Penguasa Dejavu

Penguasa Dejavu
12. Penyelamatan Putri Yun Shu II


__ADS_3

"Nona! Apa anda ingin dipenggal!? Kami tahu anda kiriman dari pusat kota, tapi anda bisa kami penggal jika tidak berlaku sopan dengan kami! Kami bisa melaporkan pada pusat kota atas kelakuan nona!" Feng Yin mengancam Yuanxhi.


"Maafkan atas kelancanganku ketua Feng Yin. Tapi yang kuucapkan tadi tidak ada yang salah? Lalu kenapa anda ingin memenggal kepala saya?"


"Nona Yuanxhi!" Bentak Xiao Yin seraya bangkit dari duduknya.


Tiba-tiba seorang pengawal yang tak lain tangan kanan Feng Yin segera menghampiri tuannya. Sepertinya ada berita penting yang harus disampaikan. Setelah menyampaikan tujuannya, tatapan Feng Yin tertuju pada Yuanxhi.


"Nona! Siapa anda? Anda pasti bukan Yuanxhi kiriman pusat! Saya baru mendapat laporan bahwa 2 pendekar kiriman pusat tewas di perjalanan menuju kemari!"


"Rupanya secepat itu terbongkar? Aku tidak sangka keamanan kalian lumayan ketat." Clarisa membuka topi jubah yang menutupi kepalanya. Kini wajahnya terlihat jelas. "Aku tebak kalian pasti mengenalku sebagai dewi kematian?" sambung Clarisa datar.


Seketika yang berada di ruangan langsung pucat dan berkeringat dingin. Mereka sangat mengingat wajah Clarisa yang terkenal sebagai dewi kematian. Hanya Clarisa yang tertawa di dalam ruangan. Xiao Yin yang tadinya berdiri sekarang terduduk lemas.


"Kenapa putri Clarisa ada di sini?" tanya Xiao Yin terbata-bata.


"Putri jangan bertindak semau anda, kami tahu anda kuat tapi ini bukanlah wilayah kerajaan Zero. Lalu apa hubungan anda ikut campur dengan wilayah kerajaan Rain? Perbuatan anda bisa membuat 2 kerajaan perang." Feng Yin mengingatkan Clarisa secara hati-hati.


"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian. Tapi mengingat pangeran kecil Yin Xieyu menggangu gadis sahabat saya dari wilayah kerajaan Blue Flash, saya tidak akan tinggal diam."


"Ma-maksudmu!? Kenapa kau menyalahkanku?" Xieyu semakin takut ketika namanya disebut oleh Clarisa sang dewi kematian, berarti dialah incaran awal.

__ADS_1


Clarisa bangkit dari kursinya seraya beranjak menuju Xieyu yang bergetar ketakutan. Xieyu sempat mengancam Clarisa jika mendekatinya pengawalnya akan membunuhnya, tapi pengawalnya saja tidak berani bernafas apalagi melawan. Saudara Xieyu dan ayahanya hanya terdiam di tempat, jika mereka salah sedikit saja sudah pasti Clarisa akan melenyapkannya.


"Kau ingat gadis yang kau beli malam itu? Kau membawa sahabatku! Awalnya aku tidak ingin menolongnya karena aku tidak ingin berurusan dengan kerajaan Rain. Tapi mengingat gadis itu sepupu temanku terpaksa ini juga menjadi urusanku." Clarisa semakin mendekati Xieyu.


"Ahh gadis itu, jika kau ingin membawanya maka bawalah. Aku memberimu secara gratis," Xieyu berusaha membujuk Clarisa tapi Clarisa tetap berjalan padanya.


Setiba di dekat Xieyu, Clarisa mulai memegang bahunya memberi sedikit sentuhan menakutkan. "Lihatlah dirimu pangeran kecil, diri sudah ada di ujung kematian. Bahkan kekuasaan ayahmu tidak bisa menyelamatkanmu," bisik Clarisa di telinga kiri Xieyu. Xieyu merasa dirinya sudah pasti tidak akan selamat.


"Tapi sepertinya jiwa ini ingin bermain dengan putri Yin Lu terlebih dahulu." Clarisa melempar pandangan tajam pada Yin Lu. Yin Lu yang ditatap sebagai korban ke 1 semakin bergetar, paru-parunya terasa sesak. "Aku ingin bermain dengan putri pintar keluarga Yin dulu." sambung Clarisa bergerak cepat mendekati Yin Lu.


Yin Lu tersujud memohon ampun, dia tidak ingin mati secepat ini. "Pu-putri Clarisa, maaf atas kesalahanku tadi berbicara yang tidak sopan. Aku tahu putri pasti sangat murah hati pada bangsawan kecil sepertiku." bujuk Yin Lu yang masih tersujud di lantai.


Clarisa hanya menggelengkan kepalanya pelan, tak lupa ia menarik senyum dingin ingin melenyapkan. Ia sudah kokoh akan melenyapkan semua bangsawan Yin, seandainya bangsawan Yin tidak berlebihan maka dia tidak akan ikut campur.


Yin Lu semakin bergetar, dia menangis terisak-isak ketakutan. "Pu-putri kumohon berikanlah aku-" belum sempat menyelesaikan permintaannya, Clarisa sudah meninjak kuat lehernya hingga tewas.


"Sudah kubilang tidak akan ada belas kasihan dari dewi kematian," gumam Clarisa yang menatap jasad Yin Lu tanpa ada belas kasihan.


Seketika aurah pembunuh yang pekat mulai memenuhi ruangan. Clarisa memalingkan tatapannya melihat semua korbannya. "Ada 4 bangsawan kecil dan 5 orang pengawal lemah! Oke akan kubereskan secara singkat agar kalian tidak merasakan sakit."


Clarisa mengeluarkan pedang kesayangannya Shiki, maka tak perlu waktu lama, ruangan itu sudah dipenuhi dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya. Tubuh Clarisa bermandikan darah, tapi bukan darahnya melainkan darah musuhnya. Setelah itu dia beranjak keluar dari ruangan, ternyata di depan pintu ada tangan kanan Feng Yin, namanya Shon Ju. Clarisa tidak ingin ada yang tersisah, maka langsung dia bunuh Shon Ju walau Shon Ju sudah bersujud memohon pada Clarisa agar diampuni.

__ADS_1


*****


Hyunjin mengendap-ngendap masuk bersama Hao, setelah berhasil masuk lewat tembok belakang segera mereka memasuki sebuah filah kecil yang ada di halaman kediamam Yin. Jika diperhatiakan kekayaan keluarga Yin juga sangat di luar batas, bisa dibilang kediaman ini hampir menjadi istana. Hyunjin segera memeriksa filah kecil itu, seperti yang Clarisa bilang bahwa Yun Shu ada di dalam penginapan di kediaman Yin.


"Sepertinya filah kecil ini tidak ada yang menjaga? Apa mungkin si Xieyu melarang penjaganya menjaga di area sini?" gumam Hyunjin seraya masuk ke dalam filah.


Di dalam filah ada 5 kamar yang lumayan besar. Kamar ini digunakan untuk menyekap semua wanita-wanita yang Xieyu beli. Xiyeu sudah mempunyai 25 wanita yang cantik dan seksi. Wanita-wanita itu akan Xieyu gunakan menghibur dirinya setiap malam. Sering kali ruangan kamar ini terdengar suara cambukan yang keras dari tangan Xieyu, jika wanita yang dibelinya tidak mau menghiburnya maka ia akan menghukumnya hingga pingsan.


Hyunjin berdiri di kamar pertama, segera didobraknya pintu itu hingga terbuka. Terlihat 5 wanita di dalam tengah menangis hanya dilindungi dengan sehelai kain tipis. Mata Hyunjin merasa ternodai melihat semua itu, segera ia ditutupnya matanya. Walaupun tertutup tetap saja itu sebuah penghinaan bagi wanita.


"Tenang semuanya, aku ke sini hanya untuk menyelamatkan kalian. Tidak ada ingin bermaksud jahat, kalau boleh tahu apa ada seorang gadis yang bernama Yun Shu?"


"Tidak ada." Gadis itu menjawab dengan suara serak dan bergetar.


Setelah mendengar jawaban itu segera Hyunjin menyuruh Hao untuk mencari kain lebih banyak untuk menutupi tubuh para gadis itu. Hao pun segera berlari pergi mencari apa yang diperintah tuannya.


Hyunjin beranjak menuju kamar ke 2, 3, dan 4. Mereka semua sama nasibnya seperti 5 gadis di ruangan 1 tadi, tubuh mereka semua hanya tertutup oleh selehai kain tipis bahkan ada bekas cambukan di punggung dan betis mereka. Hyunjin semakin geram melihat semua ini, menurutnya Xieyu terlalu berlebihan. Hao serigala Hyunjin masuk memberi para wanita itu kain untuk menutupi diri mereka.


Sekarang kamar terakhir, setelah didobrak ada 5 gadis di dalamnya yang menangis terisak-isak. Kondisi mereka sangat mengkhawatirkan, tubuh mereka ada bekas cambukan yang lebih banyak, bahkan pipi mereka tampak lebam habis tamparan.


Masuk Hao ke dalam memberikan mereka kain untuk menutupi tubuh mereka. Setelah itu Hyunjin masuk memeriksa apakah ada Yun Shu di dalam apa tidak. Ternyata Yun Shu lebih mengkhawatirkan kondisinya, rambutnya yang terpotong tidak beraturan serta beberapa kuku kakinya telah tercabut. Hyunjin menghampiri Yun Shu dan langsung memeluknya.

__ADS_1


"Maafkan aku sepupu, aku datang terlambat." Hyunjin menggendong tubuh Yun Shu yang bergetar hebat.


Setelah keluar ruangan, Hyunjin membawa para gadis itu keluar dari kediaman Yin lewat pintu gerbang belakang tidak dijaga. Hyunjin menyuruh 24 gadis ini pergi kepenginapan Angsa tempat Hyunjin bernaung sekarang bersama Clarisa. Sebenarnya banyak diantar gadis itu yang ingin bunuh diri karena malu dengan kondisi mereka yang sekarang. Tapi Hyunjin meyakinkan gadis itu untuk tidak melakukannya, dia berjanji akan memberikan kehidupan layak bagi mereka jika pergi ke kerajaan Blue Flash.


__ADS_2