Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 53. Bertemu Satria di Jogja


__ADS_3

Ternyata aku mulai sibuk dan tidak bisa menjenguk Satria sama sekali, mungkin memang waktu belum bisa mempertemukan kita berdua. Sejak pertama kali aku berpacaran dengannya ya masih baru sekali aku bertemu dengannya itu saat hari pertama aku jadian dengannya. Yah sudah hampir satu tahun aku tidak bertemu dengannya, agak aneh tapi ini nyata sekali. Sampai akhirnya Satria pulang ke Jogja dan kali ini sahabatnya Ka Gian akan menikah. Dan Ka Gaida pun langsung mengabariku dan menajakku ke Jogja.


"Ri, kamu Sabtu libur kan?" Tanya Ka Gaida.


"Iya Ka.. Kenapa?" Balasku.


"Si Gian mau nikah di Jogja Ri, mau gak temenin aku kesana?" 


"Oh Ka Gian mau nikah Ka? Kapan emangnya?"


"Hari Sabtu besok Ri.. Kita naik bus atau kereta aja."


"Mudah - mudahan aku bisa yaa Ka... Nanti aku tanya dulu sama Mama dan Bapak. Izin dulu maksudnya."


"Iyalah izin dulu sama Om Tante."


Setelah aku izin dengan Mama dan Bapak ternyata mereka tidak setuju jika aku dan Ka Gaida naik bus atau kereta, mereka menyuruh kami naik mobil dan mereka akan ikut. 


"Ya gapapa kalo Om sama Tante mau ikut.. Kita jadi rame - rame sekalian ke Jogja Ri." 


Akhirnya kami pun jadi pergi ke Jogja, berangkat dari Jakarta Jum'at sore. Perjalanan dari rumah ke Jogjakarta kurang lebih 8 sampai 9 jam dengan mobil. Selama di perjalanan aku terus berkomunikasi dengan Satria. Bahkan sepertinya Satria sudah tidak sabar untuk bertemu denganku, begitupun dengan aku. Dia berjanji akan memperkenalkanku dengan kedua orang tuanya. Aku pun senang rasanya akan dikenalkan dengan kedua orang tuanya, tapi aku sedikit gugup saat itu. 


"Alhamdulillah udah sampai Jogja." Kata Bapak saat kami masuk melewati tugu khas jogja.


"Udah kabarin Satria?" Tanya Ka Gaida berbisik kepadaku.


"Belum Ka.. Biarin aja.. Dia pasti lagi sama Mama Papanya. Apalagi kan pasti habis acara midodareni." Jawabku pelan.


"Tapi gapapa kasih tau aja Ri.." Jawab Ka Gaida.

__ADS_1


"Iyaa Ka.."


Akhirnya aku pun menuruti kata Ka Gaida, segera mengabari Satria. Sebenarnya sebelum aku ke Jogja aku diminta untuk menginap di rumah Satria dengan Mama Ayu. Tapi Ka Gaida sudah terlanjur memesan tiket hotel untuk menginap dan kami menginap di depan gedung pernikahan untuk besok. Ka Gaida pun memintaku untuk izin dengan Mama Ayu bahwa kami tidak bisa menginap di rumah Satria. 


"Aku gak bisa ketemu kamu malam ini, soalnya gak boleh keluar lagi sama Mama dan Papa. Sampai ketemu besok yaa Ri." Kata Satria di chat.


"Iyaa gapapa kok Mas, aku juga mau langsung istirahat. Capek banget soalnya dan udah malem banget kan ini." 


"Iyaa selamat istirahat yaa kamu.." 


"Iya Mas.."


Rasanya aku sudah tidak sabar sekali ingin bertemu dengan Satria besok siang di acara pernikahan sahabatnya. Aku ingin sekali melihat keadaannya setelah dia kecelakaan. Aku berfikir dia masih duduk di kursi roda dan sulit mengingatku saat bertemu. 


***


Keesokan paginya aku bersiap - siap dan segera berdandan cantik untuk bertemu dengan Satria dan kedua orang tuanya. Tapi sayang Satria memberikan kabar kalau Mama dan Papanya tidak bisa hadir karena ada undangan di Solo, katanya sih acaranya di undang kepolisian sana yang aku ingat hanya itu. Jadi aku sedih tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Iyaa sebentar lagi.." Aku masih sibuk merapihkan dandananku.


"Udah cantik Rii.. Cieelah mau ketemu Satria." Ledek Ka Gaida. 


"Ih jangan gitu dong Ka... Aku deg - deggan banget nih mau ketemu dia lagi setelah sekian lama gak ketemu. Mana dia lupa kan sama aku, jadi aku gak bisa peluk dia."


"Ih masa deg - deggan. Kan pacar sendiri.."


"Gak tau rasanya deg - deggan aja..."


"Yaudah buruan.. Udah jam segini...Sebentar lagi acara udah mau kelar. Tadinya aku mau dateng pagi liat akad, tapi si Razi juga belum dateng. Nanti sendirian disana bingung..."

__ADS_1


"Padahal kan ada Satria. Kenapa bingung Ka?" Tanyaku heran.


"Yaa Satria pasti agak sibuk Ri, karena Satria kan pake seragam."


Aku bingung saat Ka Gaida bilang Satria akan sibuk di acara sedangkan dia masih belum benar - benar sembuh setelah dia kecelakaan kemarin. 


"Yaudah aku udah siap Ka.. Let's go!" Sahutku.


Aku dan Ka Gaida pun berjalan ke arah gedung, sepanjang aku berjalan kearah gedung jantungku rasanya berdegup dengan cepat dan mau copot rasanya. Duh apa yang harus aku lakukan jika bertatapan dengan Satria? Dia kan lupa denganku, perasaan dia belum sepenuhnya kembali kepadaku, pasti rasanya akan canggung sekali. Dan saat sampai masuk, mataku terus tertuju mencari Satria ke arah kanan dan ke kiri. Dan pastinya aku sibuk mengirimkan chat ke Wina untuk menenangkan hati.


"Winnn..Kalo gue ketemu Satria gimana ya?" Tanyaku.


"Yaudah say hello aja dulu Ri.. Lo jangan langsung manggil sayang. Aneh deh hahahahha.."


"Ih gue berasa bukan pacarnya lagi ini mah. Tapi gue akan berusaha buat dia inget lagi sama gue."


"Yaudah.. Lo sama Ka Gaida kan? Yang penting lo gak bingung aja disana."


"Iyaa.. Nyokap sama bokap gue gak mau ikut, gak enak karena gak di undang. Mereka pergi jalan - jalan sendiri. Katanya sih sekalian mau jemput Kakak."


"Iyaa Kakak tadi bilang sama gue mau di jemput mak sama bapak lo."


Ya Ka Amel memang sedang ada tugas dari kantornya di Jogja, jadi kami sekalian menjenguknya.


Tak lama saat aku sedang asik berkomunikasi dengan Wina, Satria keluar dari salah satu pintu di ujung kiri. Yang sepertinya itu ruang ganti untuk orang - orang yang di pakaikan baju bescap dan kebaya. Tapi dia tidak sama sekali melihat kearahku. Tapi aku melihat ada seorang perempuan mengikutinya dari belakang dan sangat menempel. Sepertinya itu salah satu keluarganya, yaa itu pikiranku. Tapi dia juga menatap kearahku dan Ka Gaida. Karena sepertinya dia mengenal Ka Gaida. Tatapannya tak biasa, agak sinis.


"Ri.. Itu Satria. Yang di belakang itu namanya Rasty sepupunya Satria, mereka emang deket banget. Makanya gitu nempel kemana - mana." Bisik Ka Gaida.


"Oh gitu.." Jawabku mengangguk dan berusaha tersenyum kearahnya. Tapi sepertinya dia tidak merespon senyumku sama sekali.

__ADS_1


Satria sibuk kesana dan kemari, aku sempat agak kaget saat melihat keadaan Satria yang sangat sehat dan tampak kakinya tidak ada luka sama sekali. Apakah ini mukjizat dari Allah? Satria benar - benar tidak seperti habis kecelakaan parah saat itu. 


__ADS_2