Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 66. Mulai Ketahuan


__ADS_3

"Lo gak ngerasa aneh yaa sama adiknya Robert Win?" Tanyaku dengan Wina di chat. 


"Aneh gimana maksud lo Ri?" Balas Wina cepat. 


"Yaa aneh aja gitu tiba - tiba dia muncul hubungin lo terus terussan di instagram setelah Robert gak ada.. Masa sih dari Robert gitu dia deketin lo, lo kan mantan pacar kakaknya. Kayak sintetron aja menurut gue." 


"Hmm iya sih Ri, gue sejujurnya juga agak aneh sama dia.. Gimana yaa.. Terus katanya dia mau belajar agama kita supaya bisa ikutin permintaan terakhir Robert. Apaan yaa kira - kira Ri permintaan terakhir Robert?" 


"Hah? Maksud lo dia mau jadi mualaf sesuai permintaan Robert?"


"Nah itu gue gak tau maksudnya dia apaan.. Mungkin iya kali Ri, si Robert suruh adiknya jadi mualaf. Tapi yaa kan kalo masalah keimanan gitu kita gak boleh suruh, harus dari dirinya sendiri. Ya kali.. Lagian di hati gue sekarang masih ada Robert. Gue belum bisa gantiin dia Ri."


"Makanya itu.. Hmm cinta banget yaa lo sama dia. Jangan terlalu cinta Win..."


"Kayak lo gak cinta banget aja sama si Satria.. Lo tuh lebih parah daripada gue. Bucin banget ihh gelii." 


"Hahahaha sialan lo. Yaudah di doain ajaa mudah mudahan si Robert tenang disana. Amiinn..."


"Amiinn... Lo masih ribut sama Satria soal instagram? Gue kok agak kesel yaa sama si Ka Satria. Bisa - bisanya dia gitu." 


"Gue masih cari tau Win. Tapi jujur gue gak tau lagi harus ngomong apa." 

__ADS_1


"Yaudah lo kabar - kabarin gue aja yaa apa yang lo dapet Ri."


"Iya pasti gue bakal cari tau sampai perasaan gue gak ngeganjel lagi.." 


"Feeling seorang cewek sih Ri, kalo ngeganjel gitu pasti ada apa - apa. Ini Kakak aja udah ingetin gue terus soal masalah ini. Tapi gue masih gak percaya aja sebelum gue tau kebenarannya."


"Lo juga sambil cari tau yaa Win."


"Pasti Ri." 


Sejujurnya untuk saat ini aku tidak tau hubunganku dan Satria ini sekarang apa, karena sepertinya Satria sudah memutuskan hubunganku dengannya karena aku mencari tau tentang dia. Bukan maksudku untuk mencari tau, tapi entah kenapa feelingku dan rasa mengganjal di hati tentang Satria dan Ka Gaida itu aneh. Yaa. Tapi aku masih belum bisa melepaskan Satria saat itu, karena aku tidak mau melepaskan seseorang begitu saja saat dia mulai berlaku aneh apalagi sudah masuk ke keluarga besarku.


***


Entah mengapa kita masih komunikasi seperti biasa lagi, dan aku berusaha supaya Satria lupa kalau dia sudah bicara putus.


"Kenapa emangnya?"


"Gak boleh."


"Boleh lah.."

__ADS_1


"Gak boleh."


"Ih kenapa sih? Udah aku liat ahhh.." Jawabku sembari tertawa melihat videonya.


"Itu salah nebak. Makanya suruh share, mainannya sepupu aku. Gak boleh liat."


"Udah aku liatt.."


"Kok bisa? Gak ada viewersnya nih nama kamu."


"Bisa dong, aku ada aplikasi yang bisa liat story tapi gak ketauan." 


"Emang bisa?"


Aku pun menyimpan video dari story instagramnya Satria, dia berjoget bersama seorang perempuan berhijab, yang dia bilang itu adalah sepupunya. Dan aku percaya saat itu.. Tapi aku sedikit meragukan saat melihat gerak gerik si perempuan kalau itu adalah saudaranya. Tapi aku berusaha percaya, sejujurnya aku sudah sulit percaya dengan Satria saat dia mulai membohongiku tentang instagram.


Setelah itu Satria masih terus menyalakan telponnya dan tiba - tiba saja dia membahas Ka Gaida. 


"Itu Gaida di kost-an padahal libur, tumben. Biasanya ke Bekasi atau ke kamu... Apa lagi ada sesuatu?" Tanya Satria.


"Gak tau deh.. Kayaknya dia lagi mau me time deh Mas.." Jawabku.

__ADS_1


Lalu Satria terus saja membahas kenapa aku mencari tau dia, dan selalu menyalahkanku seperti aku tidak percaya lagi dengannya. Ya memang benar, semakin hari aku sudah sulit mempercayai omongannya. 


__ADS_2