada bola warna hitam, dan mata sebelahnya masih berwarna hitam dan putih. Pil Mawar Api sudah berhasil mengambil sebelah raganya secara keseluruhan.
Pelan-pelan pedang Jhu mulai dialiri api yang mulai menyelimuti. Jhu merapatkan giginya, pil Mawar Api semakin memberontak di dalam tubuhnya.
Keringat Guzou mulai bercucuran karena panasnya api dari pedang Jhu. Walau tombak Guzou dialiri Pelindung Angin itu malah menambah kekuatan pedang Jhu, karena pada dasarnya angin dan api adalah kelompok yang kompak jika digabungkan.
Jhu melompat kembali melompat mundur, bukan karena kalah kekuatan tapi karena dirinya mulai tak kuasa menahan pil Mawar Api.
"Aarrgg!" Jhu berteriak histeris membuat penginapan ini bergetar hebat, beberapa tiang penyangga jatuh ke tanah.
Mata kanan Jhu mulai berubah warna menjadi merah, sekarang Jhu sudah dikuasi pil Mawar Api secara keseluruhan. Sejenak Jhu terdiam setelah berhasil dikuasahi pil Mawar Api dan tak lama dia mulai tertawa lantang yang sangat mengerikan. Tubuh Jhu secara keseluruhan mulai berubah berwarna merah dan menjadi jauh lebih kekar dari sebelumnya.
"Dia sudah dikuasahi! Ini berbahaya, tetua sekalipun akan sulit melawannya. Darimana Jhu mendapatkan pil itu?" Guzou berdecak kesal, sekarang keadaan sudah terbalik. Jhu bisa saja menghabisi nyawa Guzou dengan cepat. Tidak hanya Guzou, Jhu bisa juga menghabisi 1 desa ini jika tidak bisa mengendalikannya.
Hyunjin memalingkan pandangannya pada Jhu, Hyunjin terkejut melihat Jhu sudah sangat berubah. Sekarang penampilan Jhu sudah jauh berbeda, orang terdekatnya pun akan sulit mengenali Jhu.
"Apa yang terjadi dengan Paman?" tanya Hyunjin.
Hyunjin melempar pedang yang sudah tumpul karena membunuh 2 pendekar di hadapannya. Walaupun Hyunjin berhasil membunuh, masih ada 3 yang tersisah dan tenaga Hyunjin sudah tinggal sangat sedikit.
3 pendekar itu juga memalingkan pandangan mereka karena suara teriakan Jhu yang keras.
'Sekarang!'
__ADS_1
Hyunjin memanfaatkan kesempatan saat musuhnya mengalihkan pandangan mereka. Hyunjin berlari dengan secepat mungkin yang dia bisa dan memberi luka pada 3 pendekar di hadapannya. Setelah berhasil, Hyunjin segera mundur dengan cepat.
Sebenarnya Hyunjin ingin menggores dada 3 pendekar itu, tapi karena tubuhnya yang pendek membuatnya sulit menjangkaunya.
3 pendekar itu memegang perut mereka yang sudah terluka, mereka tidak percaya anak kecil di depannya memanfaat alihan mereka dengan cepat. Padahal 3 pendekar itu hanya melihat Jhu dalam waktu 5 detik.
"Paling tidak kalian sudah lumpuh sebelum perut kalian pulih," ujar Hyunjin seraya tersenyum miring.
3 pendekar itu terduduk seraya memegang perutnya, mereka tidak memiliki banyak tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan pada luka mereka. Mungkin dalam beberapa menit mereka akan tewas dengan sendirinya.
Hyunjin bisa saja langsung membunuh 3 pendekar itu, tapi Hyunjin tidak sama seperti Clarisa yang seperti terobsesi dengan membunuh karena Hyunjin masih mempunyai hati nurani.
Hyunjin mengalihkan pandangannya kepada Jhu. Mata Hyunjin membelak bulat sangat terkejut. Walau gerakan Jhu sangat cepat dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi Hyunjin masih bisa melihat sekilas walau tidak jelas.
"Paman Jhu?"
Jhu berhasil memotong kepala Guzou dalam sekali tebasan, itulah yang Hyunjin lihat. Di sana Jhu tersenyum dingin setelah berhasil memisahkan kepala Guzou dari tubuhnya. Setelah itu mengalihkan pandangannya mengarah 3 pendekar yang tersisah.
Kali ini Hyunjin menganga lebar melihat 3 kepala pendekar itu terpisah dengan cepat. Bahkan Hyunjin tidak bisa melihat gerakan Jhu yang begitu cepat. Setelah memotong 3 kepala pendekar itu, Jhu mengalihkan pandangannya pada Hyunjin. Tatapan Jhu membuat Hyunjin tercengang, Hyunjin yakin pria di hadapannya memiliki hasrat ingin melenyapkannya.
"Paman?" Hyunjin bersiap dalam posisi kuda-kuda pertahanan. Pedang yang digenggam Hyunjin mengarah pada Jhu yang tersenyum mematikan pada Hyunjin.
"Aku pil Mawar Api!" jawab Jhu lantang, suara Jhu juga sudah berubah sangat berat dan dingin.
Hyunjin mengerutkan keningnya, nama pil Mawar Api sangat tidak asing bagi Hyunjin.
'Pil Mawar Api? Kenapa nama pil itu tidak asing?'
Hyunjin terdiam sejenak, dan akhirnya teringat dengan nama pil Mawar Api. Pil yang pernah Clarisa makan untuk melawan Daimont, tapi tetap saja pil itu juga tidak bisa membantu Clarisa dalam melawan Daimont. Tapi hebatnya Clarisa, dia bisa mengendalikan dirinya secara utuh saat memakan pil itu, tanpa ada rasa paksaan dari pil Mawar Api. Bahkan pil itu seperti bekerja sama dengan Clarisa dengan baik.
'Tidak mungkin, pil itu? Pil yang tidak sembarangan orang bisa memakannya. Apa Paman Jhu mengonsumsi pil itu?'
"Anak muda! Kau masih sempat berpikir padahal maut akan datang kepadamu?!" Jhu menatap dingin Hyunjin yang masih terlihat tenang.
"Ck! Kau memang kuat, tapi aku tahu kelemahanmu!" balas Hyunjin dan membalas tatapan Jhu.
Jhu tertawa lantang, dia merasa anak muda di hadapannya tengah melawak. "Anak muda, aku tidak memiliki kelemahan. Kenalkan aku, aku Iblis pil Mawar Api."
"Aku sudah tahu tentangmu! Dan kau tetap memiliki kelemahan," balas Hyunjin kesal.
"Beritahu aku apa kelemahanku? Jika kau bisa menjawabnya dengan benar maka aku tidak akan membunuhmu!" Tantang Jhu seraya menaikan sebelah alisnya dan tersenyum miring.
"Kelemahanmu? Bukan masalah berat bagiku," jawab Hyunjin seraya terkekeh. Padahal sebenarnya Hyunjin sedang bergetar hebat.
"Tidak perlu berbasa-basi anak muda! Akan kulenyapkan kau sekarang!" Jhu kesal pada Hyunjin karena masih sempat mempermainkannya.
Hyunjin masih berusaha mengatur ketenangannya, dia tidak mau kelihatan seperti ketakutan di hadapan Jhu.
Traang ....
Pedang Jhu dan Hyunjin saling bersantukan. Mata Jhu membulat, ada keterkejutan saat melihat anak muda di depannya bisa menahan hujaman pedangnya.
Komen penyemangat donk 😳😢
__ADS_1