
Hyunjin menarik tangannya, bersamaan dengan tarikan tangannya terikut sebuah kristas kecil berwarna merah darah. Setelah kristal itu keluar dari jantung prajurit Naga Hitam, kristal itu langsung melompat masuk ke tubuh Hyunjin. Hyunjin tak memberontak, karena dia tahu kristal yang masuk ke tubuhnya akan memperkuat kekuatannya.
Sama seperti yang diucapkan Linfang si Iblis Penguasa Malam. Linfang adalah nama panggilan Iblis Penguasa Malam. Linfang sempat memberitahukan kelemahan para Prajurit Naga Hitam.
"Mereka amat mudah dikalahkan, kelemahan mereka ada pada jantung mereka. Daimont membuat mereka abadi karena kristal Penguasa Malam." Linfang menjawab pertanyaan Hyunjin perihal bagaimana mengalahkan para prajurit Naga Hitam.
"Maksudnya?" Hyunjin mengerutkan dahinya masih belum paham dengan penjelasan Linfang.
"Sebelum aku masuk ke dalam pil, Daimont pernah melawanku. Dia berusaha mengambil kristal Penguasa Malam, kristal yang bisa menghidupkan jiwa yang mati dan akan sangat sulit dikalahkan selama kristal itu masih melekat pada penggunanya."
Linfang menjelaskan bahwa dia pernah bertarung dengan Daimont, tapi Linfang kalah besar dari Daimont, bahkan Linfang hampir mati karena Daimont. Dan akhirnya Daimont berhasil membawa pergi kristal Penguasa Malam yang tengah Linfang jaga selama ribuan tahun.
"Kau hanya perlu mengambil kristal itu. Dan aku akan memancing kristal itu masuk ke dalam tubuhmu agar kau bertambah kuat, tidak perlu memberontak kau akan baik-baik saja."
*****
Yun Shu mengerutkan dahinya, dia melihat sosok pemuda yang begitu mudahnya mengambil nyawa para prajurit Naga Hitam. Pemuda itu terus membunuh sambil mendekat ke penjara tempat Yun Shu terkurung bersama bangsawan wanita lain.
"Hyunjin?" Yun Shu menebak pemuda itu adalah Hyunjin, walaupun pemuda itu masih amat jauh dari Yun Shu, tapi penglihatan yang Yun Shu tajam tidak bisa diragukan.
Yun Shu berteriak sambil melambaikan tangan, Yun Shu berusaha memikat perhatian Hyunjin agar mau melepaskannya dari penjara.
Dari ke jahuan Hyunjin menatap seorang gadis tengah melambaikan tangan kepadanya, seraya berteriak memanggil namanya. Segera Hyunjin berlari secepat dia mampu, namun tercegat dengan kemunculan seorang pria yang Hyunjin sangat kenal.
"Anak muda, rupanya kau memang mau mati?" Pria itu adalah Danzo. Danzo menatap Hyunjin dengan sebelah mata, dia masih meremehkan Hyunjin karena sebelumnya dia bisa mengalahkan Hyunjin dengan mudahnya.
"Aku sudah merasakan mati, lalu buat apa merasakannya lagi?" Hyunjin menatap Danzo dingin.
Danzo sedikit bingung dengan jawaban Hyunjin tapi dia tidak akan ambil pusing untuk memikirkan hal itu.
"Baiklah, akan kubuat kau merasakannya yang ke tiga kalinya."
Danzo hendak memberikan tendangan ke leher Hyunjin tapi segera di tangkap Hyunjin dengan sebelah tangannya. Mata Danzo membulat melihat anak muda di depannya menjadi kuat tidak sama seperti sebelumnya.
Setelah Hyunjin menangkap kaki Danzo, segera Hyunjin pelanting tubuh Danzo ke tanah dengan sekuat tenaga. Danzo tidak sempat mengambil posisi mendarat, akhirnya tubuh Danzo terhentak ke tanah begitu keras.
"Anak muda kau lumayan juga," ujar Danzo sambil beranjak berdiri seraya menatap Hyunjin.
Hyunjin hanya menatap dingin ke arah Danzo, tidak berbicara lagi Hyunjin langsung menyerang Danzo dengan kecepatan penuh. Danzo pun langsung menerima serangan dan berusaha mengimbangi kecepatan Hyunjin.
Di penjara kecil itu, Yun Shu menganga lebar melihat 2 orang saling bertukar jurus dengan kecepatan penuh. Jika dilihat dengan mata biasa mereka tidak akan bisa melihat dengan jelas. Untungnya mata Yun Shu sangat tajam melihat sesuatu mau di jarak jauh ataupun dekat.
__ADS_1
Danzo menghentikan serangannya dan bergerak mundur menjauhi anak muda di depannya. Tubuh Danzo sudah banyak mendapat goresan pedang, sedangkan anak muda di depannya tampak tidak ada mendapat luka sedikitpun darinya.
'Bagaimana anak muda itu bisa menjadi kuat begitu cepat?'
Hyunjin tak bergeming, matanya masih fokus menatap dingin ingin membunuh ke arah Danzo. Seketika Hyunjin melepaskan aurah pembunuhnya, membuat nafas Danzo menjadi sesak, bahkan ingin berdiri tegap pun Danzo sulit.
'Bagaimana bisa dia memiliki aurah pembunuh yang sepakat ini?'
Lutut Danzo bergetar kuat, dia tidak sanggup berdiri tegak seperti sebelumnya. Sama juga seperti Yun Shu dan bangsawan lainnya, mereka merasa sesak nafas karena aurah pembunuh Hyunjin yang mulai menyebar begitu luas.
Hyunjin mengarahkan pedangnya ke arah Danzo, masih sama pandangan Hyunjin dingin seperti orang kerasukan. Tidak ada melihatkan belas kasih ataupun pengampunan.
Perlahan pedang Hyunjin mulai diselimuti api, api berwarna hitam dan putih. Hyunjin langsung berlari ke arah Danzo dan menebaskan pedangnya ke arah Danzo.
Danzo tidak sempat menghindar namun dia masih sanggup menahannya dengan pedangnya. Pedang Danzo juga diselimuti oleh aliran api hitam tidak ada putihnya. Seluruh tubuh Danzo mulai bercucuran keringat menahan pedang Hyunjin.
"Bagaimana mungkin kau bisa menguasa ilmu pedang Api Abadi dengan sempurna?" Danzo melirik Hyunjin geram, tangannya maju mundur menahan pedang Hyunjin.
Hyunjin tidak menjawab, dia hanya tetap fokus memperkuat tekanan pedangnya agar bisa mematahkan pedang Danzo.
"Aarrggg!!! Kau tidak akan bisa mengalahkanku!" Danzo berseru lantang.
Hyunjin terpental ke udara namun bisa mendarat dengan mudah. Hyunjin terkejut melihat sosok Danzo sudah berubah dari sebelumnya. Jubah Danzo terbakar dan berganti dengan jubah api hitam. Ke dua bola mata Danzo berubah menjadi hitam semua, rambutnya yang panjang menjadi lebih panjang dan tajam seperti duri besi.
Hyunjin mengambil posisi siap, dia akan siap menerima serangan Danzo. Tapi sebelum posisi Hyunjin sempurna, Danzo sudah datang menghantam perut Hyunjin. Membuat Hyunjin terpental masuk ke rumah yang sudah terbakar. Hyunjin tidak melihat Danzo sudah bergerak ke arahnya.
Sekarang keadaan desa Bata Putih tidak seperti desa lagi, melainkan seperti lautan api. Para prajurit Naga Hitam sudah habis membakar semua rumah penduduk desa Bata Putih bersama dengan penghuninya.
Danzo tertawa lantang, melihat anak muda itu masuk ke dalam kobaran api yang besar. Bahkan bangunan rumah itu ambruk ke tanah, Danzo yakin anak muda itu sudah mati terbakar dan tertimbun bangunan itu.
Di sisi lain Yun Shu tanpa sadar mengeluarkan air mata, entah kenapa melihat Hyunjin tertimbun kobaran api itu membuatnya sedih. Padahal Yun Shu merasa tidak ada memiliki hubungan darah apapun pada Hyunjin, atau mungkin karena dia mulai menyukai Hyunjin.
"Kau terlalu percaya diri!"
Danzo yang tadinya berjalan menuju penjara bangsawan wanita menjadi terhenti, dia membalikkan badannya dan terkejut melihat sosok anak muda keluar dari kobaran api.
*****
Hyunjin melangkahkan kakinya melewati kobaran api, matanya menatap dingin seperti sebelumnya ke arah pria yang tengah berjalan menjauh.
"Kau terlalu percaya diri!" Hyunjin berseru lantang membuat pria yang tengah berjalan itu menghentikan gerak kakinya.
__ADS_1
Hyunjin keluar dari kobaran api itu dengan santainya, bahkan api itu tak membuatnya terluka sedikitpun. Kini Hyunjin sudah berubah dari sebelumnya.
Mata kiri Hyunjin berubah menjadi warna merah, dan mata kanannya masih sama seperti sebelumnya berwarna biru. Rambut Hyunjin juga sedikit menampakkan perubahan, ada pirang-pirang berwarna merah yang ikut terselip di rambut putihnya. Bahkan tinggi dan postur tubuh Hyunjin berubah sedikit menjadi lebih kekar dari sebelumnya. Jika dilihat dari usia, Hyunjin terlihat seperti usia 13 atau 14 tahun.
Hyunjin menepuk api kecil yang ada di bahu kirinya, setelahnya dia menatap Danzo dingin seperti sebelumnya.
'Bagaimana bisa anak muda itu?!'
Danzo mengumpat kesal, tidak perlu banyak bicara dia langsung menyerang Hyunjin dengan kecepatan penuh.
Mata Danzo membulat lebar, dia tidak akan percaya anak muda di depannya tengah menahan pedangnya dengan satu tangan kosong. Padahal pedang Danzo dilapis api hitam yang sangat panas dan tidak bisa mati.
Kraakk ....
Hyunjin mematahkan pedang Danzo dengan mudanhnya, membuat Danzo langsung bergerak mundur menjauhi Hyunjin. Hyunjin melempar patahan pedang yang dia genggam ke sembarang arah. Setelahnya Hyunjin langsung bergerak ke arah Danzo dengan kecepatan penuh, bahkan Danzo maupun Yun Shu sekalipun tidak melihatnya.
Kini posisi Hyunjin tengah duduk di perut Danzo. Tangan kirinya memegang kerah jubah Danzo. Danzo tidak bisa memberontak, ke dua tangannya dan kakinya terpaku di tanah oleh api hitam putih milik Hyunjin.
"Enyalah! Tempat yang pantas untukmu adalah Neraka!" Hyunjin menancapkan tangannya ke jantung Danzo.
Danzo terbatuk darah hitam, matanya membulat tidak percaya anak muda di depannya bisa membunuhnya dengan mudahnya.
Hyunjin memasukkan tangannya dengan sekuat tenaha karena jubah api Danzo lumayan keras untuk ditembus. Bunyi patahan-patahan dari tubuh Danzo terdengar begitu jelas di telinga Hyunjin.
"Aarrgg!!!" Hyunjin menjerit keras berusaha menembus jubah api itu dengan sekuat tenaga.
Lagi-lagi Danzo terbatuk darah begitu banyak karena tangan Hyunjin sudah memegang jantungnya bahkan berusaha menarik keluar jantungnya.
Plaastt ....
Jantung Danzo keluar dari tubuh Danzo, darah hitam memucrat begitu banyak ke udara. Membuat udara memjadi bau amis yang begitu pekat. Hyunjin telah berhasil mencabut paksa jantung Danzo.
'Ini bukanlah jantung, melainkan kristal.'
Hyunjin menatap jantung Danzo yang sebenarnya lebih tetap disebut kristal. Warna kristal itu merah pekat dan lebih besar dari kristal para prajurit Naga Hitam.
"Kakakmu memanfaatkanmu," ujar Hyunjin pelan seraya menatap nanar kepada jasad Danzo.
Setelah mengucapkannya, kristal sebesar kepalan tangan orang dewasa melompat masuk ke dalam tubuh Hyunjin. Membuat Hyunjin terjatuh ke tanah, awal masuknya kristal itu sedikit sakit karena harus melewatkan masa pembersihan karema kristal itu sudah banyak dilapisi kekuatan roh jahat.
Maaf buat temen-temen. Author mungkin belum bisa mampir karena sakit demam 🤒
__ADS_1
tapi kalo sembuh bakal mampir kok ☺
terimakasih udah mendukung author sejauh ini.