Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 43. Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

Setelah aku selesai ujian, aku langsung buru - buru memesan tiket pulang ke Jakarta dengan kereta. Karena di stase forensik kami diberikan waktu libur satu minggu. Aku sudah tidak sabar untuk pulang ke Jakarta. Tapi sebelum aku pulang ke Jakarta aku mendapatkan kabar duka dari sahabatku Pran, Ayahnya baru saja meninggal dunia. Aku sedih sekali karena tidak bisa langsung datang ke rumahnya untuk melayat. Padahal aku baru saja ingin segera bertemu dengan Pran dan Mytha lalu memperkenalkan Satria secara langsung. Karena rencananya Satria datang di bulan Januari dengan Robert. Bahkan aku sudah punya banyak plan dengan Satria ingin kemana saja. 


"Aku udah gak sabar ketemu kamu, Mama kamu, Bapak kamu. Nanti kita disana keliling ke keluarga kamu yaa Sayang." Kata Satria di chat.


"Cie.. Mau ngapain sih keliling ke keluarga aku?"


"Ya kan aku mau serius sama kamu, aku udah janji loh sama kamu mau bener - bener serius sama kamu dan aku mau ketemu sama keluarga kamu." 


"Hahaha kok aku deg - deggan yaa..."


"Haha kok jadi kamu yang deg - deggan sih? Harusnya kan aku."


"Iyaaa tetep ajaa.. Aku deg - deggan juga dong sayang." 


"Haha aku malah semangat ini biar aku kenal keluarga kamu."


"Iyaa iyaa sayang, terus kamu ini lagi dimana?"


"Aku udah siap - siap sayang. Si Robert juga mau ikut kan ke Indonesia katanya mau ketemu sama Wina. Udah janji mau dateng ke Indonesia ketemu Wina langsung, mau ada yang dia omongin. Gaya banget emang hahaha.." 


"Iyaa Wina udah cerita sama aku, gaya banget sih si Wina gebetannya bule."


"Iya yaa haha.. Penasaran aku nanti kalo mereka ketemu gimana."


"Deg deggan si Wina katanya."


"Si Robert juga, bilang deg deggan terus sama aku." 


"Hahaha yaudah biarinlah mereka yaa.. Tapi si Wina katanya minta di temenin nanti kalo ketemu Robert. Duh emang yaaa itu anak norak banget." 


"Kita temenin aja gapapa Sayang. Jangan gitu dong kamu.."


"Hahaha kamu mau nemenin?" 


"Iyaaa.. Eh kamu pulang dari Semarang kapan?"


"Lusa sayang."


"Naik kereta?"


"Iyaa Sayang.." 


"Udah pesen tiketnya?"

__ADS_1


"Belum.."


"Aku aja yang pesenin yaa Sayang. Naik eksekutif aja yaa.."


"Gak ah.. Ekonomi aja. Ekonomi sekarang udah bagus kok Mas... Udah deh."


"Yaudah ekonomi tapi yang bagus kelasnya. Biar aku yang pesen, kamu mau jam berapa berangkatnya?" 


"Udah gampang itu nanti aku yang pesen. Aku juga pulang sendiri, karena yang lain masih mau santai disini dulu. Kalo aku kan emang udah pengen buru - buru pulang ke Jakarta."


"Hah? Kok sendirian? Bahaya loh... Yaudah aku suruh Gaida aja yaa kesana jemput kamu. Besok malem dia langsung aku suruh berangkat ke Semarang. Biar Minggu Paginya dia udah di Semarang.." 


"Astaghfirullah kamu bener - bener deh. Yakali Ka Gaida dateng kesini cuma buat jemput aku terus pulang lagi ke Jakarta. Capek lah Mas." 


"Ssstt udah diem."


"Mas... Udah ya.. Aku mau tidur. Ngantuk."


Selalu menjadi kebiasaan Satria, memaksa. Setelah itu dia memberitahuku bahwa besok Ka Gaida ke Semarang naik kereta hanya untuk menjemputku dan membeli oleh - oleh disini untuk di bawa ke Jakarta. Aku sudah pasti tidak bisa lagi protes karena Satria langsung menghubungi Ka Gaida dan Ka Gaida pun langsung chat aku untuk menanyakan aku pulang jam berapa. 


"Udah pokonya masalah pulang kamu komunikasi sama Gaida yaa besok, aku gak mau kamu kenapa - kenapa sendirian gitu naik kereta. Dia kan bisa bela diri, kalo ada yang mau macem - macem bisa di pukul sama dia." Kata Satria setelah dia memberitahukan ke Ka Gaida. 


"Hmmm.. Yaudah aku mau tidur dulu yaa Mas. Ngantuk." Balasku agak kesal karena kali ini Satria memaksaku lagi yang menurutku sangat berlebihan. 


Keesokan harinya Ka Gaida menghubungiku lagi untuk memastikan bahwa dia akan naik kereta pukul 8 pagi, jadi kemungkinan sampai di Semarang sore atau malam. 


"Baru kali ini aku keluar kota cuma untuk jemput doang, udah gitu naik kereta lagi. Hahaha untuk di bayarin." Kata Ka Gaida di chat.


"Lagian ngapain sih Satria pake suruh Kakak kesini jemput aku? Aku tuh bisa sendiri Ka.... Dia aja yang lebay sebenarnya Ka.."


"Yaudahlah Ri gapapa, dia khawatir sama kamu. Ya gapapa sekalian aku mau kesana juga mau beli lunpia semarang. Emang lagi ngidam banget beli itu.."


"Ada ada aja lagi ini demi lunpia sampe mau kesini."


"Hahaha iyaa aku kalo udah maunya gitu Ri, harus diturutin."


"Yaudah nanti kakak berkabar aja yaa Ka.. Kalopun harus nginep dulu disini gapapa kan ya Ka?"


"Aku udah pesenin tiketnya besok jam 4 pagi loh, supaya besok kita besok gak terlalu siang sampai Jakarta."


"Iyaa oke Ka.."


"Ini orang KAI bingung kali yaa, nama aku baru pesen tiket berangkat. Besok subuhnya langsung balik lagi ke Jakarta, udah kayak numpang mandi doang."

__ADS_1


"Hahaha lagian temen kakak tuh lebayy..."


"Yaowis aku siap - siap dulu yaa Ri, cuma bawa tas sama bawa diri doang ini."


"Okee siap Ka.."


"Bawaan kamu gak banyak kan Ri?"


"Gak kok Ka.. Kan kemarin sebagian udah aku titip di mobil."


"Oiyaa pas aku kesana yaa sama Om, Tante, Pakde.? Aman yaa berarti barangnya gak terlalu banyak."


"Gak Ka.."


"Soalnya kita bakalan bawa oleh - oleh banyak nih, si Satria udah ngelist banyak banget buat di bawa ke keluarga kamu."


"Astagahfirullah apaan ajasih itu anak bener - bener deh."


"Tau, aku mah ikut aja ini dia nyuruh apaan."


"Yaudah oke deh Ka.."


Ya benar saja, Ka Gaida sampai di Semarang sore. Jadi mulai dari situ kami keiling naik taksi online untuk mencari oleh - oleh. Banyak oleh - oleh yang sudah di list Ka Gaida dari Satria, aku hanya mengikuti saja tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Yaa di sisi lain aku senang diperilakukan seperti putri karena apapun oleh - oleh untuk keluargaku pun aku tidak mengeluarkan uang, tapi Satria. Satria yang menyuruh Ka Gaida membelikan ini itu yang di transfer Satria uangnya. Sampai akhirnya tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam. 


"Ri.. Baru jam segini, kita mau kemana lagi? Nanggung kalo kita ke hotel segala macem."


"Yaa langsung ke stasiun aja Ka.."


"Kamu gapapa?" Tanya Ka Gaida seperti heran.


"Ya gapapa Ka.. Kan belum ini jalan ke Stasiunnya."


"Cari makan dulu deh, aku laper."


"Oh yaudah makan dulu kita."


"Emang kamu gak laper?"


"Biasa aja sih Ka.."


"Yaudah makan dulu... Baru ke stasiun yaa.."


"Oke.."

__ADS_1


Akhinya aku dan Ka Gaida pun makan dulu, dan beres makan sekitar setengah 2. Lalu aku dan Ka Gaida langsung ke stasiun dan disana kita hanya menunggu satu jam saja. 


__ADS_2