
Sudah satu bulan ini Ka Gaida tidur di rumahku dan tidak lagi pulang ke kostan. Sampai akhirnya kemana - mana kami bersama. Bahkan setiap pagi Ka Gaida mengantarkanku ke kampus, lalu dia gunakan motorku ke tempat kerjanya. Dan aku sudah mempercayakan kepadanya karena aku yakin dia orang baik. Setiap minggu aku dan mama ikut nonton ke bioskop menemani Ka Gaida. Karena dia selalu mengajak kami, tapi naik mobil di rumah, bukan mobil bulek. Karena mobil bulek dikembalikan ke rumahnya saat itu. Makanya setiap pagi berangkat ke tempat kerja Ka Gaida pakai motorku.
"Ri, tadi naik apa?" Tanya Ka Rina.
"Naik motor Ka, di gonceng Ka Gaida." Jawabku pelan.
"Oh Gaida yang antar lo?"
"Iya Ka.. Dia naik motorku ke tempat kerjanya. Jadi sekalian aja dia anterin aku ke kampus."
"Ohhh gitu. Terus gimana kabar Satria?"
"Alhamdulillah udah semakin membaik Ka, dia masih kontrol terus ke dokter."
"Oh syukurlah, dia udah inget sama lo Ri?"
__ADS_1
"Belum Ka, tapi dia udah mulai inget dikit - dikit Ka. Apalagi katanya di kamarnya banyak foto - foto aku."
"Memang yaa Satria ini bucin."
"Hahaha iyaa Ka... Tapi dia sekarang masih bucin sih Ka, cuma yaa gak separah dulu. Karena dia belum bener - bener sayang sama aku sekarang ini. Cuma lagi berusaha buat mengenal aku. Tapi anehnya dia selalu nyaman kalo denger suara aku, apalagi kalo sleep call Ka, pasti cepat tidur."
Setelah sudah mulai beberapa lama Ka Gaida menginap di rumah. Tiba - tiba aku punya feeling sesuatu, entah apa itu. Saat aku chat Satria tiba - tiba HP Ka Gaida berbunyi. Setiap aku mengirimkan chat ke Satria, HP Ka Gaida berbunyi. Saat itu Ka Gaida sedang mandi, tapi aku tidak berani membuka HPnya. Lalu aku pun mengatakan ke Satria, karena aku sempat bingung. Akhir - akhir ini dia tidak pernah sleep call. Semenjak Ka Gaida menginap di rumah dia tidak pernah telpon aku lagi saat tidur.
"Mas, kamu kok gak pernah telpon aku ya pas ada ka Gaida di rumah?"
Satria membalas chatku saat Ka Gaida sudah selesai mandi.
"Malu kenapa? Kan kamu juga gak bersuara."
"Ya aku malu, nanti di ledek - ledekkin sama Gaida. Dia kan gitu."
__ADS_1
"Masa gitu aja malu."
"Kamu lagi apa?"
Satria tidak mau membahas, sejujurnya aku sudah mulai aneh dengan Ka Gaida dan Satria saat itu. Aku malah berfikir, bahwa mereka sama. Satria adalah Ka Gaida. Tapi ini belum valid, karena terkadang Satria video call aku. Jadi aku tidak bisa main menuduh seperti itu. Tapi aku merasa ini ada yang salah. Pelan - pelan aku mulai mencari tau Satria. Aku harus tau dia itu sebenarnya siapa, karena selama ini aku hanya tau cerita dari Ka Gaida. Ka Gaida seperti sangat tau tentang Satria.
"Win, lo udah lebih membaik?" Tanyaku di Chat.
"Mudah - mudahan yaa." Balas Wina singkat.
"Gue coba cari tau Robert ya. Gue juga mau cari tau Satria, perasaan gue gak enak. Lo mau bantu gue?"
"Buat apa? Emang lo ngerasa curiga sama Satria?"
"Gak tau gue ngerasa aneh aja."
__ADS_1
"Tapi Kakak juga bilang sih sama gue dan nyokap. Kalo mereka tuh aneh aja... Tapi masa sih Robert bohong meninggal."
"Ya makanya gue cari tau inii..."