Penguasa Dejavu

Penguasa Dejavu
26. Mulut Singa Hyunjin


__ADS_3

Hyunjin pergi ke pengusaha pil terbaik di desa Bata Putih. Hyunjin ingin membeli beberapa pil penambah tenaga dalam untuk memperkuat dirinh serta menambah tenaga dalamnya. Sebemarnya ada sedikit debat saat Hyunjin ingin membeli beberapa pil.


Yang pertama para pengawal penjaga tidak mengizinkannya masuk dengan alasannya Hyunjin masih kecil dan pengawal pikir Hyunjin hanya masuk untuk bermain-main. Dan yang kedua harga pil tersebut diluar nalar harga sebenarnya, penjual pil tersebut menaikkan harga 5 kali lipat dari harga sebenarnya. Tapi Hyunjin bisa menghadapinya, Hyunjin memiliki mulut singa yang artinya bila sekali meraum maka akan ada bahaya yang menimpa lawan bisa.


Akhirnya bos pengusaha pil itu terpojok tidak bisa menjawab lagi. Terlebih saat Hyunjin melihatkan lambang penghuni Kekaisaran Tang milik Jhu untuk mempermudahnya nanti masuk ke Kaisaran Tang.


"Paman, harga pasaran saja tidak semahal ini? Paman ini ingin menjual apa memeras pembeli? Jika kementerian perekonomian pemerintah Kekaisaran Tang mengetahui harga jual anda melewati kriteria pemasaran yang sudah ditentukan, Paman bisa ditangkap." Hyunjin menatap dingin seolah memberi tekanan pada pria paruh baya di hadapannya.


"Paman ingin bermain dengan hukum? Silakan. Kita bisa bertemu di meja persidangan pemerintah Kekaisaran Tang sakarang juga. Silakan Paman menyewa pengacara terbaik di wilayah Kekaisaran Tang, Paman tidak akan bisa menang melawanku. Aku tahu surat penjualan Paman itu surat palsu, atau bisa dikatakan Paman menjual mahal pil kepada pendekar yang tidak mengetahui harga pasaran sebenarnya. Dan Paman memanfaatkan surat ke 2 yang Paman bikin, surat yang sejenis dari pemerintahan tapi surat palsu hasil buatan Paman sendiri. Walaupun surat itu sangat mirip dengan surat lainnya yang paman tunjukkan tapi mata saya sangat jeli mengenai surat seperti itu. Paman jangan bermain-main dengan hukum." Hyunjin menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Pria paruh baya itu mulai bergetar, keringat dingin mulai bercucuran di punggungnya. Beberapa pengawal yang ada di sekitar Tuan mereka juga terkejut mendengar ungkapan Hyunjin. Mereka saja tidak mengetahui bahwa Tuan mereka berbuat hal seperti itu, perbuatan Tuan mereka juga bisa membawa semua pekerjanya masuk ke dalam sel besi hitam.


'Bagaimana anak kecil ini bisa sepintar ini? Apa dia keturunan bangsawan?'


"Terlebih lagi aku mendengar di desa Bata Putih kedatangan bangsawan Kekaisaran. Walau bangsawan yang datang adalah keponakan Kaisar Tang tapi tetap saja mereka bisa memenjarakan kalian semua." Sambung Hyunjin lagi seraya tersenyum miring.


'Anak muda ini bukan keluarga bangsawan?! Sialan lalu kenapa dia bisa membuka semua rahasiaku!'


"Aahh ... anak muda. Kau boleh memilih pil apa saja secara gratis dengan syarat kau tidak memberitahu pada pemerintah Kekaisaran Tang." Pria paruh baya itu segera bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Hyunjin.


Pria itu memegang bahu Hyunjin dan langsung membawa Hyunjin ke lemari kaca tempat semua pil disimpan dan dijual. Awalnya Hyunjin hanya menurut saja dan sesampainya Hyunjin cukup terkejut melihat banyak pil berkaisat dan langka di dalam lemari kaca itu.


'Rupanya si tua bangka ini juga memiliki banyak pil seperti ini? Apa dia melakukan transaksi besar dengan beberapa pengusaha lain?'


"Paman, saya belum bilang setuju dengan penawaranmu? Kenapa Paman bodoh sekali? Bisa saja aku mengambil semua pil ini dan akan tetap memberitahukan semua rencana licik Paman pada pemerintah." Hyunjin menatap pria di depannya seraya menggelangkan kepala tak percaya. Pria di hadapannya ini terlalu takut hingga menawarkan sesuatu tanpa berpikir dulu.


Pria paruh baya itu terdiam, dia berusaha mencerna ucapan Hyunjin dan terkejut. Yang dikatakan Hyunjin juga benar, bagaimana jika Hyunjin tidak mau bekerjasama.


'Anak muda ini? Pintar sekali dia berbicara. Salah sedikit lawan bicara bisa mati melawannya.'

__ADS_1


"Ahh ... kau benar anak muda. Tapi aku percaya padamu kau tidak akan melanggar perjanjian." Pria itu menggaruk kepalanya seraya tersenyum kikuk pada Hyunjin.


"Lagi-lagi Paman bodoh! Bagaimana bisa Paman percaya padaku yang bahkan kita tidak saling kenal? Apalagi aku ini masih kecil?"


'Sialan! apa sebenarnya maunya anak muda ini?'


"Anak muda, sebenarnya apa yang kau inginkan supaya aku tidak masuk penjara bersama pekerjaku. Mereka ini masih memiliki keluarga yang harus dinafkahi, apa anak muda tidak punya nurani pada mereka?" Pria itu menunjukkan wajah memelasnya serta melihatkan para pekerjanya yang mulai ketakutan dengan Hyunjin. Mereka juga takut dipenjara.


"Paman, mereka tidak akan ikut masuk. Justru kau sendiri yang masuk. Kenapa Paman membawa mereka? Aku tahu mereka pun tidak mengetahui rencanamu ini." Hyunjin menatap satu persatu pekerja yang ada di sekitarnya. Para pekerja menujukkan wajah memelas mereka pada Hyunjin.


'Anak muda sialan!'


"Aah i-iya anak muda kau benar. Sekarang katakan apa yang kau ingin agar kau mau menutup mulut dengan pemerintah." Pria itu membungkuk pada Hyunjin memohon agar diberi keringanan.


Hyunjin mengelus dagunya dan lansung mendapatkan ide. "Sederhana saja Paman. Paman harus menjual seperti harga pasaran sebelumnya. Tapi aku juga menginginkan 10% saham Paman," jawab Hyunjin seraya menatap pria di hadapannya terkejut dengan permintaannya yang terakhir.


'Apa-apaan anak kecil ini!? Pintar sekali dia menjebakku?'


"A-anak muda, memangnya apa yang kau inginkan dengan 10% saham kami?" Pria itu bertanya terbatah-batah.


"Aku hanya meminta 10% sahammu tidak lebih, apa itu sulit?"


"Aahh tidak anak muda itu tidak sulit, baiklah akan kuberi 10% saham dari usaha kami." Lebih baik menuruti anak muda di hadapannya dari pada berkelanjutan, ada nanti anak muda di hadapannya berubah pikiran pikir pria paruh baya itu.


"Aku tidak memintanya untukku. Tapi berikan 10% saham itu kepada semua panti asuhan di desa ini. Jika masih memiliki sisah, berikan saja kepada rakyat yang tidak mampu dan para pekerjamu. Aku yakin gaji pekerjamu tidak sesuai dengan penghasilanmu."


Lagi-lagi semua terkejut dengan permintaan anak kecil di hadapan mereka, terlebih para pekerja yang memang merasa benar bahwa gaji mereka tidak sesuai dengan penghasilan yang sangat besar dari usaha Tuan mereka. Tapi apala daya pekerja tidak bisa melawan Tuan mereka, mereka masih ingin bekerja demi menafkahi keluarga masing-masing.


Pria itu tak membantah, dia segera mengiyakan semua permintaan Hyunjin daripada memperpanjang urusan ini. Pria ini tahu dia tidak akan bisa menang melawan anak muda di hadapannya.

__ADS_1


Akhirnya selesai semua urusan Hyunjin dari pengusaha licik itu. Hyunjin mendapatkan 50 jenis pil berbeda yang sangat berkasiat, Hyunjin juga membeli 50 pil itu dengan koin emasnya. Paling tidak Hyunjin tidak akan memeras lebih banyak pada penguasaha itu, karena bisa saja keadaan akan berbalik memakan Hyunjin sendiri.


Setelah itu Hyunjin pergi ke tempat penjualan semua jenis persenjataan. Ketika sampai Hyunjin sangat terkejut luar biasa saat bertemu dengan pemilik usaha. Pemilik ini sangat Hyunjin kenal, dia ada paman yang pernah menawarkan pedang Pasai Naga kepadanya waktu itu. Hyunjin tidak akan pernah melupakan pedang pemberiannya itu. Walaupun pedang Pasai Naga sudah patah karena kalah kuat dari pedang Daimont dan akhirnga Hyunjin bekerjasama dengan Shiki.


Hyunjin ingin sekali memeluk pemilik usaha persenjatahan itu, tapi Hyunjin mengurungkan niatnya. Takutnya Pria itu akan menganggap Hyunjin ini aneh atau gila. Karena paman itu tidak mengetahui Hyunjin.


Hyunjin tidak menemukan kesulitan dalam membeli beberapa senjata, karena si pemilik usaha mengira Hyunjin ini pendekar muda. Sama seperti dulu paman ini selalu menganggap Hyunjin pendekar muda yang berbakat.


Setelahnya Hyunjin pergi ke rumah makan untuk membeli beberapa perbekalan perjalanannya nanti. Hyunjin menghentikan kudanya saat melihat kereta kuda yang tidak asing lagi baginya.


"Bukankah ini kereta kuda yang tadi siang? Aahh rupanya bangsawan itu singgah untuk makan." Hyunjin memperhatikan kereta kuda milik bangsawan.


"Seperti apa keponakan Kaisar Tang? Aku dengar dari beberapa warga di sini, keponakan Kaisar Tang cantik dan lembut tutur katanya. Aahh aku jadi penasaran dengan rupa keponakan itu?"


*****


Hyunjin masuk ke rumah makan, kakinya berjalan menyusuri ruangan rumah makan yang lumayan besar hampir setarah besarnya dengan ruang makan istana. Hyunjin menggaruk kepalanya seraya tersenyum kecil pada semua orang yang memandangnya.


Sebelum Hyunjin mampir ke rumah makan ini, Hyunjin sempat singgah di sebuah toko baju dan membeli baju untuk dia kenakan. Karena Hyunjin yakin hanya keturunan bangsawan yang bisa makan di rumah makan mewah ini. Jadi Hyunjin membeli satu saset baju bangsawan lengkap. Seandainya jika ini bukan dari rencananya, tidak akan Hyunjin melakukan semua rencana konyolnya.


Hyunjin menyisir rambut putihnya dengan jari-jemarinya, sesekali Hyunjin tersenyum kecil kepada pengunjung lain yang terus menatapnya. Terutama para bangsawan putri, yang tidak melepaskan pandangnya dari Hyunjin.


Penampilan Hyunjin memang bisa dikatakan sangat keren, raut wajahnya, rambut putih pendek, serta pakaian pangeran lengkap, putri manapun akan terpanah dengannya tapi ada pengecualian untuk Clarisa. Clarisa tertarik pada Hyunjin bukan karena ketampanannya tapi karena sesuatu yang sangat Clarisa rahasiakan.


Loh apa tuh Author? Kok pake rahasia-rahasia sih? Hahaha ... Author pun kagak tahu! Clarisa tidak mau membeberkan isi hatinya pada sembarangan orang.


Hyunjin hanya fokus pada satu orang gadis yang tengah duduk bersama satu pria yang lebih tua darinya. Hyunjin yakin pria itu adalah pengawal gadis yang tengah makan itu.


'Rupanya kau hidup dengan sangat baik Sepupu Yun Shu. Tidak seperti waktu pertama kita bertemu.'

__ADS_1


Selalu dukung cerita Author ya 😊


__ADS_2