Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 54. Mencurigakan


__ADS_3

"Duh ini si Razi lama banget deh.." Kata Ka Gaida sembari bolak balik membuka ponselnya.


"Emang udah dimana Ka Razi Ka?" Tanyaku.


"Katanya sih masih di jalan ini, soalnya kan dia bawa anak Ri. Wajarlah kalo ribet..." 


"Iyasih Ka.. Naik motor?"


"Iyaa katanya sih naik motor."


Tak lama Ka Razi pun datang.


"Duh panas banget diluar.." Sahut Ka Razi tiba - tiba datang mengejutkanku dan Ka Gaida.


"Ih ngos - ngossan gitu sih? Lo habis lari - lari?" Tanya Ka Gaida.


"Gak, habis gendong anak. Tuh anak gue sama bini gue disana.." Kata Ka Razi sembari menunjuk ke arah istri dan anaknya.


"Minum dulu Ka.." Sahutku.


"Iyaa nanti.. Eh hai apa kabar?" Tanya Ka Razi sembari menjabat tanganku.


"Alhamdulillah baik kok Ka.." Jawabku sembari tersenyum dan membalas jabatan tangan Ka Razi. 


Posisi kami saat itu berdiri tepat di depan pelaminan tapi agak ke pinggir sedikit. Yaa pengantin sangat bisa melihat ke arah kami. Dan rasanya aku ingin sekali tersenyum kepada sang pengantin untuk menyapa bahwa aku datang. Karena Ka Gian sudah kenal denganku. Dan berkali kali aku melihat Satria mondar - mandir di depanku lalu ke belakang dan bisa menghilang. Padahal aku merasa dia tidak ada kesibukan untuk mengurus ini itu. 


"Eh.. Panggil Satria dong." Bisik Ka Gaida ke Ka Razi. 


"Yaudah sebentar gue panggil dulu ya.." Kata Ka Razi berlalu pergi meninggalkanku dan Ka Gaida. 


Tak lama Ka Razi datang dengan Satria. Satria menyapa Ka Gaida, aku terdiam dan berusaha tenang saat melihatnya. Dan aku tersenyum gugup. 


"Hai.. Apa kabar?" Sahut Satria sembari tersenyum kecil lalu memberikan tangannya seperti ingin berjabat tangan denganku.

__ADS_1


"Hai.." Jawabku dengan senyuman dan membalas jabatan tangannya.


"Aku kesana dulu ya.." Jawab Satria seperti terburu - buru. 


Aku hanya mengangguk dan diam.


Tiba - tiba aku melihat kedua orang tua Satria datang ke acara pernikahan Ka Gian. Aku sempat terkejut melihatnya dan saat itu Satria tiba - tiba datang menghampiri ke arahku, Ka Gaida dan Ka Razi. 


"Kesana dulu ya..." Kata Satria.


"Mas..." Panggilku agak berteriak.


Satria pun menloleh ke arahku.


"Kata kamu Mama Papa kamu gak dateng." Jawabku.


"Hah? Apasih?" Tanya Satria seperti tidak mendengar. 


"Kata kamu Mama sama Papa kamu gak bisa dateng." Jawabku lagi lebih detail.


Aku terdiam saat Satria meresponku seperti itu, hatiku rasanya seperti tertusuk pisau yang tajam. Tapi aku berfikir, ah mungkin memang ingatan Satria masih belum baik makanya sikap dia seperti itu terhadapku. Lalu akhirnya aku pun diajak Ka Gaida untuk mencari makanan saja, tapi aku sembari melihat ke arah Mama Ayu dan Papanya Satria alias Pak Tejo. Aku terus melihat ke arah Mama Ayu dan tersenyum. Aku tidak tau jelas, Mama Ayu membalas senyumku atau tidak tapi yang pasti aku melihat wajah Mama Ayu tersenyum selalu sepertinya beliau memang sangat ramah. 


"Ka.. Aku mau ke Mama Ayu." Jawabku sembari mencari ke arah Mama dan Papa Satria.


"Gak usah.. Gak enak aku Ri, soalnya kita nolak gak tidur di rumah Satria." Jawab Ka Gaida pelan.


"Ih kenapa? Yaa gapapa.. Kan kita bisa jelasin. Apalagi kan kesini sama Mama dan Bapak, jadi gak enak kalo nginep di rumah Satria." Jawabku yang mau jalan ke arah Papa dan Mama Satria.


"Jangan... Liat deh itu ada Rasty. Rasty tuh sebenarnya gak suka sama Aku, aku juga gak ngerti sih. Dia tuh kayak cemburu banget sama Aku. Dia gak suka kal aku deket - deket sama Satria." Jawab Ka Gaida sembari menahanku dan menarik tanganku.


"Hah? Kenapa? Kk gak suka dan cemburu. Satria kan sepupunya Ka bukan pacarnya." Jawabku.


"Yaa.. Gitu deh. Karena dia paling deket sama Satria jadi gitu kali."

__ADS_1


Aku bingung saat Ka Gaida bilang seperti itu, bahkan aku terus - terusan memperhaikan gerak gerik Rasty saat itu. Aku juga cukup dekat dengan sepupu laki - laki dari keluarga tapi tidak pernah cemburu jika dia dekat dengan perempuan. Menurutku ini aneh dan aku merasa Rasty suka dengan Satria dari gerak geriknya. Tapi Satria seperti menghindar dan menutupi sesuatu. Aku terus bertanya - tanya dengan sikap mereka semua saat itu. Pernyataan Ka Gaida yang membuatku bingung, sikap Satria yang aneh, Rasty yang sejak tadi memperhatikanku dan Ka Razi yang sejak tadi seperti bingung. 


***


Setelah selesai makan, Ka Gaida mengajakku untuk salaman dengan pengantin. Aku pun ikut bersalaman. Setelah bersalaman mereka mengajak foto juga.


"Ri.. Kamu ikut ya." Kata Ka Gaida.


"Ih gaklah, geng kalian aja." Jawabku menolak.


"Gak lah sama kamu, kan kamu pacarnya Satria." Jawab Ka Gaida menarik tanganku.


Akhirnya aku pun naik ke pelaminan dan ikut foto bersama mereka. Sempat Satria mau turun dari pelaminan, tapi aku memanggilnya untuk naik. Gerakan Satria seperti tidak leluasa saat itu dan kaku sekali. Bahkan saat foto Satria sangat berjarak denganku, sedih sekali rasanya. Tapi yasudahlah aku harus paham. 


Setelah selesai foto, Ka Gaida mengajakku untuk kembali ke hotel. Tapi sebelum ke hotel aku ingin bicara sebentar dengan Satria. Bahkan aku ingin mengajaknya foto berdua di samping pelaminan. Tapi Ka Gaida melarangku.


"Ih foto di depan aja lebih bagus cahayanya Ri." Jawab Ka Gaida. 


"Oh yaaa boleh, cuma ini Mas Satria kemana ya? Cepet banget ngilangnya." Jawabku sembari cari - cari.


"Yaudah nanti kamu chat dia aja, wajarlah namanya panitia pasti sibuk."


"Dia panitia ya Ka? Bukannya setau aku dia dari tadi gak ngapa - ngapain ya? Cuma ambil - ambilin makanan buat yang sepuh dan sibuk sendiri." 


"Yaa sibuk sebenarnya, cuma kan kita gak tau aja dia disuruh apa Ri." Jawab Ka Gaida seperti meyakinkanku. 


Tak lama Satria muncul dan datang menghampiriku dengan Ka Razi. 


"Aku balik ke hotel ya Mas." Jawabku pelan.


"Sama Ibu dan Bapak?" Tanya Satria. 


"Iyaa.. aku mau ajak foto kamu sebenarnya. Tapi kamu sibuk kayaknya.." Jawabku.

__ADS_1


"Iya aku kesana kemari dari tadi di panggilin sana sini soalnya. Nanti deh kalo sempet tak mampir ke hotel ya." Jawab Satria.


Ah rasanya tenang sekali saat Satria bilang seperti itu. Semoga saja aku bisa bicara banyak dengannya nanti di hotel. 


__ADS_2