
Hubunganku dan Satria semakin hari semakin bucin dan Ka Gaida semakin dekat denganku, Mama dan Bapak. Dia sudah benar - benar jadi bagian keluarga kecil dari kami. Apalagi dia sudah tidak punya kedua orang tua, jadi Bapak dan Mama sudah mulai menganggapnya sebagai anak. Dia baik dan sangat perhatian.
"Ri.. Nanti pulang jam berapa?" Tanya Ka Gaida menghubungiku lewat chat whatsapp.
Kebetulan aku sudah mau mendekati ujian di stase kedokteran keluarga dan akan masuk ke stase kejiwaan dan berangkat ke Magelang.
"Mudah - mudahan sih balik cepet Ka.. Kenapa emangnya?"
"Balik cepetnya jam berapa?"
"Yaa biasanya jam 4 paling cepet sih, Kenapa sih Ka?"
"Oh gitu, aku hari ini mau balik ke Kranji kan. Nanti mau pulang ke rumah kamu dulu mau ambil baju sama barang - barang ku."
"Oh gitu.. Iya iya.. Yaa dateng aja ke rumah. Kan ada Mama.."
"Gapapa nanti tunggu kamu pulang aja...Kalo kamu udah balik aku on the way dari sini. Lagian kan tutup toko jam 5 Ri.."
"Oh oke oke deh Ka.."
Setelah itu Aku pindah Stase ke Kejiwaan, sebelum aku berangkat Satria berjanji akan menelponku. Dan ternyata Satria video call aku dan aku mendengar suaranya, jujur saat video call hatiku masih berdegup kencang. Dan selama video call selama 5 menit saja itu hanya dengan senyum dan canda tawa. Satria juga sepertinya sedang diluar saat itu. Aku diantar Bapak dan Mama ke stasiun Senen untuk menuju Semarang. Dan kebetulan yang aku tau Ka Galia sekarang sedang di Solo bahkan dia akan pulang ke Jakarta saat itu tapi dia mau mengantarkanku ke Magelang dan menjemputku dari Stasiun Semarang.
Aku bersama Ria saat itu.
"Ka.. Nanti kita dari Semarang sama Ka Gaida?" Tanya Ria.
"Iyaa.. Udah tenang aja.." Jawabku senang.
Aku seperti merasa punya Kakak perempuan.
***
Dari Jakarta ke Semarang dengan kereta api perjalanan kurang lebih 6 jam sampai 7 jam saat itu. Saat aku sudah hampir sampai, aku langsung menghubungi Ka Gaida yang saat itu perjalanan ke arah Stasiun Semarang.
"Nanti aku tunggu di depan yaa Ri... Kabarin kalo udah turun dari kereta. Aku tunggu di parkiran dulu.." Kata Ka Gaida di chat.
"Oke Ka.. Ini aku sebentar lagi sampe kok Ka..." Balasku cepat.
__ADS_1
"Ini temenku ada yang ikut ke Jakarta bareng aku... Namanya Ira.. Dulu pernah deket sama Satria hahahaha.... Tapi gak sampe jadian." Balas Ka Gaida.
"Ohh ahaha... Banyak yaa cewek - cewek yang deket sama Satria ckckck..."
"Tau. Sok ganteng banget emang.."
"Emangg.. Ka, ini aku udah mau turun yaa.."
"Okeee, tunggu di depan."
"Iyaa Ka.."
Setelah aku sampai, aku dan Ria langsung turun dari kereta dan menghampiri mobil Ka Gaida. Lalu langsung memasukkan barang - barang ke dalam bagasi mobil.
"Hai Ka.." Sambutku saat masuk ke dalam mobil.
"Halo Ka.." Sahut Ria.
"Iyaa.." Jawab Ka Gaida tersenyum.
"Nebeng yaa Kaa.." Jawab Ria.
Aku dan Ria pun langsung bersalaman dengan teman Ka Gaida.
"Riri Ka..." Jawabku sembari berjabat tangan.
"Ira.. Ini ceweknya Satria?" Tanya Ka Ira.
"Iyaa Ka.." Jawabku tersenyum.
"Ria Ka.." Salam Ria ke Ka Ira.
"Ini temenku Ka.." Jawabku.
Ka Ira pun tersenyum, "Mana si Satria? Masa ceweknya kesini bukannya jemput malah gak tau kemana.." Ledek Ka Ira.
"Hahaha iya Ka lagi sekolah kan.." Jawabku.
__ADS_1
"Sekolah kemana? Gaya banget sekolah." Jawab Ka Ira heran.
"Tau nih si Satria parah yaa.." Sahut Ka Gaida.
Aku pun hanya senyum dan tertawa saja.
"Ini kita makan dulu yaa.." Jawab Ka Gaida.
"Ihh kebetulan Kaa aku juga udah laper banget ini," Sahut Ria.
"Ah elu mah makan mulu Riaa..." Ledekku.
"Ih Kakak nihhh.. Hahahaha.." Jawab Ria tertawa lepas.
"Kok Ka?" Tanya Ka Ira.
"Iyaa Ria ini junior aku Ka.." Jawabku.
"Ohh beda angkatan gitu?"
"Iyaa Ka.. Kalo koas kan campur angkatannya."
"Oh gitu ya.."
Tak lama kami sampai di tempat makan, sampai di sana aku sempat diajak ngobrol dengan Ka Ira. Beberapa kali dia menatapku tajam seperti tatapan sinis.. Aku pun juga tidak tau kenapa dia melihatku dengan sinis seperti itu. Atau mungkin dulu dia pernah dekat dengan Satria jadi dia agak mengamatiku darimananya yang menarik yang membuat akhirnya Satria mau denganku. Mungkin saja.
"Udah berapa lama sama Satria?" Tanya Ka Ira.
"Baru kok Ka.. Baru beberapa bulan." Jawabku pelan.
"Ohh masih baru... Kok mau sih sama Dia?" Tanya Ka Ira heran.
"Hahahaha gak tau deh aku." Jawabku tertawa.
"Ka Riri nih di pelet sama Bang Satria.." Sahut Ria.
"Iya deh kayaknya.. Hahahaha..." Jawabku tertawa.
__ADS_1
Setelah selesai basa basi, aku, Ria, Ka Gaida dan Ka Ira pun makan karena makanan sudah datang, setelah selesai makan kami pun jalan kearah Semarang agar aku dan Ria segera beristirahat. Ka Gaida benar - benar baik mau mengantarku sampai ke rumah sakit tempatku nanti akan bertugas. Bahkan setiap hari Ka Gaida selalu berkomunikasi denganku. Entah membahas Satria ataupun membahas pekerjaannya di Jakarta.