
Aku dan Ka Gaida pun langsung pulang ke hotel dan ternyata sudah ada Ka Amel di hotel bersama Mama dan Bapak.
"Loh... Mama sama Bapak udah dateng?" Tanyaku saat masuk ke kamar Mama dan Bapak.
"Udah... Itu Ka Amel udah di kamarmu sama Ka Gaida yaa." Jawab Mama.
"Udah pada makan om sama tante?" Tanya Ka Gaida.
"Udah kok tadi makan sama Ka Amel." Jawab Mama.
"Gimana Satria? Udah bisa jalan dia?" Tanya Bapak.
"Alhamdulillah udah sehat dia Pak.." Jawabku yakin.
"Masih di acara ya dia?" Tanya Bapak lagi.
"Iya Pak, tapi katanya nanti sih selesai acara mau kesini." Jawabku.
"Jam?" Tanya Mama.
"Belum tau Ma, ini kan dia masih belum selesai acaranya."
"Yaudah kamu ganti baju dulu sama istirahat sana sama Ka Gaida." Jawab Mama.
"Iyaa ini mau ganti, gerah. Yaudah yaa Ma Pak aku ke kamar dulu sama Ka Gaida."
"Iyaaa.." Jawab Mama dan Bapak serempak.
Kamarku dan Ka Gaida bersebelahan dengan kamar Mama dan Bapak, tapi kami memang tidak dapat kamar yang bisa connecting room. Jadi kalau mau masuk ke kamar Mama dan Bapak harus keluar dulu dari pintu kamarku dan Ka Gaida.
"Assalamualaikum.." Salamku dan Ka Gaida saat masuk kamar.
"Walaikumsalam.." Jawab Ka Amel dari dalam.
"Eh ada Ka Amel... Alhamdulillah. Betah Ka di Jogja?" Tanyaku.
__ADS_1
"Hahahha di betah - betahin aja Ri." Jawab Ka Amel.
"Udah makan Mel?" Tanya Ka Gaida.
"Udah kok tadi sama Tante Lila dan Om Ardy..." Jawab Ka Amel sembari tersenyum.
"Ka... Si Satria ngabarin kalo dia gak bisa langsung kesini. Soalnya mau nemenin temen - temennya dulu yang tadi dateng ke acara." Jawabku sembari melihat ponsel karena ada chat dari Satria.
"Oh yaudah.. Jam berapa bisanya?" Tanya Ka gaida yang juga asik memainkan pnsel.
"Belum tau sih Ka... Katanya sih bisa sampai sore lah kira - kira." Jawabku sembari membaca chat dari Satria.
"Yaudah kita makan aja dulu keluar deh... Masa kita sampai sini gak jalan - jalan sama sekali." Jawab Ka Gaida agak kesal.
"Yaa bebas sih Ka.. Ini dia bales lagi katanya sekitar habis Isya baru bisa nyamperin kesini."
"Yaudah kasih tau dia kalo kita mau makan dulu nanti habis Maghrib keluar. Aku mau ajak ke tempat makan enak deket alun - alun. dan banyak porsinya... Masalahnya itu tempat rame banget antrinya. Jadi harus cepet kesana." Jelas Ka Gaida.
"Ohh yang ada Bakmie, nasi goreng gitu - gitu gak sih Da?" Tanya Ka Amel.
"Tau.. Itu emang rame banget. Aku pernah kesana kok."
"Yaudah bilang yaa Ri sama Satria. Kalo gak dia suruh nyusul kesana aja nanti." Jawab Ka Gaida.
"Iyaa Ka... Udah aku bilangin Satria. Katanya kalo emang udah selesai ke tepat makan nyusul. Tapi kalo gak yaa ke hotel aja." Jawabku.
"Oke."
***
Setelah Maghrib pun kami jalan menuju tempat makan. Dan aku pun masih terus mengabari Satria.
"Mas, nanti kabarin aku yaa kalo udah selesai. Ini aku, Ka Gaida, Ka Amel, Mama dan Bapak mau makan dulu keluar."
"Iyaa Ri, nanti aku kabarin yaa.. Ini aku masih sama temen - temenku. Malah mau ngajak ke Maliboro." Balas Satria agak lama.
__ADS_1
"Yaudah gapapa nanti kamu kabarin aku aja pokoknya. Kita saling ngabarin."
Sesampai di tempat makan memang sangat ramai sekali saat itu, bahkan menunggu makanan datang pun hampir 1 jam lebih. Dan waktu sudah menunjukkan waktu Adzan Isya di Jogja.
"Kamu udah selesai?" Aku pun bertanya lagi kepada Satria di chat.
"Belum. Ini anak - anak masih ngajak jalan - jalan di Malioboro." Balas Satria cepat
"Terus gimana? Aku udah mau selesai makan ini sama yang lainnya. Atau mau ke hotel aja.. Padahal aku mau ngobrol banyak sama Kamu."
"Iya deh kayaknya ke hotel aja dan aku gak bisa lama - lama ngobrol juga, kasihan kan ibu sama bapak harus istirahat. Besok pulang ke Jakarta. Karena kan senin kamu udah masuk Ri." Balas Satria agak lama.
"Hmm gitu.. Yaudah. Ini aku udah selesai mau balik ke hotel. Kabarin kalo udah mau ke hotel."
Aku sedikit sedih karena saat sebelum ke Jogja, Satria berjanji akan memperkenalkanku dengan kedua orang tuanya. Tapi nyatanya Satria tidak sama sekali memperkenalkanku ke kedua orang tuanya. Padahal saat itu aku sudah berjanji ke Mama dan Bapak kalau mereka juga akan di kenalkan dengan kedua orang tuanya. Ah aku mengurungkan diri untuk itu, akhirnya aku tidak meminta Satria untuk memperkenalkanku, Mama dan Bapak dengan kedua orang tuanya. Wajar, mungkin Satria juga ingatannya belum terlalu pulih dan butuh waktu untuk itu semua.
Lalu saat perjalanan pulang ke hotel, aku melihat Ka Gaida sibuk memainkan ponselnya saat menyetir. Sejujurnya aku agak ngeri melihatnya, tapi yah dia sudah ahli lah dalam menyetir. Jadi bisa tau jalan walaupun sembari bermain ponsel.
"Aku udah sampai hotel ya.. Kalau udah sampai kabarin aku." Aku pun mengirimkan pesan ke chat Satria.
"Ini aku mau jalan kesana ya.." Balas Satria.
Aku pun segera keluar dari kamar.
"Ka.. Satria udah mau dateng." Jawabku ke Ka Amel.
Kebetulan Ka Gaida ada di bawah karena dia sedang mengambil barangnya di mobilku. Setelah menunggu sekitar 30 menit Satria datang, dan itu sudah pukul 9 malam. Dia datang bersama Ka Gaida. Dia tersenyum gugup, Ka Gaida berjalan di belakangnya.
"Hai.." Sapaku ke Satria.
Satria tersenyum dan meraih tanganku untuk berjabat tangan.
"Apa kabar?" Tanya Satria.
"Alhamdulillah baik.. Salam kenal lagi ya.. Riri." Candaku.
__ADS_1
Satria pun terkekeh dan malu. Lalu Bapak dan Mama pun keluar dari kamar dan memeluk Satria. Jujur saat itu aku terharu sekali melihat suasana itu. Satria menjabat tangan Ka Amel, aku, Bapak dan Mama. Wajahnya seperti kebingungan dan Bapak pun juga aga bingung melihat Satria. Aku pun juga agak sedikit bingung melihat keadaan Satria. Aku seperti di bohongi atas kejadian kecelakaan kemarin... Apa mungkin ada yang Satria sembunyikan dariku? Atau aku harus menunggu dia bicara? Apa aku harus tetap bersabar?