
Dari jauh Hyunjin melihat sebuah cahaya lentera yang remang-remang. Hyunjin tersenyum kecil, dia yakin dia telah sampai di gerbang menuju Kekaisaran Tang. Sekarang sudah subuh, sekitaran jam 5.
Hyunjin merasa sedikit lelah, sejak siang kemarin hingga menjelang subuh, dia tidak berhenti memacu kudanya secepat mungkin. Dan sekarang dia telah dekat dengan gerbang masuk ke Kaisaran yang akan membuatnya membayangkan tentang waktu istirahat. Walaupun Hyunjin sudah kuat dan mengonsumsi beberapa pil stamina, tetap saja dia merasa sedikit lelah dia juga sama seperti manusia lain, membutuhkan istirahat yang cukup untuk tubuhnya.
Hyunjin memberhentikan kudanya, karena 2 pengawal berbadan besar menyilangkan 2 tombaknya. Melarang Hyunjin masuk tanpa pemeriksaan.
"Ada perlu apa kau datang ke Kaisaran Tang?" tanya salah satu pengawal.
"Aku ingin bertemu dengan Kaisar Tang," jawab Hyunjin datar.
"Keperluan apa?"
"Apa aku harus memberitahu kalian?" Hyunjin menaikkan alisnya seraya tersenyum miring kepada 2 pengawal di depannya.
"Jika itu harus, kenapa tidak?" balas pengawal itu sedikit membentak.
Yun Shu yang tengah tertidur segera bangun, dia mengusap ke dua matanya seraya memiringkan kepalanya hendak melihat ada keributan apa di depannya.
"Hyunjin ada apa?"
"Mereka tidak mengizinkanku masuk," jawab Hyunjin seraya menatap Yun Shu yang tengah menatapnya.
"Pu-putri Yun Shu?!" 2 pengawal itu berseru gelagapan bersamaan melihat Yun Shu muncul dari belakang anak muda di depannya.
"Kenapa kalian tidak mengizinkannya masuk? Apa kalian mau dihukum Kaisar Tang?" Yun Shu mengalihkan pandangannya menatap 2 pengawal di depannya.
2 pengawal itu langsung gelagapan membuka gerbang, mereka tidak mengetahui ada Yun Shu di belakang anak muda itu. 2 pengawal itu mempersilahkan Hyunjin masuk ke dalam sambil membungkuk memberi hormat. Di pikiran mereka juga bertanya-tanya siapa anak muda yang bersama putri Yun Shu. Dan di mana Wakil Mark?
Hyunjin melewati 2 pengawal itu tanpa melirik ke arah 2 pengawal yang tengah menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya, Hyunjin kembali fokus memacu kudanya menuju alun-alun pusat kota Kekaisaran.
"Putri apa kau tahu di mana Kekaisaran? Kota ini sangat luas, aku tidak mengetahui jalan ke Kaisaran."
Saat di tengah alun-alun kota Hyunjin tampak bingung melihat kota Kekaisaran Tang sangat luas dan besar. Apalagi kota ini hampir rata-rata memiliki bangunan yang sama membuat Hyunjin sedikit pusing untuk mengingat semuanya.
"Aku tahu, apa perlu aku yang menunggangi kuda?"
"Apa putri bisa?" Hyunjin bertanya balik seraya memberhentikan kudanya.
"Tidak bisa. Hanya saja jika kau ingin mengajariku aku akan sangat berterimakasih."
"Hahaha ... aku bisa melajarimu putri. Tapi tidak untuk saat ini," balas Hyunjin seraya kembali menjalankan kudanya.
Beberapa penduduk kota pusat Kekaisaran menatap putri Yun Shu terkejut dan bingung, bingung dengan anak muda yang sedang menunggang kuda bersama putri Yun Shu.
Beberapa dari mereka menebak anak muda itu adalah tunangan putri Yun shu, atau sepupu Yun shu. Tapi melihat dari anak muda itu sangat jelas dia terlihat seperti tunangan Yun Shu, apalagi mereka berdua saling berikat kain di pinggang mereka. Membuat beberapa penduduk mengatakan mereka romantis dan sangat cocok. Padahal mereka tidak tahu bahwa anak muda itu berusia 7 tahun, sedangkan Yun Shu 11 tahun.
Tapi karena tubuh Hyunjin yang terlihat kekar dan berotot membuat mereka mengira usia anak muda itu berusia 13 atau 14 tahun.
*****
'Inikah Kekaisaran?'
Ke dua bola mata Hyunjin menatap bangunan tinggi nan kokoh di depannya. Bangunan itu tampak seperti istana bahkan lebih besar dari istana Zero pikir Hyunjin.
__ADS_1
Yun Shu menyuruh agar Hyunjin bergerak mendekati gerbang Kekaisaran, dan Hyunjin langsung menurutinya. Di depan gerbang mereka disambut 4 penjaga gerbang yang berbadan besar dan kekar daripada penjaga di gerbang masuk kota Kekaisaran.
"Putri Yun Shu. Anda telah sampai? Di mana Wakil Mark dan prajurit lainnya? Kenapa anda tidak menaiki kereta kuda? Dan siapa anak muda ini?" Salah satu penjaga gerbang bertanya kepada Yun Shu. Dia cukup terkejut melihat Yun Shu datang bersama anak muda yang mereka tidak kenal, dan lebih membingungkan adalah di mana Wakil Mark?
"Aku harus masuk, aku ingin menyampaikan sesuatu pada Paman Kaisar Tang."
"Baiklah Putri, tapi anak muda ini?"
"Biarkan dia ikut masuk, dia sudah sangat berjasa padaku," balas Yun Shu seraya menatap pengawal itu.
"Baik Putri."
Gerbang besar tembaga berwarna keemasan itu pun dibuka. Gerbang membutuhkan 4 pendekar kelas 1 untuk membukanya, karena gerbang itu cukup besar dan berat.
Hyunjin menjalankan kudanya masuk ke dalam Kekaisaran, matanya terlihat terpukau saat melihat aneka tumbuhan bunga serta patung-patung kayu ukiran. Kekaisaran ini memiliki ornamen yang sangat bagus, terlebih letaknya yang sangat strategis membuatnya menjadi seperti istana impian.
Yun Shu membuka ikatan kain yang mengikat mereka berdua. Yun Shu juga baru sadar selama perjalanan kemari rupanya dia terikat satu sama lain. Hyunjin menjelaskan jika dia tidak melakukan ini maka Yun Shu akan terjatuh ke tanah saat sedang tertidur. Walaupun penjelasan Hyunjin menampakan Hyunjin hanya ingin Yun Shu baik-baik saja, tapi tetap saja Hyunjin mampu membuat jantung Yun Shu berdetak lebih kencang.
Yun Shu memberikan kuda Hyunjin kepada prajurit, dan memintah Hyunjin ikut masuk ke dalam Kekaisaran. Hyunjin tidak menolak, diapun juga ada kepentingan besar kepada Kaisar Tang.
Yun Shu dan Hyunjin berjalan bersamping melewati para prajurit dan pelayan di samping mereka yang membungkuk kepada mereka berdua. Yun Shu membawa Hyunjin menuju ruang utama tempat Kaisar Tang sering berada.
Setelah tiba di depan pintu emas berukir, 2 pengawal pintu membuka pintu dan tampak di dalamnya ada ruangan yang sangat luas dan hanya memiliki beberapa kursi. Satu kursi yang paling indah, yang kini tengah diduduki seorang pria dengan jubah jirah berwarna tembaga. Jubah yang sangat terkesan berkarisma serta berwibawa.
Hyunjin dan Yun Shu berjalan bersamaan menuju singgasana. Hyunjin mampu menebak pria itu pastilah Kaisar Tang. Wajah Kaisar Tang lumayan tampan, tubuhnya juga sangat kekar, dan dia juga memiliki rambut panjang berwarna putih. Hyunjin juga mampu menebak pria itu berusia 40 tahunan ke atas.
"Paman Tang." Yun Shu berlari mendekati pria yang duduk di singgasana sambil merengek seperti anak kecil.
"Shushu? Kau telah sampai? Di mana Wakil Mark?" Suara Kaisar Tang tampak lembut menipu wajahnya yang terlihat sedikit sangar dari suaranya. Kaisar Tang juga tersenyum hangat menyambut Yun Shu yang tengah berlari ke arahnya.
Tang Zhou adalah nama asli dari Kaisar Tang. Namun Tang Zhou lebih terkenal dengan sebutan Kaisar Tang.
"Shushu, apa maksudmu? Kau tidak bercanda bukan?" Tang Zhou memengang ke dua bahu kecil Yun Shu seraya menatapnya.
Air mata Yun Shu mengalir semakin deras, Yun Shu merasa sangat pilu saat kembali mengingat ingatan kelam itu, di mana dia melihat Mark di bunuh di depan matanya, dan di mana juga dia hampir menjadi budak dari para prajurit Naga Hitam.
"Aku tidak bercanda Paman, apa keponakanmu ini terlihat sedang bercanda?"
Tang Zhou menatap lekat ke mata Yun Shu namun tidak sedikitpun dia melihat kebohongan dari mata keponakannya.
"Ceritakan kepada Paman apa yang terjadi?"
Yun Shu menghapus air matanya dan mengangguk pelan. Yun Shu menceritakan semua apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Bahkan Yun Shu juga memperaktikannya dengan sempurna, Yun Shu juga tidak melupakan bagaimana Hyunjin menolongnya bahkan membunuh Danzo dengan tangan Hyunjin sendiri.
Beberapa orang di dalam ruangan itu tampak terkejut mendengar cerita Yun Shu. Dan yang paling terkejut adalah ketika Yun Shu menceritakan bagaimana Hyunjin membunuh Danzo dengan tangan kosong. Tentunya para menteri, jendral dan duke di ruangan itu sulit untuk percaya, mereka yakin bahwa putri Yun Shu tengah melebih-lebihkan tentang pemuda yang bernama Hyunjin.
Semua orang menatap Hyunjin seperti menyidik, apakah benar yang dikatakan putri Yun Shu atau tidak? Tapi melihat Hyunjin yang masih muda dan tubuhnya yang masih sedikit kurus membuat mereka ragu untuk percaya.
"Aku sudah mendengarkanmu Shushu, sekarang pergilah beristirahat. Kau pasti sangat kelelahan bukan? Selebihnya biar Paman yang urus."
"Benar Paman percaya padaku?" Yun Shu menatap memelas kepada Tang Zhou, dan Tang Zhou membalasnya dengan anggukan.
"Paman apa boleh Hyunjin menginap di sini? Aku sangat berhutang budi pada Hyunjin Paman."
__ADS_1
"Tentu boleh. Sekarang pergilah, ada yang harus Paman katakan kepada Jin'er." Tang Zhou menatap anak muda yang tengah berdiri tak jauh di depannya. Anak muda itu tidak menampakkan ekspresi apapun di wajahnya. Padahal Tang Zhou yakin anak muda itu pasti mendengar bisikian para Menteri yang mengomentari tentang dirinya.
"Baiklah Paman."
Yun Shu pergi bersama 2 pelayan wanita. Tapi sebelum Yun Shu pergi, Yun Shu sempat mengatakan pada Hyunjin untuk tidak perlu takut kepada Kaisar Tang, karena sebenarnya Kaisar Tang adalah pria yang lembut kepada siapapun. Hyunjin hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar penjelasan Yun Shu tentang Kaisar Tang.
Setelah itu tinggallah Hyunjin sendiri di tengah ruangan yang mana orang-orang di sekitarnya masih menatapnya tidak percaya dan menyidik.
Tang Zhou duduk kembali ke singgasananya sambil menatap Hyunjin.
"Anak muda, aku sudah mendengar semua cerita dari keponakanku. Aku percaya keponakanku sedang tidak berbohong ataupun menambah-nambahkan," ujar Tang Zhou datar.
"Yang dikatakan putri Yun Shu memang benar Kaisar Tang. Dia tidak sedikitpun berbohong." Hyunjin menunduk memberi hormat kepada Tang Zhou.
"Kaisar, apa anda yakin dengan yang di ucapkan putri Yun Shu?"
"Iya Kaisar, aku rasa putri telah melebih-lebihkannya?"
"Benar Kaisar, lihatlah anak muda ini. Bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan Danzo adik dari Daimont?"
"Benar Kaisar."
"Aku setuju Kaisar."
Beberapa seruan penolakan cerita Yun Shu mulai menghujani Tang Zhou dan Hyunjin. Hyunjin tidak terlalu mempermasalahkan mereka percaya apa tidak, yang jelas sekarang tujuannya kemari harus tersampaikan.
"Akh sudah tahu keponakanku tidak berbohong. Sekarang anak muda kau pasti juga memiliki tujuan kemari bukan? Aku rasa kau tidak akan mengantar Shushu begitu saja tanpa tujuan tertentu?"
"Benar Kaisar. Saya datang membawa satu gulungan yang dititipkan paman Jhu." Hyunjin mengeluarkan gulung berwarna merah dari saku bajunya.
"Gulungan itu?! Di mana Jhu?" Duke terkejut melihat gulungan rahasia ada di tangan anak muda di depannya, dan seharusnya Jhu yang mengantar gulung itu ke Kaisaran.
"Paman Jhu telah tiada. Beliau tewas karena tidak sanggup menahan kendali dari Iblis pil Mawar Api saat melawan aliansi Rantai Neraka." Hyunjin menatap Duke datar masih sama seperti ekspresinya di awal dia masuk.
"Aku sudah menduganya Jhu pasti akan memakan pil itu, padahal sudah kukatakan untuk tidak mengonsumsinya." Tang Zhou menggelengkan kepalanya seraya mengingat kembali saat dia melarang Jhu untuk membawa pil itu.
"Anak muda, lantas bagaimana bisa kau menjadi kuat seperti yang di ceritakan Shushue?" Sambung Tang Zhou kembali seraya menatap Hyunjin dengan tatapan bingung. Atau lebih tepatnya Tang Zhou pun sama hal tidak percaya dengan cerita Yun Shu, tapi melihat Yun Shu menceritakannya begitu lancar, Tang Zhou yakin Yun Shu sedang tidak menambah-nambahkannya ceritanya sedikitpun.
Hyunjin terdiam beberapa menit, saat ini dia akan sulit menjelaskan semuanya kepada Kaisar Tang. Terlebih Linfang meminta agar Hyunjin tidak mengatakan dirinya ada di dalam tubuh Hyunjin. Karena jika Kasiar Tang tahu, maka Kaisar Tang akan menyegel kembali Linfang ke dalam pil.
.
.
.
.
.
.
Selalu dukung karya Author dengan rate bintang 5, komen positif, vote dan like. 😊
__ADS_1
like gratis kok gak bayar