
Hyunjin bisa merasakan kakinya sudah tidak menggapai lantai dasar. Tangan Hyunjin terus memukul keras tangan pria yang tengah mencekiknya. Tapi percuma, Hyunjin tetap kalah dalam kekuatan tenaga dalam. Hyunjin yakin pria di hadapannya memiliki seribu lebih lingkaran tenaga dalam.
Buuukkk ....
Pria itu mengantukkan kepala Hyunjin ke tembok dengan sangat kuat, hingga tembok itu hancur berantakkan ke lantai. Bangunan rumah makan itu mulai bergetar karena salah satu penyangga bangunan telah hancur.
Pria itu terus menerus menghantamkan kepala Hyunjin ke tembok bahkan ke tiang bangunan. Setelahnya, pria itu melempar Hyunjin ke lantai hingga terseret 7 meter.
Hyunjin memegang kepalanya yang sudah sangat sakit, bahkan sudah mengeluarkan banyak darah. Beberapa kali juga Hyunjin terbatuk darah lagi karena tenggorokannya mulai di penuhi darah.
Hyunjin bangkit dengan semboyongan, kakinya bergerak tak tentu arah seperti orang tengah mabuk. Kepalanya sudah sangat sakit dan pusing. Baru saja Hyunjin mau melangkah, kini dia terpental lagi ke tembok. Pria itu tidak memberikan ruang untuk Hyunjin bisa bergerak.
"Prajurit bawa anak muda itu!" Pria itu berseru lantang setelah melihat Hyunjin tidak lagi sadarkan diri.
Para prajurit langsung menjalankan pertintah. Dari kejahuan Yun Shu merasa perih melihat kondisi Hyunjin walau sebenarnya dia pun sama tertangkap seperti Hyunjin.
Mark berlari semboyongan mengajar Yun Shu, sedikit lagi tangannya menggapai punggung Yun Shu tapi pria yang baru saja menghajar Hyunjin sudah memegang tangannya.
Kraakk ....
Pria itu mematahkan tangan kanan Mark, membuat Mark menjerit kesakitan seraya terbaring di lantai. Mark memegang tangannya yang sudah tidak patah tergelantung.
"Jangan ikut campur! Kutahu kau adalah pengawalnya, jika tidak ingin mati maka menjauhlah!" Pria itu menatap dingin Mark dan setelahnya langsung melenggang pergi.
Mark tidak akan menyerah sebelum dia benar-benar sudah tidak bernafas lagi, sumpahnya kepada Kaisar Tang tidak akan pernah dia lupakan apalagi dia tinggalkan. Kembali Mark berlari seraya menyeret tangan kanannya, kini Mark menggunakan tangan kirinya untuk melawan.
"Kau tidak akan bisa membawa putri Danzo!" Mark berseru lantang seraya melayangkan pedangnnya ke arah kepala pria yang bernama Danzo.
Danzo yang menyadari akan ada pedang yang mendatanginya langsung segera menyerong tubuhnya ke arah kiri. Mark mengumpat kesal karena Danzo sempat menghindari pedangnya. Sekali lagi Mark menggerakkan pedangnya ke arah kiri namun Danzo bisa menghindarinya lagi. Mark terus memberikan serangan bertubi-tubi tapi tetap saja Danzo bisa menghindarinya.
Mark mengayunkan lagi pedangnya tapi kali ini Danzo segera menghilang entah kemana. Mark menengok kiri, kanan, atas, bawah, depan bahkan ke belakang. Namun tetap saja Danzo tidak dapat ia temukan.
"Mencari siapa? Mancariku?" Danzo berbisik lirih di telinga Mark.
Mark memutar badannya namun Danzo sudah menghilang lagi. Mark terus mengedarkan pandangannya ke segala arah, Mark akan terus waspada terutama musuhnya sekarang adalah Danzo.
Danzo Zabuza, pria berumur 37 tahun. Danzo adalah panglima sekaligus adik bungsu Daimont. Danzo memiliki kekuatan yang tak kalah hebat dari Daimont, tetap saja Daimont yang paling kuat. Danzo mempunya kekuatan yang setara dengan pendekar tingkat suci, Danzo sudah mampu membuka 5 gerbang di dalam dirinya. Kekuatan yang Danzo paling ahli adalah ilusi.
Brakk ....
__ADS_1
Danzo menendang leher Mark hingga membuat leher Mark patah bahkan terpental hingga ke tembok layaknya seperti Hyunjin.
"Uhuk ... uhuk." Mark terbatuk darah sangat banyak memenuhi lantai. Tangannya berusaha menutupi mulutnya namun percuma, pembuluh darah di lehernya sudah pecah. Mark ingin menghentikan pendarahan namun tenaga dalamnya sudah banyak terkuras.
Danzo menghampiri Mark secepat kilat lalu mencekik leher Mark seperti Danzo mencekik leher Hyunjin tadi. Mark berusaha melepaskan genggaman Danzo di lehernya namun percuma, kekuatannya dengan Danzo sangat jauh berbeda, layaknya 70 tenaga dalam dan 500 tenaga dalam.
'Kenapa bisa Danzo menjadi kuat seperti ini? Padahal baru setahun yang lalu aku mengalahkannya tapi sekarang? Bahkan dia bisa saja membunuhku!'
Danzo tersenyum kecil, matanya menatap Mark begitu bahagia. Danzo mengingat masa lalunya di mana dia dipermalukan Mark, bukan! Tapi Danzo sendiri yang membuat dirinya malu.
Ke dua tangan Danzo memegang leher Mark, lalu langsung menghentakkannya ke lantai hingga lantai keramik itu pecah. Tidak hanya di situ, Danzo segera menduduki tubuh Mark seraya memegang leher Mark dengan ke dua tangannya.
Kraakk ....
Kreekk ....
Danzo memutar-mutar kepala Mark serta mematahkan leher Mark semaunya. Bahkan Danzo tertawa lantang sambil melakukannya. Beberapa prajurit Naga Hitam bergidik nyeri serta ngeri melihat kelakuan Danzo.
Setelah puas mematahkan leher Mark hingga Mark tak bernyawa lagi, Danzo berdiri seraya menepuk-nepuk tangannya seolah pekerjaannya barusan sudah mengotori tangannya.
"Tuan, semua bangsawan sudah berhasil ditangkap. Apalagi selanjutnya?" Salah satu prajurit memberi hormat menunggu jawaban dari Danzo selaku pemimpin penyerangan.
"Bakar desa ini bersama para penghuninya, bunuh siapa saja dari mereka yang ingin melarikan diri," jawab Danzo dingin seraya meninggalkan semua prajuritnya yang sedang membungkuk memberinya hormat.
"Anak muda! Kau hampir saja mati di tangan mereka! Sudah kukatakan jangan sampai mati sebelum kau sampai ke Kaisaran!" Sosok berbadan merah tengah mengumpat kesal pada Hyunjin.
Hyunjin menatap pria di hadapannya, sebenarnya tidak bisa dikatakan manusia, karena pria itu memiliki 1 tanduk di kepalanya, kulitnya dan matanya berwarna merah, dan dia juga memiliki taring, pria itu memiliki rambut panjang berwarna hitam yang terikat, dan dia juga lengkap memakai baju jirah seperti Kekaisaran. Hyunjin mampi menebak usia Iblis itu sekitaran 35 tahunan lebih.
"Siapa kau!? Dan di mana ini?" Hyunjin menatap sekitar, hanya ada ruang hampa berwarna merah.
"Hahaha ... kau tidak mengenalku? Aku adalah Iblis Penguasa Malam yang sering kau sebut Iblis pil Mawar Api." Iblis itu tertawa lantang namun hanya sejenak, seterusnya dia menatap Hyunjin serius.
"Anak muda, kau hampir saja mati di tangan pria tadi." Suara Iblis itu terdengar lirih.
"Mati pun aku tidak masalah." Hyunjin membuang pandangannya tidak ingin menatap Iblis di hadapannya.
"Seenaknya kau berbicara seperti itu anak muda?! Kalau kau mati aku akan kembali ke pil sialan itu lagi!"
"Urusnnya denganku apa?" Hyunjin kembali menatap Iblis di depannya begitu dingin namun ada tersirat kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
"Kau akan menyesal jika kau sampai mati anak muda." Iblis itu berjalan menghampiri Hyunjin dan langsung menepuk bahu kanan Hyunjin.
"Maksudmu?" Alis Hyunjin naik sebelah seraya menatap Iblis itu bingung.
"Kau harus tahu, putri yang bernama Yun Shu itu sedang dalam bahaya, mereka semua sudah berhasil menahan semua bangsawan yang ada di dalam rumah makan tadi. Walaupun aku sedang tidak berbicara denganmu tapi bisa bisa melihat semua kejadian dengan jelas, sekalipun kau sedang tertidur."
"Lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang?" Hyunjin menjadi sangat panik mendengar Yun Shu sedang dalam bahaya.
"Apa dia gadis spesial? Aku pikir kau tidak tertarik dengannya?!" Iblis menyeringai nakal pada Hyunjin.
"Aku ini pria normal! Apa kau pikir aku tertarik dengan sesama jenis?" Hyunjin menatap kesal pada Iblis di sampingnya.
"Lebih baik kau beritahu aku di mana jalan keluar dari ruangan ini? Aku akan pergi menyelamatkan putri Yun Shu." Sambung Hyunjin.
Iblis itu tersenyum kecil seraya menaikkan sebelah alisnya. "Apa kau pikir kau cukup kuat melawan Danzo?" tanya Iblis itu yang terdengar dingin.
"Paling tidak aku sudah mencobanya," balas Hyunjin seraya memalingkan wajahnya kasar. Hyunjin tahu memang dia tidak akan bisa menang melawan pria tadi yang sudah menghajarnya habis-habisan.
"Kau hanya akan membuat semuanya menjadi dalam bahaya."
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Diam pasrah melihat mereka dianiaya?" Hyunjin membentak marah, bukan marah pada Iblis di sampingnya namun marah pada dirinya yang lemah.
"Mari kita bekerjasama."
Hyunjin menantap ke arah Iblis itu. "Apa kau ingin mencari keuntungan saat seperti ini?"
"Kita sama-sama untung. Kau bisa menyelamatkan nyawa putri Yun Shu, dan aku bisa hidup lebih lama di tubuh. Lebih tepatnya kau yang lebih banyak untung dari pada aku."
Hyunjin terdiam beberapa detik, setelah itu dia menatap mata merah Iblis itu berusaha mencari apakah Iblis ini tidak memanfaatkan dirinya.
'Kalaupun dia memanfaatkanku seharusnya dari pertama kali kami bertemu, tapi sampai saat ini dia memang hanya ingin menumpang padaku.'
"Baiklah aku setuju."
Iblis itu melebarkan senyumannya, karena entah kenapa hatinya senang bahwa pemuda di
hadapannya setuju bekerjasama dengannya. Entah karena dia mau memanfaatkan atau sama-sama berkeruntungan.
Selalu dukung karya author ya 🤗
__ADS_1
dengan like, komen, rate anda vote.
Makasih udah jauh membaca cerita ini 😄