
"Lumayan, kau anak muda yang lumayan. Sepertinya akan lebih baik jika kita bisa bekerja sama." Jhu yang tak lain Iblis pil Mawar Api tersenyum melihat Hyunjin dan menghentikan serangannya.
Hyunjin mengerutkan dahinya tak mengerti dengan ucapan Jhu. "Apa maksudmu?"
"Walau tubuhmu kurus kerempeng tapi melihat ketenangan dan bakatmu, sepertinya kau akan menjadi pendekar tersohor suatu saat nanti. Tapi hanya saja tubuhmu tidak memiliki tenaga dalam yang banyak, bahkan meredianmu belum terbuka. Dan QI dalam tubuhmu juga masih sangat-sangat sedikit," jelas Jhu seraya menjatuhkan pedang yang digenggamnya.
"Lagi-lagi penjelasanmu wahai Iblis sialan membuatku tidak paham!" Hyunjin menatap datar pada Jhu, tapi sesejurnya Hyunjin tengah berbohong. Padahal Hyunjin mengetahui semua yang maksud Jhu.
"Tidak perlu berbohong! Aku tahu kau mengetahui maksudku." Jhu tertawa melihat ekspresi Hyunjin langsung berubah. "Kau memang masih muda, tapi jiwamu terlihat lebih tua dari usiamu." Sambung Jhu seraya mengelus dagunya.
'Iblis apaan ni? Jangan bilang Iblis ini berniat bernegoisasi denganku!'
"Berikan ini pada Kaisar Tang!" Jhu melempar 1 gulungan yang terikatkan pita merah pada Hyunjin. Hyunjin langsung menangkapnya tanpa gelagapan.
"Gulungan apa ini?" tanya Hyunjin.
"Berikan saja. Isinya tidak ada urusannya denganmu!" balas Jhu geram.
"Kau pikir aku budakmu?" Terang Hyunjin kesal.
"Berani sekali kau menantangku!? Apa kau tidak tahu seberapa kuatnya aku!?" Jhu semakin kesal pada Hyunjin, tapi tetap Iblis pil Merah Api memiliki sedikit ketertarikan pada Hyunjin.
"Sudah kukatakan aku mengetahui kelemahanmu! Buat apa aku takut? Walaupun aku kurus seperti ini bukan berarti aku akan kalah darimu!"
Jhu menaikan sebelah alisnya, roh Iblis pil Mawar Api semakin tertarik dengan Hyunjin. "Siapa namamu anak muda?"
"Apa aku harus menjawabnya?" Hyunjin balik bertanya seraya menaikan sebelah alisnya dan tersenyum miring.
__ADS_1
'Apa anak muda ini benar mengetahui kelemahanku?'
Jhu melangkah mendekati Hyunjin. Sekarang jarak mereka sangat dekat hanya menyisakan 1 jengkal saja. Mata Jhu menatap mata Hyunjin secara keseluruhan. Begitupun Hyunjin, dia memberanikan dirinya menatap Jhu tapi tidak bertahan lama, karena mata Jhu sangat memiliki aurah menakutkan yang kuat.
Jari telunjuk Jhu jatuh menyentuh dahi Hyunjin membuat Hyunjin terkaget. "Kau memang mengetahui kelemahanku. Jenius muda yang luar biasa." Jhu melebarkan senyuman, senyuman yang berbeda dengan sebelumnya.
Hyunjin tidak menjawab, melainkan hanya menatap hidung Jhu karena tidak sanggup menatap mata merah Jhu yang menakutkan.
Tiba-tiba seluruh tubuh Jhu mengeluarkan aurah kabut merah yang mulai perlahan masuk ke seluruh pori-pori Hyunjin. Hyunjin berusaha menahan kabut aurah merah itu masuk tapi sialnya Hyunjin tidak bisa.
"Apa-apaan!? Aku tidak menyuruhmu masuk ke dalam tubuhku!" Hyunjin berteriak kesal sekaligus takut, Hyunjin takut Iblis pil Mawar Api akan mengambil alih tubuhnya.
Setelah berhasil masuk ke dalam tubuh Hyunjin, tubuh Jhu pun terjatuh ke lantai. Keadaan Jhu sangat mengerikan, sejak Iblis itu berpindah tubuh membuat tubuh Jhu kurus sangat kurus, seperti tengkorak hidup. Mata Jhu berubah putih semua, mulut Jhu menganga lebar serta mengeluarkan liur. Melihat keadaan Jhu, Hyunjin yakin Jhu sangat menderita serta ketakutan dalam kuasa Iblis pil Mawar Api.
'Anak muda! Aku akan bekerja sama denganmu! Sepertinya kau lumayan untuk digunakan!' Suara Iblis itu muncul di pikiran Hyunjin.
"Sialan! Aku tidak mau bekerja sama denganmu!" balas Hyunjin kesal.
Mata Hyunjin melihat ke bawah, yang maksud Iblis itu adalah Jhu, sebagai korban kenaifan Iblis pil Mawar Api.
"Setahuku pil sepertimu hanya ada 1 di dunia? Bagaimana bisa kau menjadi banyak tersebar!"
'Hahaha ... Aku ini pil spesial yang dibuat Biksu Tong, aku bisa kembali masuk ke pil lagi jika sudah di gunakan, dalam artian lain aku bisa berkali-kali digunakan walau aku hanya ada 1 di dunia. Tapi biar kukenalkan siapa sebenarnya aku? Aku bukan pil tapi aku adalah raja Iblis penguasa malam, dan si Biksu tua itu berhasil mengurungku di dalam pil ciptaannya. Sialan memang si tua Biksu itu, lain waktu akan kubalas dia. Dan kau adalah orang ke 3 yang merasakan aku ada di dalam jiwa manusia, setelah Kaisar Tang, Pria yang bernama Jhu itu dan sekarang kau anak muda. Bersyukurlah aku tidak mau mengendalikan tubuhmu, tapi ini bukan karena aku takut padamu tapi aku tidak mau masuk ke dalam pil sialan itu lagi. Aku juga ingin merasakan dunia tanpa terkurung.'
"Lantas apa kau pikir aku mau kau di dalam tubuhku?! Aku bukan keluargamu apalagi budakmu!" Hyunjin berteriak kesal.
'Aku butuh istirahat. Silakan lanjut perjalananmu, jangan sampai kau mati di perjalanan menuju Kekaisaran Tang.'
__ADS_1
"Hei sialan jangan pergi dulu! Aku bahkan belum setuju kau tinggal di dalam tubuhku!" Hyunjin berteriak kesal pada dirinya sendiri, bukan pada dirinya tapi pada Iblis yang menumpang pada tubuhnya.
'Anak muda, aku tahu kau ingin membalas Daimont. Kita satu tujuan, jadi apa salahnya kita bekerjasama?' Samar-samar suara Iblis itu terdengar di pikiran Hyunjin dan akhirnya hilang.
Hyunjin terdiam kaku. "Darimana kau tahu aku ingin membalas Daimont?" guman Hyunjin yang masih terkejut bahwa Iblis itu mengetahui tujuan utamanya terlahir kembali.
*****
Sekarang Hyunjin sudah berada di area luar desa Bata Putih, Hyunjin secara diam-diam pergi keluar membawa sesuatu yang dia pikul di bahu kanannya. Walau bersebarnya berita tentang pasukan aliansi Rantai Neraka di penginapan, tapi Hyunjin masih bisa menyembunyikan jasad Jhu. Mereka juga tidak mengetahui bahwa Hyunjin ada di dalam perkelahian aliansi Rantai Neraka.
Hyunjin berdiri di depan gundukan pasir seraya memberi hormat sebelum pergi. Sekitar 5 menit Hyunjin menunduk hormat dia pun segera melenggang pergi.
'Paman Jhu, suatu hari aku akan berkunjung ke makammu lagi.'
Ya, itu adalah gundungkan pasir makam milik Jhu. Hyunjin baru saja selesai memakamkan Jhu dengan layak. Walau di dunia ini Jhu bukan kakeknya lagi, tapi Hyunjin masih sangat menghormati Jhu seperti di dunia modern dulu. Ini ke 2 kalinya Hyunjin kehilangan Jhu, tapi kali ini Hyunjin tidak sesedih dulu.
Tidak hanya di dunia modern di dunia Fantasi pun juga sama, apa memang takdir Jhu menunggal muda? Pikir Hyunjin. Di dunia modern Jhu meninggal usia 48 dan di sini dia meninggal usia 40.
'Ahh ... mengingat Paman Jhu mengingatkanku dengan dunia Modern. Apa kabar dunia itu? Aku bahkan belum bisa membalaskan kesalku pada bos sialan yang mengusirku waktu itu.'
Hyunjin terkekeh mengingat bosnya tempat dia bekerja dulu pernah mengusirnya. Sekarang timbul hasrat di pikiran Hyunjin ingin memukul kepala bosnya yang sialan itu, tapi hasrat itu hanya bisa Hyunjin pendam, sekarang dirinya tidak lagi di dunia modern.
"Tunggu dulu? Bagaimana aku ke Kaisaran Tang? Aku saja tidak mengetahui letaknya. Aaiis sial sekali, kenapa juga dunia ini harus beruba?" Hyunjin menggaruk kepalanya, sekarang dia bingung mau menuju kemana.
Saat Hyunjin sedang mengumpat kesal, tiba-tiba muncul sebuah kereta yang ditarik 2 kuda perkasa. Setiap kuda memiliki penunggang yang mahir dan memakai baju jirah lengkap berwarna silver. Hyunjin juga melihat rombongan kuda lain di sekitar kereta kuda itu.
"Ada 10 prajurit. Apa itu kereta kuda kerajaan? Dari bentuknya pasti itu keluarga bangsawan," gumam Hyunjin seraya menatap kereta itu menuju desa Bata Putih.
__ADS_1
"Apa yang diinginkan bangsawan itu ke desa Bata Putih? Aaiiss kenapa pula aku memikirkannya? Harusnya aku memikirkan bagaimana aku menuju Kekaisaran Tang?" Hyunjin menepuk jidat dan pergi melenggang menuju kembali ke desa Bata Putih. Hyunjin ingin bertanya kepada para penduduk di sana mengenai jalan menuju Kaisaran Tang.
Dukung karya author ya 😊🖒