
Di dalam ruangan bernuasa hitam, ada 1 meja panjang berwarna merah. 8 orang di dalam ruangan itu tengah memasang wajah sangar dan marah, namun tidak untuk pria paling ujung meja yang duduk sendiri.
Sesekali pria itu tersenyum sambil memutar-mutar kepala tengkorak kecil milikinya. Entah mengapa setelah mendengar berita yang hampir menggeparkan seluruh dunia, pria ini masih bisa tenang.
Ruangan ini baru diisi 8 orang tersebut beberapa detik yang lalu, mereka akan mengadakan rapat penting mengenai harga diri aliansi mereka.
"Tetua, apa kita tidak membalas kematian saudara kita?" Seorang gadis muda berambut pendek membuka suara. Sejak tadi dia masih sangat kesal hingga tidak sabar menuangkan semua pikirannya di meja panjang.
Nama gadis muda itu adalah Humei, dia ialah seorang kapten dari pasukan aliansi Naga Hitam. Umur Humei masih 17 tahun, masih sangat terbilang muda. Humei pandai dalam bermain pedang ilusi, jurus pedang yang mampu mengecoh lawan.
Pria yang tengah memainkan tengkorak kesayangannya memberhentikan permainannya. "Tentu kita akan membalasnya," jawab pria itu masih tenang seperti biasa. Bahkan pria itu selalu mengukir senyum kecil di wajahnya.
"Kapan Kakak? Kita harus sesegera mungkin membalaskan kematian adik bungsu." Wanita berambut panjang kecoklatan menatap pria paling ujung yang tidak lain kakak sulungnya.
Nama wanita itu adalah Nana. Nana berumur 39 tahun, walaupun umurnya sedikit tua tapi wajah dan keelokan tubuhnya bisa menipu umurnya. Nana sendiri sangat menyukai kecantikan, cara dia mendapatkan kecantikan dengan mengambil kecantikan gadis lain. Caranya, Nana akan menarik cahaya kecantikan seorang gadis dan memindahkan cahaya itu ke wajahnya. Gadis yang kehilangan cahayanya akan nampak menua seperti 90 tahunan.
"Secepat mungkin," jawab pria itu lagi dengan nada biasa. Seperti terkesan malas membahas mengenai kematian adik bungsunya.
"Rencana apa anda akan gunakan Tuan?" Pria di samping Humei tengah mengelus burung hantu miliknya. Dia masih memasang wajah marah yang sangat besar.
Namanya pria itu adalah Xiu Loan, dia seorang kepten pasukan bagian udara. Lebih tepatnya kapten pasukan penyerang udara, mereka terbang menggunakan hewan bantuan berupa burung gagak hitam raksasa peliharaan mereka. Loan sangat ahli dalam menyerang di udara mau jarak jauh ataupun jarak dekat.
"Apa kita akan menyerang anak muda itu langsung ke Kaisaran Tang? Aku dengar dia ada di Kekaisaran Tang." Pemuda sekitaran 20 tahunan ikut menambah. Matanya menatap pria yang tengah asik memutar-mutar tengkorak mainannya.
Nama pemuda itu adalah Xinglong. Xinglong menjabat sebagai pemimpin pasukan penyerang mengendarai banteng Bulan. Banteng Bulan bukan banteng biasa, banteng Bulan sangat terkenal akan keganasan dan keliarannya. Banteng Bulan sendiri adalah siluman dari dunia Mistis. Xinglong memiliki rambut putih yang panjang, dan memiliki penglihatan terang yang mampu melihat di dalam keadaan gelap sekalipun.
"Tidak, kita hanya akan mengundang keributan besar. Kita hanya perlu membunuh satu orang, buat apa memperbesar dengan wilayah lain?" Pria itu menghentikan putaran tengkorak miliknya lalu meremasnya hingga hancur.
"Lalu apa kita akan menyusupkan mata-mata ke Kaisaran untuk membunuh anak muda itu?" Pria di samping Xinglong menggaruk pipinya, dia penasaran dengan rencana Tuannya.
Pria itu bernama Jing Kun. Umur Jing Kun sekitaran 30 tahunan ke atas. Jing Kun sendiri menjabat sebagai ketua medis di aliansi Naga Hitam, namun Jing Kun dijuluki sebagai raja obat di dalam aliansi Naga Hitam.
__ADS_1
"Jangan, anak muda itu sangat kuat. Bahkan aku yakin dia bisa membunuh kalian semua. Buktinya dia bisa membunuh saudara Danzo pendekar tingkat suci yang sudah bisa membuka 4 gerbang."
"Lalu rencana apa yang akan Tuan gunakan?" Marvel bertanya dengan nada datar. Sejak tadi Tuannya membuat mereka pusing menebak rencananya.
Marvel sendiri adalah pendekar dari bangsa Elf. Elf dari gunung es hitam, dengan kata lain dia sendiri bangsa aliran hitam atau gelap. Marvel memiliki 2 sayap hitam di punggungnya, dia juga memiliki rambut putih pendek. Marvel juga raja penguasa di gunung es hitam. Marvel direkrut oleh Tuannya dari aliansi Naga Hitam.
"Rencana ya?" Pria paling pojok menopang dagunya dengan kedua tangannya. Matanya menatap semua penghuni di dalam ruangan. Bahkan dia tersenyum kecil yang menambah perangai licik dan jahatnya.
"Sangat mudah, aku ingin kalian sendiri yang mengundang anak muda itu ke perangkap kita." Sambung pria itu lagi.
"Caranya? Bagaimana kita mengundang anak muda itu kemari Tuan Daimont?" Tanghou bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
Tanghou, dia adalah tangan kanan Daimont. Tanghou memang tidak sekuat Danzo adik Daimont, namun Daimont mengakui kesetiaan Tanghou yang begitu besar padanya.
"Kita harus membuat sesuatu yang bisa membuatnya mendatangi kita. Bukankah itu mudah? Jika perlu kita bisa mengundang semua pangeran dan putri muda." Daimont beranjak berdiri.
Daimont menjelaskan semua rencananya kepada bawahannya. Daimont tidak hanya terkenal kuat namun juga memiliki siasat licik yang bagus. Ituah yang membuat semua Kekaisaran dan Kerajaan tidak ingin ikut campur dengan urusan aliansi Naga Hitam.
Semua menggangguk paham, mereka sangat setuju dengan rencana Daimont. Bahkan mereka saling tatap menatap sambil memberi senyum khas kemenangan.
"Siapa yang akan Tuan tunjuk dalam misi kali ini?" tanya Marvel.
"Aku ingin kapten muda Humei dan kau Marvel. Ini bukan tugas berat bukan?" Daimont melirik Marvel dan Humei sambil tersenyum.
Humei beranjak berdiri dari tempat duduknya. "Siap laksanakan Tuan, aku izin pamit undur diri." Setelah mendengar namanya disebut Humei langsung pergi menuju lapangan menjalankan misi.
"Aku juga izin pamit undur diri. Aku dan Humei akan pulang membawa kemenangan." Marvel menatap semuanya sambil tersenyum dingin dan langsung melenggang pergi mengikuti Humei.
Daimont kembali duduk ke kursinya, ditopangnya dagunya sambil tertawa dingin seperti telah menggapai kemenangan.
******
__ADS_1
"Humei, apa kita perlu merubah identitas?" Marvel berjalan di samping Humei sambil melirik ke arah Humei.
Humei menghentikan langkah kakinya dan diikuti juga dengan Marvel. Humei menatap Marvel seraya menggaruk hidung mungilnya.
"Sepertinya kita harus merubah."
"Lalu kerajaan apa yang akan kita manfaatkan untuk misi kita?"
Humei terdiam sejenak, memikirkan rencana selanjutnya yang akan mereka kerjakan.
"Kau ada ide?" Humei bertanya balik.
Marvel berdiam sejenak, memikirkan kerajaan apa yang bagus dimanfaatkan. Paling tidak kerajaan yang berpengaruh besar namun memiliki pemimpin yang lumayan bodoh.
"Bagaimana kita pergi ke Destopia? Sepertinya di sana akan banyak menarik perhatian," jawab Marvel seraya menatap Humei.
Humei mengangguk setuju, segera mereka berdua melenggang pergi dari kerajaan Naga Hitam. Marvel sendiri terbang, dan Humei menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi.
Saat mereka pergi dari gerbang Kerajaan Naga Hitam, seketika itu juga Kerajaan Naga Hitam hilang dari pandangan. Daimont menutupi kerajaannya dengan sihirnya agar tidak bisa ditemui sebarangan orang. Itulah kenapa setiap para pendekar yang ingin mencari markas Naga Hitam tidak bisa menemukan di mana pun. Seolah markas Naga Hitam itu selalu berpindah tempat atau lenyap ditelan bumi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Selalu Dukung Karya Author Ya 🤗