Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 11. Ulang Tahun Ku yang Ke-25


__ADS_3

Aku pendekatan dengan Satria sudah hampir sebulan. Walaupun kami belum pernah via telpon hanya via chat, aku sangat percaya dengannya karena dia selalu menceritakan kehidupan dia sehari - hari di Jogja. Begitupun juga aku. 


"Ka.. Lo mau makan apa hari ini?" Tanya Ria saat kami sedang berkumpul di ruang koas.


"Oh iya kita jaga malam yaa hari ini.. Makan apa yaa enaknya? Hmm nasi bebek di depan kali yaa enak tuh.." Jawabku. 


"Ihh lo kan ulang tahun Ri, makan - makan dong kita.." Sahut Lisa. 


"Hahaha mau makan - makan apa? Bebek?" Tanyaku.


"Eh bentar yaa Ka.." Sahut Ria yang langsung keluar dari ruangan. 


Aku melihat Ria sibuk sekali kesana kemarin seperti ada sesuatu dan tidak seperti biasanya saja. 


"Ka.. mending lo traktir kita makanan di depan alun - alun." Sahut Jerry. 


"Ya ayok aja gue nanti sore kita ke depan jajan... Habis absen kita jajan dulu lah gitu.." Jawabku. 


"Asik di traktir Ka Riri..." Jawab Jerry dengan senang. 


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya Aku, Lisa, Ria dan Jerry untuk absen jaga malam. Hari itu adalah hari spesialku, tapi aku jaga. Sedih sekali tidak bisa berkumpul bersama Mama dan Bapak di rumah. Tapi untungnya ada Lisa, Ria dan Jerry yang meramaikan.


"Kamu dimana?" Tanya Satria di chat whatsapp.


"Aku di rumah sakit dong Mas... Mau dimana lagi? Hahahaha.."


"Iyaa tau.. Maksud aku kamu lagi dimana sekarang posisinya?" 


"Oh lagi di ruangan koas. Kenapa?" 


Tidak lama Ria mengunci pintu ruangan koas saat aku sedang sendiri.


"Eh tunggu yaa Mas.." 


"Kenapa?"


Lalu Satria menelponku. Aku pun segera mengangkat telponnya.


"Halo.. Assalamualaikum.." Sapa Satria dari telpon.

__ADS_1


Suaranya sangat berat, memang cocok jika dia jago bernyanyi.


"Hmm Wa'alaikumsalam.." Jawabku agak gugup.


"Happy Birthday to You!! Happy Birthday to You! Happy Birthday.. Happy Birthday.. Happy Birthday to You!!" Ria, Jerry dan Lisa masuk ke ruangan koas dengan membawakan kue dan bouket bunga. 


Aku pun menangis terharu saat itu, mereka datang dan masuk membekan kejutan yang tak terduga.


"Ihh kalian!" Jawabku sembari menyeka air mata.


"Kaget gak Ka?" Tanya Jerry sembari tersenyum lebar. 


"Ih Ka Riri nih nangis loh Jer... Terharu ya Ka?" Sahut Ria.


"Rii.. Jangan nangis dong.." Sahut Lisa. 


"Halo halo.." Suara dari telponku masih menyala. 


"Ini idenya Bang Satria loh Ka..." Jawab Ria. 


"Ini kamu?" Tanyaku sembari meletakkan ponsel di telingaku. 


"Dasar!!" Jawabku sembari bercanda.


"Ih kok dasar sih? Seneng gak?" Tanya Satria lagi. 


"Hmm.." Jawabku hanya bergumam. 


"Cieelahhhh... Kapan nih jadiannya Bang!!" Ledek Ria.


"Iyaa nih biar sekalian dong di resmiin.. Makan - makannya juga sekalian nih, mumpung Ka Riri ulang tahun." Ledek Jerry.


"Ih apasih kalian nih berisik.." Jawabku malu. 


"Udah nyalain lilinnya dulu, terus biar Riri tiup lilin.." Sahut Lisa.


"Oh iyaaa udah yuk langsung aja... Udah laper nih Ka.." Kata Ria. 


Mereka pun menyalakan lilin dan aku meniup lilin, lalu memotong kue. 

__ADS_1


"Yaudah kamu sama temen - temen kamu dulu, aku tutup dulu telponnya ya.." Jawab Satria di telpon.


"Yaudah oke.." Jawabku.


"Assalamualaikum.." Salamku.


"Walaikumsalam." Jawab Satria. 


Lalu aku langsung mematikan telponnya. 


"Eh foto dulu Ka.. Pesan dari Bang Satria..." Sahut Ria. 


"Foto di ruang diskusi aja lebih bagus Ria.." Sahut Jerry. 


"Eh iya bener, disini gak bagus berantakan." Jawab Ria.


Aku pun menuruti mereka untuk foto di tempat diskusi. Setelah foto - foto, kami ber4 pun makan. Makanan yang di belikan oleh Satria kata Ria. Kue ulang tahun, bouket bunga dan makanan berat untuk makan malam kami hari itu sudah membuat kami kenyang. Semua Satria yang membelinya. 


"Ini lo kerjasama sama si Satria ya?" Tanyaku ke Ria.


"Hahaha iyaa dong Ka.." Jawab Ria senang. 


Ternyata selama beberapa hari ini Ria berkomunikasi terus dengan Satria. Dan aku merasa risih. Ria seperti senyum - senyum sendiri jika membicarakan Satria. Ah apa aku cemburu? 


Selesai makan, kami pun kembali ke IGD perina. Karena saat itu aku sedang di bagian kebidanan. Jadi jaga malam di IGD khusus ibu hamil. Saat di IGD Satria pun menelponku lagi. Kami bicara sangat lama, berjam - jam. Saat itu Satria sedang ada pekerjaan menjadi asisten dosen. Lalu minggu depannya dia ada pekerjaan untuk menjadi fotografer prewedding di daerah Sentul yang aku ingat. Dia bercerita pekerjaannya belum jelas karena belum selesai dan lulus dari kampusnya. Tapi aku tidak sangka dia masih saja niat memberikan kejutan untukku walaupun tidak ada di sisiku. Saat itu dia merepotkan Ka Gaida lagi untuk mengantarkan kue, bunga dan makanan. Kali ini Ka Gaida di temani salah satu temannya, bernama Ka Razaq. Dan yang kebetulan dia juga seniorku di SMA Halim, tapi dia hanya beda satu tahun denganku. 


***


Tak terasa pagi pun tiba, malamnya kami benar - benar bahagia karena hanya 2 operasi caesar dan tidak ada pasien sama sekali di IGD. Saat sudah mulai operasi Satria mematikan telponnya dan sampai paginya dia baru menghubungiku lagi. Dia menemaniku sampai pukul 2 pagi untuk jaga malam. Betapa so sweetnya dia saat itu. Paginya kami pun senang sekali dan merasa jaga malam semalam tidak ada rasanya sama sekali. Ini adalah hadiah ulang tahunku yang terindah. 


"Ka.. Kok Ka Gaida baik banget yaa mau nganterin gitu kemarin?" Tanya Ria. 


"Hmm iyasih, tapi dia sih bilangna karena udah deket banget sama Satria. Udah kayak saudara. Jadinya dia mau aja disuruh sama Satria." Jawabku.


"Eh parah deh bang Satria baik banget tau Ka.. Udah lah cepet jadian aja kalian. Kalo aku sih ada cowok kayak gitu langsung gas Ka.." Kata Ria sambil senyum - senyum.


"Udah deh Ria, lo jangan gatal." Sahut Lisa. 


"Ih Kakak nih, yaa gak lah." Jawab Ria malu - malu.

__ADS_1


Kata - kata Lisa membuatku sadar, aku harus membuat Satria dan Ria tidak komunikasi lagi. 


__ADS_2