Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 18. Ulang Tahun Satria


__ADS_3

Tak terasa, Satria sudah hampir satu bulan disana. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. 17 Agustus 2019. Umurnya sudah 27 tahun. Hari ulang tahunnya sama dengan hari kemerdekaan Indonesia. Aku sedih sekali tidak bisa merayakan hari ulang tahunnya bersama - sama. Padahal kita baru saja berpacaran tapi sudah LDR beda negara. Tapi ah sudahlah, yang penting aku bisa tetap memberikan ucapan untuknya. Tapi kali ini aku marah lagi, waktu itu dia sempat berjanji denganku mau video call denganku jika hari ulang tahunnya, tapi dia ingkar. Dengan alasan malu dan bahkan dia menghilang tidak ada jawaban saat aku mengucapkan ulang tahun. Aku benar - benar marah saat itu. 


"Selamat ulang tahun yaa Sayang.. Semoga Panjang umur, sehat selalu, sukses karirnya disana, lancar sekolahnya yaa sayang upaya cepet pulang ke Indonesia. Love You so Much sayang.." 


"Amiiin.. Terima kasih yaa sayang." Balas Satria cepat.


Lalu dia langsung menelponku. Aku segera mengangkatnya dan segera menganti dengan video call.


"Asalamualaikum... Ih buka dong video callnya. Kan udah janji." Jawabku di telpon.


Satria masih tidak bersuara, membalasnya dengan ketikkan di chat.


"Walaikumsalam. Aku malu.." 


"Kamu udah janji kan sama aku?" Jawabku emosi.


"Aku malu.."


"Yaudah gak usah telpon." Aku langsung menutup telpon dari Satria. 


Aku sangat emosi saat itu, dia tidak bisa pegang janjinya. Bahkan dia sudah mengiyakan akan video call dengan Aku saat ulang tahunnya. 


"Kamu marah? Aku malu... Yaudah kalo gitu aku mau pergi dulu deh keluar. Hari ulang tahun malah jadi hari terburuk buat aku. Kayak gitu aja kamu sampe marah." Balas Satria.

__ADS_1


Aku merasa seperti jahat sekali, aku bahkan seperti tertuduh semacam playng victim. Apa salahnya sih dia buka video callnya walaupun hanya sebentar? Aku menangis masuk ke kamar agar Mama tidak melihatku menangis. 


Setelah itu Satria pasti cari perhatian lewat statusnya di instagram. Entah dia kebut - kebutan dengan motor atau dengan mendengar lagu - lagu galau. Dan itu selalu membuatku merasa bersalah dan langsung menghubunginya berkali - kali sampai dia mengangkat telpon dariku. Oh betapa anehnya aku saat bersama Satria. 


***


Akhirnya Satria pulang dari kebut - kebutan. Aku pun sudah selesai menangis dan Satria tau. 


"Kamu kenapa sih sampe kayak gitu? Aku tuh panik banget yaa kalo kamu aneh - aneh. Kita tuh jauh Mas.." Jawabku di telpon. 


"Udah yaa jangan nangis, aku udah di kamar kok ini. Iyaa iyaa aku gak aneh - aneh kok." Balas Satria masih lewat chat. 


Aku masih mengusap air mata.


"Hey.. Udah dong sayang.. Kok masih nangis?" 


"Belum. Aku gak nafsu makan karna kamu tadi gitu... Ini perutku sakit sekarang." 


"Tuhkan.. Kamu tuh kebiasaan deh, kalo berantem sama aku pasti gak makan. Jangan kayak gitu Mas." 


"Yaa mau gimana.. Aku gak bisa makan kalo kamu gitu Sayang..."


"Yaudah sana minum obat dulu.. Habis itu makan." 

__ADS_1


"Iyaa.. Kamu lagi apa?" 


"Lagi tiduran. Kamu gak upacara disana?"


"Tadi aku upacara pas habis bales chat kamu.. Kan disini masih pagi."


"Oh iya ya... Tadi aku liat status kamu di instagram. Lupa aku.." 


"Iyaa Sayang.. Tadi sih makanannya enak - enak. Aku sempet makan dikit tapi belum makan berat." 


"Terus ini kamu tau mau makan apa?" 


"Belum.. Mama udah siapin bahan buat di masak kok. Sedih deh aku kangen sama Mama.."


"Yaudah sana telpon Mama dong.. Kan kamu lagi ulang tahun." 


"Udah kok tadi Mama udah telpon Aku.." 


"Yaudah jangan sedih yaa Sayang.." 


"Iyaa.. Aku kangen Kamu.." 


"Aku juga... Kamu udah minum obat?"

__ADS_1


"Udah sayang..."


Yaa lagi - lagi kami mesra setelah tadi membuat drama. Anehnya setelah itu kami bucin lagi. Bahkan aku selalu memaklumi sifat Satria yang seperti itu. Aku terlalu sayang dengan Satria saat itu. Baru kali ini aku benar - benar mencintai dan menyayangi seseorang sampai sedalam ini. Dan aku merasa dia yang terakhir walaupun kami sering ribut, tapi tidak pernah sampai berhari - hari. Pasti hanya beberapa menit saja, setelah itu baik lagi dan sayang - sayangan lagi. 


__ADS_2