Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 57. Selalu Gagal


__ADS_3

"Kamu udah sampai Jakarta?" Tanya Satria di chat.


"Sudah Mas. Kamu sampai kapan di Jogja?" Balasku cepat.


"Minggu depan aku ke Jakarta karena sekalian mau berobat juga.." 


"Oh gitu, sampai kapan di Jakarta nanti Mas?"


"Belum tau sih, aku ikut Mama aja. Oh iya aku mau cerita."


"Cerita apa?"


"Jadi kemarin pas aku sampai bandara di Jakarta, aku di jemput sama anaknya temen Papa. Namanya Zalina, dia dokter gigi udah selesai nah sekarang dia mau ambil kepolisian gitu. Makanya kayak ngelobby Papa. Terus kan si Zalina ini yang dorong kursi roda aku, sampai rumah pun dia anterin sampai kamar. Pas liat kamar aku dia kaget liat foto - foto kita begitupun aku, karena ternyata aku sesayang itu sama kamu sampai - sampai foto - foto kita di kamar banyak dan ada yang ukurannya besar banget. Nah terus dia cerita katanya dia kenal sama kamu, kalian ketemu gitu di acara nikahan. Iya ya?"


"Ohhh hahahaha itu yang tadinya mau di jodohin sama kamu kan? Terus kamu gak mau."


"Kok kamu tau?"


"Iyaa aku tau dari Ka Gaida."


"Hmm iya.. Karena dia dokter. Makanya aku kaget kenapa sekarang aku malah pacaran sama Dokter."


"Iyaa nanti kamu akan tau dengan sendirinya kok Mas. Hm terus si Zalina bilang apa lagi?"

__ADS_1


"Yaa dia bilang katanya kamu keliatannya baik, yaampun Satria ternyata kamu segitu cintanya yaa sama dia. Gitu kata dia."


"Hahaha aminn aku di bilang baik sama dia. Dia juga keliatannya baik kok."


"Nah dia itu anaknya bosnya Gaida di tempat kerjanya."


"Iyaa aku tau kok Mas. Ka Gaida udah cerita, dan juga sebenarnya dia itu kenal temen kampus aku. Bahkan bestie deh kayaknya..."


"Oh iya?"


"Iyaa dunia sempit banget sih... Si Ka Gaida sih waktu itu dia cerita. Kaget juga aku ternyata dia kenal sama salah satu temen aku di kampus dan aku dulu lumayan agak deket sih sama dia. Tapi sekarang mah udah jauh hahaha, dia udah dokter. Aku masih dokter muda." 


"Dia udah lulus?"


"Yaudah gapapa, kamu juga sebentar lagi kan."


"Iyaa Aamiin... Dikit lagi kok aku selesai. Tinggal 6 bagian lagi aku selesai."


"Aamiin.. Kamu lagi apa?"


"Ini aku udah siap - siap mau tidur Mas."


"Yaudah istirahat gih.. Aku juga mau bobo."

__ADS_1


"Iyaa Mas. Selamat istirahat.. Good night yaa."


"Selamat istirahat juga yaa.. Good night.." 


***


Seminggu kemudian Satria datang ke Jakarta dan yang aku ingat itu weekend. Bahkan aku ingin sekali menjemputnya ke bandara tapi selalu ada saja halangan karena saat itu aku harus masuk paginya. Sedangkan Satria sampai di Jakarta pagi. Lalu akhirnya aku memintanya untuk bertemu esoknya, tapi Satria harus kontrol ke dokter katanya tapi dia seperti berusaha untuk mau datang menghampiriku yang saat itu sendirian di daerah Cijantung. Aku juga kurang ingat betul saat itu aku sedang apa, yang pasti disitu sangat dramatis saat aku mau bertemu dengannya tapi gagal.


"Aku jemput kamu ya. Ini aku masih di rumah sakit tapi sama Mama." Kata Satria di chat.


"Iya Mas, aku tungguin kamu kok."


Tapi setelah itu Satria lama sekali membalas pesanku, ah aku berpikir dia pasti sedang cek. Setelah satu jam Satria membalas pesanku.


"Ri.. Aku udah jalan pulang ya. Mama ngelarang aku buat kemana - mana. Ini disuruh langsung pulang, kamu gimana? Aku suruh supir aku aja ya jemput kamu."


"Oh ya udah gapapa kok Mas, aku naik ojek online aja. Udah kamu gak usah pikirin aku yaa Mas." Balasku segera dan langsung memesan ojek online.


"Jangan.. Ini aku lagi suruh supir aku jemput." 


"Gak mas, ini aku udah naik ojek online." 


Sebenarnya saat itu aku menangis, setelah diingat - ingat aku sepertinya tidak di takdirkan untuk Satria. Dari semenjak pertemuan pertama kali yang tadinya berencana ingin nonton film dan jalan - jalan itu gagal karena ternyata sahabatnya sudah memesankan tiket pulang ke Jogja hari itu juga, lalu saat dia akan study ke belanda yaa aku gagal bertemu dengannya bahkan sekedar pamit, lalu setelah sekian lama 6 bulan kurang lebih saat kita ingin bertemu dia kecelakaan hebat sampai membuatnya amnesia, lalu saat aku datang menghampirinya ke Jogja kami pun hanya bisa bertemu sebentar karena dari siang dia tidak bisa datang menemuiku, Mama dan Bapak karena dia pergi dengan teman - temannya. Terkadang aku merasa aneh saat aku selalu gagal bertemu dengan Satria, aku merasa semesta tidak mendukung hubunganku dan Satria tapi semakin hari aku semakin sayang dengan Satria walaupun hati selalu sakit dan menangis.

__ADS_1


__ADS_2