Penguasa Dejavu

Penguasa Dejavu
14. Kerajaan Laut Tang Mhun


__ADS_3

Petugas keamanan berbondong-bondong melompat dari perahu yang baru saja diterjunkan dari kapal. Yang kerahkan adalah para pendekar yang mampu berjalan di atas air. Banyak para penumpang yang terkagum-kagum melihat aksi petugas keamanan.


"Cepat cari! Laut ini sangat berbahaya, jika tidak segera maka nyawa pria itu bisa hilang!" Kapten dari petugas keamanan berseru lantang pada petugas yang lain.


Mereka menggangguk paham, dengan cepat mereka berjalan menyusuri laut. Tak lupa mereka membawa obor dan lentera agar dapat melihat di dalam air. Namun nihil, sekuat apapun mereka mencari mereka tetap tidak menemukan keberadaan Hyunjin.


"Kita tidak boleh menyerah! Keselamatan penumpang adalah yang utama!" Sang kapten berseru lagi agar bawahannya tidak menyerah.


2 jam mengelilingi kapal mereka tak dapat menemukan keberadaan Hyunjin. Sang kapten yang tadinya bersemangat sekarang tampak lesu. Sekarang mereka akan menghentikan pencarian untuk sementara, sang kapten ingin meminta tindakan selanjutnya dari pemilik kapal.


"Kapten!" teriak petugas lain seraya menunjuk kawannya yang tertarik masuk ke dalam air.


"Segera naik! Ada musuh menyerang!" Seru sang kapten mengambil tindakan agar bawahan yang lain segera naik.


Berbondong-bondonglah mereka berlari menuju perahu, tapi satu persatu yang berlari malah tenggelam masuk ke air. Sesuatu dari dalam air telah menarik prajurit keamanan masuk ke dalam air. Kini tinggal 4 petugas di atas perahu, 3 lainnya telah masuk ke dalam air.


Sang kapten yang bernama Guemo menggigit bibir bawahnya. Sekarang mereka ada di posisi yang tidak diuntungkan. "Jangan banyak bergerak, mereka mengincar kita semua." Guemo menyuruh agar petugas lain tenang.


Jbuur ....


Perahu kecil itu terbalik, semua yang di perahu tenggelam ke dalam air. Mereka tidak sempat melakukan gerakan bertahan di atas air.


"Ahh! Tenang semua, kita akan-" belum sempat sang kapten menyelesaikan ucapannya tubuhnya sudah tertarik ke dalam air.


"Kap-" petugas lain juga ikut tertarik masuk ke air.


Kini semua petugas tadi tertarik ke dalam air. Mereka di tarik oleh sejenis hewan yang sama seperti menarik Hyunjin. Mereka semua tidak bisa melawan karena jumlah hewan itu semakin banyak dan semakin menarik ke dalam dasar laut. Mereka semakin kehilangan nafas dan akhirnya pingsan di dalam air.


Para penumpang yang berada di kapal Samudera terdiam kaku. Mereka masih menatap ke laut namun para petugas yang tenggelam tidak timbul-timbul. Maka berteriak histerislah mereka karena merasa berada dalam posisi bahaya. Petugas lainnya berusaha menenangkan penumpang kapal, bahkan ada penumpang lain yang mengambil perahu kecil untuk melarikan diri dari kapal, tapi hasilnya mereka juga sama tenggelam ke dalam air.


"Para penumpang segera masuk ke dalam kamar masing-masing. Kami akan memastikan kalian akan tetap aman!" Seru para petugas yang berusaha menenangkan.


Di kamar, Clarisa bisa merasakan keributan dari luar kamar. Tentu saja itu merusak konsentrasinya dalam memulihkan kekuatannya. Segera Clarisa membuka matanya dan bergegas keluar. Clarisa bisa melihat para penumpang begitu panik. Clarisa berlari menuju ujung kapal mencari Hyunjin, barangkali Hyunjin bisa menjelaskan semuanya padanya. Tapi setibanya di sana dia tidak bisa menemukan Hyunjin, sebelumnya di kamar Hyunjin juga sama.


Saat sedang memeriksa kerumunan itu, seseorang menabrak Clarisa hingga topi jubahnya terbuka. Pria yang menabraknya tak lain ialah Tangru dari bangsawan Tang.


Tangru yang menabrak Clarisa langsung menjauh setelah melihat Clarisa. "Ja-jangan ini semua karenamu dewi kematian!" Tangru berseru lantang menuduh Clarisa dari dalang kejadiaan ini.


Clarisa tidak membalas, ia hanya melempar tatapan dingin kepada Tangru. Tangru yang ditatap seperti itu menjadi semakin ketakutan. Semua orang yang tadinya panik terdiam saat melihat ada dewi kematian yang sangat terkenal ikut di kapal mereka.


"Dia pasti berniat membunuh kita semua!"


"Pasti dia yang mengirim pasukan dalam air!"

__ADS_1


"Dia memang tidak punya hati!"


"Putri Clarisa Zero memang jahat seperti kabarnya!"


"Menjauh darinya dia berbahaya!"


Banyak cemoohan dari penumpang lain setelah melihat Clarisa. Mereka yakin bahwa Clarisalah yang berbuat kekacauan ini. Mereka semua menatap tajam kepada Clarisa yang sebenarnya juga tidak tahu apa yang terjadi.


"Kalian menuduhku?" Clarisa menujuk dirinya sendiri.


Tangru mundur 2 langkah menjauhi Clarisa sang dewi kematian. "Kau pasti berniat jahat pada kami! Bahkan kami yang tak bersalah padamu juga ingin kau bunuh?" Tangru semakin memanasi keadaan.


Clarisa menatap Tangru semakin tajam, dia tidak akan segan membunuh Tangru sekarang jika semakin memprovokasi dirinya. Selangkah Clarisa mendekati Tangru tapi terdengar suara dari arah kemudi kapal.


"Putri jika menglangkah lagi kami akan memanahmu dari sini!" Suara itu yang tak lain petugas keamanan kapal.


"Menarik! Kalian semua menuduhku sebagai pelaku!" Clarisa tersenyum dingin seraya menatap petugas itu.


"Ikut bersama kami, maka tidak akan perlawan!"


"Ikut?" Clarisa terkekeh mendengarnya. "Baiklah." Sambungnya lagi.


Kini Clarisa di bawa pergi oleh petugas keamanan menuju ruang bawa kapal. Mereka memenjarakan Clarisa sebagai dalang semua ini yang jelas Clarisa sendiri tidak tahu apa yang terjadi.


"Salah tangkap? Apa maksudmu putri?" Pemilik kapal menatap heran pada Clarisa.


Clarisa tersenyum kecil. "Walaupun aku menjelaskan kalian tidak akan percaya bukan? Yang kalian tahu adalah aku dalang semua ini. Kalaupun aku pelakunya sudah pasti aku menyuruh mereka membalik kapal ini," jelas Clarisa datar.


Sejenak mereka semua terdiam yang dikatakan Clarisa juga ada benarnya tapi percaya pada dewi kematian bukanlah hal yang mudah.


"Jangan percaya dengannya! Dia sangatlah licik dan jahat, bagaimana mungkin kita percaya pada penjahat yang sering merengut nyawa orang tanpa belas kasihan?" Dari jauh Tangru si bangsawan kecil datang menghampiri mereka dengan 2 prajuritnya.


Clarisa dan yang lainnya melirik ke arah sumber suara tersebut. Sebagian mereka juga percaya dengan apa yang diucapkan pangeran Tangru.


"Kau bangsawan kecil diamlah! Aku tidak memintamu berbicara!" Kini Clarisa mulai berada di puncak kemarahan.


"Paman Hanxu, percayalah padaku. Kita sudah jelas mengenal putri Clarisa yang sangat jahat, lalu bagaimana ini semua bukan karenanya?" Tangru berusaha meyakinkan pemilik kapal yang bernama Hanxu.


Hanxu menggaruk pelan dagunya, yang diucapkan Tangru juga ada benarnya. "Pangeran Tangru juga benar," balas Hanxu pelan.


Clarisa berusaha menahan amarahnya, dia bisa saja menghabisi mereka semua. "Terserah pada kalian! Sekarang tinggalkan aku sebelum kuhabisi semua nyawa kalian di sini!"


Segera meraka berlari dari ruang sel itu, mereka tak ingin memancing lebih dalam kemarahan sang Dewi Kematian.

__ADS_1


Clarisa menghembuskan nafasnya kasar dan mengambil posisi duduk sila seraya menenangkan dirinya. Clarisa tidak ingin membunuh mereka semua yang ada di kapal, jelas-jelas ia memberi sedikit belas kasihan walau mereka sudah salah menuduh dirinya.


*****


Hyunjin dapat merasakan dirinya terseret di lantai tapi tidak bisa memandang apa yang sedang terjadi dan di mana dirinya sekarang? Tubuhnya terasa begitu lemas, setelah beberapa menit tadi ia tidak bisa bernafas sekarang ia bisa menarik nafas sepuasnya.


"Prajurit! Santapan apakah yang kau bawa?" Terdengar suara wanita yang begitu genit bertanya pada prajuritnya.


"Lapor ratu, kami membawa 1 manusia yang baru saja kami tangkap," jawab prajurit itu seraya melempar tangkapan mereka ke hadapan ratu mereka.


Hyunjin terlempar 2 meter ke depan, dia bisa merasakan tubuhnya semakin sakit. Sekarang nafasnya menjadi memburu karena lemas.


Ratu itu menatap tangkapan prajuritnya begitu terkejut, terburu-buru ratu menghampiri tangkapan itu.


"Lambang itu!? Bukankah dia pangeran Hyunjin? Sangat disayangkan jika dia kita makan," gumam sang ratu seraya mengelus pipi Hyunjin yang basa.


"Prajurit bawa dia ke kamar tamu, kurung dia di sana! Aku yakin dia bisa membawa keberuntungan pada kita! Aku akan menikahinya!"


Jendral yang hanya diam di kursinya langsung beranjak berdiri. "Ratu anda jangan bertindak gegabah! Menikahi manusia bukanlah ide yang bagus, terlebih kita tidak tahu apa yang direncanakan manusia itu! Sebagai jendral juga selaku tangan kananmu meminta ratu untuk berpikir 2 kali," ucap jendral itu seraya memberi hormat.


Para prajurit dan yang lain terdiam, mereka tidak berani berkomentar pada ratu Tang Shun.


Jendral terus memperingati sang ratu untuk tidak salah pilih. Tapi ratu sudah begitu tertarik pada lambang margs Hyunjin dan tetap kokoh menjadikan Hyunjin sebagai kekasihnya. Mereka semua tidak membalas sang ratu lagi, akan berbahaya jika mengkritik lebih pada manusia yang ratu mau.


Para pengawal segera menjalankan titah sang ratu, membawa Hyunjin ke kamar tamu dan merawatnya. Hyunjin hanya bisa merasakan tubuhnya diangkat seseorang tapi tidak bisa mendengar apa yang terjadi, Hyunjin begitu lemas terlalu lama di dalam air.


Setelah semalaman dihabiskan dengan mengumpulkan tenaga, Clarisa membuka matanya melirik ke sekitarnya. Terlihat seorang petugas keamanan datang membawa mapan makanan untuk Clarisa. Petugas ini begitu menjaga jarak dengan Clarisa karena takut akan dibunuh. Sedangkan Clarisa hanya duduk tenang memperhatikan petugas itu. Sebelum petugas itu pergi, Clarisa menyempatkan bertanya.


"Semalam apa yang terjadi? Bisakah kau menjelaskan padaku? Tenang aku tidak akan membunuh," tanya Clarisa lembut berusaha membuat petugas itu tidak takut.


Awalnya petugas itu ragu walau Clarisa berada di dalam sel dan petugas itu di luar, tetap saja ini masih berbahaya baginya. Bisa saja Clarisa menghancurkan sel besi itu dengan kekuatannya. Tapi setelah memperhatikan secara keseluruhan perilaku Clarisa yang tidak mencurigakan, akhirnya petugas itu mulai menceritakan semuanya.


Mendengar semua itu, Clarisa langsung bangkit dan berlari menuju petugas itu. Bukan niat ingin membunuh tapi ia minta untuk dilepaskan.


"Kau bilang penumpang yang bernama Hyunjin tenggelam di laut ini? Kenapa kalian baru memberitahukanku? Sekarang lepaskan aku, aku akan menyelamatkan temanku!" Clarisa berseru khawatir dengan keadaan Hyunjin.


"Maaf putri, saya tidak bisa tanpa perintah dari Tuan Hanxu," jawab petugas itu pelan sambil memberi hormat.


Clarisa meremas besi sel itu karena geram. "Apa kalian ingin mati di sini? Kalian sudah jelas berada dalam bahaya, kalaupun ada apa-apa aku bisa menyelamatkan diriku sendiri tanpa kalian. Apa kalian mau!?"


"Maaf putri saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan." Sekali lagi pengawal itu menjawab Clarisa dengan pelan, lalu bergegas pergi meninggalkan Clarisa.


'Aku tidak tahu prajurit apa yang menculik Hyunjin, apakah kerajaan laut Tang Mhun atau kerajaan laut Tang Yhun. Yang pastinya Hyunjin berada dalam bahaya!'

__ADS_1


__ADS_2