
Guzou memang kesal dengan Jhu tapi dia lebih kesal melihat anak kecil yang bersama Jhu. Guzou dapat melihat anak tersebut tidak merasa takut setelah melihat semua pembunuhan mengerikan, padahal Guzou pikir akan lebih bagus jika anak kecil itu merengek takut di pelukan Jhu hingga membuat konsenterasi Jhu melonggar.
Begitupun dengan Jhu, Jhu juga sangat terkejut melihat reaksi Hyunjin yang biasa-biasa saja. Tidak menampakan ekspresi takut sedikitpun, padahal Jhu yakin dia akan sulit melawan semua musuhnya jika Hyunjin ketakutan di dalam pelukanya, namun nyatanya dugaan Jhu salah.
Berbeda dengan Hyunjin yang masih tenang, Hyunjin hanya menatap pemimpin musuh dengan ekspresi yang sangat susah ditebak orang lain. Hyunjin berusaha mencari titik lemah pemimpin musuh agar mempermudah Jhu melawannya nanti.
'Dari postur tubuhnya, pemimpin ini hampir tidak memiliki satu celah untuk menundukkannya. Tapi 1 hal kekuarangannya, dia lemah dalam bergerak cepat.' Hyunjin sudah dapat menerka kelemahan pada kaki kiri Guzou yang pengkar, tapi Guzou terus berusaha menutupi kekurangannya tanpa sepengetahuan orang lain apalagi musuhnya.
Gozou melihat Hyunjin yang menatapnya secara perincihan membuat Guzou mengerutkan dahinya.
'Apa anak kecil itu sedang mencari kelemahanku? Tidak mungkin.'
Hyunjin memalingkan pandangannya dan menarik kain baju Jhu seolah memanggilnya. Jhu menengok kebelakangnya dan mendapat Hyunjin seperti ingin memberitahukan sesuatu.
Mata Jhu membelak kaget mendengar ucapan Hyunjin yang nyaris tak pernah Jhu pikirkan. Hyunjin memberitahukan bahwa 6 musuh di depannya memiliki kelemahan yang walau kemungkinan kecil bisa dikalahkan. Hyunjin mengatakan sisah 5 anggotanya sudah terluka para pada organ tubuh bagian dalam, dan tidak akan bisa menyerang sekuat seperti sebelumnya. Dan yang paling mengejutkan Jhu adalah tentang Guzou si pemimpin pasukan.
"Saat seperti ini masih bisa mengalihkan padangan! Kau terlalu meremehkanku Jhu! Sekarang akulah lawanmu!" Guzou melayangkan tombaknya kepada Jhu namun masih bisa ditangkis Jhu dengan pedangnya.
"Jin'er. Paman sedikit terkejut dengan apa yang kau katakan. Tapi jika itu memang benar maka tidak ada salahnya untuk mencobanya. Jin'er kau berhutang penjelasan pada Paman, kau harus menjelaskan semuanya nanti." Jhu menatap Hyunjin lalu kembali fokus ke depan. Sekarang musuh terberat Jhu adalah Guzou, walaupun Hyunjin sudah mengatakan beberapa kelemahan Guzou tapi tetap saja Jhu kalah kekuatan tenaga dalam. Tenaga dalam Jhu sudah terkuras banyak saat melawan belasan pendekar kelas 1.
Hyunjin mundur beberapa langkah, dia ingin memberi kebebasan Jhu dalam bertarung serta mengamati setiap pertarungan.
__ADS_1
Pertarungan sengit pun terjadi, Jhu dan Guzou saling bertukar jurus, saling memberi jurus terkuat mereka masing-masing. Hyunjin dan 5 anggota Guzou menatap pertarungan sengit itu dengan baik. Tentunya Hyunjin memanfaatkan ini bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk mencari kelemahan baru pada Guzou.
Hyunjin terkejut saat melihat Guzou selalu memberikan serangan kuat pada Jhu. Hyunjin dapat melihat aliran angin yang kuat melindungi tombak Guzou.
"Kenapa Guzou melakukan jurus itu? Bukannya sangat merugikan jika menggunakan tenaga dalam sebanyak itu hanya untuk menangkis pedang Jhu?" Hyunjin menggaruk dagunya seraya berpikir apa maksud Guzou melakukan jurus Angin Pelindung.
"Kalau hanya melawan pedang Guzou tidak perlu melakukan jurus perlindungan seperti itu, pasti ada maksud dari jurusnya. Tapi apa?" Hyunjin kembali fokus menatap pertarungan.
Dalam keadaan ini Hyunjin juga menyempatkan mengumpulkan tenaga dalam beberapa lingkaran. Walau hanya bisa 3 atau 5 lingkaran paling tidak itu sudah cukup untuk Hyunjin melawan 5 pendekar di hadapannya. Sebenarnya Guzou juga bukan tandingan Hyunjin jika seandainya Hyunjin kembali ke tubuhnya yang kekar dan berotot. Tapi melihat kondisinya yang kecil serta kerempengan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ada yang aneh!?" Hyunjin melihat pertarungan semakin detail.
"Aku yakin kualitas pedang Paman Jhu bukan kualitas sembarangan. Mengingat Paman Jhu sudah banyak membunuh bahkan menangkis serangan, seharusnya pedangnya tumpul atau patah? Tapi ini ...." Hyunjin terdiam sejenak dan akhirnya menemukan jawabannya kenapa Guzou melindungi tombaknya dengan aliran angin.
Bersamaan dengan teriakan Hyunjin pedang Jhu langsung patah terbelah dua. Mata Jhu membelak melihat pedangnya terpatah begitu saja, segera Jhu melompat mundur menjahui Guzou.
"Kenapa bisa? Pedangku adalah pusaka tanah, tidak mudah mematahkannya!"
"Sudah kuduga," gumam Hyunjin seraya mengusap wajahnya.
Guzou menatap tak percaya pada anak kecil yang baru saja berteriak. Guzou sangat yakin bahwa jurusnya tidak akan bisa dilihat secara jelas, dan juga Guzou tidak percaya bahwa anak kecil tersebut berhasil mengetahui rencananya.
__ADS_1
5 prajurit berdecak kagum sekaligus terkejut, mereka saja tidak menyangka Guzou memakai ide seperti itu. Dan anak kecil itu bisa mengetahui rencana Guzou dengan cepatnya. Bahkan Jhu sekalipun tidak menyadari jurus Angin Pelindung ada pada tombak Guzou.
"Anak kecil itu bukan anak kecil sembarangan! Jhu kenapa Kekaisaran menyembunyikan anak jenius sepertinya!? Apa kalian ingin memanfaatkannya demi kepmerintahan Kekaisaran!?" Guzou menatap Jhu kesal, setelah idenya dapat diendus begitu mudah oleh seorang anak kecil.
Jhu saja terkejut mengetahui Hyunjin cukup cerdas dalam memahami pertarungan, setelah melihat perangai Hyunjin yang selalu tenang membuat Jhu juga sempat menduga Hyunjin bukanlah anak biasa.
"Lalu kenapa jika kami menyembunyikannya? Kekaisaran tidak akan menyerahkan anak berbakat seperti dia pada orang yang salah." Jhu menimpali ucapan Guzou walau sebenarnya dia juga sama sepemikiran dengan Guzou.
"Jika kami tidak bisa memiliki anak kecil itu, maka Kekaisaran pun juga tidak bisa." Guzou memberikan arahan pada 5 anggotanya untuk menangkap Hyunjin.
'Hei! Kenapa kalian malah mau menangkapku?!' Hyunjin berdecak kesal, 5 pendekar itu mendekat dengannya secara perlahan.
Jhu ingin melindungi Hyunin tapi gerakannnya tertahan karena Guzou menyerangnya secara mendadak tanpa berhenti.
"Anak kecil ikutlah bersama kami. Kami tidak akan melukaimu," ujar salah satu pendekar membujuk Hyunjin.
"Iya, kami punya banyak mainan dan manisan di tempat kami." Prajurit yang lain juga ikut menambahkan.
'Ck! Kau bilang aku anak kecil? Bahkan aku lebih tua dari kalian! Dasar anak muda jaman sekarang!'
Hyunjin paling tidak suka dikatakan anak kecil walaupun dia sadar memang saat ini dia adalah sosok anak kecil, tapi tetap saja Hyunjin memiliki jiwa 30 tahunan dibandingkan 5 pendekar di hadapannya yang berusia 20 tahunan. Seandainya saja Hyunjin kembali seperti tubuhnya dulu, Guzou sekalipun tidak akan sanggup melawannya.
__ADS_1
Holla para pembaca PD ketemu lagi dengan author 😃 oke lanjut aja nih
ada saran ceritanya lumayan 😊 judulnya '6400 M' dijamin seru 🖒 mampirlah membaca. Gak rugi baca cerita orang lain kok, malah menambah wawasan berpikir dan kepenulisaannya bisa kita bandingkan 🖒😄