
"Sedih deh Ka besok kita cuma ber9 ke Semarang.." Sahut Ria saat kami sedang berkumpul di ruang koas.
"Yah mau gimana lagi, tapi kan kita bareng sama kelompok lain Riaa.. jadi gak sepi - sepi bangetlah." Jawabku.
"Iyasih.. Besok kta sekamar sama Ka Livia aja yaa Ka.."
"Iyaa gue udah WA Ka Livia kok kalo kita bakal sekamar beriga dan di kamar yang gede."
"Okee mantep deh, kita paling senior sendiri nih masalahnya, yang lain junior semua."
"Iyaaa.."Yaudah santai aja.."
Keesokan harinya aku pun bersiap - siap untuk ke Semarang naik kereta dengan Ria, aku berangkat sangat pagi saat itu. Agar sampai di kota Semarang tidak terlalu malam. Jadi bisa istirahat terlebih dahulu. Kurang lebih perjalanan naik kereta api dari Jakarta ke Semarang adalah 6 jam. Sampai di Stasiun kota Semarang, aku dan Ria langsung pesan taksi online menuju tempat kami tinggal. Ya di Semarang aku bagian forensik, yaitu adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses pegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains. Tugasku hanya visum mati, visum hidup dan bisa juga dapat otopsi.
"Ka.. Gue jaga malam sama lo ya.." Kata Ria.
"Lo maunya nempel mulu sama gue ya.." Ledekku.
"Ih, males kalo aku ikut sama yang lainnya Ka.."
"Awas lo bau bau."
"Gapapa Ka.. Biar kita belajar."
"Kalo baunya bikin gempor gak yaa.."
"Hahaha ih Kakak nih ngomel mulu, nanti Bang Satrio gak sayang lagi loh."
"Yeee bawa - bawa Satria lagi lo. Eh Ka Livia belum dateng deh kayaknya.. Katanya dia naik pesawat. Baru berangkat sore."
"Yaudah, aku tidur di tengah ya Ka.. Aku takut kalo tidur di pojok pojok.."
"Yaelah penakut.. Yaudah gue tanya Ka Livia dulu mau tidur sebelah mana." Jawabku sembari mengiriman pesan ke Ka Livia.
Ka Livia adalah seniorku yang ikut ujian waktu aku masuk ke koas. Jadi aku dan dia sempat belajar bersama dulu. Jadi aku dan dia sudah kenal dan dekat.
***
Malamnya, Ka Livia pun datang. Aku dan Ria pun menyambutnya dengan hangat.
"Kakakkkk!!!" Sahutku dan Ria sembari memeluknya.
"Kangen banget ih kita udah lama gak ketemu. Sekalinya ketemu malah satu stase ini... Mohon numpang di minor Kakak yaa.." Jawabku.
"Ahahahaha heeyyy heyy kalian, aku baru sampe udah rame banget. Iyaaa seneng yaa kita bisa satu tim untuk stase ini, kita mulai cicil - cicil tugas yaa.. Supaya nanti pas seminggu sebelum ujian udah selesai tugasnya." Jawab Ka Livia tesenyum.
"Okee siap Ka!!" Jawab Ria.
__ADS_1
"Yaudah Kakak tidur di ujung sana kan?" Tanyaku.
"Iyaaa aku disana yaa." Jawab Ka Livia.
"Ka.. Nanti kalo sering denger Ka Riri bucin sabar sabar yaa.. Aku ini yang dari jaman obgyn bareng dia udah kebal telingaku denger kebucinan dia sama cowoknya." Sahut Ria.
"Iyaa tenang, kan si Riri juga suka update di sosmednya kan? Jadi udah paham lah."
Aku pun tersenyum malu.
"Nanti tidurna jangan malam - malam yaa.. Besok kita setengah 7 harus udah di rumah sakit loh, absennya sidik jari. Kalo telat dianggap gak masuk." Kata Ka Livia semabri merapihkan isi kopernya.
"Siap Ka..." Jawabku dan Ria.
"Lo udah mandi belum Ria?" Tanyaku.
"Udah dong ka.. Lo pasti gak ngeh. Daritadi asik banget chattingan sama Mas Satria.." Ledek Ria.
"Yaudah bilang dong, kan gantian." Jawabku.
"Eh tadi agak rame sih Ka.. Coba lo cek deh, masih ada orang atau gak."
"Oke.." Jawabku langsung keluar dari kamar menuju kamar mandi.
Di Semarang aku menjalani koas Forensik selama 5 minggu lamanya, senangnya bisa keluar kota. Aku bisa belajar sembari liburan disini. Apalagi disini katanya banyak tempat makan dan wisata menarik, yaah plan aja dulu yaa. Walaupun gak tau deh bakal bisa jalan - jalan atau gak disini.
***
"Gila lo ya Ka.. Tiap hari makin bahaya liat lo sama Bang Satria. Bucin banget, tapi nanti kalo ribut lo bisa nangis - nangis gak jelas. Itu toxic banget tau Ka.." Kata Ria saat aku, Ria dan Ka Livia sedang berkumpul di kamar.
"Iyaa Ri.. Gak baik loh kayak gitu, Satria tuh jangan egois loh harusnya. Kamu disini lagi fokus sekolah bener - bener buat jadi dokter. Terus sikap dia kayak gitu.. Kamu gak capek kah?" Sahut Ka Livia.
"Sebenarnya terkadang aku capek sih Ka... Tapi karena aku sayang sama dia jadi kadang kalo dia udah minta maaf dan kirimin aku cover lagu yaa aku udah lupa gitu aja Ka.." Jawabku pelan.
"Itu dia lagi gak telpon kamu kan?" Tanya Ka Livia.
"Gak kok Ka. Dia lagi kerja, jadi gak telpon."
"Lo tuh sampe nangis - nangis gitu loh Ka.. Gue tuh kayak liatnya kasihan aja. Padahal kayak lo selalu ngalah dan mengiyakan maunya Bang Satria. Lo tuh terlalu baik Ka!! Ih.." Sahut Ria dengan nada tinggi.
"Dia juga baik Ria.. Lo tau kan gimana kebaikan dia selama ini ke gue? Sampe selalu kirimin makanan kalo gue jaga malam, bahkan dia sampe suruh sahabatnya yang beliin. Gak mikir gitu deh yang penting gue makan." Jawabku seperti membela.
"Bang Satria tuh sama Ka Gaida udah sahabatan dari kapan sih Ka?" Tanya Ria.
"Gaida nih siapa?" Tanya Ka LIvia.
"Itu tuh sahabatnya Bang Satria Ka, nah storynya tuh yaa Ka Gaida ini yang buat mereka jadi makin deket dan akhirnya jadian. Seniornya Ka Riri juga di SMA." Timpal Ria seperti juru bicaraku.
__ADS_1
"Hmm iyaa gitu lah Ka kurang lebih bener kata Ria." Sahutku.
"Oh jadi kamu juga deket gitu sama si Gaida itu?" Tanya Ka Livia.
"Iyaa Ka..." Jawabku.
Tiba - tiba ponselku berdering, tanda telpon masuk dari Mama.
"Kaa.. Ria.. Sori yaa mau angkat telpon dari Mama.."
Aku pun mengangkat telpon dari Mama dan langsung diskusi dengan Mama.
"Halo Assalamualaikum.." Salam Mama dari telpon.
"Walaikumsalam Ma...."
"Gimana Nak disana? Enak?"
"Enak Ma.. Dingin, disini juga pake AC sih kamarnya. Jadi makin dingin.. Mama dimana ini?"
"Di rumah Nak, tadi habis ke klinik nyamperin Bapak. Bawain bekal... Oh iya InsyaAllah Mama, Bapak, Pakde Dimas mau kesana Nak. Tapi si Ka Gaida yang nyetir katanya, dia mau nemenin kita kesana. Mama sekalian mau ke rumah sodara - sodara mama di Semarang."
"Oh iya? Kapan Ma?"
"Nanti pas libur natal kayaknya, tahun baru kan Bapakmu jaga Nak. Jadi gak bisa kalo pas tahun baruan. Jadi kita sebelum natalan jalan kesana ya Nak."
"Okeee Ma.."
"Kamu udah di rumah ini?"
"Udah dari tadi Ma.. Alhamdulillah pulangnya siang terus kok. Aku jaga malamnya besok, disini juga jaga malamnya gak sering. Cuma seminggu sekali. Apalagi aku udah senior."
"Oh gitu.. Alhamdulillah. Udah makan Nak?"
"Udah Ma..."
"Yaudah deh, mama mau mandi terus Sholat Ashar."
"Okee.."
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Rasanya senang sekali mendengar Mama dan Bapak akan menjengukku kesini. Memang mereka selalu ingin melihat anaknya jika diluar kota. Waktu itu saat aku di Magelang pun mereka menghampiriku juga.
"Pasti deh Mama sama Papanya Ka Riri mau kesini ya?" Sahut Ria.
__ADS_1
"Hahaha iyaa.." Jawabku senang.