
'Selemah inikah aku!? Aku ini pria! Pangeran Blue Flash! Aku tidak beloh terlihat lemah!'
Kini giliran Ratu Tang Shun membalas semua serangan Eunhan, hanya dengan ekornya dia mampu membuat Eunha dan Hyunjin terlempar jauh. Eunhan yang berniat melindungi Hyunjin nyatanya tidak bisa berbuat apa-apa. Kini dia dan Hyunjin terpental ke tanah dasar laut.
Eunha terbatuk darah, tangannya mengepal erat pedangnya. "Aku tidak boleh kalah! Aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan jurus terakhir ini." Eunhan bangkit menatap dingin ke arah ratu Tang Shun.
Sedangkan Hyunjin sudah ada di genggaman ekor ratu Tang Shun. Hyunjin merontah-rontah memukul ekor itu tapi tidak ada satupun reaksi dari pukulannya.
'Haruskah aku menggunakan pedang Pasai Naga?'
Tangan Hyunjin mulai memegang pedangnya bersiap menarik pedangnya dari sarungnya. Tapi sebelum melakukannya, Eunha dari jauh sudah berenang dengan cepat ke arah ratu Tang shun.
"Tebasan Bulan Merah!"
Tebasan Eunhan berhasil membuat ratu Tang Shun menjerit kuat, sebelah wajah ratu Tang Shun terkena tebasan itu. Darah segar mulai bersatu dengan air laut. Hyujin juga berhasil lepas dari genggaman Tang Shun dan segera berenang mendekati Eunhan.
Karena ratu Tang Shun tidak dapat melihat jelas membuat ekor merontah-rontah ke arah yang tidak jelas, bahkan mengenai Hyunjin dan Eunhan. Lagi-lagi mereka terpental ke tebing karang yang tajam, untungnya baju sisik emas itu melindung Hyunjin. Tapi Eunhan mengalami luka besar pada punggungnya.
"Kauuu! Putri Eunha kau harus membayar kerusakan wajahku!" Tang Shun bergerak cepat ke arah Eunha dan meliliti tubuh Eunha semakin kuat.
Tulang Eunha terasa teremuk oleh lilitan ekor Tang Shun, bahkan pedang yang digenggamnya mulai terlepas dari tangannya. Tang Shun semakin memperkuat ekornya agar tubuh Eunha hancur lembur.
"Aarggg!" Eunha menjerit keras, tulangnya semakin remuk, bahkan tulang belakang dan punggungnya sudah patah.
"Matilah kau putri terkutuk!"
"Tidak semudah itu!" Sebuah pukulan di pipi ratu Tang Shun membuat Tang Shun terpental 6 meter. Eunha sudah lepas dari lilitan Tang Shun jatuh lemas ke tanah. Hyunjin segera berenang ke arah Eunha dan membawanya berlindung.
Mata Tang Shun membulat marah, tatapannya kini terterah pada seorang gadis yang memakai baju jirah.
"Kau! Putri Clarisa! Jangan ikut campur dengan urusanku!"
"Akulah lawanmu Tang Shun! Aku tidak akan ikut campur kecuali kau tidak menculik temanku! Apa hobimu menculik orang!?" Clarisa merapatkan giginya.
"Ck! Kau ingin mengulang kembali perlawanan kita di masa lalu!? Apa kurang jelas aku lebih kuat darimu!"
Clarisa mengelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum dingin. "Tang Shun, dulu aku masih berumur 12 tahun, bukankah wajar jika seorang anak kecil kalah melawan orang dewasa?! Bahkan kau dulu terluka parah karena seranganku! Tapi kupastikan sekarang kau akan mati di tanganku!"
"Ck beraninya kau memanggil seorang ratu seperti itu!? Apa kau tidak tahu aku seorang Dewi Laut Kegelapan?! Aku tidak akan memberimu ampun!"
"Kalau kau Dewi laut, aku adalah Dewi Kematiaanmu!" Balas Clarisa seraya menerjang Tang Shun dengan tangan kosong.
__ADS_1
Hyunjin menatap ke arah pertarungan, ia sedikit mengenal wanita berbaju jirah itu. Tidak salah lagi itu Clarisa.
Pertarungan sengit pun terjadi, walaupun di dalam laut tetap tidak membuat pergerakan Clarisa melambat. Clarisa tetap mampu menepis semua serangan dan tak lupa juga memberikan balasan serangan.
Kejadian 7 tahun yang lalu tidak akan pernah Clarisa lupakan, bertarung dengan Dewi Laut yang ke 2 kalinya merupakan suatu pembalasan baginya setelah dulu ia pernah kalah dengan ratu Tang Shun. Kejadian 7 tahun itu saat Clarusa berumur 12 tahun menaiki kapal kerajaannya bersama keluarganya hendak berlayar ke kerajaan Rain. Kapal mereka tertahan oleh para prajurit kerajaan Tang Mhun, mereka berniat merampok kapal Clarisa dan menjadikan mereka sebagai makan malam. Tapi nyatanya mereka tidak mengetahui ada seorang iblis berhati batu di kapal, yang tak lain ialah Clarisa.
Dulu Clarisa begitu terobsesi dengan membunuh, jadi saat penyerangan ia tak merasa takut sama sekali, malah Clarisa sangat senang dapat membunuh mereka semaunya tanpa dihalang ayah dan ibunya. Di saat itu juga Clarisa tercebur ke air dan bertemu dengan ratu Tang Shun, perkelahian mereka tak bisa dihindarkan. Awalnya ratu Tang Shun mengira Clarisa adalah anak kecil yang biasa, tapi nyatanya Clarisa lebih buas dan haus darah darinya. Walaupun umur Clarisa masih kecil tetap saja itu lawan berat bagi ratu Tang Shun, seandainya ratu Tang Shun tidak dibantu oleh jendral dan panglima tempur tentu saja dia akan mati di tangan Clarisa.
Clarisa membuka sarung pedangnya Shiki, dan memberi tebasan bertenaga kuat pada ekor ratu Tang Shun. Ekor keras itu pun terluka lumayan besar, membuat ratu Tang Shun menjerit dan muntah darah.
'Anak ini sudah semakin kuat! Sialan aku tidak boleh mati di tangannya!'
"Rantai Bunga Neraka!" Clarisa terus memberikan tebasan pedang yang begitu kuat, membuat ratu Tang Shun terluka semakin parah. Bahkan ratu Tang Shun belum memberikan goresan kecil pada Clarisa sekalipun.
"Siap-siaplah menemui ajalmu Tang Shun!" Calrisa melesat cepat ke arah Tang Shun bersiap menghunuskan pedangnya. Tapi sebuah pukulan dari arah lain membuat Clariaa terpukul mundur beberapa meter.
"Panglima perang siap membantu ratu." Zhen Yu selaku panglima perang terkuat di kerajaan Tang Mhun memukul mundur Clarisa dari jarak jauh. Kekuatan Zhen Yu juga tidak bisa diragukan, dia merupakan panglima tempur terkuat di lautan.
"Jendaral juga siap ratu." Mexs jendral sekaligus tangan kanan ratu Tang Shun datang menolong ratunya.
Sekarang ratu Tang Shun tersenyum puas, dia yakin bisa melawan Clarisa bersama Zhen Yu dan Mexs. Sekarang Tang Shun merasa tinggi di atas angin dengan datangnya bantuan.
Clarisa masih tenang, bahkan ia tertawa lantang seolah menghina kekuatan 2 pembantu ratu Tang Shun. "Bertemu lagi dengan kalian membuatku semakin mengingat masa lalu itu. Aku kira setelah membunuh Tang Shun sialan, aku perlu mencari kalian berdua lagi? Ternyata kalian datang sendiri menghantarkan nyawan kalian!" Mata iris merah itu semakin menyala terang dalam air biru gelap.
"Ck! Jaga ucapanmu putri Clarisa!" Zhen Yu mengumpat kesal mendengar ucapan Clarisa.
"Jangan meremehkannya! Ratu saja bisa terluka parah seperti ini, berarti dia sudah semakin kuat dari yang dulu!" Mexs memperingati Zhen Yu untuk tidak gegabah. Mexs memang orang yang penuh pertimbangan sebelum melakukan sesuatu.
"Tidak perlu berlama-lama! Mari kita selesai pertarungan secepatanya! Lebih cepat kalian mati lebih cepat selesai!" Clarisa bersiap memasang kuda-kuda dalam air.
"Kau!" Zhen Yu semakin geram, ia tidak akan memberi belas kasihan pada wanita sekalipun.
Pertarungan 3 lawan 1 bukanlah pertarungan yang adil, tapi Clarisa yang begitu kuat bisa melawan mereka. Gerakan mereka semakin cepat hingga susah dilihat dengan mata telanjang, Hyunjin yang bersembunyi di gua dalam laut menjadi khawatir dengan keadaan Clarisa. Lawan Clarisa juga tidak bisa diremehkan, mereka juga sama kuatnya dengan Clarisa walau Clarisa sedikit jauh lebih kuat di atas mereka, tapi 3 lawan 1 bukanlah sebuah keburuntungan yang baik.
Mereka berempat bersamaan terpukul mundur 2 meter ke belakang. Kini baju jirah Clarisa mulai tergores bahkan pipi dan legannya juga terluka. Sedangkan 3 musuhnya juga terluka bahkan ratu mulai muntah darah lagi, luka dalamnya semakin banyak.
'Sedikit lagi aku bisa menghabisi mereka semua!'
'Dia bukanlah lawan yang mudah! Kuakui selama jabatanku menjadi panglima perang dialah lawan terkuat yang pernah aku temui!'
'Aku harus memikirkan strategi untuk membalas semua serangan putri Clarisa! Ratu dan Zhen Yu juga semakin terluka.'
__ADS_1
Hyunjin berenang keluar gua, dia semakin khawatir melihat Clarisa. Hyunjin tahu Clarisa tidaklah lemah, tapi tetap saja dia melawan 3 musuh sekaligus yang sangat kuat.
'Jika saja aku tidak lemah! Aku bisa membantu Clarisa melawan mereka!
"Gelombang Ikan Perak!"
"Pusaran paus Darah!"
"Auman Hiu Harimau!"
Berbagai jenis jurus terus dilontarkan musuh pada Clarisa, tidak ada kesempatan bagi Clarisa membalas selain bertahan dan menepis serangan. Setiap ingin membalas ke 3 musuh selalu mendesaknya dengan semua jurus mereka.
"Terua desak dia hingga lelah!" seru Mexs.
'Sial mereka menjebakku!' umpat Clarisa yang terus menghindar.
Clarisa tidak akan tinggal diam, dia juga harus bisa membalas serang musuh dengan sangat kuat. Clarisa berenang secepat mungkin mengelilingi ke 3 musuhnya, semakin cepat gerakannya semakin terbentuk pusaran laut yang sangat besar. Ke 3 musuhnya terkejut bahkan mulai berkeringat dingin, mereka ingin keluar dari pusaran itu tapi pusaran itu sangat kuat dan kokoh, bahkan menghasilkan medan listrik membuat mereka bertiga mendapat sengatan. Diam-diam Clari melempar beberapa pisau pada mereka yang terkurung di dalam, karena Clarisa sangat cepat, semua lemparan pisaunya tidak dapat ditebak oleh ke 3 musuhnya.
Pusaran air itu semakin mengecil dan setiap sisi pusaran mengeluarkan pisau tajam siap mengkoyak tubuh mereka, entah bagaimana Clarisa mampu melakukan pusaran itu dengan sempurana.
Hyunjin yang melihat semua itu hanya bisa terdiam kagum, Clarisa memang sangat kuat dari apa yang Hyunjin bayangkan. Jika saja Hyunjin yang ada di dalam pusaran itu, sudah pasti dia tidak akan bisa bertahan dengan lama.
Ratu Tang Shun semakin geram, ia tak punya pilihan selain melakukan jurus terakhirnya yang sangat berbahaya. Terlebih jurus ini juga membuat penggunanya akan tewas.
"Tidak ada cara lain, aku akan menggunakan jurus itu!"
"Ratu! Jangan itu sangat berbahaya untuk kita dan sekitarnya!" Jendral memperingati Tang Shun untuk tidak gegabah. Tentu saja jendaral tidak mau mati bersama ratu Tang Shun.
"Lebih baik daripada mati karena bocah ini!"
Pusaran semakin mengecil dan semakin menghimpit mereka bertiga, pedang tajam itu mulai menggores-gores pada tubuh mereka. Tangan Zhan Yu terpotong sebelah karena gesekan pedang Shiki, sedangkan jubah jendral semakin tergores dan membuat luka pada perut dan lengannya.
"Ledakan Paus Biru!"
Pusaram itu perlahan mulai bersinar semakin terang membuat Hyunjin merasa kesialauan dan hingga akhirnya meledak.
Booom! ....
Suara ledakan yang begitu besar dari tengah laut membuat para rakyat yang tinggal didekat pantai panik, mereka mengira itu suara ledakan gunung laut yang sudah lama mati. Tentu saja mereka tahu akan ada tsunami besar yang menghampiri mereka. Bahkan ledakan itu tidak dapat dihindari oleh Clarisa dan Hyunjin, mereka bersama-sama terkena ledakan dasyat itu. Ternyata ratu Tang Shun meledakkan dirinya bersama dengan jendral dan panglima tempurnya. Ledakan itu berasal dari semua suber QI ratu Tang Shun yang dikumpulkan menjadi ledakan dasyat.
Area ledakan itu yang sudah tandus kini semakin tandus dan menghasilkan lubang besar. Bahkan beberapa paus, ikan hiu dan lainnya yang berada jauh dari ledakan mendapat dampaknya yang begitu besar.
__ADS_1
Kini sang Dewi Laut Kegelapan telah gugur bersama jendral dan panglima tempur terbaik di lautan. Lalu bagaimana dengan Hyunjin dan Clarisa? Tidak ada yang tahu bagaimana nasib mereka. Yang tertinggal hanyalah senjata mereka semua yang terkubur di tengah laut biru gelap nan suram itu.
Jangan lupa dukung author ya, beri like, dan vote juga 😊 Author butuh penyemangat