
Selesai makan, kami semua langsung kembali ke mess. Sesampai di mess Mama menelponku.
"Halo Assalamualaikum.." Jawabku.
"Waikumsalam. Kamu udah pulang?" Tanya Mama.
"Udah.. Tadi baru makan sama anak - anak.. Ini udah di kamar Ma.."
"Bapakmu kangen nih sama Kamu... Ini katanya mau samperin mu ke Magelang."
"Kapan Ma?"
"Besok kayaknya jalan.."
"Asiiikk.."
"Cariin hotel yaa nak.. Nanti biar Mama sama Bapak sehari aja di Hotel. Bapakmu cuma pengen liat anaknya aja ini."
"Okee Maa.."
"Yaudah kalo gitu, mama mau packing dulu yaa.."
"Iyaa Maa.."
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Setelah itu aku langsung saja mengabari Satria bahwa Mama dan Bapak akan menengokku ke Magelang. Aku senang sekali rasanya.
"Mas... Mama sama Bapak besok mau ke Magelang. Besok pagi kayaknya sih berangkatnya.."
"Oh iya? Seneng dong? Tidur dimana nanti?"
"Aku cariin hotel aja nanti.."
"Aku aja yaa yang cariin hotelnya.."
"Gak usah Mas.. Aku udah cariin kok, ada yang murah dan enak."
"Dimana?"
"Ada deket Rumah Sakit. Mama mau kalo aku cari hotel yang deket sama rumah sakit. Biar gak jauh nyamperin aku."
"Bener? Mana coba aku liat hotelnya."
Aku pun mengirimkan foto hotelnya.
"Apasih ini? Hotel apaan serem gitu. Kamu yang bener aja dong.. Masa Mama sama Bapak dikasih hotel jelek gitu. Udah aku aja yang cari yaa.. Ada hotel bagus dan enak kok."
"Gak usah, mahal yang lainnya. Udah ya. Stop. Mama sama Bapak juga gak mau jauh dari rumah sakit. Ini kan deket sama rumah sakit Mas. Udah yaa.. Please."
"Kamu gak mau aku bantuin ya?"
"Bukan gitu, ini kan Mama sama Bapak orang tua aku. Jadi biarin aja yaa aku yang urus dan tanggung jawab."
"Tapi ini aku mau kasih refrensi loh, terus kenapa emang kalo itu Mama sama Bapak kamu? Aku gak boleh gitu mau kasih tau fasilitas yang bagus buat mereka? Mereka orang tua loh, biar nyaman juga istirahatnya Ri. Kasihan kan perjalanan jauh dari Jakarta."
"Iyaa aku tau, tapi ini kan Mama sama Bapak aku yang minta tempatnya murah dan nyaman. Itu udah lumayan mas menurut aku. Udah ah, kenapasih gini aja di debatin. Capek tau ngomel - ngomel gini. Pusing."
"Siapa sih yang debat? Aku kan kasih saran."
"Yaudah makasih, tapi aku pilih hotel itu. Kenapa sih kamu ngatur terus?"
"Oh aku ngatur ya? Okee kalo gitu. Aku diem."
"Yaudah terserah kamu."
__ADS_1
Setelah itu Satria hanya membaca chatku. Luar biasa sekali hanya karna hotel saja dia bisa ngotot segitunya, padahal kemampuan orang tuaku tidak bisa pilih hotel yang mahal. Aku pun juga tidak mungkin lagi minta Satria yang membayar hotelnya.
***
Keesokan harinya Mama dan Bapak berangkat dari Jakarta pukul 3 pagi, aku sangat tidak sabar menunggu mereka. Kemungkinan perjalanan mereka dari rumah ke Magelang adalah 7 sampai 8 jam. Jadi saat sampai di Magelang siang hari.
"Aku udah whatsapp Mama.." Kata Satria di chat.
"Mama siapa?" Tanyaku bingung.
"Mama kamu.. Aku bilang sama Mama kalo besok supir aku dateng ke rumah. Nanti dia yang nyetirin Mama sama Bapak ke Magelang."
"Hah? Apasih... Kok tiba - tiba bilang gitu? Emang Mama sama Bapak setuju? Kamu suka nentuin keputusan kamu sendiri deh Mas."
"Bapak tuh kasihan Ri, dari kemarin kan praktek gak pulang. Terus besok sebelum subuh udah berangkat, kasihan capek. Apalagi kan udah gak muda lagi Ri. Aku aja gak kuat nyetir sendirian dari Jakarta ke Jogja, harus gantian waktu sama Galia waktu itu."
"Gak usah Mas, nanti ngerepotin. Emang boleh sama Papa kamu?? Papa kamu aja belum setuju sama Aku. Gak usah deh udah."
"Gak ada urusannya sama Papa dong.. Sekalian dia aku suruh ke Jogja nanti buat ambil mobilku yang di jogja buat di bawa ke Jakarta."
"Yaa kalo itu urusan kamu. Udah Gak usah."
"Jangan terlalu pagi, supir aku suruh jam 7 ke rumah kamu ya.. Nanti kamu kirimin alamat rumah kamu aja ke aku."
"Gak. Mama sama Bapak tuh mau berangkat jam 3 bukan jam 7. Kalo berangkatnya kesiangan nanti sampenya sore. Udah deh Mas. Kamu kenapa sih????"
"Maksud aku baik loh.. Kamu kenapa sih malah ngomelin aku gini?"
"Ngomel dong, kamu dari kemarin ngatur aja urusan aku. Aku pernah gak atur urusan kamu sama orang tua kamu? Gak kan? Udah deh. Stop. Nanti aku bilang sama Mama."
Aku pun langsung telpon Mama dan membahas Satria yang mau menyuruh supirnya, Mama pun memang sudah menolak Satria karena Bapak mau nyetir sendiri mobilnya. Karena juga mobilnya mau di coba jalan jauh sampai keluar kota. Dan Bapak ingin merasakan sendiri nyetir mobilnya. Jadi Mama tidak mau menghiraukan Satria. Aku pun lega.
"Gara - gara kamu deh kayaknya bilang sama Mama kamu, makanya jadi nolak."
"Emang Mama sama Bapak yang gak mau Mas.. Astaghfirullah suudzon terus. Gila deh."
"Iya Mas terima kasih sarannya. Kedua orang tua ku biasa kok jalan jauh gitu pakai mobil. Dulu kita biasa mudik naik mobil."
"Dulu kan beda sama sekarang, Mama sama Bapak udah gak muda lagi kayak dulu."
"Iyaaa... Paham. Mereka juga gak ngoyo kok.. Pelan - pelan."
"Yaudah kalo gitu."
***
Siangnya Mama dan Bapak sampai Magelang, sesampainya langsung ke hotel dulu untuk check in kamar. Karena aku masih ada kegiatan di rumah sakit. Mama dan Bapak akhirnya ke Jogja dulu untuk service mobil karena Bapak mau cek kilometer mobilnya. Dan Mama sempat tanya dengan Satria, karena kebetulan merek mobilnya yang sama jadi Satria memberikan saran service di tempat langganannya. Tapi sayangnya tempatnya jauh sekali, sehinga membuat Mama sempat kesal dan cerita denganku kalau Satria ngasih tau tempat service mobil yang jauh. Aku merasa Satria mengerjai kedua orang tuaku saat itu sampai akhirnya aku marah lagi dengannya.
"Kamu tuh gimana sih Mas? Mama sama Bapak kamu suruh ke tempat service mobil jauh banget. Mereka kan gak ngerti maps. Jadi nanya orang.. Kecuali kalo sama aku perginya."
"Yaa aku juga lupa tadi mau kasih tau tempat yang deket, taunya jauh itu. Maaf."
"Keterlaluan."
"Yaa aku kan juga disini lagi repot, jadi gak fokus."
"Alasan. Udah deh, bener aku gak dengerin kamu yaa nurutin kamu pilih hotel sama segala suruh supir nganterin Mama sama Bapak. Kalo nurut pasti drama deh. Mana ini kata Mama Bapak muntah - muntah. Kan kasihan mereka sampai sini malah jadi sakit."
"Loh kok kamu jadi salahin akunya merembet sih?? Aku kan gak tau, namanya lupa. Tau gak sih aku lupa...."
"Makanya gak usah sok tau terus Mas."
"Salah lagi kan aku.."
Aku pun hanya mmbaca saja chat Satria yang terakhir, aku benar - benar kesal saat itu. Aku pun selesai kegiatan, untungnya hari itu aku tidak jaga malam. Aku pun langsung menghampiri Mama dan Bapak di hote sebrang rumah sakit.
"Aku ke Mama sama Bapak dulu ya Ka.." Bisikku ke Ka Rina.
__ADS_1
"Oh nyokap sama bokap lo kesini?" Tanya Ka Rina.
"Iyaa Kaa.. Mereka udah di hotel depan sana." Jawabku dengan senang.
"Yaudah kita anterin yaa.. Sekalian kita mau makan keluar." Kata Ka Rina.
"Aku jalan kaki aja gapapa kok Ka.." Jawabku pelan.
"Gak.. Udah naik mobil. Ayo semua kita makan.. Jangan lama - lama.." Teriak Ka Rina.
Ka Rina adalah seniorku yang paling baik, kami merasa seperti ada yang melindungi kami disini saat ada Ka Rina. Senior kedua adalah aku, jadi aku dan Ka Rina harus mengayomi junior- junior.
"Kaa.. Lo nanti tidur di mess kan?" Tanya Ria.
"Kayaknya gak deh, gue tidur sama bokap nyokap gue. Soalnya mereka cuma sehari doang. Besok malam udah pulang.."
"Yahhh gue sendirian dong nanti malem tidurnya.."
"Ria... Udah deh. Riri kan mau nemenin Mama sama Papanya.." Sahut Ka Rina.
"Huaaa Kakak satu kamar kuuu." Ria langsung memelukku.
"Aduuh lebay banget sihhh.. Besok juga tidur bareng lagi Ria... Udah deh jangan drama kayak Satria." Ledekku.
"Haduuuh emang yaa.. Yaudah daaah hati - hati yaa Kaa.." Jawab Ria sembari melambaikan tangan.
"Daah Kaaa..." Teriak Koko, Hilda, dan Lina.
Aku pun berlari menuju hotel dan segera menelpon Mama.
"Maa, aku udah di depan. Mama di kamar nomer berapa?"
"Kamar 234 Ri, Mama bukain dulu yaa."
Aku pun langsung mematikan telpon dan melihat kearah Mama.
"Alhamdulillah udah selesai kegiatan."
"Bapak mana Ma?" Tanyaku sembari salim dengan Mama.
"Lagi ambil obat, perutnya gak enak itu habis makan soto apa tadi di depan. Kayaknya Bapak gak cocok."
"Ih makan sambelnya kali Ma.. Makanan sini tuh gak ada yang enak ma.."
"Iyaa makanya, Satria kasih rekomendasi makanan di Jogja semua tadi. Kan Mama sama Bapak tadi sarapan dulu disini baru ke Jogja, tadi di jalan cuma ngemil - ngemil aja."
"Udah selesai kegiatan Ri?" Tanya Bapak yang tiba - tiba datang masuk ke kamar.
"Udah Pak.." Jawabku sembari salim Bapak.
"Udah makan?" Tanya Bapak.
"Belum Pak, tadi pagi aja."
"Itu ada Mama beli ayam goreng. Hari ini jaga malam gak?"
"Gak Pak... Nanti aku tidur disini yaa.."
"Bawa baju?" Tanya Mama.
"Belum.."
"Yaudah nanti kita anterin ke mess, sekalian Mama sama Bapak mau liat mess kamu."
"Okee..." Jawabku cepat.
Aku pun menikmati waktu bertiga dengan Mama dan Bapak, rasanya senang sekali saat sedang koas di luar kota di hampiri orang tua. Aku selalu terharu di moment seperti itu. Ah sedih.
__ADS_1